Kemunafikan Berteman dengan Katolik Tetapi Tidak dengan Mormon

(Berita Mingguan GITS 24 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kemunafikan dan ketidakkonsistenan gerakan Ekumene terlihat jelas baru-baru ini di Cairns Christian Ministers Network (CCMN, terletak di Cairns, Queensland, Australia). Pada tanggal 13 Januari, CCMN membuat suatu pernyataan bahwa mereka tidak mendukung kebaktian World Day of Prayer lokal pada bulan Maret, karena acara itu akan dilaksanakan di gereja Mormon. Pengumuman menyatakan bahwa “CCMN (secara korporat maupun individu) dengan tegas tidak mendukung kepercayaan gereja Mormon dalam bentuk apapun.” Dua hari kemudian, CCMN mengirimkan suatu pengumuman lain yang mempromosikan Kebaktian Blessing Cairns yang diadakan tahunan di Katedral Katolik St. Monica. Mereka mengatakan, “Kami percaya kamu akan diberkati juga tahun ini. Gembala-gembala dari sepuluh denominasi berpartisipasi tahun ini, memberi kesaksian jelas kepada kota kita bahwa kita sungguh adalah satu Gereja.” Tetapi mereka sebenarnya bukan satu. Mereka memisahkan kaum Mormon yang kasihan itu, walaupun Mormon juga memakai nama Kristus. Kelompok ekumene mengritik kaum “fundamental” sebagai orang-orang yang suka menghakimi dan bersikap Farisi karena menguji segala sesuatu berdasarkan Firman Allah, tetapi ketika mereka sendiri menghakimi kaum Mormon atau Unitarian atau yang lainnya, maka itu boleh-boleh saja. Ini tidak konsisten. Kalau mau memisahkan diri dari kesesatan, maka harus dilakukan konsisten. Jika boleh menghakimi sebagian sekelompok doktrin sebagai doktrin yang sesat, maka semua doktrin yang salah harus dinilai dan dihakimi juga. Jika boleh menghakimi “kristus” palsu Mormonisme dan injil palsu mereka berdasarkan 2 Korintus 11:4, maka sama bolehnya untuk menghakimi “kristus” palsu Roma yang berupa “roti hosti” dan injil sakramental mereka yang dimulai dari kelahiran melalui baptisan.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Kepemimpinan yang Lemah Bisa Berbahaya

(Berita Mingguan GITS 24 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Kepemimpinan adalah hal yang sulit, terutama ketika melibatkan peneguran, memberi peringatan, dan disiplin, dan seringkali hal-hal ini memang harus dilakukan oleh pemimpin. Kita semua ingin disukai. Kita lebih memilih untuk menjadi populer daripada tidak populer, tetapi hal ini bisa menghalangi kita untuk menolong orang-orang yang seharusnya kita pimpin. Ini adalah jerat yang dapat menyandung pemimpin manapun, dari seorang ayah atau ibu, ke seorang polisi, ke seorang gembala sidang. Baru-baru ini saya membaca tentang serangan seekor beruang grizzly di sebuah taman nasional di Amerika. Dua orang yang terbunuh adalah pekerja di taman nasional itu, dan mereka sebenarnya sudah diberikan instruksi dan peringatan mengenai bagaimana harus bersikap ketika berhadapan dengan beruang, tetapi para pemimpin di sana (dalam hal ini para ranger taman dan manager) tidak selalu mengetatkan peraturan tersebut. Salah satu pemimpin di sana dideskripsikan sebagai seseorang yang “sangat populer di antara bawahannya; gayanya cenderung ringan dan penuh canda.” Dan walaupun dia “menyatakan peraturan” tentang keselamatan berurusan dengan beruang, dia tidak selalu memastikan peraturan itu diikuti dengan baik. Ketika dia diberitahu bahwa ada pegawai-pegawai wanitanya yang mengabaikan “peraturan” yang dia buat, dan malam-malam jalan-jalan ke daerah beruang untuk pacaran, dia “mengangkat tangan” dan mengatakan bahwa “ada batasan seberapa banyak nasihat yang bisa diberikan sebelum kita dianggap tukang celoteh yang membosankan, dan bahwa dia merasa dia sudah sampai kepada batasan tersebut.” Motivasinya adalah dia ingin populer, dan tidak dianggap “tukang celoteh yang membosankan.” Dalam kasus ini, wanita-wanita yang bersangkutan tidak terbunuh oleh beruang, tetapi ada dua orang lain yang terbunuh. Kita semua ingin “disukai,” tetapi kasih yang sejati menjalankan teguran dan disiplin yang saleh. Alkitab mengatakan, “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya” (Ams. 13:24). Orang tua bijak yang mengasihi anaknya akan mengoreksi dan menghukum dia walaupun terasa sulit, karena sang orang tua lebih peduli kepada anak itu dan hubungan anak itu dengan Tuhan dan karakter dan masa depannya daripada perasaannya sendiri dan kenyamanannya sendiri. Ini juga adalah salah satu motivasi besar bagi seorang gembala untuk melaksanakan disiplin. Disiplin tidak pernah mudah, baik bagi yang memberi maupun menerimanya, tetapi ini hal yang penting di dunia yang jatuh dalam dosa ini, dan ketika dilakukan dengan benar sesuai dengan Firman Allah, ini adalah suatu tindakan kasih yang besar.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Laodikia dan Hukum Termodinamika Kedua

(Berita Mingguan GITS 24 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (Wahyu 3:15-16). Salah satu dari banyak pelajaran dari perikop ini adalah fakta bahwa orang percaya harus berapi-api bagi Tuhan, dan jika tidak ia akan mundur. Tidak ada daerah netral. Saya entah sedang “menuju tempat yang lebih tinggi,” atau saya sedang mundur. Untuk tetap panas memerlukan banyak usaha. Begitu saya selesai menuangkan kopi pagi saya, sebelum saya menyeruputnya, gelas kopi itu sudah mulai mendingin. Kami memiliki sebuah teko air panas yang bekerja 24/7 di rumah kami, tetapi air di situ tetap panas hanya karena ada aliran listrik yang konstan ke elemen-elemen pemanasnya. Para ilmuwan menyebut prinsip ini sebagai Hukum Termodinamika Kedua. Ada suatu hukum universal tentang pembusukan, peluruhan, yang mengingatkan kita bahwa kita hidup di dunia yang jatuh dalam dosa. Untuk mempertahankan apapun memerlukan aplikasi energi yang konstan, apakah itu kekuatan otot tubuh, hingga mobil yang tetapi kinclong, dan ini benar di dunia rohani maupun fisik. Sumber energi yang mempertahankan hidup kekristenan tetap panas adalah keselamatan pribadi yang dipahami dengan baik, persekutuan yang intim dengan Kristus, hubungan yang mendalam dengan FirmanNya, iman dan ketaatan seorang murid. Hidup Kristen yang panas adalah tentang semangat, gairah, roh yang berapi-api, fokus, kesetiaan yang tidak berubah, dan kasih mula-mula.

Posted in Renungan | Leave a comment

Hillsong Masih Memuaskan Telinga Orang

(Berita Mingguan GITS 17 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Beberapa tahun yang lalu, Brian Houston, gembala sidang senior dari Gereja Hillsong di Sydney, ditanya oleh seorang wartawan koran mengenai mengapa gerejanya begitu sukses di suatu negara seperti Australia, yang jelas-jelas tidak begitu mendukung kekristenan. Dia menjawab, “Kami memberikan kepuasan kepada orang-orang di tempat mereka ingin dipuaskan” (“The Lord’s Profits,” Sydney Morning Herald, 30 Januari 2003). Sungguh menyegarkan mendengar kejujurannya dalam mengakui bahwa ia menggenapi nubuat. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya” (2 Tim. 4:3). Angkatan yang sesat yang digambarkan oleh nubuat ini memiliki telinga yang gatal untuk mendengar hal-hal baru dan cerita-cerita fiksi, dan ada begitu banyak guru-guru yang berlombaan untuk memuaskan keinginan tersebut.

Salah satu cara utama Hillsong memuaskan keinginan telinga orang-orang yang sesat adalah melalui musik mereka, yang diakui dalam ulasan dari album Young & Free milik Hillsong, yang berjudul “This Is Living,” sebagai berikut: “Mungkin terdengar aneh, tetapi YESUS JELAS TERDENGAR MERDU DI LANTAI JOGET. Sementara Hillsong Worship dan Hillsong UNITED berfokus pada suara-suara yang jelas lebih seperti stadium pop-rock, Hillsong Young & Free (Y&F) hadir bagi mereka yang ingin membawa Yesus ke dalam area musik dansa elektronik. Dengan beat-beat yang bergoncangan dan lampu-lampu disko yang gemerlap membingungan, Y&F telah memberikan musik penyembahan suatu suara terbaru yang bisa ditandingkan dengan musiknya Meghan Trainor dan Bruno Mars . . . Dengan semakin banyaknya anggota UNITED yang beranjak dari keremajaan, Y&F telah menjadi pionir untuk memimpin orang-orang yang lebih muda kepada Yesus DENGAN MUSIK YANG MENGGELITIK TELINGA MEREKA dan membuat mereka BERJOGET DEMI INJIL” (“Hillsong Young and Free,” Hallels.com, 6 Jan. 2015). Tidak diragukan bahwa Hillsong adalah salah satu penggelitik telinga yang paling hebat di planet ini. Angkatan ini mencari suatu “perasaan,” dan CCM sungguh memuaskan keinginan telinga itu.

Posted in Kharismatik/Pantekosta, musik | Leave a comment

Yang Mati dan yang Terluka Ketika Mencoba Menyentuh Patung Yesus

(Berita Mingguan GITS 17 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Dua orang mati dan ribuan lainnya harus mendapatkan pertolongan medis dalam keributan yang terjadi dalam penyembahan suatu patung Roma Katolik yang diklaim sebagai Yesus di Filipina. Lima juta orang tanpa kasut kaki melakukan penyiksaan untuk pengampunan dosa, dan mereka membanjiri jalanan ketika patung itu diparadekan melalui kota Manila sebelum kunjungan Paus Fransiskus. Kerumunan yang sudah kacau itu ingin menyentuh patung itu, atau menggesekkan pakaian mereka kepadanya, dengan suatu kepercayaan kafir bahwa mereka bisa mendapatkan transfer berkat dan mujizat dari suatu patung yang mati. Patung dari abad 17 yang terkenal itu menggambarkan Yesus sebagai seorang yang berkulit agak gelap, berambut panjang, dengan halo di kepala dan membawa salib. Patung ini disetujui untuk disembah oleh Paus Innocent X tahun 1650. Pada tahun 1880, Paus Pius VII memberikan patung itu berkat kepausan dan dia mengumumkan pengampunan dosa penuh bagi barangsiapa y ang berdoa di hadapannya. Patung ini dikeluarkan untuk penyembahan umum tiga kali setahun: Hari Tahun Baru, tanggal 9 Januari, yaitu hari prosesi patung, dan Jumat Agung. Hal seperti ini persis sama dengan yang dilakukan oleh orang-orang Hindu, mengharapkan berkat dan kemujuran dari patung-patung mereka. Tahun lalu, suatu rutinitas baru dimulai untuk patung yang disebut Black Nazarene itu. Patung Yesus itu berhenti di Basilica Minore de San Sebastián, tempat sebuah patung Maria (Our Lady of Mount Carmel), dikeluarkan dan diangkat oleh para imam untuk “melihat” dan “bertemu” dengan patung Black Nazarene. Sambil patung Yesus itu dibawa dari basilika tersebut, para imam dengan perlahan memutar patung Maria itu, seolah sedang “menonton” sang Black Nazarene berangkat (Ricky Velasco, Doctor Love radio show, DZMM 630, Manila, 9 Jan. 2014). Katanya ini mengisahkan Stasiun Salib keempat yang mitologis di Yerusalem, tempat katanya Yesus bertemu Maria ketika sedang dibawa ke tempat penyaliban. Tentu saja tidak ada ritual Katolik yang lengkap kalau tidak ada Maria-nya. Kekristenan yang palsu adalah hasil mahakarya Iblis dan telah menjadi batu sandungan bagi banyak sekali orang. Mereka melihat hal-hal seperti ini dan berpikir, “Kekristenan hanyalah suatu agama palsu dan sia-sia seperti lainnya,” tanpa pernah mengenal kekristenan yang sejati. Tidak ada satu halpun yang dilakukan itu yang didukung oleh Kitab Suci, dan nabi Yesaya memperingatkan ““Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar” (Yes. 8:20).

Posted in Katolik | Leave a comment

Tujuan Einstein

(Berita Mingguan GITS 17 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

“Albert Einstein pernah berkata, ‘Saya ingin mengetahui pikiran Allah dengan cara yang matematis.’ Einstein menginginkan suatu persamaan, yang mungkin panjangnya hanya beberapa centimeter, yang dapat merangkumkan semua hukum alam, keindahan, keagungan, dan kekuatan alam semesta ke dalam satu persamaan. Itulah tujuan hidupnya” (“Einstein,” History Channel). Einstein, seorang Yahudi berdasarkan kelahiran, adalah seorang yang brilian dan memiliki karunia untuk memahami hukum-hukum “alam,” dan dia tahu bahwa hukum-hukum itu memerlukan seorang Desainer. Tetapi, menurut kesaksiannya sendiri, dia tidak pernah mengenal Desainer itu karena dia telah menolak Firman sang Desainer. Alkitab tidak merangkumkan misteri-misteri alam semesta ke dalam satu persamaan, tetapi Alkitab ada merangkumkan misteri-misteri itu ke dalam pernyataan-pernyataan indah dan penting yang memerlukan kekekalan untuk dapat dipahami sepenuhnya. Misalnya yang satu ini: “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi” (Ibr. 1:1-3).

Dalam paragraf yang singkat ini, yang terdiri dari kata-kata yang sederhana, kita mendapatkan jawaban kepada pertanyaan-pertanyaan terpenting tentang kehidupan dan misteri terbesar dalam alam semesta ini. Kita menjadi tahu bahwa da Allah. Alkitab tidak mencoba membuktikan keberadaan Allah, karena keberadaanNya jelas dari karyaNya. Suatu alam semesta yang harus digambarkan sebagai “indah, agung, hebat,” haruslah memiliki Pencipta yang indah, agung, dan hebat. Allah memberikan manusia cukup akal budi untuk memahami hal ini, kecuali manusia mengkorupkan pikirannya sendiri melalui pemberontakan. Kita juga belajar bahwa Allah memiliki Anak, dan Anak ini adalah gambar wujud pribadi Allah sendiri, dan bahwa sang Anak adalah Pencipta. Kita belajar bahwa Allah memiliki kasih yang begitu besar bagi manusia sehingga AnakNya mati di atas salib bagi manusia. Kita belajar bahwa sang Anak saat ini sedang duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dan bahwa Anak menopang segala sesuatu melalui kuasa FirmanNya. Kata “menopang” juga bisa diterjemahkan “mengangkat” dan “menanggung.” Yesus Kristus, Anak Allah yang kekal, menopang alam semesta ini dengan kemahakuasaanNya. “Partikel Allah” adalah Allah sendiri (bukan bahwa ciptaan itu adalah Allah, tentunya. Puji syukur bahwa kita tidak perlu sepintar Einstein untuk mengenal Allah yang indah ini. Kita hanya perlu merendahkan diri dan bertobat akan dosa dan menaruh iman percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mengapa Rumah Tangga Kristen Menghasilkan Pemberontak Rock & Roll?

Oleh Dr. David Cloud

diterjemahkan: Dr. Steven Liauw

 

Saya tumbuh besar di sebuah rumah tangga Kristen, tetapi menghabiskan banyak tahun hidup saya sebagai seorang “pemberontak rock & roll” sebelum Tuhan dengan penuh rahmat menyelamatkan saya (Kis. 11:18) pada tahun 1973, pada usia 23 tahun. Ketika kita memandang ke gereja-gereja sekeliling kita hari ini, bahkan gereja-gereja yang percaya Alkitab, kita melihat pola ini terulang banyak kali. Apa penyebabnya?

 

Tanggung Jawab Tiga Lapis

Alkitab mengajarkan bahwa ada tanggung jawab tiga lapis dalam membesarkan anak-anak Kristen.
Pertama, anak itu sendiri bertanggung jawab di hadapan Allah. “Anak-anakpun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya” (Amsal 20:11).

Walaupun orang tua dan gereja memiliki pengaruh yang dramatis dan besar terhadap orang-orang muda, tidak ada seorang pun yang akan dapat berdiri di hadapan Tuhan dan mengklaim bahwa dia tidak mengetahui kebenaran atau dapat menyalahkan orang lain untuk pemberontakannya. Yesus Kristus memberikan terang kepada setiap manusia (Yohanes 1:9). Kitab Roma menggambarkan tiga jenis terang: terang dari alam ciptaan (Roma 1:20), terang hati nurani (Roma 2:11-16), dan terang Kitab Suci (Roma 3:1-2). Ketika seseorang meresponi terang yang ia miliki, Allah memberikannya lebih banyak terang. Allah sendirilah yang menerangi manusia dan membimbing mereka kepada kebenaran, tetapi mereka harus merespon. Kitab Amsal menggambarkan hal ini:

Continue reading

Posted in Keluarga | Leave a comment

Semua Orang Suka Paus

(Berita Mingguan GITS 13 Desember 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah dokumentasi besar tentang pembentukan suatu “gereja” esa-sedunia di zaman kita, artikel utama majalah Christianity Today bulan ini adalah: “Pop Francis: Why Everyone Loves the Pope.” Artikel ini adalah suatu laporan yang sangat positif tentang Paus Fransiskus milik Roma, menyebut dia “pop” atau bapa dari kekristenan. Subtitel artikel itu berbunyi, “Dari jurnalis sekuler hingga orang-orang Kristen kharismatik, jutaan orang terpukau oleh Jesuit dari Argentina ini.” Laporan ini memperlihatkan betapa Christianity Today, yang didirikan oleh Billy Graham tahun 1956, buta total secara rohani. Penulis laporan tentang sang paus ini mengakui bahwa dirinya “tersihir oleh Francis dari Assisi” dan “mabuk kepayang” oleh Paus Fransiskus. Laporan CT (Christianity Today) tersebut mengatakan bahwa orang-orang Injili Protestan “memerlukan gereja Katolik yang sehat sebagai sekutu.” Roma Katolik disebut sebagai “gereja itu.” Mereka menyebut Paus Fransiskus “wakil dari kebenaran-kebenaran Injil yang sederhana.” Mereka mengatakan Konsili Vatikan Kedua menggeser Gereja Katolik ke arah yang lebih alkitabiah. Mereka merasa bahwa pernyataan Paus Fransiskus, “Siapa saya sehingga bisa menghakimi,” ketika ia ditanya mengenai homoseksualitas, adalah “cocok sekali dengan Matius 7:1.” Mereka menyebut “Santo Francis dari Assisi” adalah seorang injili yang berpusat pada Kristus, mengabaikan fakta bahwa Francis dari Assisi berkomitmen penuh kepada injil sakramen yang palsu yang dikutuk oleh Galatia pasal 1. Christianity Today secara salah dan munafik mengatakan bahwa “kemiskinan adalah jalur paling pasti kepada Allah,” walaupun kebanyakan penulis dan editornya tidak mempraktekkan kemiskinan.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Membuat Imamat Menjadi “Queer”

(Berita Mingguan GITS 13 Desember 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah organisasi Yahudi di Amerika, sedang menafsirkan ulang Perjanjian Lama dengan “cara-cara baru” untuk mendukung homoseksualitas. Organisasi tersebut, bernama Nehirim, bertujuan untuk menyediakan “program yang hidup, pluralistik, egalitarian, dan dapat dijangkau, yang mengkultivasi dan menguatkan jiwa-jiwa Yahudi yang LGBTQI [Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual, Queer, Intersex].” (“I” adalah singkatan dari interseks, baru-baru ini ditambahkan ke singkatan LGBTQ. Nantinya bisa jadi ditambahkan juga “C” untuk “child sex” dan “B” untuk bestiality. Mengapa tidak bisa?) Rabbi Debra Kolodny, Direktur Utama dari Nehirim, menyebut penafsiran-penafsiran baru itu “menjadi teks queer” [queer adalah slang bahasa Inggris untuk orang homoseksual]. Ini menghasilkan “theologi queer.” Debra mencari chidush, atau “pemahaman yang tidak pernah diimajinasikan sebelumnya karena lensa yang kita cari hari ini belum pernah eksis sebelumnya” (“The Queering of Leviticus: How a Rabbi Permits Gay Sex,” The Times of Israel, 4 Des. 2014). Bagaimanakah dia membuat teks Imamat 20:13 menjadi “queer”? “Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.” Dia mengatakan bahwa kata “kekejian” di sini mengacu hanya kepada homoseksualitas dalam konteks suatu ritual kafir atau penyembahan berhala. Dia mengatakan bahwa jika seseorang bertanya apakah ok bagi dua lelaki untuk masuk dalam hubungan homoseksual, dia akan menjawab, “Apakah kamu terlibat dalam ritual kafir? Jika tidak, maka itu tidak dilarang – Taurat tidak berbicara mengenai hal ini.” Ini adalah cara standar para pendukung homoseksualitas menafsirkan larangan-larangan dalam Perjanjian Lama sejak munculnya “theologi queer” sekitar tiga dekade yang lalu. Retreat rohaniwan Yahudi Nehirim yang pertama diadakan di San Francisco minggu ini. Kami pernah melaporkan adanya “parade gay” tahunan yang besar di Tel Aviv. Sungguh benar bahwa Alkitab menggambarkan Yerusalem akhir zaman sebagai “Sodom” (Wahyu 11:8).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Mengatasi Cobaan

(Berita Mingguan GITS 13 Desember 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini oleh John Owen (1616-1683) dari buku Of Temptation, pasal 7: “Jagalah hati penuh dengan sensasi kasih Allah dalam Kristus. Ini adalah pelindung paling hebat melawan kuasa pencobaan dunia ini. …’Kasih Kristus yang menguasai kami,” kata sang Rasul, untuk hidup bagi Dia (2 Kor. 5:14); dan juga, sebagai konsekuensi, untuk melawan cobaan. Seseorang bisa saja, bahkan sudah seharusnya, untuk juga berjaga-jaga lewat hukum – takut akan kematian…dan hukuman, beserta dengan takut dakan Tuhan. Tetapi semua hal ini jauh lebih mudah dikalahkan daripada yang satu lagi itu; bahkan mereka tidak bisa bertahan melawan serangan yang hebat. Mereka dikalahkan dalam diri manusia setiap hari; hati manusia yang terisi oleh hal-hal ini akan mengadakan perlawanan sesaat, tetapi dengan cepat menyerah. Tetapi simpanlah dalam hati suatu pemahaman akan kasih Allah dalam Kristus, dan kasihNya dalam semua itu; nikmati semua hal yang kita miliki karenaNya – adopsi kita, pembenaran kita, diterima oleh Allah; isilah hati dengan pikiran-pikiran akan indahnya kematianNya; — dan engkau akan, dalam perjalanan yang biasa dengan Allah, memiliki damai dan keamanan yang besar dalam hal menghadapi cobaan. Ketika manusia bisa hidup dan bekerja dalam profesi mereka, dan tidak dapat berkata bahwa mereka merasakan kasih Allah atau hak-hak yang kita miliki dalam darah Kristus, maka saya tidak tahu bagaimana mereka bisa ditolong dari jatuh ke dalam jebakan sang musuh.”

Posted in General (Umum), Renungan | Leave a comment