Apakah Alkitab Satu-Satunya Otoritas bagi Iman dan Perbuatan?

Apakah Alkitab Satu-Satunya

Otoritas bagi Iman dan Perbuatan?

Oleh Dr. David Cloud, diterjemahkan Dr. Steven Liauw

Apakah Alkitab Satu-satunya Otoritas bagi Iman dan Perbuatan? Gereja Roma Katolik mengatakan tidak demikian. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa “Baik Kitab Suci maupun Tradisi harus diterima dan dihargai dengan perasaan devosi dan hormat yang sama” (Vatican II Documents,“Dogmatic Constitution on Divine Revelation,” Psl. 2, 9, hal. 682). Jadi, Roma telah dengan berani meninggikan tradisi-tradisinya kepada kesetaraan dengan Kitab Suci. Saya sering menerima surat dan email dari orang-orang Katolik yang menantang saya tentang otoritas Alkitab. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa mempertahankan doktrin-doktrin Katolik hanya dari Alkitab saja. Jika Alkitab dijadikan satu-satunya patokan bagi iman dan perbuatan kita, maka dapat dengan mudah ditunjukkan dari Kitab Suci bahwa Gereja Katolik adalah gereja yang palsu. Jadi, otoritas Alkitab adalah inti dari perbedaan antara Roma Katolik dengan gereja-gereja yang mendasarkan doktrin dan perbuatan mereka hanya pada Kitab Suci.

 

Berikut ini adalah contoh dari banyak tantangan yang saya terima:

“Saya tidak menemukan apapun dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya otoritas. Sepertinya bagi saya Alkitab itu sendiri adalah semacam tradisi, karena Alkitab tidak dianggap komplik dalam bentuk seperi sekarang ini hingga banyak tahun setelah kematian semua Rasul. Kita harus mempercayai orang-orang tertentu tentang otentisitas dan kelengkapan Alkitab. Saya menemukan dalam kitab-kitab Suci ajakan untuk mengikuti tradisi-tradisi yang benar, baik itu yang tertulis maupun yang dalam bentuk oral. Tentu saja saya paham bhawa ‘tradisi-tradisi manusia’ tidak boleh diikuti’ (e-mail dari seorang Katolik yang menemukan website Way of Life di internet pada 2 Maret 1999).

JAWABAN SDR. CLOUD:

Kamu mengatakan bahwa kamu tidak menemukan apapun dalam Alkitab yang mengatakan bahwa hanya Kitab Sucilah satu-satunya otoritas. Saya hanya dapat berkata bahwa itu berarti kamu tidak membaca Alkitab dengan hati-hati.

 

PERTAMA, 2 TIMOTIUS 3:16-17 MENGAJARKAN BAHWA KITAB SUCI CUKUP UNTUK IMAN DAN PERBUATAN

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah DIPERLENGKAPI UNTUK SETIAP PERBUATAN BAIK” (2 Tim. 3:16-17). KJV: “All scripture is given by inspiration of God, and is profitable for doctrine, for reproof, for correction, for instruction in righteousness: That the man of God may be perfect, throughly furnished unto all good works” (2 Tim. 3:16-17)

Hanya Kitab Suci YANG diilhamkan oleh Allah dan dapat membuat manusia kepunyaan Allah sempurna, siap untuk setiap perbuatan baik. Jelas bahwa tidak ada hal lain yang diperlukan di luar dari Kitab Suci. Tradisi Katolik bukanlah Kitab Suci, oleh karena itu tidaklah diilhamkan oleh Allah, dan oleh karena itu tidak diperlukan untuk membuat manusia kepunyaan Allah sempurna. Saya mengatakan ini atas dasar 2 Timotius 3:16-17.

Satu perikop ini saja sudah membantah pengajaran Roma bahwa tradisi mereka sama dengan Kitab Suci. Hanya Kitab Suci yang setara dengan Kitab Suci, karena Kitab Suci diilhamkan Allah. Paulus mengkontraskan kata-kata manusia dengan kata-kata Allah.

Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi dan memang sungguh-sungguh demikian sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya” (1 Tes. 2:13).

Hari ini pun kita harus terus membuat perbedaan yang jelas antara keduanya. Jika suatu pengajaran bukanlah Firman Allah, maka itu adalah perkataan manusia, dan kata-kata manusia tidaklah untuk dituruti secara absolut. Firman Allah, Kitab Suci, adalah yang dibutuhkan oleh orang percaya, karena dapat membuat orang percaya itu sempurna, diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Continue reading

Posted in Alkitab, Katolik | 3 Comments

Gereja Esa Sedunia Bergerak

(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “300 denominasi bertemu untuk pertemuan ekumene di Munich,” Christiantoday.com, 5 Juli 2016: “Sekitar 1700 orang Kristen dari sekitar 300 denominasi telah bertemu di Munich untuk pertemuan Kongres Ekumene bertema “Bersama di Eropa,” untuk mempromosikan persatuan antara Katolik, Protestan, dan Injili. Dalam sebuah pertemuan yang didukung oleh Paus Fransiskus dan Patriarkh Ortodok, Bartholomew I, para pemimpin Gereja Katolik, Gereja Anglikan, beberapa Gereja Ortodoks, denominasi-denominasi Protestan, dan denominasi-denominasi Injili bebas seperti beberapa Baptis dan Pantekosta, berdebat selama tiga hari tentang bagaimana berjalan menuju ‘pertemuan, rekonsiliasi, dan pengharapan akan masa depan yang lebih baik.’ …Paus Fransiskus dan Patriarkh Ortodoks, Bartholomew I dari Konstantinopel, mengirim pesan video ke pertemuan itu. ‘Kami ingin berkontribusi terhadap rekonsiliasi orang-orang Kristen dan gereja-gereja,’ kata para organizer di website mereka. ‘Melalui kesaksian kami tentang persatuan dan rekonsiliasi, kami berharap juga untuk mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan. Kami ingin menghimbau semua orang di zaman kami ini untuk merespon dengan tegas dan penuh harap untuk maju bersama dan mengatasi hambatan-hambatan antara umat, bangsa-bangsa, kelompok-kelompok sosial dan budaya.’ Kongres itu ditutup dengan rally terbuka yang dihadiri sekitar 5000 orang dengan bendera: ‘500 tahun perpecahan sudah cukup – persatuan bisa dicapai.’” CATATAN DR. CLOUD: Persatuan Kristen yang sejati memerlukan kesatuan pikiran, bukan suatu “persatuan dalam perbedaan” versi ekumene. Firman Allah berkata, “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (1 Kor. 1:10). CATATAN EDITOR: Banyak orang menginginkan damai dan persatuan di atas segalanya. Memang, Tuhan juga menginginkan persatuan, tetapi tidak jika harus mengkompromikan kebenaran. Sama seperti Yoram bertanya kepada Yehu: “‘Apakah ini kabar damai, hai Yehu?’ Jawabnya: ‘Bagaimana ada damai, selama sundal dan orang sihir ibumu Izebel begitu banyak’” (2 Raj. 9:22).

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Jejak Kaki Manusia Berusia “800.000 Tahun”

(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Blog Ken Ham, 9 Juli 2016: “Para peneliti mengklaim telah menemukan apa yang bisa jadi adalah jejak kaki Homo erectus di sebuah padang gurun di bagian tenggara Eritrea (sebuah negara Afrika di tepi laut yang berbatasan dengan Sudan, Etiopia, dan Djibouti). Jejak-jejak kaki ini – berukuran 12 jika memakai sepatu – sepertinya dibuat oleh sekelompok individu yang bertubuh tinggi, dan para peneliti evolusionis mengatakan bahwa jejak-jejak kaki ini dibuat 800.000 tahun yang lalu. Nah, dalam pandangan evolusi, H. erectus dianggap ‘secara fisik mirip dengan manusia modern,’ dan jejak-jejak kaki ini kataya tercetak 600.000 tahun sebelum munculnya manusia modern. Para peneliti percaya bahwa jejak-jejak ini ‘dapat memberikan petunjuk penting mengenai bagaimana gaja jalan H. erectus berevolusi hingga Homo sapiens … muncul.’ Walaupun mereka percaya bahwa jejak-jejak kaki ini dapat memberi terang tentang evolusi, para peneliti yang memimpin penggalian mencatat bahwa ‘jejak-jejak ini menunjukkan detil jari kaki, adanya lengkung longitudinal yang jelas dan jari kaki yang ter-abduksi, yaitu hal-hal yang menjadi ciri khas kaki manusia.’ Sebuah artikel lain menggambarkan jejak-jejak ini demikian: ‘hampir identik dengan jejak kaki manusia modern.’ Jadi jejak kaki manusia yang terlihat sama dengan jejak kaki manusia modern dapat memberikan petunjuk vital tentang evolusi cara jalan manusia? Pandangan yang jauh lebih konsisten dengan bukti-bukti yang tersedia adalah sudut pandang Alkitab. Homo erectus bukanlah spesies manusia lain yang ‘secara fisik mirip’ dengan kita. Bukti-bukti pengamatan mengkonfirmasi bahwa individu-individu ini adalah manusia – keturunan dari Adam dan Hawa, sama seperti kita. Mereka membuat dan memakai peralatan, menguburkan anggota mereka yang meninggal, memakai api dan perahu untuk berlayar, dan menyebar ke tiga benua. Setelah meninggalkan Babel, manusia-manusia ini termasuk orang-orang pertama yang mendiami dunia dan meninggalkan jejak-jejak yang dapat kita temukan hai ini. Perbedaan-perbedaan kecil yang kita lihat antara mereka dan kita hanyalah bagian dari variasi yang luar biasa yang Tuhan tanamkan ke dalam genome manusia. Ketika kita mulai dari Firman Tuhan, maka bukti-bukti yang diobservasi menjadi masuk akal, dan dapat ditafsirkan secara konsisten, dan mengkonfirmasi bahwa Alkitab benar, ilmu sejarah bahwa manusia dari dulu adalah manusia! Ini karena Firman Tuhan adalah dari Tuhan – bukan imajinasi manusia – yang memberikan sejarah sebenarnya dari dunia.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Batu-Batu Agate untuk Kemuliaan Allah

(Berita Mingguan GITS 16 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Anak-anak Allah memiliki kebebasan untuk menikmati hidup sepenuhnya di dalam kehendak Allah. Ia “memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati” (1 Tim. 6:17). Menikmati ciptaan tanpa menempatkan sang Pencipta sebagai yang utama adalah penyembahan berhala, tetapi ketika Allah ditempatkan selayaknya, maka ciptaan dapat dinikmati, dan semuanya menunjuk kembali kepadaNya dan mengajar tentang Dia. Ahli geologi Bill Kitchens mempelajari batu-batu agate dan memiliki website, GodMadeAgates.com, yang menampilkan berbagai penjelasan tentang batu agate dan foto-foto indah batu agate. Dia mengatakan, “Batu-batu agate adalah harta benda kasih karunia Allah, yang melalui proses-proses alami, mengisi celah-celah kosong bebatuan di sekitar kita, sehingga dapati ditemukan, dikagumi, dan dipakai. … Apresiasi terhadap keindahan dan dorongan untuk menciptakan keindahan, untuk memahaminya, adalah bagian dari ‘gambar dan rupa Allah’ yang ditanamkan ke dalam manusia sejak ‘pada mulanya.’” Alkitab mengatakan tentang Israel suatu hari nanti dalam kerajaan Kristus: “And I will make thy windows of agates, and thy gates of carbuncles, and all thy borders of pleasant stones” (Yes. 54:12, KJV). [Dalam Alkitab LAI, “agates” di Yes. 54:12 diterjemahkan “batu delima” yang tidak sama dengan bebatuan agates.]

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Filosofi Moral Amerika yang Relativistik

(Berita Mingguan GITS 9 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Barna Study: AmericaHas a New Moral Code,” Answers In Genesis, 12 Juni 2016: “Barna baru-baru ini melakukan survei atas populasi umum untuk menentukan pandangan terkini rakyat Amerika tentang moralitas. … Lebih dari setengah orang Amerika berpikir bahwa “apapun yang baik untuk hidupmu atau yang cocok dengan dirimu, itulah kebenaran satu-satunya yang dapat engkau ketahui.” … Presiden Barna, David Kinnaman, berargumen bahwa etika Kristen nominal yang dulunya mencirikan bangsa ini [Amerika], sedang digantikan oleh suatu ‘kode moral yang baru.’ Dia mengatakan bahwa moralitas baru ini dicirikan oleh aktualisasi-diri dan memiliki enam prinsip pembimbing. Prinsip-prinsip tersebut, yang didaftarkan di bawah ini, sungguh mengganggu pikiran. 1. ‘Cara terbaik untuk menemukan diri sendiri adalah melihat ke dalam dirimu sendiri.’ Luar biasanya, 91% orang dewasa di AS dan 76% orang yang mengaku Kristen setuju ‘secara penuh’ atau ‘setuju sebagian’ dengan pernyataan ini. 2. ‘Seserang tidak seharusnya mengritik pilihan kehidupan orang lain.’ Secara umum 89% orang dewasa dan 76% orang Kristen setuju. 3. ‘Untuk mendapatkan hidup yang bermakna, kamu harus mengejar hal-hal yang paling kamu dambakan.’ 86% orang dewasa AS dan 72% orang Kristen mengatakan ‘Ya.’ 4. ‘Tujuan tertinggi dalam hidup ini adalah menikmati hidup itu sebisa mungkin.’ 84% orang dewasa dan 67% orang Kristen setuju bahwa inilah tujuan tertinggi dalam hidup. 5. ‘Seseorang boleh percaya apa saja yang dia inginkan, asal kepercayaan itu tidak mempengaruhi masyarakat.’ Yang setuju dengan pernyataan ini mencakup 79% orang dewasa dan 61 orang yang mengaku Kristen. 6. ‘Ekspresi seksual apapun antara dua orang dewasa yang saling sepakat itu diperbolehkan.’ Sungguh mencengangkan, 69% orang dewasa Amerika dan herannya 40% orang yang mengaku Kristen setuju dengan ini. Statistik ini sepatutnya menjadi seruan bangun untuk semua orang Kristen. Walaupun ide-ide ini sama sekali tidak ada di dalam Kitab Suci, mayoritas orang Kristen menerima lima dari enam ide-ide ini! …David Kinnaman memiliki beberapa pemikiran yang membangunkan tentang moralitas yang baru ini, budaya kita, dan gereja-gereja. ‘Hal yang terbaik, menurut masyarakat kita adalah “menemukan dirimu sendiri” dan kemudian hidup “sesuai dengan apa yang baik bagimu.” …Ada individualisme yang begitu besar dalam masyarakat hari ini, dan ini juga tercerminkan di dalam gereja. Jutaan orang Kristen telah mencangkokkan dogma New Age ke dalam kerohanian mereka. Ketika kita mengupas lapisan-lapisannya, kita menemukan bahwa banyak orang Kristen memakai jalan Yesus untuk mengejar jalan dirinya sendiri. …Sementara kita cemas karena sekularisme yang merangsek ke dalam budaya, mayoritas orang Kristen yang pergi ke gereja justru telah menerima theologi yang korup dan berpusatkan pada diri sendiri.’” CATATAN DR. CLOUD: Gereja-gereja Amerika turut bersalah dalam hal ini. Gerakan Injili Baru, misalnya, telah mengkhotbahkan relativisme moral dengan slogan ‘jangan menghakimi’ selama lebih dari setengah abad.

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gestapo Baru dalam Kampus

(Berita Mingguan GITS 9 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “Meet the New Campus Gestapo,” New York Post, 26 Juni 2016: “Di kampus-kampus di seluruh Amerika, Polisi Pikiran kini memiliki senjata baru: Tim Respons terhadap Bias (Bias Response Team, akan disingkat dengan BRT), yaitu admin-admin yang akan menekan siapapun yang bertindak tidak sensitif di ruangan kelas. Lebih dari 100 perguruan tinggi Amerika telah mendirikan sistem BRT. Beberapa pencari berita dari Heat Street telah menemukan bagaimana cara kerja tim ini. Seorang profesor di University of Northern Colorado dikunjungi oleh BRT sekolah tersebut – karena ia telah mengajak para mahasiswanya untuk memikirkan sudut pandang yang tidak populer. Berdasarken penyelidikan dari Heat Street, didapatkan bahwa profesor itu 1) membuat para mahasiswa membaca sebuah artikel Atlantik tentang makin meningkatnya sensitivitas mahasiswa, dan 2) meminta mereka untuk mempertimbangkan pandangan-pandangan yang tidak populer dan tidak politis (tidak cocok dengan agenda politik yang populer) atas topik-topik seperti pemanasan global dan isu transgender. Seorang mahasiswa yang transgender melaporkan kepada BRT bahwa profesor tersebut menyinggung ide bahwa ‘transgender bukanlah sesuatu yang benar-benar ada, dan tidak ada orang yang benar-benar bisa merasa lahir di tubuh yang salah.’ Pengadu itu menulis bahwa dia ‘sangat dilukai oleh hal ini.’ Tim BRT memberitahu profesor itu untuk tidak pernah membicarakan isu transgender lagi, atau bahkan menyinggung pendapat yang bertentangan tentang topik ini, baik dari dirinya sendiri ataupun dari orang lain. Jika profesor ini tidak boleh meminta murid-muridnya untuk berpikir kritis, sebaiknya kita tutup saja semua universitas sekarang.”

Posted in General (Umum), Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Komisi Eropa Ingin Mengontrol Akses Media Sosial

(Berita Mingguan GITS 9 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “The European Commission,” Breitbart, 2 Juni 2016: “Komisi Eropa berencana untuk menyerang hak warga untuk mendapatkan kerahasiaan saat online, dengan cara menuntut agar kartu identitas yang diterbitkan oleh negara harus dipakai ketika mau masuk ke platform seperti YouTube, Facebook, dan bahkan Uber. Wakil Presiden dari Digital Single Market on the European Commission, yaitu Andrus Ansip seorang mantan Komunis, adalah pribadi yang mendalangi langkah UE (Uni-Eropa) untuk menyerang kerahasiaan pribadi ini, dengan mempromosikan ide menggunakan katru identitas nasional untuk bisa log-in ke berbagai online service. Dokumen-dokumen yang dibocorkan dari Komisi Eropa menyingkapkan seruan agar anggota-anggota Uni-Eropa semakin memperluas pemakaian kartu identitas nasional. Dokumen-dokumen ini lalu sudah dimuat di website Komisi itu sendiri. Mr. Ansip ini berasal dari Estonia, sebuah negara kecil di daerah Baltik mantan Komunis yang memiliki sistem kartu identitas nasional yang paling terperinci di seluruh dunia. Website kenegaraan Estonia berbangga: ‘Lebih dari sekedar kartu identitas resmi dengan foto, kartu nasional yang bersifat wajib ini juga berfungsi sebagai kartu akses digital untuk semua e-service Estonia yang aman.’”

Posted in Teknologi | Leave a comment

Peringatan 40 Tahun Serangan Entebbe oleh Israel

(Berita Mingguan GITS 2 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Bullet scars as Uganda remembers,” Times of Israel, 26 Juni 2016: “Menyisir di atas ombak yang pecah-pecah di tengah kegelapan, empat pesawat melesat rendah di atas Danau Victoria, berisikan 200 komando elit Israel dalam misi penyerbuan yang berani untuk membebaskan tawanan yang disandera. Mendarat tidak lama setelah tengah malam di lapangan udara Entebbe di Uganda pada 4 Juli 1976, para pasukan terjun itu memerlukan waktu kurang dari satu jam untuk menyerbu markas itu dan membebaskan lebih dari 100 penumpang di pesawat Air France, sebuah misi operasi yang menjadi legenda bagi para pasukan khusus seluruh dunia. Pesawat tersebut telah dibajak seminggu sebelumnya pada tanggal 27 Juni. Empat dekade kemudian, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, dijadwalkan untuk mengunjungi Uganda untuk memperingati peristiwa itu, bukan hanya untuk menghormati operasi tersebut dan meningkatkan hubungan yang kini bersahabat antara Uganda dan Israel, tetapi juga untuk hal yang sangat pribadi. Pemimpin komando Israel, satu-satunya tentara Israel yang terbunuh dalam serangan itu, adalah abangny sendiri, yaitu Letnan Kolonel Yonatan Netanyahu, yang waktu itu berusia 30 tahun. … Uganda dan Israel merencanakan memorial itu sebagai peristiwa rekonsiliasi, bahkan mengawetkan bekas-bekas peluru di tembok terminal tua di Entebbe, yang hinggi kini masih menjadi airport bagi ibukota Kampala, sekitar 40 km di utara ibukota. Di awal bulan, beberapa komando yang sudah pensiun yang ikut penyerbuan waktu itu, mengunjungi situs dari penyelamatan yang luar biasa tersebut. Mereka berdiri di samping pejabat-pejabat Uganda, termasuk putra dari musuh mereka waktu itu, diktator Idi Amin. … Putra Amin, Jaffar, yang waktu serbuan itu terjadi berusia 10 tahun, menyambut para komando itu ke Uganda pada bulan ini, sebagai ‘tanda rekonsiliasi,’ sambil mengingat cerita-cerita yang disampaikan ayahnya pada waktu ia digeser dan terpaksa lari ke luar negeri. …Jaffar mengingat apa yang ayahnya katakan sewaktu ia bertanya mengapa tidak dikirim pesawat tempur untuk menembak jatuh orang-orang Israel yang berangkat pulang. ‘Ayah saya mengatakan tentang orang Israel, anakku, mereka itu anak-anak Allah, dan ketika mereka mulai berperang, mereka tidak akan berhenti,’ kata Jaffar. ‘Bagi dia, dia merasa bahwa mereka telah datang untuk menyelamatkan orang-orang mereka sendiri, dan mereka telah menyelesaikan misi, jadi ia membiarkan mereka pergi.’”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Parade Gay di Tel Aviv

(Berita Mingguan GITS 2 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Tel Aviv menjadi tuan rumah dari Parade Gay Pride ke-18, yang diadakan tahunan, pada tanggal 3 Juni 2016 yang lalu. Parade ini diperkirakan dihadiri oleh 200.000 orang. Parade berpuncak pada perayaan Gay Pride selama seminggu. Banyak anggota Israeli Defense Force yang ikut berpartisipasi. Sebuah Pusat LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual) yang permanen dibukan di Tel Aviv pada tahun 2008. Kementerian Turisme Israel memasarkan Tel Aviv ke seluruh dunia sebagai “destinasi turisme LGBT yang paling hebat.” Sejak tahun 2002, Yerusalem juga mengadakan Parade Gay-nya sendiri, walaupun sering disertai demonstrasi tandingan dari pihak Yahudi Ortodoks. Sungguh tepat bahwa Wahyu 11:8 menyamakan Yerusalem akhir zaman dengan kota Sodom.

Posted in LGBT | Leave a comment

Ahli Kimia Terkenal Mengatakan Sains Tidak Paham Asal Kehidupan

(Berita Mingguan GITS 2 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Nobody Understands,” Christian News, 13 Juni 2016: “Seorang ahli kimia yang ternama yang sebelumnya sudah pernah menerangkan berbagai kelemahan kritis dalam pemahaman para ilmuwan tentang evolusi, kini telah menulis sebuah esai mendetil yang menjelaskan ‘lobang-lobang raksasa dalam pemahaman kita’ tentang bagaimana kehidupan pertama muncul. Dr. James Tour adalah profesor bidang kimia, computer science, dan material science dan nanoengineering di Rice University. Dia telah menulis lebih dari 590 publikasi riset dan memiliki lebih dari 100 paten, dan dia adalah penerima dari banyak sekali penghargaan sains. …Dalam papernya yang paling baru, sebuah esai sepanjang 12.000 kata berjudul ‘Animadversions of a Synthetic Chemist,’ Tour membahas sebuah pertanyaan yang telah membingungkan para ilmuwan selama berabad-abad: Dari mana asal kehidupan? Esai ini diterbitkan dalam edisi terbaru dari Inference: International Review of Science. …Proses sintesis kimia adalah proses yang sangat kompleks, memerlukan intelijensi, dan pengawasan yang ketat. …Tour membahas elemen-elemen yang harus ada untuk kehidupan, termasuk karbohidrat, DNA, dan RNA. Dia juga merujuk kepada karya Albert Eschenmoser – seorang ahli kimia sintetis yang dihormati yang bersikukuh mencoba menciptakan bahan-bahan baku kehidupan di laboratorium, tetapi pada akhirnya beralih haluan ke riset-riset lain karena hasil temuan dia tidak memuaskan. … ‘Di bawah kondisi pre-biotik, reaksi yang dimaksud tidak berkemungkinan tinggi menghasilkan apa-apa yang berguna. Dengan setiap tambahan langkah, kesulitan semakin meningkat sehingga tidak kemungkinannya menjadi sedemikian kecil, tidak ada bidang sains lainnya yang akan mau bergantung pada tingkat keyakinan yang sedemikian,’ ia menulis. … ‘Mereka yang berpikir bahwa para ilmuwan memahami masalah kimia pre-biotik, sangatlah salah,’ dia melanjutkan. ‘Tidak ada orang yang memahaminya. Mungkin suatu hari kita akan memahaminya. Tetapi hari itu masih sangat jauh. Akan jauh lebih berguna untuk memaparkan para murid kepada lobang-lobang dalam pemahaman kita. Mereka mungkin bisa menemukan teori ilmiah yang lebih jelas – dan mungkin yang secara radikal berbeda. Dasar yang dipakai oleh kita para ilmuwan adalah begitu lemah, sehingga kita sepatutnya menyatakan situasi ini secara gamblang: suatu misteri,’ demikian dia menyimpulkan.” [Editor: Evolusi mengatakan bahwa kehidupan muncul dari benda-benda mati. Padahal, dogma ini bertentangan dengan salah satu Hukum Alam yang telah berulang kali dibuktikan kebenaran, yaitu Hukum Biogenesis, bahwa semua kehidupan berasal dari kehidupan. Sebenarnya, para “ahli evolusi” tidak dapat menerangkan bagaimana caranya kehidupan bisa muncul dari benda mati. Yang mereka miliki hanyalah spekulasi-spekulasi liar yang semakin hari semakin terbukti tidak benar. Orang beriman sejak awal sudah tahu bahwa Allah adalah sumber kehidupan.]

Posted in Science and Bible | Leave a comment