Mengapa Burung Tidak Perlu Kaus Kaki

(Berita Mingguan GITS 22 November 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 6 Nov. 2014: “Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa bebek bisa seharian di dalam kolam yang airnya hampir membeku, dan itu tidak menganggu mereka? Bahkan, demikian juga burung tidak pernah terganggu oleh kaki yang kedinginan. Jika kita berlarian di atas es dan salju dengan kaki telanjang, sebentar saja kaki kita akan rusak oleh frostbite. Jadi, mengapa burung tidak perlu kaus kaki? Burung memiliki jaringan pembuluh darah arteri yang membawa darah ke kaki mereka. Arteri-arteri ini teranyam dengan pembuluh balik (vena) yang membawa darah kembali dari kaki. Jaringan arteri dan vena ini disebut “net ajaib.” Darah yang turun lewat arteri ke kaki, itu panas, sekitar 41 derajat Celsius, tetapi temperatur darah yang kembali melalui vena, bisa sedingin 2-3 derajat Celsius ketika meninggalkan kaki. Darah yang panas akan menghangatkan kembali darah yang dingin yang kembali dari kaki, sebelum darah itu masuh ke bagian tubuh lainnya. Hasilnya adalah burung kehilangan sangat sedikit panas tubuh, dan darah yang masuk ke kaki tidak pernah menjadi terlalu dingin dalam cuaca musim dingin yang masih normal. Hikmat dari desain ini tidak dapat dipungkiri. Bisakah burung bertahan hidup jika kaki mereka membeku sebelum mereka belajar mengevolusikan sistem semacam ini? Tidak mungkin! Kesimpulan yang paling masuk akal adalah bahwa ada Pencipta yang peduli kepada semua ciptaanNya, termasuk anda dan saya!”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kesesatan Gereja Inggris

(Berita Mingguan GITS 22 November 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah jajak pendapat YouGov dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2014, dan ditemukan bahwa 17% dari “pendeta” Anglikan di Inggris tidak percaya adanya Allah yang bersifat pribadi. Hanya 24% dari antara mereka yang konservatif dalam theologi. Hanya 28% yang mengatakan bahwa kekristenan adalah satu-satunya jalan kepada Allah. Ketika ditanya, “apa yang paling kamu andalkan sebagai pembimbing,” hanya 12% yang mengatakan Alkitab, sementara 33% mengatakan hati nurani atau pikiran mereka. Seorang “pendeta” Gereja Inggris yang sudah pensiun, David Paterson, mengatakan, “Saya berkhotbah memakai terminologi Allah, tetapi tidak pernah dengan pemahaman bahwa Allah benar-benar ada” (“Anglican Clergy Don’t Believe,” Breitbart, 28 Okt. 2014).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gereja Mormon Mengakui Pendiri Mereka Ber-poligami

(Berita Mingguan GITS 22 November 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah esai yang baru-baru ini muncul di website mereka, Gereja Mormon telah mengakui secara publik bahwa pendiri mereka adalah seorang yang mempraktekkan poligami, yang “menikahi” seorang gadis 14 tahun, dan juga menikahi istri-istri dari lelaki-lelaki lain (“Plural Marriage in Kirtland and Nauvoo,” ids.org. n.d.). Walaupun ada pengakuan ini, esai itu secara keseluruhan adalah “sekumpulan kebohongan.” Esai itu mengklaim, misalnya, bahwa Allah memerintahkan para patriarkh dan raja Perjanjian Lama untuk melakukan pernikahan poligami. Jelas Tuhan tidak pernah melakukan hal seperti itu. Kehendak Allah bagi pernikahan sangatlah jelas dilihat dari permulaan sejarah manusia dalam Kejadian 2, ketika Ia memberikan kepada Adam satu istri saja. Pelaki poligami pertama adalah Lamekh, si pemberontak, anak dari pembunuh pertama (Kej. 4:16-19). Tuhan Yesus sudah menegaskan isu ini ketika Ia mengajar bahwa kehendak Allah bagi pernikahan dapat dilihat dalam Kejadian pasal 2. “Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Mat. 19:4-6). Pendiri Mormonisme adalah seorang penipu, pembohong, pencari cara untuk kaya mendadak, dan seorang tukang rayu. Para “Injili” yang menyerukan dialog, dan hubungan ekumenis, dan kerja sama dalam proyek-proyek sosial-keadilan, dengan Mormonisme, adalah orang buta yang memimpin orang buta.

Posted in Bidat | Leave a comment

Gereja Episkopal dan Islam

(Berita Mingguan GITS 22 November 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 14 November 2014, Katedral Nasional di Washington D.C., yang adalah bagian dari Gereja Episkopal Amerika, mengadakan kebaktian Islam yang sepenuhnya. Peristiwa itu disponsori oleh kelompok-kelompok Islam yang memiliki pertalian dengan terorisme, seperti Council on American Islamic Relations (CAIR) dan Islamic Society of North America (ISNA). Para Muslim yang datang dijauhkan dari pandangan salib, karena mereka tidak diperbolehkan untuk berdoa “dalam jarak pandang dengan simbol-simbol suci yang asing bagi iman mereka” (“National Cathedral Holds Friday Muslim Prayers,” Voice of America, 14 Nov. 2014). Gereja Episkopal yang liberal telah menunjukkan bahwa mereka lebih menghargai dan memandang orang-orang Muslim daripada jemaat Episkopal tradisional yang berpegang pada ketiadasalahan Alkitab. Larry Provost melaporkan yang berikut ini: “Di Binghamton, New York, Gereja Gembala Baik pecah dari Diocese Episkopal di New York Tengah karena isu ketiadasalahan Alkitab. Gereja Gembala Baik (yang percaya ketiadasalahan Alkitab) terus bertumbuh walaupun mereka diusir dari gedung gereja yang pernah mereka pakai untuk kebaktian. Setelah sekian lama, Diocese Episkopal di New York Tengah mau menjual properti gereja yang bersangkutan. Gereja Gembala Baik tertarik untuk membeli gedung gereja mereka yang lama itu dan menawarkan Diocese Episkopal New York $150.000 untuk properti tersebut. Gereja Episkopal menolak untuk menjual properti itu kepada Gereja Gembala Baik. Sebaliknya, mereka menjualnya kepada suatu kelompok Muslim. Kelompok Muslim tersebut menawarkan hanya $50.000 untuk properti itu; $100.000 kurang dari tawaran Gereja Gembala Baik. Gereja Episkopal masih tidak puas sampai di sana; sebuah klausa ditambahkan ke perjanjian jual beli, bahwa properti itu tidak boleh dijual kepada Gereja Gembala Baik di masa depan. Rupanya Gereja Gembala Baik yang percaya Alkitab lebih dimusuhi oleh Gereja Episkopal daripada Islam. Jemaat-jemaat yang memilih untuk tinggal dalam denominasi Episkopal, seringkali menghindari Alkitab sama sekali, tetapi sangat mengakomodasi Islam” (“Islamic Services in National Cathedral,” Townhall.com, 14 Nov. 2014). Katedral Nasional juga menyelenggarakan “pernikahan sama jenis,” dan pada bulan Juni, seorang “imam” Episkopal yang trans-gender (mengganti jenis kelamin) berkhotbah di sana untuk mendukung kaum homoseksual.

Posted in Islam, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Aliansi Injili Dunia Menyerukan Pada Paus Mengenai Era Baru Hubungan Injili/Katolik

(Berita Mingguan GITS 15 November 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berbicara pada bulan Oktober di Lausanne III: Kongres Penginjilan Dunia, ketua dari World Evangelical Alliance (WEA) menyerukan suatu era baru hubungan Injil/Katolik. Menujukan komentarnya kepada “Paus Fransiskus dan para wakil terhormat dari Gereja Roma Katolik,” Geoff Tunnicliffe mengatakan: “Kaum Injili adalah suatu kelompok yang sangat beragam, yang meliputi orang-orang dan gereja-gereja dari tradisi Pantekosta, Reformed, Baptis, dan independen. …Sambil kami mencoba untuk menaati Kristus, kami melihat waktu sekarang ini sebagai suatu era baru dalam hubungan Injili/Katolik. …World Evangelical Alliance, para pemimpin dan staf seniornya, bersemangat dan berkomitmen untuk membangun kerja sama dengan organisasi-organisasi dan institusi-institusi Gereja Roma Katolik dalam segala tingkatan. Kami melakukan ini karena ketaatan kepada Inijl dan sebagai respons konkrit terhadap doa Yesus bahwa melalui kesaksian kita dunia akan melihat kasih kita bersama, dan melalui kasih kita, dunia akan melihat Yesus” (“To Pope Francis: A New Era,” The Christian Post, 6 Nov. 2014). Semua ini menunjukkan betapa jauh “gereja esa-sedunia” telah berkembanga dalam 40 tahun terakhir sejak Billy Graham memimpin konferensi Lausanne yang pertama di Amsterdam tahun 1974. Ini menunjukkan betapa buta rohani gerakan “injili” hari ini. Kristus tidak berdoa agar umatNya bersatu tangan dengan orang-orang yang tidak percaya, penyembah berhala, dan orang-orang yang memegang injil yang palsu, kristus yang palsu, dan roh yang palsu. Bagaimanakah hal yang sedemikian edan disebut “ketaatan kepada Injil”?!

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Benjamin Netanyahu Mengatakan “Yerusalem Ibukota Abadi Kami”

(Berita Mingguan GITS 15 November 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Setelah Perdana Menteri Otoritas Palestina, Rami Hamdallah, mengunjungi Bukit Bait dan mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibukota kekal Palestina, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membuat pernyataan berikut: “Kami akan terus mengembangkan pelabuhan untuk menurunkan harga bahan-bahan. Kami akan terus membuat jalanan dan rel kereta api untuk menyambungkan Negev dan Galilea ke bagian pusat negara ini. Kami akan terus membangun di Yerusalem, ibukota abadi kami. Kami telah membangun di Yerusalem, kami sedang membangun di Yerusalem, dan kami akan terus membangun di Yerusalem. Saya telah mendengar klaim bahwa proyek pembangunan kami di wilayah Yahudi di Yerusalem membuat perdamaian semakain sulit. Sebenarnya adalah kritikan seperti ini yang membuat perdamaian semakain sulit. Kata-kata ini lepas dari realita. Mereka mengembangkan pernyataan-pernyataan palsu di kalangan Palestina. Ketika Abu Mazen mendorong pembunuhan orang Yahudi di Yerusalem, komunitas internasional diam, dan ketika kami membangun di Yerusalem mereka marah-marah. Saya tidak mau menerima standar ganda seperti ini. Sama seperti orang Perancis membangun di Paris, dan orang Inggris membangun di London, orang Israel membangun di Yerusalem. Kami akan terus membangun di Yerusalem dan kami akan terus membangun di sini di Ashdod” (“Netanyahu Hits Back,” BreakingChristianNews.com, 28 Okt. 2014).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, General (Umum) | 2 Comments

Pasangan Kristen Dibakar Hidup-Hidup di Pakistan Karena “Penghujatan”

(Berita Mingguan GITS 15 November 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Christian Couple Burnt Alive,” Pakistan Christian Post, 7 Nov. 2014: “Seorang wanita Kristen yang tengah hamil, bernama Shama Bibi, dan suaminya, Shahzad Masih, dibakar hidup-hidup dalam sebuah pembakaran batu bata oleh sekelompok Muslim atas tuduhan penghujatan. Hal ini terjadi jam 7:00 pagi di sini [Kasur, Punjab] hari ini. Shahzad Masih, usia 36 tahun, bersama istrinya dan empat anaknya bekerja sebagai pengerja pembakaran batu bata di Chack nomor 59, dekat Kot RadaKishan, di distrik Kasur dari propinsi Punjab di Pakistan, setelah pindah ke sana dari desa asalnya. Pada pagi 4 November 2014, pengeras suara mesjid dari lima desa sekitar dipakai untuk memanggil pada Muslim untuk berkumpul dan memberi pelajaran bagi pasangan Kristen penghujat yang dituduh membakar halaman-halaman Quran oleh seorang pekerja pabrik pembakaran batu bata itu. Kerumunan Muslim itu menyiksa Shaszad Masih dan istrinya Shama Bibi dan melemparkan mereka ke dalam api pabrik batu bata itu sampai mereka mati terbakar. Sambil pasangan Kristen itu sedang terbakar dan menyerukan bahwa mereka tidak bersalah, kerumunan Muslim itu berteriak-teriak “Allah hu Akbar,” “mati bagi penghujat,” “bunuh para Kristen kafir.” Para residen Kristen dari lima desa dekat Chack nomor 59 melarikan diri dari rumah mereka untuk menyelamatkan nyawa. Menurut informasi, polisi sampai ke tempat kejadian dari pos setempat tetapi menutup mata dan sama sekali tidak berusaha menyelamatkan pasangan Kristen yang sedang terbakar hidup-hidup itu.” [Polisi Pakistan telah menangkap 43 orang yang dipercayai terlibat dalam pembunuhan ini.]

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Ceo Apple Mengatakan Bahwa Dia Bangga Sebagai Gay

(Berita Mingguan GITS 8 November 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah kolum tulisan minggu lalu, CEO Apple, Tim Cook, secara publik menyatakan dirinya sebagai homoseksual. Dia mengatakan, “Walaupun saya tidak pernah menyangkali seksualitas saya, saya juga belum pernah secara publik mengakuinya, sampai sekarang ini. Jadi, saya akan menyatakan secara jelas: Saya bangga sebagai gay, dan saya menganggap bahwa menjadi gay adalah salah satu karunia terindah yang Allah telah berikan kepada saya” (“Tim Cook Speaks Up,” Bloomberg Businessweek, 30 Okt. 2014). Cook menyinggung Martin Luther King, Jr., dan berbicara tentang hak homoseksual seolah-seolah itu adalah masalah hak asasi yang seimbang dengan hak orang kulit hitamg. “Ketika saya tiba di kantor setiap pagi, saya disapa oleh foto-foto berbingkai dari Dr. King dan Robert F. Kennedy. Saya tidak menganggap bahwa tulisan saya ini menjadikan saya satu level dengan mereka. Tulisan ini hanyalah mengizinkan saya untuk melihat foto-foto itu dan mengetahui bahwa saya telah melakukan bagian saya, betapa pun kecilnya, untuk menolong orang lain. Kita membuat bersama jalan yang disinari matahari itu menuju keadilan, satu bata demi satu bata. Ini adalah bata saya.” Kita berdoa agar Mr. Cook akan diterangi untuk melihat bahwa yang dia kira “jalan yang disinari matahari” sebenarnya adalah jalan kegelapan, dan bahwa dia akan bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya dan diubah, sama seperti orang-orang di kota Korintus diubah 2000 tahun yang lalu: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita” (1 Korintus 6:9-11). EDITOR: Nubuat Alkitab memang benar: “Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya” (Luk. 17:28-30).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Southern Baptist Bergabung dengan Paus untuk Suatu Konferensi tentang Keluarga

(Berita Mingguan GITS 8 November 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Tokoh-tokoh Southern Baptist, seperti Rick Warren dan Russell Moore sudah dijadwalkan untuk berbicara bulan ini di suatu konferensi Vatikan tentang pernikahan dan kehidupan keluarga. Pembicara-pembicara lain meliputi juga Paus Fransiskus, uskup-uskup dan imam-imam Katolik, plus tokoh-tokoh Mormon, Yahudi, dan Muslim. Konferensi 17-19 November tersebut, yaitu “An International Interreligious Colloquium on the Complementarity of Man and Woman,” akan melibatkan sekitar 30 pembicara mewakili 14 agama, disponsori oleh Konsili Kepausan untuk Mempromosikan Kesatuan Kristen, dan badan-badan Katolik lainnya. Moore, yang mengepalai Komisi Etik dan Kebebasan Beragama di Southern Baptist, mengatakan, “Saya siap untuk pergi ke mana saja, jika diminta, untuk memberi kesaksian tentang apa yang kami sebagai Protestan injili percayai mengenai pernikahan dan Injil, terutama dalam waktu-waktu ini ketika pernikahan diserang oleh budaya” (“Russell Moore, Rick Warren to join Vatican conference,” ReligionNews.com, 3 Nov. 2014). Ini adalah pemikiran manusiawi yang bertentangan dengan perintah Alkitab untuk menandai dan menghindari orang-orang yang mengajarkan kesesatan. Contoh perintah seperti itu ada dalam Roma 16:17-18; 1 Korintus 15:33; 2 Korintus 6:14-18; 11:1-4; 2 Tim. 3:5; dan 2 Yoh. 8-11. Bahkan kaum injili yang paling “konservatif” sekalipun telah menolak separasi yang diajarkan Alkitab, sebaliknya ikut serta dalam aliansi-aliansi yang tidak alkitabiah dan mendukung orang-orang yang berpartisipasi dalam hal-hal seperti itu. “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya” (2 Timotius 3:5).

Posted in Ekumenisme, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Generasi Selfie

(Berita Mingguan GITS 1 November 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Tidak banyak orang yang mungkin menghubungkan selebriti seperti Kim Kardashian dengan nubuatan Alkitab. Tetapi, buku barunya yang mengandung 2.000 foto selfie adalah tanda zaman. Buku ini diberi judul Selfish (Egois), yang sangat cocok. Ciri pertama dari kesesatan akhir zaman yang digambarkan dalam 2 Timotius 3 adalah bahwa “manusia akan mencintai dirinya sendiri” (2 Tim. 3:1-2). Tidak ada deskripsi yang lebih tepat lagi tentang budaya dunia modern saat ini yang sangat terobsesi dengan menghibur diri, difasilitasi oleh teknologi komunikasi modern. “Person of the Year” yang dipilih oleh majalah Time pada tahun 2006 adalah “ANDA,” dan sampul majalah itu mengandung selembar plastik reflektif untuk memantulkan wajah pembaca itu sendiri. Ini adalah zamannya musik saya, tweet saya, fashion saya, generasi saya, sikap saya, foto saya. Bahkan makanan dan minuman pun dipromosikan dengan slogan-slogan seperti “pilih maumu sendiri.” Budaya pop berpusat kepada diri sendiri, dan ini adalah penggenapan dramatis akan nubuat Alkitab dan tanda-tanda zaman. (Yang dimaksud dengan “selfie” adalah foto yang dihasilkan dari tindakan memfoto diri sendiri, suatu praktek yang telah menjadi populer belakangan ini karena banyaknya smartphone yang memiliki kamera depan).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment