Penelitian Baru Menemukan Bahwa Tetap dalam Pernikahan Biasanya Akan Membawa Kebahagiaan

(Berita Mingguan GITS 18 Februari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Staying in an unhappy marriage could be the best thing you do,” The Telegraph, 8 Feb. 2017: “Para peneliti menemukan bahwa mayoritas pasangan yang tidak bahagia ketika anak pertama mereka lahir, sudah merasa terpenuhi sepuluh tahun kemudian. Riset yang dibiayai oleh Marriage Foundation ini menemukan bahwa 68 persen pasangan yang tetap bersama setelah kelahiran anak pertama mereka melaporkan diri bahagia 10 tahun kemudian. Lebih lanjut lagi, 27% mengatakan mereka ‘sangat bahagia,’ dan memberi nilai tujuh (dari maksimum tujuh) kepada hubungan mereka. Harry Benson, dari Marriage Foundation, mengataka: ‘Bertentangan dengan pandangan umum, tetap tinggal di dalam pernikahan yang tidak bahagia bisa jadi adalah hal terbaik yang anda lakukan. Kebanyakan pernikahan memiliki momen-momen tidak bahagianya, tetapi terkecuali kasus-kasus yang untungnya jarang di mana hubungan itu mengalami penindasan (abuse), kebanyakan pasangan dapat menyelesaikan kesulitan-kesulitan itu dan menjadi bahagia belakangan.’ Para ahli hubungan mengkonfirmasi penemuan studi-studi sebelumnya yang mengindikasikan bahwa para pasangan yang rutin memiliki waktu malam sendiri bersama pasangan, akan lebih tidak mengalami rusaknya hubungan. Sir Paul Coleridge, seorang mantan Hakim Pengadilan Tinggi, dan juga pendiri Marriage Foundation, mengatakan: ‘Dengan rusaknya keluarga – terutama dalam sepuluh tahun pertama – mencapai tingkat tertinggi, riset yang menghancurkan mitos-mitos ini sangatlah penting. … Bicaralah dengan siapapun yang memiliki hubungan yang memuaskan 20an tahun, dan mereka akan memberitahu anda bahwa itu harus dibangun dengan usaha yang rajin dan sensitif oleh kedua pihak. Mempertahankan hubungan anda terus berjalan adalah faktor yang jauh paling penting dalam perkembangan anak anda.’”

Posted in Keluarga | Leave a comment

Anda Bisa Membaca 200 Buku Setahun

(Berita Mingguan GITS 18 Februari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Saya selalu menguatkan umat Allah dalam gereja-gereja yang alkitabiah untuk lebih banyak membaca. Ada pepatah bahwa orang yang tidak mau membaca tidaklah lebih baik daripada orang yang tidak bisa membaca. Agar dapat mempelajari Alkitab secara baik, dan agar terdidik dengan mantap dalam kehidupan dan pelayanan Kristiani, anda perlu banyak membaca. Paulus adalah seorang pembaca sampai kepada akhir hidupnya. Dari dalam sel, pada saat pemenjaraannya yang terakhir, dia berkata kepada Timotius, “Jika engkau ke mari bawa juga . . . kitab-kitabku, terutama perkamen itu” (2 Tim. 4:13). Sebuah artikel oleh Charles Chu baru-baru ini, “The Simple Truth Behind Reading 200 Books a Year” di betterhumans.coach.me, memberikan nasihat berikut: “Seseorang pernah bertanya kepada Warren Buffett tentang rahasia suksesnya. Buffett menunjuk kepada setumpuk buku dan berkata, ‘Baca 500 halaman seperti ini setiap hari. Ini cara kerja pengetahuan. Ia menumpuk, sama seperti bunga yang berbunga. Kalian semua bisa melakukannya, tetapi saya jamin tidak banyak dari kalian akan melakukannya…’ … Dalam dua tahun belakangan ini saya telah membaca lebih dari 400 buku dari sampul ke sampul. Keputusan untuk mulai membaca adalah salah satu keputusan terpenting dalam hidup saya. …Membaca 200 buku setahun tidak sulit sama sekali. … Rata-rata orang Amerika membaca 200-400 kata per menit. Buku non-fiksi pada umumnya memiliki 50.000 kata. … 200 buku [memerlukan] 417 jam. … seorang Amerika yang single biasanya menghabiskan 608 jam di media sosial dan 1.642 jam di TV. Jadi itu total 2.250 jam yang dihabiskan pada SAMPAH. Jika jam-jam itu dipakai untuk membaca, maka anda membaca lebih dari 1000 buku per tahun! … Jika kamu mau membaca, pastikan (1) anda mengenyahkan segala gangguan dari lingkungan anda, dan (2) anda membuat buku dapat diakses semudah mungkin. … Jika tujuan anda adalah untuk lebih banyak membaca, anda tidak dapat terlalu cerewet mengenai di mana anda membaca dan dengan medium apa. Saya membaca buku kertas. Saya membaca di handphone. Saya mendengarkan buku audio. Dan saya melakukan semua hal ini di semua tempat – di bangku taman, di bis, di toilet. Di manapun bisa. Ambillah kesempatan untuk membaca. Jika tidak ada kesempatan, buatlah kesempatan.”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Botol Air Kadal Muda

(Berita Mingguan GITS 18 Februari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 25 Januari 2017: “Jika anda pergi ke padang gurun, adalah ide baik untuk selalu membawa botol air bersama dengan anda. Pencipta kita mengaplikasikan hikmat yang sama ketika Dia mendesain kadal Yarrow bertanduk. Seperti banyak penghuni padang gurun lainnya, kadal Yarrow didesain untuk menghemat air di cuaca gurun yang kering. Sebagai contoh, mereka bahkan tidak memiliki kandung kemih. Tubuh mereka didesain untuk menghilangkan air dari kotoran mereka sebelum kotoran dikeluarkan. Air itu lalu akan didaur ulang di dalam tubuh, karena air adalah komoditas yang berharga di gurun. Tidak seperti banyak reptil lainnya, kadal Yarrow melahir anak (bukan bertelur). Kadal yang baru lahir, berukuran 5 cm, dapat dengan cepat dehidrasi di padang gurun. Untuk meningkatkan kemampuan mereka bertahan hidup, sang Pencipta memberikan kadal-kadal baru lahir itu suatu botol air minum yang built-in. Pada saat lahir, botol air yang penuh itu berukuran 10% berat sang kadal. Setelah bulan pertama kehidupan, botol air dalam tubuh kadal akan menciut, dan tidak lagi dipakai. Ini juga adalah desain yang sangat berhikmat, karena kadal yang bertumbuh dewasa telah mempelajari cara-cara padang gurun, dan memerlukan kecepatan lebih dari pada ia memerlukan botol air bawaan dalam tubuh. Tidak satupun di antara kita yang dapat mengapresiasi penuh imajinasi dan kreativitas Allah yang tak terbatas yang kita saksikan di dunia hidup di sekitar kita. Namun, kita dapat mengapresiasi fakta bahwa Dia rela dan dapat menyediakan solusi praktis dan efektif bagi masalah-masalah yang kita hadapi. Solusi-solusiNya – mulai dari kebutuhan terbessar kita, yaitu pengampunan dosa – dapat ditemukan dalam Alkitab. Kepercayaan untuk mengaplikasikan solusi-solusiNya bagi kehidupan kita dapat ditemukan dalam iman, yang dikerjakan oleh Roh KudusNya.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Hummingbird Kuno Terlihat Modern

(Berita Mingguan GITS 11 Februari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 13 Desember 2016: “Hari ini hummingbird (burung kolibri) ditemukan hanya di Amerika Utara, Tengah, dan Selatan. Tentu saja, karena bahtera Nuh mendarat di pegunungan Ararat, burung-burung ini pastinya pernah menyeberangi Eropa dan samudera Atlantis, atau menyeberangi Asia untuk tiba di sini. Namun, sampai baru-baru ini, tidak ada bukti tentang migrasi ini. Para ilmuwan telah menemukan dua fosil hummingbird dalam sebuah lobang tanah liat di bagian barat daya Jerman (“Ancient Buzzing,” Science News, 8 Mei 2004). Fosil-fosil yang kecil ini luar biasa dalam banyak hal. Sampai sekarang, para evolusionis mengklaim bahwa fosil hummingbird yang paling awal berusia satu juta tahun. Fosil yang baru ditemukan ini dikatakan berusia 30-34 juta tahun. Tentu kita tidak setuju dengan penanggalan evolusi ini, tetapi memang mestinya fosil hummingbird di Eropa atau Asia lebih tua dari yang di dunia baru (benua Amerika). Yang lebih menarik lagi adalah bahwa fosil ini memperlihat burung-burung yang kuno ini sudah berfungsi penuh seperti hummingbird modern. Tulang sayap mereka sama dengan hummingbird modern, yang mengindikasikan bahwa mereka bisa terbang di tempat dan terbang ke belakang seperti hummingbird yang kita kenal hari ini. Paruh mereka dua kali lebih panjang dari tulang tengkorak, mengindikasikan bahwa mereka minum nektar dari bunga, sama seperti hummingbird modern. Dengan kata lain, tidak ada tanda-tanda perkembangan evolusi, dan ini fakta lainnya yang cocok dengan dugaan kita. Walaupun bukti-bukti sejarah hummingbird adalah persis seperti yaang kita prediksikan, kita tidak memerlukan bukti ilmiah untuk mempercayai kebenaran Kitab Suci. Kita sudah memiliki Firman Allah.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Pajak Bait Suci Diberlakukan Lagi oleh Sanhedrin Yahudi

(Berita Mingguan GITS 11 Februari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Half-Shekel Tithe for Building Temple Reinstated,” BreakingIsraelNews.com, 30 Jan. 2017: “Setelah moratorium 2000 tahun, sekarang seorang Yahudi di manapun di seluruh dunia dapat lagi melakukan mitzvah (perintah) untuk membayar setengah syekel, yaitu pajak yang dimandatkan dalam Alkitab atas setiap orang Yahudi untuk membiayai pekerjaan harian di Bait Suci. Kini ada dua cara untuk melakukan perintah ini: satu cara untuk orang-orang yang dapat menyerahkan langsung persembahan mereka, dan cara lain untuk mereka yang tidak dapat. Sementara Bait Suci masih ada waktu dulu, setiap lelaki Yahudi diharuskan memberikan perak seberat setengah syekel, kira-kira delapan gram perak (hari ini bernilai sekitar $4), sebagai pajak wajib untuk mendukung Bait Suci. Setiap orang diharuskan memberikan jumlah yang sama, tanpa peduli kondisi ekonominya. Koin-koin tersebut, yang dulu ditaruh di pelataran Bait Suci, adalah hekdesh (kudus) dan tidak boleh dipergunakan untuk tujuan lain apapun. Bangsa Israel terus melakukan perintah ini bahkan setelah Bait Pertama dihancurkan, sampai praktek ini dilarang oleh Kaisar Romawi Hadrian pada tahun 135 M. … Dua puluh tahun yang lalu, Reuven Prager membangkitkan kembali mitzvah ini. Dia mulai mencetak koin-koin perak yang sesuai dengan tuntutan Alkitab, dan menghasilkan desain yang baru dan unik setiap tahunnya. Mereka yang ingin melakukan mitzvah ini membeli koin perak dari Prager, lalu memberikannya kepada Otzar Hamikdash (Perbendaharaan Bait), sebuah organisasi yang dibuat untuk mengumpulkan koin-koin ini. …Prager juga telah menciptakan sebuah metode untuk mengirim koin-koin perak ini dari USA. Sanhedrin yang masih baru terbentuk itu telah membuat suatu cara untuk membangkitkan kembali mitzvah untuk pembangunan Bait. September lalu, untuk menghargai selesainya siklus 50 tahun Yobel pertama pada Rosh Hashanah, Sanhedrin mengeluarkan sebuah medalion yang dapat dipakai sebagai ganti koin perak untuk melakukan mitzvah tersebut. Keuntungan terbesar menggunakan koin Sanhedrin tersebut adalah bahwa medalion itu mewakili setengah syekel dan tidak dianggap kudus. Jadi, medalion itu tidak perlu dideposit secara fisik, tetapi dana masih terdedikasikan untuk Bait. Sanhedrin dan Gerakan Bait telah melakukan berbagai upacara bayangan, melatih para kohanim, yaitu orang-orang dari jalur imam, untuk menerima persepuluhan. Dana yang dikumpulkan dari medalion Sanhedrin didedikasikan untuk pelatihan imam dan pembuatan perabot-perabot dan alat-alat Bait Suci.” “Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus syikal ini dua puluh gera beratnya ;setengah syikal itulah persembahan khusus kepada TUHAN” (Kel. 30:13). EDITOR: Israel masih terus mencoba melakukan Perjanjian Lama, tanpa sadar bahwa Mesias mereka telah datang. Mereka akan cukup berhasil, terutama saat memasuki Tribulasi nanti, karena Bait Suci akan didirikan kembali. Tetapi, mereka akan dikhianati oleh Antikristus dan memasuki masa Kesusahan Yakub yang pahit. Ini akan membuka mata mereka bahwa Juruselamat mereka pernah mereka salibkan.

 

Posted in Israel | Leave a comment

Orang-Orang Kharismatik Bernubuat tentang Malaikat Berderap Maju dan “Sepatu Akselerasi” Donald Trump

(Berita Mingguan GITS 28 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Internet sedang hangat dengan berbagai “nubuat” kharismatik tentang hal-hal besar bagi Amerika di bawah kepresidenan Trump. Menulis untuk The Elijah List, Lana Vawser membuat pengumuman berikut, yang tipikal: “Saya melihat peningkatan roh ini terjadi sejak Presiden terpilih Trump diangkat sumpah dalam acara penobatannya. Saya melihat suatu akselerasi api Allah di seluruh penjuru negeri, dan saya dapat mendengar Tuhan berkata, “USA terbakarlah, USA terbakarlah. Terbakarlah untuk hidup! Terbakarlah menuju putaran U ilahi, kembali dan reset.” … Ini adalah api pencucian dan pemurnian dari Tuhan. …Saya mendengar kata-kata, “Saya akan mencabut, dan Saya akan memberikan Donald Trump sepatu akselerasi.” … Lebih dan lebih banyak lagi daerah akan direbut dan kemenangan dinyatakan dengan begitu tiba-tiba sehingga akan terlihat tidak mungkin bahwa ini bisa terjadi begitu cepat, tetapi ini adalah pengurapan akselerasi Tuhan atas Mr. Trump. Tuhan sedang melakukan pekerjaan cepat di USA sekarang ini untuk memperlihatkan kemuliaanNya dengan cara-cara yang tidak pernah terlihat sebelumnya, sementara kesembuhan dan kebebasan tiba pada negeri ini. …Hari pertama saya sampai di Washington, D.C., minggu ini, saya mendengar Tuhan berkata berulang-ulang kali, “Washington sedang bangun. Washington sedang bangun.” …Beberapa hari kemudia, saya dapat mendengar suara derap kaki malaikat yang berbaris masuk Washington, D.C., dalam tugas untuk membawa kebangunan besar untuk kuasa dan kemuliaanNya.” KESIMPULAN: Apakah arti nubuat-nubuat ini? Sama sekali tidak ada! “”Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar” (Yesaya 8:20). EDITOR: Seperti biasa, kaum Kharismatik yang telah salah doktrin sehingga masih mengharapkan pewahyuan dari Allah padahal sudah ditutup oleh Tuhan dalam kitab Wahyu, mengikuti perasaan dan imajinasi mereka sendiri, dan pada akhirnya akan terbukti sebagai nabi-nabi palsu. Fenomena ini mirip dengan ketika “nabi-nabi” kharismatik di Indonesia menubuatkan kemenangan Prabowo.

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Orang Terakhir di Bulan Mengatakan Sains Tidak Dapat Menjelaskan Alam Semesta yang Telah Di-Tuning dengan Halus

(Berita Mingguan GITS 28 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Eugene Cernan, orang terakhir yang berjalan di bulan, meninggal pada tanggal 16 Januari 2017, pada usia 82 tahun. Bersama dengan Ronald Evans dan Harrison Schmitt, Cernan waktu itu berada di Apollo 17, misi ke bulan terakhir yang diluncurkan Amerika Serikat; dan Cernan adalah orang terakhir yang meninggalkan permukaan bulan, yaitu pada jam 5:26 waktu EST, pada 13 Desember 1972. Pada perjalanan Apollo 17 menuju ke bulan itulah, foto “Kelereng Biru” yang terkenal di seluruh dunia diambil, yaitu foto bumi yang hampir seluruhnya diterangi matahari. Israel ada pada bagian atas foto tersebut, dengan Laut Merah jelas terlihat, dan hampir seluruh pantai Afrika ada dalam gambar. Dalam misi-misi Apollo sebelumnya, bayangan bulan menutupi sebagian dari bumi. Dalam sebuah Proyek Sejarah Oral yang dilakukan di Johnson Space Center NASA, Cernan membuat pernyataan berikut: “Sains dan teknologi membawa saya ke dataran tinggi di planet lain, suatu benda angkasa lain di alam semesta. Sains dan teknologi membawa saya ke sana, tetapi ketika saya tiba di sana dan saya melihat kembali ke rumah di Bumi, sains dan teknologi tidak dapat menjelaskan apa yang saya lihat atau apa yang saya rasakan. Anda melihat Bumi, dan ia secara begitu agung namun misterius berputar pada suatu poros yang tidak dapat anda lihat, namun yang pasti ada. Tidak ada benang yang menggantungkannya. Ia bergerak dalam suatu rencana. Ia bergerak dengan logis. Setiap 12 jam anda menyaksikan belahan bumi yang satu lagi. Tidak dapat dibayangkan untuk berada di satu tempat dan menyaksikan Bumi berotasi di depan mata anda langsung. Tetapi ketika saya melihat kembali ke rumah, ada terlalu banyak tujuan, terlalu banyak logika. Bumi bagi saya – dan bagi kita semua, menurut saya, masing-masing memiliki kesan kita masing-masing – adalah sesuatu yang terlalu indah dan tidak mungkin terjadi karena kecelakaan. Pasti ada sesuatu yang anda dan saya, semua kita, tidak pahami penuh tentang penciptaan alam semesta, tentang mujizat kehidupan itu sendiri. … Di awal saya mengatakan memandangi Bumi dalam semua keajaibannya, semua keagungannya, semua dinamikanya, ia hidup, ia tidak sembarang bergerak melalui ruang, tidak bergerak tanpa tujuan, ia berpindah dengan logika dan tujuan, ia terlalu indah sehingga tidak mungkin terjadi karena kecelakaan. Yang saya mau katakan adalah bahwa ada pencipta alam semesta. Ada Allah. Saya tidak peduli anda menggambarkan Dia bagaimana, anda memanggil Dia apa, saya memberitahu anda saya sudah pernah di sana, saya telah melihat sebagian kecil dari [ciptaan] Allah – dan itu bukan Allah – ada Allah – agama itu ciptaan manusia. Tetapi dari sudut pandang saya, mereka semua menuju tempat yang saja. Mereka menuju pencipta, menyembah dia dengan cara anda” (www.jsc.nasa.gov/history/oral_histories).

Sangat disayangkan bahwa Cernan tidak mengenal Allah yang disaksikan oleh ciptaan. Sang Pencipta sendiri telah menyingkapkan diriNya dalam ciptaan, tetapi Dia telah menyingkapkan diriNya secara lebih pasti dalam Kitab Suci yang diberikan kepada nabi-nabi kudus di masa lampau melalui RohNya. Ciptaan menyaksikan kuasa dan hikmat Allah, tetapi tidak dapat menyingkapkan hati dan karakterNya. Untuk itu, kita harus pergi ke Betlehem dan menyaksikan Anak Allah yang kekal menjadi manusia untuk menjalani kehidupan tanpa dosa sebagaimana dituntut oleh hukum Allah. Maria diinstruksikan oleh malaikat untuk menamaiNya “Yesus,” yang berarti Juruselamat. Lalu kita harus pergi ke Kalvari untuk menyaksikan Anak Allah dengan rela menderita dan mati dan mencurahkan darahNya untuk membuat penebusan bagi orang berdosa yang tidak layak. Dalam peristiwa ini, kasih dan karunia dan belas kasihan Allah ditampilkan secara penuh. Pada hari ketiga, Kristus bangkit dari orang mati untuk memberikan keselamatan kepada “setiap orang yang percaya kepadaNya” (Yohanes 3:16). Ini adalah pesan inti Alkitab, dan puji Tuhan, anda tidak perlu menjadi seorang ilmuwan untuk memahaminya. “Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia” (1 Yoh. 4:14).

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Pasangan Lesbian Akan Menggembalakan Sebuah Gereja Baptis

(Berita Mingguan GITS 21 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Married lesbian couple,” The Washington Post, 9 Jan. 2017: “Calvary Baptist Church, sebuah gereja Baptis yang “progresif” di pusat kota Washington, telah menunjuk sebuah pasangan homoseksual sebagai pasangan gembala sidang mereka. Sally Sarratt dan Maria Swearingen diperkenalkan kepada jemaat sebagai gembala dalam kebaktian tanggal 8 Januari, dan akan memulai pekerjaan baru mereka tanggal 26 Februari. Seorang wanita juru bicara jemaat itu berkata bahwa dia tidak tahu apakah pasangan homoseksual yang memimpin sebuah gereja ini adalah pertama kalinya untuk kaum Baptis. ‘Kami mencari orang-orang yang terbaik di dunia dan inilah mereka,’ kata Carol Blythe. ‘Kami sangat semangat.’ Gereja yang berusia 155 tahun ini telah memutuskan hubungan dengan Southern Baptist Convention pada tahun 2012: Mereka bertentangan dengan kelompok Southern Baptist Convention (SBC) dalam beberapa hal, termasuk pendirian SBC yang menentang homoseksualitas. Calvary Baptist masih berafiliasi dengan American Baptist Churches USA.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Euthanasia dan Hak Tanaman di Switzerland

(Berita Mingguan GITS 21 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “What Happened to Switzerland?” The Discovery Institute, 1 Mei 2014: “Undang-undang Swiss telah memperbolehkan bunuh diri dengan pertolongan orang lain sejak tahun 1942, selama orang yang membantu itu tidak memiliki ‘motif egois.’ Selama puluhan tahun, tidak banyak konsekuensi dari hal ini. Tetapi dengan maraknya gerakan euthanasia (untuk menghilangkan penderitaan), negara itu menjadi gila bunuh diri, dan muncullah banyak klinik bunuh diri yang didatangi oleh orang-orang dari berbagai belahan dnia. Klinik-klinik kematian ini semakin lama semakin populer. Sebuah laporan yang baru-baru ini dipublikasikan menyingkapkan bahwa 1705 orang mati di satu klinik (Dignitas) saja sejak tahun 1998, dengan 204 orang – kira-kira 4 orang per minggu – membunuh diri sendiri dalam fasilitas tersebut sejak 2013. Orang-orang yang mati dalam klinik-klinik ini tidak hanya terbatas pada yang sakit terminal, dan bahkan termasuk di dalamnya adalah orang-orang yang sehat walafiat. …Sebagai contoh, dalam bulan-bulan terakhir, seorang wanita Italia yang lanjut usia melakukan bunuh diri di sebuah klinik karena dia sedih dia telah kehilangan kecantikannya. …Pada saat yang sama hukum Swiss mengizinkan industri bunuh diri yang kacau ini berkembang, Swiss kini juga melarang untuk menyiram ikan mas ke dalam toilet. Dengan kata lain, penderitaan ikan yang diasumsikan itu lebih dihargai oleh hukum daripada membantu orang untuk melakukan bunuh diri. …Sementara, satu wilayah di Swiss mengizinkan pengacara untuk mewakili binatang-binatang yang ditenggarai telah dirugikan. Salah satu ahli hukum yang mengambil kesempatan ini lalu menuntut seorang pemancing karena ia memakai waktu terlalu lama ketika mengulur ikan dalam pancingannya. Semakin lama semakin aneh. Undang-Undang Dasar Switzerland mengharuskan ‘memperhitungkan kehormatan makhluk-makhluk hidup ketika berurusan dengan binatang, tumbuhan, dan organisme hidup lainnya.’ …Dalam sebuah laporan oleh [Swiss Federal Ethics Committee on Non-Human Biotechnology], yang berjudul The Dignity of Living Beings with Regard to Plants, ‘mayoritas’ panelis memutuskan bahwa kita tidak bisa mengklaim “kepemilikan absolut” atas tumbuhan, dan lebih lanjut lagi, bahwa ‘individu tanaman memiliki nilai inheren.’ Ini berarti bahwa ‘kita tidak boleh memakai mereka seenaknya kita mau, walaupun jika komunitas tumbuhan itu tidak dalam daftar terancam, atau jika tindakan kita tidak mengancam kelangsungan spesies tersebut, atau jika kita tidak bertindak semena-mena.’ Jadi, apakah tindakan mematikan ilalang di taman kita immoral? Komite itu tidak menyatakan tegas. Tetapi mereka memberikan ilustrasi berikut tentang tindakan yang diklaim immoral: Seorang petani menyabit ladangnya (rupanya ini tindakan yang dianggap baik). Tetapi ketika ia berjalan pulang, ia secara ‘casual’ memenggal kepala beberapa bunga liar dengan sabitnya. … semua kebijakan ini adalah gejala dari proses hilangnya kemampuan berpikir kritis dan membedakan masalah etika yang serius dengan yang aneh dan dibuat-buat.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Daun Pintar

(Berita Mingguan GITS 21 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 21 September 2016: “Sambil ilmu pengetahuan belajar semakin banyak tentang alam semesta, ada yang mengusulkan bahwa mereka melihat prinsip-prinsip dasar matematika yang mendasari segala sesuatu. Prinsip ini, yang oleh satu ilmuwan disebut ‘automata seluler,’ bisa jadi adalah akar segala sesuatu, mulai dari astronomi hingga zoologi. Daun-daun pada tumbuhan memiliki pori-pori yang mengizinkan karbon dioksida masuk. Tetapi, jika pori-pori itu terbuka terlalu lebar atau terlalu lama, maka tumbuhan itu dapat kehilangan terlalu banyak air. Jadi, bagaimanakah suatu tumbuhan, yang tidak memiliki otak atau sistem saraf pusat, untuk menyeimbangkan semua faktor ini? Para penelitis selama ini berpikir bahwa pori-pori itu bekerja secara independen satu sama lain. Faktanya, selama beberapa menit, kumpulan pori-pori yang menutup dan membuka akan bergerak dalam pola di permukaan daun. Sambil para ilmuwan mempelajari pola-pola ini, mereka menyadari bahwa pola yang mereka perhatikan adalah apa yang mereka sebut ‘distributed, emergent computation’ atau ‘automata seluler.’ Sel-sel individu dari daun bekerjasama satu dengan lainnya untuk melakukan perhitungan kompleks dalam skala besar. Pendeknya, sel-sel daun tumbuhan bekerja bersama sebagai suatu komputer, walaupun mereka tidak memiliki prosesor sentral. Sementara para evolusionis mau menjelaskan intelijen yang tertanam ini melalui kebetulan semata, sulit untuk menghindari kesimpulan bahwa intelijensi ini diciptakan dari awalnya oleh sang Pencipta. Inilah satu-satunya kesimpulan yang intelijen.

Posted in Science and Bible | Leave a comment