Parlemen Eropa Mendeklarasikan “Pernikahan” Sama Jenis dan Aborsi Sebagai Hak Asasi Manusia

(Berita Mingguan GITS 21 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Breitbart.com, 13 Maret 2015: “Pada hari Kamis, Parlemen Eropa melakukan voting untuk menyetujui ‘Laporan Tahunan tentang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi di Dunia 2013 dan Kebijakan Uni Eropa mengenai hal itu.” Laporan ini mendeklarasikan baik pernikahan sama jenis maupun aborsi sebagai hak asasi manusia yang hakiki. Parlemen tersebut, yang sama sekali tidak harus bertanggung jawab kepada rakyat, melanjutkan aktivisme legislatif mereka, mendorong negara-negara anggota kepada posisi yang semakin liberal mengenai hampir semua isu sosial, dan memakai bahasa-bahasa yang longgar, seperti ‘homofobia.’ Laporan itu mengatakan bahwa ‘sungguh disayangkan’ bahwa tubuh wanita dan perempuan ‘masih menjadi ladang tempur ideologis,’ dan menyerukan bagi UniEropa dan negara-negara anggotanya untuk mengakui hak asasi perempuan yang hakiki, termasuk ‘hak kepada akses sukarela perencanaan keluarga dan aborsi yang aman dan legal.’ … Dalam masalah orientasi seksual, laporan itu mendorong Komisi untuk ‘mengangkat masalah hak LGBTI dalam dialog politik dan hak asasi manusia dengan negara-negara ketiga dan forum-forum multilateral’ dan memberi mandat kepada grup pembuat kebijaknnya, yaitu European Instrument for Democracy and Human Rights (EIDHR) untuk ‘mendukung organisasi-organisasi yang membela hak LGBTI dengan memungkinkan mereka untuk menantang hukum-hukum yang homofobik dan transfobik dan diskriminasi terhadap orang-orang LGBTI.’ Laporan itu memuji legalisasi pernikahan sama jenis di semakin banyak negara (17 sampai saat ini) dan mendorong institusi-institusi UniEropa dan negara-negara anggota untuk membungkus masalah ‘pengakuan pernikahan sama jenis sebagai suatu masalah politik, sosial, dan hak asasi manusia dan sipil.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

American Baptist College Membela Undangan kepada Lesbian

(Berita Mingguan GITS 21 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Christian News, 12 Maret 2015: “American Baptist College membela tindakan mereka mengundang seorang pelayan United Church of Christ yang secara terbuka mengaku lesbian, dengan menegaskan bahwa orang-orang Kristen membuat Alkitab menjadi ‘berhala.’ ‘Sungguh sedih bahwa orang-orang memakai agama dan pemberhalaan Alkitab untuk meruntuhkan moral orang-orang yang mengasihi-sesama-jenis,’ demikian kata Presiden dari American Baptist College, Forrest Harris kepada The Tennessean pada hari Rabu. Koran itu lalu meminta dia untuk mengklarifikasi penggunaan frase ‘pemberhalaan Alkitab.’ ‘Ketika orang mengatakan bahwa [Alkitab] sama dengan Allah dan kebenaran,’ jawab Harris. ‘Kita tidak bisa dibimbing atau didikte oleh cara pandang abad pertama.’ Sekolah tinggi itu telah mengundang Yvette Flunder, seorang uskup di City of Refuge United Church of Christ di Oakland, California, untuk menjadi pembicara di seri khotbah Garnett-Nabrit yang merek laksanakan minggu depan, yang berfokus pada kepemimpina Kristen. Temanya adalah ‘Ministry in Motion: Living Faith, Doing Justice.’

Tetapi setelah berita tentang diundangnya Yvette itu beredar ke telinga gembala-gembala lain di Nashville, beberapa mempersalahkan administrator sekolah tinggi itu karena tindakan mereka. Randy G. Vaughn, dari Mt. Sinai Baptist Church memberitahu stasiun televisi lokal, KMBT, bahwa dia dan gembala-gembala Baptis lainnya dari daerah itu akan hadir untuk memprotes Flunder minggu depan. …’Kami merasa bahwa anda tidak memiliki hak untuk hidup semau kamu dan lalu dihormati di jemaat beriman kami. Tidak ada yang kudus tentang lesbianisme, sama seperti tidak ada yang kudus tentang perzinahan heteroseksual.’”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Evolusi Itu Lentur

(Berita Mingguan GITS 21 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Evolusi sangatlah lentur dan bagi para pendukungnya, tidak bisa salah. Mereka menciptakan jawaban untuk segala sanggahan. Jika ditunjukkan bahwa evolusi tidak sedang terjadi hari ini, para Darwinis berlindung pada jutaan-milyaran tahun di masa lalu. Jika didemonstrasikan bahwa proses-proses buta tidak dapat menciptakan, para Darwinis memprotes bahwa proses-proses itu tidaklah benar-benar buta. Jika didemonstrasikan bahwa seleksi alam tidak dapat menjelaskan formasi organ dan makhluk baru, mereka berpaling kepada mutasi genetika. Jika ditunjukkan bahwa mutasi bukanlah mekanisme kreatif, para Darwinis bersembunyi dibalik misteri proses genetika yang belum diketahui. Jika didemonstrasikan bahwa catatan fosil tidak menunjukkan perubahan yang terus menerus, para Darwinis melarikan diri kepada berbagai makhluk hidup imajinasi dan equilibrium yang putus-putus (punctuated equilibrium). Jika ditunjukkan bahwa tidak ada proses alami yang dapat menjelaskan asal usul kehidupan, para Darwinis berpaling kepada makhluk luar angkasa dan konsep multi-verse. Karena semua ini, mencoba untuk membantah evolusi bisa seperti proses memaku agar-agar ke dinding. Bahkan ada evolusionis yang komplain bahw Darwinisme tidak dapat “disalahkan.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Tennessee Temple Tutup

(Berita Mingguan GITS 14 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Tennessee Temple University di Chattanooga, Tennessee, telah mengumumkan bahwa mereka akan tutup setelah hampir 70 tahun beroperasi, dan mereka akan bergabung dengan Piedmont International University di Winston-Salem, NC, dan dengan demikian mencapai akhir dari spiral kematian yang telah dimulai sejak tahun 1990an. Saya dan istri saya (David Cloud) lulus dari Temple pada tahun 1970an. Pada waktu itu, ada lebih dari 3000 mahasiswa di Sekolah Alkitab, STT dan seminary (2200 di dalam asrama), dan rata-rata jumlah yang ikut Sekolah Minggu di Highland Park Baptist Church (gereja yang mengepalai universitas tersebut) adalah sekitar 4500 orang. Visi awal pendiriannya, yaitu menjangkau dunia bagi Kristus, terasa di segala aspek. Setengah dari pemasukan gereja diberikan untuk mendirikan gereja dan misi dunia. Konferensi misi yang dilakukan tahunan mendatangkan 80-100 misionari setiap kalinya. Ratusan lulusan Temple mendedikasikan hidup mereka bagi misi dunia dan memberitakan Injil di berbagai pelosok dunia.

Perubahan besar terjadi di tahun 1990an ketika musik rock dan filosofi “injili” diperkenalkan. Sampai dengan April 2005, Highland Park dan Tennessee Temple sudah sepenuhnya menyambut rock ‘n roll, tidak lagi malu-malu, termasuk mengadakan konser yang diisi oleh Bebo Norman, Fernando Ortega, dan Sara Groves, di ruang auditorium utama gereja Highland Park. Pada tahun 2006, pemimpin gerakan emerging church, Dallas Willard, mengajar di Seri Kuliah Musim Semi di Temple. Willard percaya “bisa saja seseorang yang tidak kenal Yesus diselamatkan” (“Apologetics in Action,” Cutting Edge magazine, Musim Dingin 2001). Dia menolak ketiadasalahan Alkitab, dan berkata, “Yesus dan kata-kataNya tidak pernah masuk dalam kategori dogma atau hukum, dan membacanya sebagai hal-hal itu berarti meleset dari maksud utamanya” (The Divine Conspiracy, hal. Xiii). Sampai dengan tahun 2008, Highland Park telah bergabung dengan Southern Baptist Convention. Pada tahun 2012, Highland Park Baptist Church mengubah nama menjadi Church of the Highlands, untuk menunjukkan adanya perubahan lokasi sekaligus adanya filosofi kontemporer generik yang baru. Jeremy Roberts, gembala sidang Highland Park yang berusia 28 tahun, mengatakan “Ini akan menjadi gereja yang paling fun” (“Chattanooga’s Iconic Highland Park,” Chattanooga Times Free Press, 10 Sept. 2012). Dalam buku The Old Highland Park Baptist Church, kami telah mendokumentasikan beberapa alasan kejatuhan institusi ini sebagai peringatan bagi orang-orang lain. Ini dapat didownload secara gratis dari www.wayoflife.org.

Gembala Terry Coomer, yang kuliah di Temple pada tahun 1970an, berkomentar kepada saya: “Sungguh hari-hari yang menyedihkan bagi semua yang pernah kuliah di sana dan menerima gelar. Filosofi Injili menuntut kepada kehancuran sedikit demi sedikit dan mereka bahkan tidak sadar apa yang terjadi. Ketika seseorang mengikuti jalan ini, dia biasanya bersikap menantang. Mereka tidak mau mendengarkan nasihat perbaikan. Berapa banyak peringatan yang sudah mereka terima? Mereka mendatangkan kehancuran mereka sendiri!”

Posted in Emerging Church, musik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Larry King Tidak Percaya Ada Allah Tetapi Mau “Menggenggam” Kehidupan Setelah Kematian

(Berita Mingguan GITS 14 Maret 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Pembawa acara bincang-bincang TV, Larry King, mengatakan bahwa dia tidak percaya Allah atau kehidupan setelah kematian, tetapi bagaimanapun dia mau “menggenggam” kehidupan melalui cyronics, suatu ilmu pengetahuan bohongan. Dalam sebuah wawancara di program radio Breakfast Club di New York City, 19 Feb., pria 81 tahun itu mengatakan, “Saya tidak beragama, jadi saya percaya ketika seseorang mati, ia mati, itu akhirnya. [Tetapi] saya begitu penasaran, dan saya suka untuk hidup dan jadi saya mau satu kesempatan kecil. Jika saya dibekukan dan lalu mereka menemukan obat mujarab untuk apapun yang membuat saya mati, dan mereka bisa menyembuhkan saya … Ini adalah satu-satunya cara untuk menggenggam kekekalan untuk hidup. Saya tidak mau tidak eksis. Syaa rasa inilah rasa takut terbesar yang dimiliki manusia. …Saya mungkin seorang atheis. Ah, saya menghargai agama. …[Tetapi] saya tidak percaya akan hal itu. Saya rasa satu-satunya alasan untuk agama adalah adanya kematian.” King mengatakan bahwa alasan utama dia tidak percaya Allah adalah “mungkin karena tidak mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan. Jawaban sederhana yang anda dapatkan setiap kali adalah ketika anda bertanya mengapa seorang bayi meninggal? Mengapa ada holocaust?”

Berlawanan dengan apa yang Larry King katakan, bukti adanya Allah secara literal ada di mana-mana. Di mana-mana! Mengenai masalah adanya kejahatan, kondisi dunia ini adalah gara-gara manusia sendiri, bukan Allah. Manusia-lah yang memberontak melawan Allah, bukan Allah yang memberontak terhadap manusia. Alkitab menyingkapkan rahasia hati manusia, menyatakan bahwa seorang atheis membutakan diri sendiri karena dia tidak mau tunduk kepada otoritas Allah. “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap” (Rom. 1:20-21)

Posted in Atheisme/Agnostikisme | Leave a comment

Lompatan Kangguru

(Berita Mingguan GITS 14 Maret 2015, sumber: www.creationmoments.com)

“Orang-orang yang percaya bahwa semua makhluk hidup adalah produk jutaan tahun proses evolusi, memberitahu kita bahwa makhluk-makhluk hidup mengembangkan berbagai fitur yang membantu kemampuan mereka bertahan hidup. Mereka dengan cepat menunjuk bahwa beberapa fitur yang tidak lazim pada tumbuhan atau binatang membantunya untuk bertahan hidup. Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk dicatat bahwa para evolusionis tidak dapat menjelaskan mengapa kangguru melompat. Kangguru memiliki beberapa desain spesial yang di dalam dirinya yang membuat gerakan melompat sebagai metode transportasi yang paling efisien. Sebagai contoh, setiap kali kangguru mendarat di tanah, 70 persen dari energi menurun sang kangguru akan tersimpan di tendon-tendonnya, dan akan dilepaskan untuk lompatan berikutnya. Sebagai kontras, seorang manusia yang berlari hanya menyimpan 20 persen energi ini. Juga, kangguru didesain sedemikian rupa sehingga lebih mudah bagi mereka untuk bernafas ketika mereka sedang melompat daripada ketika sedang diam. Dengan setiap lompatan, organ-organ kangguru bergerak di dalam tubuhnya, mendorong udara keluar dari paru-parunya. Ia memakai otot-ototnya hanya untuk menarik nafas. Menggabungkan semua fitur ini menjadi satu, maka semakin cepat seekor kangguru melompat, semakin sedikit energi yang ia keluarkan untuk jarak yang sama! Jika kangguru tidak memiliki desain-desain spesial ini, melompat tidak akan memberikan keuntungan. Pada saat yang sama, jika kangguru awalnya tidak melompat, maka fitur-fitur desain spesial ini tidak akan ada gunanya. Dengan kata lain, kangguru adalah satu paket lengkap penuh desain spesial yang harus muncul secara bersamaan … yaitu ketika dibentuk oleh tangan Pencipta yang berhikmat.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kesalahan-Kesalahan Darwin

oleh David Cloud, diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw

Pada akhir abad 19, doktrin evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin dianggap sudah membuktikan Alkitab salah. Ini adalah suatu titik balik yang besar dalam sejarah, dan setiap seperempat abad setelah itu, telah dapat disaksikan bertambahnya sikap skeptis dan kebencian terbuka terhadap Allah dan FirmanNya. Hari ini, banyak orang berasumsi bahwa Alkitab penuh dengan mitos dan kesalahan-kesalahan sains, sementara Darwin dibenarkan.

Kenyataannya justru sebaliknya! Riset ilmiah sejak masa Darwin telah membenarkan Alkitab dan mendiskreditkan Darwin. Realitanya, tulisan Darwin-lah yang penuh dengan mitos dan blunder ilmiah.

Dapat diargumentasikan bahwa Darwin tidak mungkin bisa mengetahui fakta-fakta ilmiah yang belum ditemukan pada zamannya, dan bahwa dia tidak bisa dipersalahkan atas kesalahan-kesalahan yang muncul dalam tulisannya, tetapi bukan itu poin utamanya. Poinnya adalah bahwa tulisan Darwin penuh dengan kesalahan ilmiah, sementara Alkitab, yang ditulis ribuan tahun lebih dahulu, tidak memiliki kesalahan seperti itu. Ini adalah bukti yang jelas akan pengilhaman ilahi atas Alkitab.

Perhatikan beberapa dari kesalahan Darwin berikut:

ABIOGENESIS

Charles Darwin dan Thomas Huxley percaya pada abiogenesis atau spontaneous generation, yaitu ide bahwa kehidupan bisa muncul dengan sendirinya dari zat-zat tidak hidup.

Continue reading

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Tahun Baru Imlek: Bolehkan Dirayakan Orang Kristen?

oleh GI Hasan Karman

Tahun Baru Imlek merupakan salah satu hari raya terpenting dalam tradisi dan budaya Tionghoa. Ada kalangan yang menganggap hari raya ini sebagai hari raya keagamaan, namun sebenarnya hari raya ini sama sekali bukan milik pemeluk keyakinan tertentu seperti agama Budha, Khonghucu maupun Taoisme atau umat Sam Kauw (San jiao ??, tiga agama). Ini dapat dibuktikan bahwa jauh sebelum ketiga keyakinan tersebut berakar di negeri Tiongkok, Tahun Baru Imlek sudah dirayakan. Memang benar Tahun Baru Imlek senantiasa dikaitkan dengan berbagai ritual penyembahan, legenda dan mitos yang membuat kalangan Kristen tertentu menganggap bahwa Tahun Baru Imlek itu bertentangan dengan ajaran Kristen. Ini adalah kesalahpahaman yang harus diluruskan. Menurut penulis, merayakan Tahun Baru Imlek sama sekali tidak bertentangan dengan iman Kristen, sejauh orang Kristen tidak ikut-ikutan dalam penyembahan yang bertentangan dengan Alkitab. Orang Kristen boleh dengan tenang dan damai merayakan Tahun Baru Imlek sebagai sebuah peristiwa budaya dan tradisi yang positif sama seperti menyambut Tahun Baru Internasional. Jika ada cerita legenda dan mitos yang dikaitkan dengan Tahun Baru Imlek, anggap saja sebagai dongeng karena negeri Tiongkok yang berusia ribuan tahun itu memang penuh dengan legenda dan mitos. Ritual penyembahan yang melekat erat dalam tradisi Imlek yang tidak selaras dengan ajaran Kristen itu sebenarnya baru ditambahkan kemudian setelah ajaran Sam Kauw mengakar luas disana. Padahal Tahun Baru Imlek adalah perayaan dalam rangka menyambut pergantian Musim Dingin ke Musim Semi yang sekaligus dihitung sebagai pergantian tahun dan masuk tahun yang baru dengan rasa syukur kepada Tuhan.

Asal-usul

Sebelum Dinasti Qin (Qín Cháo, ??, ± 221- 206 SM [Sebelum Masehi]), tanggal perayaan permulaan tahun baru masih belum jelas. Ada kemungkinan awal tahun bermula pada bulan 1 (pertama) semasa Dinasti Xia (Xià Cháo, ??, ± 2070–1600 SM), bulan 12 semasa Dinasti Shang (Sh?ng Cháo, ??, ± 1766-1122 SM), dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou (Zh?u Cháo, ??, ?± 1046–256 SM) di Tiongkok. Bulan kabisat (Run Yue, ??) yang dipakai untuk memastikan agar kalendar Tionghoa yang berpatok pada peredaran bulan (Im) sejalan dengan edaran mengelilingi matahari (Yang), selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian, ??? atau ???, sejarawan besar Tiongkok yang hidup sekitar tahun 145 atau 135 – 86 SM). Kaisar pertama Tiongkok, Qin Shi Huang (???) menukar dan menetapkan bahwa tahun Tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu (Han Wudi, ???, 156–87 SM) yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.

Tahun pertama Tahun Baru Imlek dihitung berdasarkan tahun pertama kelahiran Kongfuzi (???, Khonghucu) baru ditetapkan oleh Kaisar Han Wudi pada tahun 104 SM sebagai penghormatan kepada Kongfuzi, yang telah mencanangkan agar menggunakan sistem penanggalan Dinasti Xia dimana Tahun Baru dimulai pada tanggal 1 bulan kesatu. Oleh sebab itu sistem penanggalan ini dikenal pula sebagai Kongzili (Kalender Kongzi) yang tahun ini merupakan Tahun 2566. Itulah sebabnya umat Khonghucu mengklaim bahwa Tahun Baru Imlek sebagai hari ulang tahun Khonghucu.

Istilah atau sebutan untuk Tahun Baru Imlek

Secara tradisi, perayaan-perayaan seputar Tahun Baru Imlek dikenal sebagai Festival Nian atau Nián Jié (?? atau ??), yang berarti “Festival Tahunan” atau “Festival Tahun Baru”. Istilah turunannya yang dikenal dengan Guò Nián (?? atau ??), secara literal artinya “melewati tahun”, secara umum masih digunakan untuk merujuk kegiatan perayaan menyambut datangnya tahun baru itu. Sebutan lain untuk Tahun Baru Imlek adalah “Tahun Baru Kalender Pertanian” atau Nónglì X?nnían (???? atau ????). Kalender Pertanian (Nónglì, ?? atau ??) merupakan sebutan yang sangat umum untuk penanggalan ini di Tiongkok.

Secara tradisi Hari Tahun Baru disebut Yuándàn (??), secara literal berarti “pertama kali matahari terbit”, namun pada tahun 1913 pemerintah Republik Tiongkok yang baru terbentuk menyesuaikan nama tersebut dengan Tahun Baru Tionghoa yang disebut “Festival Musim Semi” (Ch?njié, ?? atau ??) sebagai rujukan daripada menggunakan Hari Tahun Baru yang baru diadopsi dari Kalender Gregorian (Tahun Internasional). Ini merupakan sebutan resmi hari libur publik Tahun Baru di Tiongkok Daratan maupun di Taiwan. Sebelum tahun 1913, “Festival Musim Semi” malah merujuk pada Lichun (4 atau 5 Februari), periode Solar pertama dalam Kalender Imlek yang menandakan berakhirnya Musim Dingin dan mulainya Musim Semi.

Sebutan alternatif lainnya untuk Tahun Baru Imlek adalah (Dà) Nián Ch?y? [(?) ???] yang secara literal berarti “Hari Pertama Tahun (Raya).” Di Hongkong dan Macau dikenal dengan sebutan Nónglì Nián Ch?y? (????? atau ?????), yang berarti “Hari Pertama Tahun Kalender Pertanian”, sedangkan sebutan resmi dalam bahasa Inggris adalah “The First Day of Lunar New Year”. Malam Tahun Baru, hari dimana keluarga Tionghoa berkumpul untuk makan malam bersama tahunan (Nian Ye Fan, ???), disebut “Malam dari yang Berlalu” (Chúx?,  ??).

Legenda dan Mitos

Sebutan Tahun Baru Imlek kontemporer berasal dari 2 kata: “Guò Nián” [secara literal berarti “melewati Nián atau lolos dari Nián”]. Menurut legenda dan mitos yang berkembang kemudian, “Nián(?) adalah seekor hewan buas mistis. Hewan ini akan keluar pada hari pertama Tahun Baru Imlek untuk memakan ternak, hasil panen, bahkan juga penduduk desa, terutama anak-anak. Untuk melindungi diri, penduduk desa akan meletakkan makanan didepan pintu pada awal setiap tahun. Mereka percaya bahwa setelah Nián menghabiskan makanan yang disediakan, ia tidak akan menyerang penduduk lagi. Suatu hari seorang penduduk desa memutuskan untuk melawan Nián. Seorang rahib yang sedang berkunjung memberitahu kepadanya untuk menempelkan kertas merah di rumahnya dan membakar petasan. Akhirnya penduduk desa mengerti bahwa Nián takut dengan warna merah dan bunyi ledakan. Ketika Tahun Baru tiba, penduduk desa menggantungkan lampion merah dan gulungan merah berbentuk spiral di pintu dan jendela. Penduduk juga menggunakan petasan untuk mengusir Nián. Sejak saat itu, Nián tidak pernah datang lagi ke desa tersebut. Menurut pemeluk Sam Kauw, Nián ditangkap oleh Hóngj?n L?oz? (???? atau  ????), yakni salah satu dewa dalam ajaran Tao yang menyamar sebagai rahib yang berkunjung ke desa. Nián kemudian menjadi tunggangan Hóngj?n L?oz?. Tentu ini adalah mitos yang dikembangkan kemudian. Yang jelas kata Nián ini diartikan sebagai “Tahun”, dan merayakan Tahun Baru disebut Guò Nián”.

Penutup

Sebenarnya masih banyak pernak-pernik dibalik perayaan Tahun Baru Imlek, namun kebanyakan adalah tradisi yang dikembangkan oleh umat Sam Kauw dalam perkembangan sejarah Tiongkok yang telah berusia ribuan tahun. Pernak-pernik ini erat berhubungan dengan tahyul, ritual dan penyembahan. Mungkin karena masalah inilah ada kalangan Kristen tertentu yang merasa alergi merayakan Tahun Baru ini karena takut dicap penyembah berhala. Yang jelas Tahun Baru Imlek itu sendiri adalah netral karena intinya hanya menyambut pergantian tahun dan bersyukur kepada Tuhan karena telah menyertai dan memberkati kita selama tahun yang lewat, kini masuk tahun baru. Bagi orang Kristen alkitabiah yang berasal dari keturunan Tionghoa, tidak ada salahnya menggunakan momentum ini untuk bersyukur, dan tradisi budaya ini sama positifnya seperti ketika mereka menyambut pergantian tahun 2014 ke tahun 2015 yang baru lalu. Bedanya Tahun Imlek yang akan berlalu ini hanya di angka 2565 dan akan segera berubah menjadi Tahun Baru Imlek 2566 pada tanggal 19 Februari 2015 nanti! Jadi, silakan merayakan.


Posted in General (Umum) | Leave a comment

Asal Usul Hari Santo Valentine

oleh Hasan Karman, SH, M.M.

Ditengah dunia yang semakin materialistis ini, umat manusia di seluruh dunia terserang virus pop culture dan mengikuti gaya hidup trend setter yang kadang-kadang berasal dari dunia industri. Orientasi mereka adalah bisnis dan bagaimana menjual serta meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Salah satu industri besar yang menjadi target para pebisnis adalah Hari Valetine yang jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahun. Perayaan ini dilakukan dengan mengirim bunga, permen, coklat, kartu, bahkan perhiasan yang mahal, kepada orang yang dikasihi. Perayaan ini menjadi incaran karena merupakan bisnis komersil raksasa penjualan bunga, permen, coklat, pakaian, perhiasan dan sebagainya. Namun tahukah anda bahwa asal-usul Hari Santo Valentine yang kelam ini berasal dari masa pra-Kristen (zaman paganisme) yang berhubungan dengan ketelanjangan (nudity) dan penderaan (menyakiti dengan cambuk). Sebelum anda ikut-ikutan merayakannya, ada baiknya anda mengetahui sejarahnya dan dari mana nama St. Valentine itu berasal.

Era Pra-Kristen

Pada masa Romawi kuno, tanggal 13, 14 dan 15 Februari dirayakan sebagai Hari Lupercalia, yaitu festival kesuburan penyembah berhala (pagan). Kelihatannya tanggal-tanggal ini menjadi dasar hari perayaan cinta-kasih. Menurut Noel Lenski, professor sastra Universitas Colorado di Boulder, yang menjadi narasumber di National Geographic, pria-pria muda akan bertelanjang bulat dan menggunakan cambuk dari kulit kambing atau anjing untuk mencambuki punggung wanita-wanita muda untuk meningkatkan kesuburan mereka. Ritual itu juga dipercayai dapat menangkal serangan serigala terhadap ternak dan untuk menghormati dewa kesuburan mereka. Ada kalangan yang meyakini Hari Valentine dirayakan pada pertengahan Februari untuk mengenang hari kematian St. Valentine – yang kemungkinan terjadi sekitar tahun 270 AD – namun ada juga yang mengklaim bahwa gereja Katolik kemungkinan memutuskan untuk menempatkan hari peringatan St. Valentine pada pertengahan Februari sebagai upaya untuk “mengkristenkan” perayaan pagan Lupercalia. Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari merupakan sebuah festival kesuburan yang dipersembahkan kepada Faunus, dewa pertanian Romawi, dan juga kepada pendiri Roma, Romulus and Remus.

Mengawali festival, para anggota Luperci, sebuah sekte pendeta Romawi, akan berkumpul di sebuah gua suci tempat dimana diyakini bayi Romulus dan Remus, para pendiri Roma, diasuh oleh seekor serigala betina atau Lupa. Pendeta-pendeta itu akan mengorbankan seekor kambing untuk kesuburan, dan seekor anjing untuk kemurnian. Mereka kemudian akan menguliti hewan itu, memotong-motong dagingnya dan mencelupkannya kedalam darah suci serta membawanya ke jalan-jalan dan memecutkan kulitnya kepada para wanita dan ladang-kebun tanaman. Wanita-wanita Romawi itu sama sekali tidak takut, namun malah antusias menyentuh kulit itu karena dipercayai akan membuat mereka lebih subur pada tahun mendatang. Menurut legenda kemudian semua wanita muda di kota itu akan menaruh nama mereka kedalam sebuah jambangan besar. Setiap pria bujangan kota itu akan memilih sebuah nama dan menjadi pasangan selama setahun dengan wanita yang dipilihnya tanpa ikatan pernikahan. Jika pasangan itu cocok, maka kemungkinan akan dilanjutkan dengan pernikahan sah.

Tiga nama Valentine yang dikaitkan dengan Hari Valentine

Sekitar Tahun 197 AD terdapat seorang Kristen bernama Valentine dari Terni mati martir karena keyakinannya pada masa Kaisar Aurelian. Sedikit sekali diketahui tentang kehidupannya, kecuali bahwa ia ditahbiskan sebagai Uskup Interamna (kini Terni) pada tahun 197 M dan wafat tidak lama kemudian. Rupanya ia dipenjarakan, disiksa dan dipenggal di Via Flaminia (Roma) atas perintah seorang gubernur Romawi yang dijuluki dengan nama yang ganjil, yaitu Placid Furius (‘Pemarah yang Kalem’). Menurut legenda, ia wafat pada 14 Februari, namun kelihatannya ini ditambahkan kemudian. Sekitar Tahun 289 AD dikisahkan St. Valentine adalah seorang rahib yang melayani di Roma pada abad ketiga. Kaisar yang berkuasa pada masa itu adalah Claudius II. Kaisar Claudius II berpendapat bahwa bahwa tentara bujangan lebih bagus daripada tentara yang menikah, sehingga ia melarang semua pria muda yang menjadi tentara untuk menikah. Valentine menentang putusan ini karena menurutnya tidak adil dan memilih tetap menikahkan pasangan muda secara rahasia. Ketika tindakannya ketahuan Kaisar, ia ditangkap dan dipenjarakan serta dihukum mati. Alkisah, pasangan-pasangan muda yang dinikahkan Valentine mengirimkan bunga dan surat kepada Valentine ketika mereka menjenguk dirinya di penjara. Legenda lain yang agak berbeda mengisahkan bahwa Valentine menolong orang-orang Kristen yang melarikan diri dari tahanan karena tidak tahan disiksa. Perbuatannya ini membuat dirinya ditangkap. Ketika dipenjara ia menobatkan kepala penjaranya karena menyembuhkan kebutaan puteri kepala penjara tersebut. Menurut versi yang muncul kemudian Valentine dikisahkan jatuh cinta kepada puteri kepala penjara itu. Sebelum dihukum mati, ia mengirim “surat valentine” pertama kepada kekasihnya dan menandainya dengan kata-kata “Dari Valentine-mu”. Kata-kata inilah yang ditiru dan digunakan dalam kartu Valentine. Nama Valentine dari Roma disebut-sebut wafat pada tanggal 14 Februari, ini adalah hal yang mustahil. Sekitar Tahun 496 AD Paus Gelasius yang memegang tahta kemudian menetapkan 14 Februari sebagai Hari St. Valentine, sebuah hari raya Katolik. Kelihatannya ini merupakan strategi kompromi “jika kamu tidak bisa mengalahkan mereka, bergabunglah dengan mereka” terhadap festival paganism Lupercalia yang masih populer.

Tahun 1382

Geoffrey Chaucer menulis Parlement of Foules (atau “Parliament of Fowls”, secara literal berarti “parlemen unggas atau burung”), yang diterima luas sebagai hal pertama yang dikaitkan dengan Hari Valentine sebagai cinta yang romantis. Dalam merayakan pertunangan Richard II dari Inggris dan Anne dari Bohemia, ia menulis: “Karena ini adalah Hari Valentine/Saat setiap unggas keluar memilih pasangannya”. Namun diperkirakan hal tersebut merujuk ke tanggal 2 Mei, hari santo dalam kalender liturgis Valentine dari Genoa – yang lebih tepat merupakan musim kawin unggas di Inggris. Tahun 1400 pada Hari Valentine di Paris dibentuk Pengadilan Tinggi Cinta, yang khusus mengurus masalah perikatan: perjanjian pernikahan, perceraian, perselingkuhan, dan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Beberapa tahun kemudian, Charles, Duke dari Orleans (yang asli orang Perancis) menulis surat Valentine pertama yang tercatat dalam sejarah kepada kekasihnya ketika dipenjarakan di Menara London setelah tertangkap dalam Pertempuran Agincourt pada tahun 1415. Pada tahun 1601 popularitas Hari Valentine menjadi begitu merasuk kedalam pikiran masyarakat ketika muncul syair ratapan Ophelia didalam Hamlet karya William Shakespeare: “Esok adalah Hari Santo Valentine,/Saat pagi menjelang,/Dan aku gadismu ada di jendela,/Sebagai Valentine-mu .”

Pertengahan abad ke-18 trend saling mengirim surat cinta menjadi populer di Inggris, sebuah pembuka tradisi kartu Valentine yang kita kenal sekarang. Awalnya hanya berupa kertas digulung dan diikat dengan tali renda. Pada tahun 1797, terbit The Young Man’s Valentine Writer, yang menganjurkan tulisan pesan dan syair yang sesuai dalam kartu Valentine. Munculnya pelayanan pos menjadi lebih mudah dijangkau, sehingga pengiriman kartu Valentine tanpa nama dimungkinkan. Menjelang awal abad ke-19, kartu ini menjadi begitu populer sehingga pabrik-pabrik percetakan mulai melakukan produksi massal. Tahun 1847 mengikuti tradisi Inggris tersebut, Esther Howland dari Worcester, Massachusetts, mulai mencetak kartu – dengan menggunakan kertas renda yang baru ditemukan dan lebih murah – di Amerika Serikat. Tahun 1913 munculnya Hallmark Cards yang mencetak kartu Valentine pertamanya yang dirancang dengan mewah, mahal dan bergengsi. Kartu Hallmark menjadi simbol status kelas atas yang banyak menguras kantong para kekasih yang ingin menunjukkan gengsinya kepada kekasih atau calon kekasihnya. Cara pengungkapan perasaan dengan bertemu langsung dianggap kuno karena munculnya promosi kartu mewah dan mahal merek Hallmark ini. Mengirim kartu Valentine merek Hallmark dianggap lebih tinggi gengsinya daripada cara lain. Pada pertengahan 1980-an komersialisasi berlanjut: melihat dampak penjualan coklat, bunga dan kartu pada Hari Valentine yang sangat dahsyat, industri berlian ikut ambil bagian dengan mempromosikan Hari Valentine sebagai saat yang tepat untuk memberikan perhiasan. Kekasih-kekasih digenjot gengsinya agar memberikan hadiah perhiasan mahal pada Hari Valentine. Promosi ini akhirnya menjadi “tradisi” bagi kalangan berduit. Tahun 2009 Hari Valentine menghasilkan penjualan retail sekitar $14.7 milyar (£9.2 milyar) di Amerika Serikat. Tahun 2010 diperkirakan 1 milyar kartu Valentine dikirim ke seluruh dunia, sehingga Hari Valentine menjadi perayaan No. 2 yang tertinggi pengiriman kartunya setelah Hari Natal. Penulis tidak menelusuri angka yang diperoleh pada tahun 2011-2014. Yang jelas tahun 2015 tak akan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.

Penutup

Barangkali kita tak akan pernah mengetahui jatidiri dan kisah sebenarnya dibalik orang-orang yang bernama St. Valentine, namun satu hal yang tak bisa dipungkiri, 14 Februari telah menjadi hari perayaan cinta-kasih para penyembah berhala (paganism), kemudian berlanjut pada masa keemasan gereja Katolik Abad Pertengahan. Secara faktual Hari Valentine menempati urutan ke-2 dalam record jumlah pengiriman kartu ucapan dibawah Hari Natal. Sebagai orang Kristen pencinta kebenaran apakah anda juga merayakan Hari Valentine setelah mengetahui asal-usul dan faktanya? Satu pribadi lagi yang mungkin ingin anda ketahui pada Hari Valentine, yaitu Cupid (kata Latin Cupido berarti hasrat atau napsu cinta). Dalam Mitologi Romawi, Cupid adalah putera Venus, dewi Cinta. Rekannya dalam mitologi Yunani adalah Eros. Dewa Cinta. Cupid adalah dewa yang digambarkan sebagai anak nakal yang terbang kesana-kemari dengan sayap kecilnya dan memanahi dewa-dewi dan manusia sehingga mereka menjadi saling jatuh cinta. Percayakah anda pada dewa?

Posted in General (Umum), Keluarga | 1 Comment

Fragmen Injil Markus dari Abad Pertama

(Berita Mingguan GITS 31 Januari 2015, sumber: www.wayoflife.org)

Sepertinya sebuah fragmen Injil Markus dari abad pertama telah ditemukan di sebuah mumi Mesir. Fragmen ini adalah bagian dari pembungkus muka mumi tersebut, yang terbuat dari lembar-lembar papirus yang direkatkan bersama secara berlapis-lapis dan setelah itu dicat. Para ilmuwan dan ahli, dipimpin oleh Craig Evans dari Acadia Divinity College telah menemukan cara untuk melepaskan lem yang merekatkan kumpulan papirus itu dan menarik keluar tiap-tiap lembarnya masing-masing, dengan tinta asli tulisan pada papirus-papirus itu masih utuh. (“Ancient Biblical text discovered in an Egyptian mummy mask,” Science Alert, 20 Jan. 2015). Evans memberitahu Live Science, “Kami sedang menemukan ulang dokumen-dokumen kuno dari abad pertama, kedua, dan ketiga. Bukan hanya dokumen Kristen, bukan hanya dokumen Alkitab, tetapi teks-teks Yunani klasik, kertas-kertas bisnis, berbagai dokumen biasa lainnya, surat-surat pribadi. Dari satu tutup muka, tidaklah aneh untuk mendapatkan satu dua lusin, atau bahkan lebih. Kami pada akhirnya akan mendapatkan ratusan papirus ketika pekerjaan ini sudah selesai, bahkan bisa jadi ribuan.” Tim tersebut telah menetapkan tanggal fragmen Injil Markus itu ke tahun sekitar 90 M, melalui carbon-14, analisis tulisan, dan dokumen-dokumen lain yang didapatkan bersama dengannya. Ketika dokumen itu diterbitkan, kemungkinan belakangan tahun ini, kita akan tahu lebih banyak lagi, termasuk bagian Injil Markus mana yang tertulis di papirus itu. Penanggalannya lalu akan dikritisi oleh berbagai ahli lainnya. Tetapi ini adalah penemuan besar. Bisa jadi ini adalah fragmen Injil yang paling awal yang pernah ditemukan, yang semakin menambah otentisitas Kitab Suci Perjanjian Baru dan menyediakan lebih banyak lagi bukti untuk membantah teori liberal kuno bahwa kitab-kitab Injil ditulis lama setelah peristiwa-peristiwanya terjadi. Saat ini, fragmen Injil tertua adalah Rylands Library P52 (P singkatan dari papirus), yang adalah sepenggal Injil Yohanes yang ditanggali antara 117 hingga 138 M. Sebelum ini, bagian Injil Markus yang paling tua yang ditemukan adalah P45, yang ditanggali 200-250 M.

Posted in Alkitab, Arkeologi | Leave a comment