Injil Adalah Benih Keselamatan

(Berita Mingguan GITS 30 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Tidak ada keselamatan tanpa mendengarkan Injil, dan itulah sebabnya Yesus memerintahkan agar Injil diberitakan kepada semua makhluk (Mar. 16:15). Perumpamaan tentang penabur mengajarkan kita bahwa benih Injil harus ditanamkan sebelum karya keselamatan dapat terjadi dalam kehidupan orang berdosa (Luk. 8:11). Injil, yang adalah kuasa Allah yang menyelamatkan (Rom. 1:16), adalah instrumen yang dipakai Roh Kudus untuk membangunkan orang berdosa yang tertidur sehingga ia dapat percaya. Kita melihat ini terjadi pada hari Pentakosta. Setelah Petrus memberitakan Injil, Roh Allah menusuk hati orang-orang dengan panggilan, dan mereka bertobat dan percaya (Kis. 2:36-37). Kita melihat ini dalam Yohanes 16:7-8. Karya pemanggilan Roh Kudus berkaitan dengan karyaNya dalam orang percaya. Ayat 7 mengatakan bahwa Roh Kudus akan datang kepada orang percaya, dan ayat 8 mengatakan bahwa Roh Kudus akan menginsafkan dunia. Proses ini terjadi sambil orang percaya memberitakan Injil. Karya penginsafan Roh Kudus berbarengan dengan pemberitaan Injil oleh orang percaya. Roh mendiami orang percaya, Ia menegor dunia melalui Injil yang mereka beritakan. Penginsafan akan dosa, kebenaran, dan penghakiman hanya datang melalui Injil, bukan melalui wahyu alami. Wahyu umum (yaitu terang melalui dunia ciptaan dan hati nurani) memberikan cukup terang untuk menghukum manusia dan untuk membuat dia mencari Allah (Rom. 1:20; 2:14-15), tetapi tidak memberikan cukup terang untuk keselamatan. Hanya ketika Injil datang barulah ada penginsafan akan dosa dan iman dalam Kristus. Kita melihat hal yang sama dalam Kisah Rasul 1:8. Kita melihatnya juga di 2 Korintus 5:18-21. Kristus menyatakan keselamatan melalui duta-dutaNya. Negara Nepal [Editor: David Cloud menjadi misionari ke Nepal] mengilustrasikan hal ini. Nepal berada dalam kegelapan rohani selama dua millenium setelah Kristus. Tidak ada orang percaya, karena negara itu tertutup bagi pemberitaan Injil. Para pemimpinnya melindungi Hinduisme sebagai agama resmi, karena sistem tersebut memberikan mereka posisi makmur dan penuh kuasa di atas piramida sistem kasta Hindu. Tanpa adanya pemberitaan Injil tidak ada keselamatan. Orang Nepal yang percaya Kristus pada masa ini adalah yang pergi ke India dan mendengar Injil. Pada tahun 1950an, Raja Tribhuvan membuka pintu bagi bantuan dana luar dan pengaruh dari luar negeri dan dengan itu membuka pintu bagi masuknya Injil, dan barulah sejak saat itu kuasa penyelamatan Kristus masuk ke Nepal. Perhatikan pernyataan Yesus yang luar biasa dalam Yohanes 20:21-23. Konteksnya adalah penginjilan. Ini adalah perikop padanan dengan Matius 28:18-20; Mar. 16:5; Luk. 24:44-48; dan Kis. 1. Konteksnya adalah Kristus mengajar orang-orang percaya pada waktu antara kebangkitanNya dengan kenaikanNya, dan Dia menekankan pemberitaan Injil ke seluruh dunia. Pengampunan dosa yang disebut di Yohanes 20:23 adalah melalui penerimaan Injil. Jika orang percaya tidak memberitakan Injil, maka tidak ada pengampunan dosa.

Posted in Misi / Pekabaran Injil | Leave a comment

Ledakan Sinar Menandai Mulainya Kehidupan

(Berita Mingguan GITS 30 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Bright Flash of Light,” London Telegraph, 26 Apr. 2016: “Kehidupan manusia dimulai dengan suatu ledakan cahaya yang terang ketika sperma bertemu dengan telur, demikian dipertunjukkan oleh para ilmuwan untuk pertama kalinya, setelah berhasil merekam ‘pertunjukan kembang api’ yang luar biasa ini dalam film. Sebuah ledakan berupa percikan-percikan kecil meletup dari telur persis pada saat pembuahan. Para ilmuwan telah menyaksikan fenomena ini terjadi di binatang tetapi ini adalah pertama kalinya terlihat terjadi pada manusia. Bukan saja hal ini adalah pemandangan yang menakjubkan, dan menandai momen awal mulainya kehidupan, tetapi ukuran dari ledakan itu juga bisa dipakai untuk menentukan kualitas dari telur yang telah dibuahi itu. Para peneliti dari Northwestern University, di Chicago, memperhatikan bahwa ada telur yang meletup lebih terang daripada yang lainnya, menunjukkan bahwa mereka lebih berpeluang untuk menghasilkan bayi yang sehat.” “Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya” (Maz. 139:16).

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Gembala Sidang yang Atheis di Kanada

(Berita Mingguan GITS 30 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Atheist Pastor Sparks Debate,” MSN.com, 24 Apr. 2016: “Tidak satu kalipun Allah disebut dalam sebuah kebaktian berdurasi 70 menit di West Hill United Church di Toronto, Kanada. Alkitab juga tidak terlihat di mana pun. Salib yang besar terbuat dari baja – salah satu dari sedikit saja simbol agama yang masih ada di gereja ini – tersembunyi di balik dekorasi pelangi. Tetapi semua ini wajar saja bagi sebuah gereja yang dipimpin oleh seorang atheis. “Saya tidak percaya ada suatu pribadi supranatural yang theistik yang disebut Allah,” kata Gretta Vosper, pelayan dalam denominasi United Church of Canada yang telah memimpin West Hill sejak 1997. “Saya tidak percaya pada apa yang dimaksud oleh 99.9% dunia ketika memakai kata itu [Allah].” Bagi dia, Allah hanyalah suatu metafora tentang kebaikan dan hidup yang dijalani dengan belas kasihan dan keadilan. Komitmen Vosper terhadap serangkaian kepercayaan yang sepertinya sangat bertentang ini telah menimbulkan gejolak dalam denominasi United Church of Canada yang berpikiran terbuka itu. Mereka adalah denominasi Kristen progresif yang telah mulai menahbiskan wanita sejak 80 tahun yang lalu dan telah sejak puluhan tahun mengizinkan lelaki dan perempuan yang terang-terangan gay untuk memimpin. Kini gereja itu mulai mempertanyakan sampai sejauh mana batas-batas mereka. … Vosper ditahbiskan tahun 1993, dan waktu itu dia ditanyakan apakah dia percaya pada Allah, Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dia mengatakan iya, secara metaforis. Sekitar delapan tahun setelah itu, terganggu oleh bahasa, gambaran, dan cerita-cerita dalam Alkitab yang dianggap kuno, dia menyampaikan sebuah khotbah impromptu yang mendekonstruksi ide Allah. … Banyak antara kependetaan di sana yang secara pribadi setuju dengan pandangannya tentang Allah, kata Vosper, dan itu membuat dia menjadi semacam pemegang panji bagi suatu diskusi yang terjadi di seluruh dunia.”

Posted in Atheisme/Agnostikisme, Gereja | Leave a comment

Pertokoan Target Tidak Peduli dengan Pelanggan Wanita Mereka dengan Cara Membiarkan Laki-Laki Menggunakan WC Wanita

(Berita Mingguan GITS 30 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Target, Department Store yang cukup terkenal, telah mengumumkan sebuah kebijakan baru yang aneh, yang mengizinkan laki-laki yang “mengidentifikasi” diri sebagai wanita untuk menggunakan WC wanita, tanpa ditanyai apapun juga. Perusahaan itu mengatakan, “Inklusivitas adalah salah satu inti kepercayaan di Target. Ini adalah sesuatu yang kami rayakan. … Kami menyambut anggota tim dam tamu yang transgender untuk menggunakan WC atau fasilitas mencoba baju yang sesuai dengan identitas gender mereka.” Tidak diperlukan operasi ganti kelamin atau bahkan suatu pernyataan dari psikologis. Cukuplah bagi seorang lelaki untuk mengklaim bahwa dia merasa dirinya perempuan, atau sebaliknya. Ini semua lebih dari sekedar gila, ini adalah sesuatu yang menjijikkan dan menyimpang. Melalui kebijakan ini, Target mau menyatakan tenggang rasa terhadap kaum “transgender” tetapi justru menyatakan sama sekali tidak memiliki tenggang rasa dengan para ibu, pada putri, dan cucu-cucu perempuan yang bisa jadi terpapar pada tatapan mata orang-orang berperilaku menyimpang, atau bahkan hal-hal yang lebih buruk lagi. Sodom sekalipun tidak sebodoh ini. “Jawab Yesus: Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?” (Mat. 19:4).

Posted in LGBT | Leave a comment

Kekacauan Terus Berlanjut di Azusa

(Berita Mingguan GITS 23 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kekacauan dan kekonyolan yang tidak alkitabiah telah terjadi di Azusa sejak lahirnya “kebangkitan” Pantekosta di sana 110 tahun yang lalu. Letupan yang paling baru terjadi di konferensi Azusa Now pada tanggal 9 April 2016 yang lalu, yang diorganisir oleh Lou Engle. Sifat tidak alkitabiah dari konferensi ini terlihat jelas dalam ratusan cara, antara lain dari seruan untuk persatuan ekumenis lintas semua garis denominasi. Seorang imam Katolik meminta ampun atas “dosa” perpecahan dan mencium sepatu Engle, dan Engle melakukan hal yang sama kembali kepadanya. Ini ada dalam video Azusa Now yang tersedia online, pada tanda waktu 6:56. Namun ekumenisme dalam Azusa Now bahkan lebih dalam lagi dari ini, sampai mencapuk semua “kerohanian” agamawi. Dalam konferensi itu, sebuah kelompok bernama Broken Walls melakukan tarian penyembahan alam gaya suku asli Indian Amerika, dan pemimpin kelompok itu berkata bahwa ketika Allah memanggil orang-orang dari agama lain, “Dia tidak meminta mereka untuk berhenti menjadi diri mereka sendiri; Dia hanya berkata datang dan ikuti Aku” (“Azusa Now Pantheist Dance Earth Worship,” 11 Apr. 2016).

Azusa Now menampilkan serangkaian penuh guru-guru palsu, termasuk Paul Cain, si tukang ramal yang sudah terbukti salah, yang dulu sejak lama mendasarkan mistik nubuat-nubuatnya pada dusta bahwa dia tidak pernah merasakan keinginan seksual sejak Tuhan menyentuh dia saat muda (David Pytches, Some Said It Thundered, hal. 41). Ternyata pada tahun 2004, ketahuan dia adalah pecandu alkohol dan seorang homoseksual. Mike Bickle juga ada di konferensi ini, yaitu yang mengatakan bahwa nubuat tidak perlu tanpa salah (Growing in the Prophetic, hal. 41). Jack Hayford juga ada di sana, yang mengklaim bahwa Allah berbicara kepada dia dan memberitahu dia untuk tidak menghakimi Gereja Roma Katolik (“The Pentecostal Gold Standard,” Christianity Today, Juli 2005). Lou Engle sungguh sulit untuk ditonton, karena kepalanya berayun-ayun maju mundur seolah-olah dia sedang kesakitan secara fisik. Mantan Pantekosta, Hughie Seaborn mengobservasi, “Saya tidak pernah melihat yang seperti itu selama tahun-tahun saya dalam gerakan Pantekosta. Saya sudah melihat hampir semuanya, dan ada hal-hal yang mirip, tetapi belum pernah melihat ‘Anggukan Kepala Lou Engle,’ yang sepertinya mulai menyebar. Allah selalu melakukan hal yang baru, demikian mereka berkilah, jadi kita harus mempersiapkan diri untuk hal-hal yang belum pernah terlihat atau terdengar.” Kaum Pantekosta dan Kharismatik di mulut mengatakan bahwa mereka menjunjung Alkitab sebagai otoritas tunggal, tetapi dalam prakteknya mereka meninggikan pengalaman pribadi lebih dari Kitab Suci, dan ini pastinya akan memimpin kepada bencana rohani.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Bayi Dapat Memahami Bahasa Apapun

(Berita Mingguan GITS 23 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Riset telah mengkonfirmasi apa yang kita sudah ketahui dari dulu, bahwa bayi yang sehat mana pun dapat mempelajari bahasa manusia manapun, bahkan ia bisa mempelajari banyak bahasa pada waktu yang sama. “Riset menunjukkan bahwa bayi mulai mempelajari bunyi-bunyi bahasa bahkan sebelum mereka dilahirkan. Di dalam kandungan, suara ibu adalah salah satu bunyi yang prominen yang didengar oleh telinga bayi yang belum lahir. Sampai dengan waktu kelahiran, bayi yang baru lahir bukan hanya dapat membedakan antara bahasa ibu mereka dan bahasa lain, tetapi juga menunjukkan kemampuan untuk membedakan antara berbagai bahasa. Pembelajaran bahasa bergantung pada pemrosesan suara. Semua bahasa dunia, jika dikumpulkan bersama, menghasilkan sekitar 800an jenis bunyi. Masing-masing bahasa hanya memakai sekitar 40 bunyi, atau “fonem,” yang membedakan satu bahasa dari bahasa lain. Pada saat kelahiran, otak bayi memiliki karunia yang tidak lazim: ia bisa mengetahui perbedaan dari total 800 bunyi itu. Ini berarti bahwa pada tahap ini bayi dapat belajar bahasa apapun yang kepadanya mereka terpapar. Perlahan, bayi mulai memastikan suara-suara apa yang paling sering mereka dengar” (“Babies’ ability to learn two languages at once,” Business Insider, 15 Apr. 2016). Bagi mereka yang memiliki telinga untuk mendengar, fakta-fakta ini membuktikan bahwa Kejadian pasal 1 adalah benar. Pertama, karunia yang dimiliki bayi untuk memahami bahasa manusia yang sedemikian kompleks memperlihatkan bahwa manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Allah. Kedua, ini mempertunjukkan bahwa manusia bukanlah binatang. Binatang memang berkomunikasi, tetapi jarak perbedaan antara komunikasi binatang dengan komunikasi manusia sungguh lebar tak terseberangi.

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Ditemukan DNA Dinosaurus yang Katanya Berusia 68 Juta Tahun

(Berita Mingguan GITS 23 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Tulang seekor dinosaurus T-Rex yang sedang hamil ditemukan di Montana, yang katanya dapat ditemukan DNA di dalamnya. Para peneliti di North Carolina State University dan North Carolina Museum of Natural Sciences mengatakan bahwa tulang medullary yang ditemukan adalah khas betina dan terbentuk pada saat reproduksi dan bahwa bisa saja ada DNA yang dapat ditemukan. Peneliti Lindsay Zanno mengatakan, “Kita memiliki beberapa bukti bahwa fragmen-fragmen DNA bisa jadi terpelihara di dalam fosil dinosaurus, tetapi ini harus diuji lebih lanjut” (“Pregnant T. rex found,” Discovery News, 15 Mar. 2016). Dinosaurus yang satu ini diberikan umur 68 juta tahun, yang berarti DNA yang rapuh itu ternyata memiliki jangka waktu hidup yang sedemikian panjang! Sebenarnya, adanya materi genetik di dalam fosil dinosauru membuktikan bahwa fosil-fosil ini tidaklah berumur jutaan tahun, tetapi seseorang yang sudah tercuci otak oleh evolusi adalah seperti seorang yang dibawah ke psikiatris oleh keluarganya karena ia terkena delusi bahwa ia sudah mati. Sang psikiatris berkata, “Apakah kamu sudah mati?” dan orang itu menjawab, “Ya.” Psikiatris itu bertanya lagi, “Apakah orang yang sudah mati bisa berdarah?” dan orang itu menjawab, “Tidak.” Lalu, psikiatris itu mengambil sebuah jarum dan menusuk jari orang itu sehingga ia mulai berdarah, lalu ia berkata, “Nah, bagaimana sekarang pendapatmu?” Orang itu membelalakkan mata melihat darah yang mengalir dan berseru, “Wah, ternyata orang mati bisa berdarah!”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Muda Mudi Yahudi Mencari Allah

(Berita Mingguan GITS 16 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah laporan dalam edisi Maret dari Israel Today menggambarkan banyaknya orang muda yang meninggalkan Yudaisme Ultra Ortodoks. Salah satu dari mereka berkata, “Allah saya adalah Allah yang baru; Dia berjalan dengan saya dan tidak ada hubungannya dengan allah kaum Ortodoks. Bagi saya, allah tadinya adalah tuan yang tidak boleh saya hubungi sendiri. Tetapi hari ini saya berbicara dengan Dia secara langsung” (Benny Boliak, cited in “In Search of God,” Israel Today, Maret 2016, hal. 40). Yang lain lagi berkata, “Kami berada dalam semacam perjalanan; kami mencoba untuk membunuh allah, yaitu allah yang mengancam, allah yang marah, allah atas teks dan hukum-hukum. Kami mencari Allah yang lebih besar, Allah dengan lebih banyak kasih” (Avishalom Shiloah, ibid.). Pemberontakan ini adalah pemberontakan melawan suatu ilah palsu yang diciptakan oleh manusia-manusia beragama yang telah menyembunyikan kebenaran Firman Allah di bawah lapisan-lapisan tebal tradisi manusia yang sia-sia. Allah yang disingkapkan dalam Kitab Suci memang adalah Allah atas hukum dan penghakiman; Dia adalah Allah yang kudus; tetapi Dia adalah Pribadi yang paling berbelas kasihan dan lembut yang dapat dibayangkan. Dia adalah kasih, dan Dia adalah Mata Air segala kasih sejati. Dia sendiri telah membayarkan harga yang dituntut oleh HukumNya yang kudus untuk menyelamatkan orang-orang yang telah memberontak melawanNya dan yang hanya pantas menerima hukuman. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini. Allah mengundang semua manusia untuk datang kepadaNya melalui Yesus Kristus dan untuk mengenalNya secara pribadi dan intim sebagai Juruselamat, Bapa, dan Gembala yang lembut. Allah yang digambarkan sebagai diktator kejam adalah suatu kebohongan iblis. Allah seperti ini adalah ciptaan dari para pembenci seperti Richard Dawkins dan para penganut agama palsu, seperti orang-orang Farisi. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yoh. 4:16).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Para Ilmuwan Membuktikan Evolusi Itu Konyol

(Berita Mingguan GITS 16 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Satu tim ilmuwan komputer dan insinyur kelistrikan yang mewakili Universitas Washington dan Microsoft, telah tanpa sengaja membuktikan bahwa evolusi adalah paham yang sangat konyol. Mereka berhasil menemukan sistem baru untuk mengkodekan, menyimpan, dan membaca kembali data dengan menggunakan molekul DNA. Molekul-molekul DNA yang mereka pakai ternyata sedemikian efisien sehingga “dapat menyimpan jutaan kali informasi lebih padat dari teknologi yang sekarang eksis untuk penyimpanan digital – misal USB drive, hard drive, ataupun media magnetik dan optik” (“UW team stores digital images in DNA,” UW Today, 7 Apr. 2016). Namun demikian mereka mau agar kita percaya bahwa sementara sistem penyimpanan data seperti di USB drive adalah produk dari intelijensi yang tinggi, molekul DNA dan sel yang hidup, walaupun jauh lebih superior dari pada “teknologi” – dan bahkan hidup! – adalah produk dari kecelakaan semata. Luis Ceze, profesor computer science and engineering di Universitas Washington yang bekerja di proyek ini, mengatakan, “Kehidupan telah menghasilkan molekul yang fantastis ini, yang disebut DNA, yang secara efisien menyimpang segala jenis informasi mengenai gen-gen kita dan bagaimana suatu sistem kehidupan bekerja.” Molekul yang fantastis ini dihasillkan oleh “kehidupan.” Terjadi begitu saja. Alam semesta yang telah di-tuning begitu halus dan terorganisir ini meledak dari kehampaan; kehidupan juga tiba-tiba muncul dari zat-zat mati; intelijensi muncul dari hal-hal yang non-intelijen. Dan orang-orang ini berani-beraninya mengatakan bahwa orang yang percaya penciptaan berpegang pada “iman yang buta”!

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Komplotan yang Tidak Kudus di Gereja

(Berita Mingguan GITS 16 April 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Orang-orang muda seharusnya tidak diizinkan duduk bersama di gereja kecuali jika mereka sama-sama adalah orang-orang yang berpikiran rohani dan serius tentang mencari Tuhan; jika tidak maka mereka justru akan menganggu satu sama lain dan juga orang lain. Di gereja kami ada banyak orang muda yang rohani yang duduk bersama dan saling menguatkan dan mendorong satu sama lain untuk mendengar dan mencatat khotbah dengan baik, tetapi ketika orang muda hanya berada di gereja karena terpaksa dan mereka tidak memiliki hati untuk kebenaran, mereka semestinya tidak diperbolehkan duduk bersama. Ini adalah demi mereka, demi orang-orang muda lain yang terpengaruh oleh teladan mereka, dan demi seluruh jemaat. Seorang pembaca menulis tentang anak-anak remaja (SMP-SMA) yang duduk bersama-sama dan main video game saat kebaktian. “Sambil salah satu main, anak di samping kanan kirinya menonton sampai giliran mereka.” Ini adalah hal yang menyedihkan, dan kita bertanya-tanya di mana peran orang tua? Dan mengapa gembala sidang tidak menghentikan hal seperti ini? Orang-orang dewasa ini bisa jadi takut “kehilangan anak-anak ini,” tetapi sebenarnya mereka sudah “terhilang.” Tubuh mereka bisa saja di gereja, tetapi hati mereka dengan teguh berada di dunia. Jadi minimal orang dewasa mestinya memecahkan komplotan yang tidak kudus ini dan membuat kebaktian kondusif bagi orang lain untuk mendengarkan Firman Tuhan tanpa terpancing oleh anak-anak konyol ini dan mainan mereka. Dan siapa tahu, jika komplotan ini dipecahkan dan para remaja pemuda ini diharuskan duduk tenang selama khotbah, Allah bisa bekerja di hati sebagian mereka dan mereka bertobat dari sikap tidak hormat mereka akan hal-hal ilahi.

Posted in Gereja | 1 Comment