Doktrin Pre-Tribulasi Sedang Menurun

(Berita Mingguan GITS 28 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut sebuah survei belakangan ini, hanya 28% pengkhotbah di bawah usia 45 tahun percaya Pretribulation Rapture (Editor: doktrin bahwa orang percaya Perjanjian Baru akan diangkat sebelum masa kesusahan besar). Sementara itu, 36% dari pengkhotbah semua usia percaya doktrin ini (Editor: berarti pengkhotbah berusia tua lebih banyak yang percaya doktrin ini). Survei terhadap 1000 orang gembala sidang ini dilakukan oleh Lifeway Research. Kurang dari setengah percaya bahwa Antikristus adalah tokoh yang literal yang akan muncul di masa depan. Dari antara gembala sidang Baptis, 75% percaya Antikristus yang literal. Dari antara Lutheran, 29%, Methodis 28%, dan Presbyterian/Reformed 31%.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Museum Palestina Kosong, Sama Seperti Klaim Mereka atas Tanah Israel

(Berita Mingguan GITS 28 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “Oh, the Irony!” Israel Today, 22 Mei 2016: “Otoritas Palestina minggu lalu secara resmin membuka Museum Seni, Sejarah dan Budaya Palestina, tidak jauh dari ibukota de facto mereka, Ramallah. Nah, bagi orang-orang yang benar-benar mengetahui sejarah secara akurat, orang-orang yang hari ini disebut Arab “Palestina” sebenarnya tidak dapat dibedakan dari bangsa-bangsa Arab yang hidup di wilayah sekitar mereka, yaitu negara-negara yang baru saja memiliki perbatasan mereka dan kenegaraan mereka dalam satu dua abad belakangan ini saja. Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada sejarah atau budaya ‘Palestina’ yang tersendiri dan unik. Jadi, sangatlah pantas bahwa Museum Seni, Sejarah dan Budaya Palestina dibuka TANPA SATU PUN EKSHIBIT. Fasilitas ini, yang memakan biaya hingga $24 juta, digambarkan sebagai tempat yang modern dan berkelas tinggi oleh The New York Times. Koran ini berbicara dengan pemimpin museum, Omar al-Qattan, yang mengkonfirmasi bahwa ia telah membuka sebuah museum yang masih kosong. Tetapi, al-Qattan menekankan, bahwa pembukaan ini memiliki makna simbolik yang penting. Dia dan pejabat Palestina lainnya mengatakan bahwa mereka berharap di masa depan, akan ada ekshibit di museum tersebut.”

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Serta Semua Manusia

(Berita Mingguan GITS 28 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, SERTA SEMUA MANUSIA” (Kej. 7:21). Di sini Kitab Suci menekankan fakta bahwa semua manusia, setiap individu, mati dalam peristiwa Air Bah. Dikatakan bahwa segala binatang mati, tetapi lalu dikatakan juga bahwa semua manusia mati. Ini untuk menekankan bahwa manusia diciptakan menurut gambar Allah dan memiliki jiwa yang kekal. Binatang-binatang yang mati dalam Air Bah dapat digabung menjadi satu golongan, tetapi manusia berbeda. Setiap manusia diciptakan oleh Alah, dibentuk dalam rahim oleh Allah, dikenal oleh Allah, dikasihi Allah, diurus oleh Allah, diberi terang oleh Allah (Yoh. 1:9). Allah mau menyelamatkan setiap manusia, dan setiap manusia bisa diselamatkan (1 Tim. 2:3-6). Allah sabar sebelum Air Bah (1 Pet. 3:19-20). Nabi-nabi seperti Henokh dan Nuh berkhotbah (2 Pet. 2:5). Manusia tidak memiliki dalih. Mereka dengan sengaja dan jahatnya menolak sang Pencipta yang penuh belas kasih dan hukum-hukumNya yang kudus, dan mereka tetap bertahan dalam pemberontakan mereka yang keras kepala hingga akhirnya. Orang-orang jahat hari ini masih mempersalahkan Allah karena mendatangkan Air Bah. Ini karena mereka tidak mengenal dan takut akan Allah. Mereka tidak mengetahui kemahakuasaanNya atau kebaikanNya yang ajaib atau kesabaranNya atau kekudusanNya yang agung. Tetapi Allah tidak bisa dipersalahkan karena itu, karena Ia telah menyatakan diriNya kepada semua manusia dalam Yesus Kristus. Alkitab telah dipublikasikan dalam semua bahasa besar dunia, dan hampir semua bahasa minor, dan Injil telah diberitakan hingga ujung bumi selama hampir 2000 tahun. Nuh hidup di akhir dari suatu zaman, dan kita juga hari ini hidup di bagian akhir dari suatu zaman. Zaman ini sebentar lagi akan selesai, dan ia akan berakhir dalam penghakiman, sama seperti waktu Nuh, dan satu-satunya alasan penghakiman belum datang adalah karena kasih dan kemurahan Allah bagi umat manusia yang tidak pantas mendapatkannya. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Pet. 3:9).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Sekejap Mata

(Berita Mingguan GITS 28 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 6 Mei 2016: “Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku” (Maz. 6:6). Mujizat terjadi dalam sekejap mata. Secara literal. Setiap kali anda mengedip, anda menyirami permukaan mata anda dengan cairan yang ajaib yang disebut juga air mata. Air mata bukan hanya air yang agak asin. Air mata terbuat dari air, tetapi juga memiliki minyak tertentu, elektrolit, dan karbohidrat yang lengket yang disebut mucin. Tambahan lagi, air mata mengandung zat-zat anti-bakteri dan anti-virus. Salah satu zat ini disebut lisosom. Bakteri atau virus manapun yang masuk ke cairan air mata, berpeluang 95% mati dalam sepuluh menit. Kedipan mata mempertahankan permukaan mata tetap pada kelembaban yang sesuai sehingga penglihatan kita tetap jernih. Tanpa mekanisme pelembaban ini, mata kita akan menjadi merah dan sakit, dan jika tidak diobati, akan menjadi buta. Air mata juga menyediakan oksigen bagi permukaan mata. Tetapi barangkali sifat air mata yang paling luar biasa justru paling tidak terkira. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengeluarkan air mata saat mengalami momen-momen emosional. Berbagai penelitian telah memperlihatkan bahwa kemampuan memproduksi air mata dan menangis benar-benar membantu kita untuk menghadapi situasi yang eomsional. Ada penyakit keturunan tertentu yang membuat orang-orang tertentu tidak dapat menangis. Penelitian telah memperlihatkan bahwa orang-orang dengan penyakit ini tidak dapat menangani stres dengan baik. Air mata adalah berkat dalam banyak aspek. Tetapi kita juga mengingat bahwa Allah telah berjanji untuk menghapuskan segala air mata kita ketika kita tiba di Sorga.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kepemimpinan Yang Lemah Adalah Membahayakan

(Berita Mingguan GITS 21 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kepemimpinan adalah sesuatu yang sulit, terutama jika melibatkan peneguran, memberi peringatan, dan disiplin, dan seringkali kepemimpinan melibatkan hal-hal tersebut. Siapa yang tidak mau populer daripada tidak populer? Tetapi sikap ini justru bisa merugikan orang-orang yang dipimpin. Ini adalah perangkap yang bisa menjebak pemimpin manapun, mulai dari seorang ayah dan ibu, sampai ke polisi, dan juga gembala sidang. Baru-baru ini saya membaca tentang serangan seekor beruang grizzly di sebuah taman nasional di Amerika. Dua orang pegawai mati diserang beruang di taman itu, dan mereka telah diinstruksikan dan diperingatkan tentang bagaimana harus bersikap di daerah beruang, tetapi para pemimpin mereka (dalam kasus ini pada ranger taman dan manajer taman) tidak selalu menerapkan peraturan. Diberitakan bahwa salah satu pemimpin ini, dia “sangat populer di kalangan anah buahnya; sikapnya santai dan bercanda.” Dan walaupun dia “menyatakan aturan yang berlaku” tentang keamanan beruang, dia tidak melanjutkan dengan penerapan dan sanksi. Ketika dikabarkan bahwa para anak buah wanitanya mengabaikan “aturan” dia, dan malam-malam berjalan-jalan di tempat-tempat beruang untuk bertemu pacar mereka, dia “mengangkat tangan” dan berkata “ada batas berapa banyak nasihat yang bisa kita berkan sebelum kita dianggap menjengkelkan, dan dia mereka dia telah mencapai batas itu.” Motivasi dia adalah menjadi populer. Dalam kasus spesifik ini, para anak buah wanitanya tidak dilukai oleh beruang, tetapi itu bisa saja terjadi, seperti dua orang yang terbunuh di daerah yang sama. Kita semua mau “disukai,” tetapi kasih yang sejati menjalankan teguran yang saleh dan disiplin. Alkitab mengatakan, “Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya” (Ams. 13:24). Orang tua yang bijak yang mengasihi anaknya akan mengoreksi dan menghajar dia walaupun ini hal yang sulit, karena orang tua lebih peduli tentang hubungan anak itu dengan Tuhan dan karakter anak itu dan masa depannya daripada perasaan dan kenyamanan orang tua itu sendiri. Ini adalah salah satu motivasi terbesar bagi gembala sidang untuk menjalankan disiplin. Peringatan dan disiplin tidak pernah mudah, bagi yang memberi maupun yang menerima, tetapi ini hal yang perlu untuk dunia yang berdosa ini, dan ketika dilakukan dengan benar menurut Firman Allah, ini adalah tindakan kasih yang besar. Seorang yang bijak berkata, “Orang yang memberi saya teguran memberi saya koin emas.” Ini mencerminkan prinsip Alkitab, sebagaimana dapat terlihat jika kita mempelajari kitab Amsal.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kelompok Atheis Mengolok-Olok Proyek Bahtera Nuh

(Berita Mingguan GITS 21 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah kelompok atheis mengolok-olok proyek Bahtera Nuh yang sedang diselesaikan di negara bagian Kentucky oleh Answers in Genesis. Para atheis ini ingin membuat iklan billboard yang menggambarkan “bahtera yang dikelilingi oleh orang-orang yang tenggelam di sekitarnya dan kata-kata ‘Genosida dan Taman Inses: Merayakan 2000 Tahun Mitos.’” Walaupun iklan ini telah ditolak oleh berbagai perusahaan billboard, kelompok ini masih berusaha mencari cara untuk menampilkannya, mungkin di luar Kentucky. Para atheis dalam kasus ini sungguh bukan hanya bertindak jijik terhadap para sesama warga negara mereka dan memperlihatkan permusuhan total terhadap kebebasan beragama; mereka juga sangat-sangat konyol. Perhatikan: Mereka mengklaim bahwa tidak ada Allah, tetapi mereka mengejek Allah dan sangat peduli dengan hal-hal yang berhubungan dengan Allah. Bahkan menyebut nama Allah di hadapan mereka bisa membuat mereka menjadi marah. Tetapi ada lagi. Mereka mengklaim bahwa kehidupan berevolusi, tetapi mereka bertindak seolah-olah kehidupan memiliki arti sejati. Mereka mengklaim bahwa kebenaran dan moralitas itu relatif, tetapi mereka sangat dogmatik dalam kepercayaan dan pendirian mereka. Tidak heran Alkitab dua kali mengatakan “Orang bebal berkata dalam hatinya: ‘Tidak ada Allah.’ Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik” (Maz. 14:1; 53:1). Mengenai masalah Bahtera Nuh dikaitkan dengan “genosida dan inses,” para atheis ini setengah benar. Justru karena hal-hal immoral (misal bestiality dan pembunuhan dan membakar bayi-bayi bagi berhala dan banyak lagi), maka generasi Nuh dihancurkan oleh Allah yang maha kudus yang memiliki hak penuh untuk menghakimi manusia atas dosa dan pemberontakannya. Allah menunggu 120 tahun sebelum menghakimi mereka dan mereka mendengar khotbah Nuh selama itu, tetapi menolaknya. Para “atheis” boleh terus menantang Allah selama mereka bernafas, tetapi suatu penghakiman yang lebih besar dari penghakiman zaman Nuh sedang mendekat, dan ejekan mereka yang konyol tidak akan menghentikannya. “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap” (2 Pet. 3:10).

Posted in Atheisme/Agnostikisme | Leave a comment

Doktrin Pertobatan Rasul Paulus

(Berita Mingguan GITS 21 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam Kisah Para Rasul 26:13-20, Rasul Paulus menceritakan kembali pelayanan yang dipercayakan Kristus padanya melalui penyingkapan. Dia diutus kepada bangsa-bangsa non-Yahudi “untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah” dengan cara menyerukan “bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu” (Kis. 26:18, 20). Perhatikan tiga pelajaran dari sini. Pertama, pertobatan adalah bagian essensial dari pelayanan Paulus. Paulus tidak bertujuan untuk membuat orang hanya “percaya” Yesus dalam pengertian yang dangkal, bukan hanya untuk membuat mereka mengucapkan suatu “doa,” tetapi membuat mereka mengalami suatu perubahan radikal karena kuasa Allah. Kedua, kita melihat bahwa pertobatan harus membawa kepada iman (Kis. 26:18). Pertobatan sendiri tidak menyelamatkan; haruslah pertobatan yang berbarengan dengan iman. Dalam Kis. 20:21, Paulus menggambarkan keselamatan sebagai “bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.” Ketiga, pertobatan menghasilkan perubahan hidup (Kis. 26:20). Paulus memberitakan hal yang sama dengan Yohanes Pembaptis dalam hal pertobatan (Mat. 3:8). Pertobatan yang sejati satu paket dengan percaya yang sejati. Artinya, orang yang beriman sungguh kepada Yesus memahami bahwa itu berarti meninggalkan hidup yang lama. Demikian juga orang yang mau bertobat secara Alkitabiah, harus mengarahkan pertobatan itu kepada Yesus Kristus. Orang yang hanya di mulut saja mengaku Yesus, sambil berpikir bahwa ia bisa bebas berdosa, atau orang yang menyatakan diri percaya, tetapi tidak mau bertobat, itu adalah percaya yang palsu. Charles Spurgeon pernah berkata, “Apakah kamu bayangkan bahwa Injil dimuliakan, atau Allah dimuliakan dengan cara mengatakan kepada orang dunia bahwa mereka diselamatkan saat ini juga hanya dengan menerima Kristus sebagai juruselamat, sementara mereka masih terikat kepada berhala mereka dan hati mereka mencintai dosa? Jika saya melakukan itu, saya memberitakan kepada mereka suatu kebohongan, injil yang palsu, saya menghina Kristus, dan mengubah kasih karunia Allah menjadi hawa nafsu.”

Posted in Keselamatan | Leave a comment

Orang Tua Bergumul dengan Remaja yang Kecanduan Handphone

(Berita Mingguan GITS 14 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dri Reuters, 3 Mei 2016: “Setengah dari remaja di Amerika Serikat merasakan kecanduan kepada telepon genggam mereka, kebanyakan dari mereka mengecek handphone mereka setiap jam dan merasakan tekanan untuk menjawab setiap pesan yang masuk dengan segera, demikian hasil penemuan sebuat survei yang dilakukan pada hari Selasa. Mayoritas orang tua setuju dengan penemuan ini, dan 59% orang tua yang memiliki anak dalam rentang umur 12-18 tahun mengatakan bahwa anak-anak mereka tidak mampu melepaskan handphone mereka, demikian menurut jajak pendapat dari 1.240 orang tua dan anak-anak oleh Common Sense Media. … Sekitar sepertiga dari yang disurvei mengatakan bahwa mereka bertengkar setiap hari mengenai pemakaian handphone, demikian kata perusahaan yang berlokasi di San Francisco itu. ‘Hal ini menyebabkan konflik di rumah tangga,’ kata pendiri dari CEO dari Common Sense Media, James Steyer, dalam sebuah pernyataan. … Anak-anak Amerika antara umur 8-12 tahun melaporkan menghabiskan waktu hampir enam jam sehari menggunakan media, sementara yang berusia 13-18 tahun menghabiskan hampir sembilan jam sehari menggunakan media, menurut kelompok itu.” Orang Kristen patut berhati-hati dalam mengkonsumsi media, dan para orang tua perlu berhati-hati untuk memantau bagaimana anak-anak mereka menggunakan media dan alat-alat seperti handphone. Walaupun berguna, tetapi juga ada bahaya besar dalam alat-alat ini.

Posted in General (Umum), Teknologi | Leave a comment

Musik di Bait Suci Perjanjian Lama: Pelajaran bagi Hari Ini

(Berita Mingguan GITS 14 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Daud mengorganisir program musik untuk kebaktian di Bait Suci (1 Taw. 15:16-28; 16:4-6; 23:1-5; 25:1-31), dan ini dia lakukan melalui penyingkapan ilahi (2 Taw. 29:25). Jelas bahwa Allah menyukai musik rohani yang kudus. Hal-hal ini harus menjadi teladan bagi jemaat-jemaat (Rom. 15:4). Perhatikan beberapa pelajaran dari perikop-perikop ini. Pertama instrumen yang dipakai adalah kecapi, gambus, dan ceracap (1 Taw. 25:1) dan nafiri (1 Taw. 15:24). Keempat instrumen ini juga disebut di 1 Taw. 15:28 dan 2 Taw. 29:25-26. Ini bukanlah tipe-tipe instrumen yang dipakai untuk menciptakan musik yang hingar bingar dengan ritme dansa. Perhatikan bahwa tidak ada drum. Kedua, para penyanyi dan musisi sungguh berkemampuan tinggi (perhatikan kata “to excel” dalam 1 Taw. 15:21 versi KJV, 1 Taw. 15:22, “paham” / “skillful” dalam 1 Taw. 15:22; dan “ahli seni” dalam 1 Taw. 25:7). Ketiga, mereka dilatih (1 Taw. 25:7). Keempat, mereka terorganisir dengan baik; mereka tunduk kepada aturan Tuhan dan otoritas yang Tuhan taruh atas mereka; mereka ditugaskan pada tempat masing-masing (1 Taw. 25:2, 6, 8). Bandingkan 1 Kor. 12:7; 14:40; Rom. 12:3-8; Ibr. 13:17. Kelima, mereka bernyanyi dan memainkan musik dengan antusias dan gembira (1 Taw. 15:16). Umat Tuhan harus mengikuti contoh ini dalam gereja-gereja, dan pemimpin musik harus mengajarkannya dan mendorongnya. Saya percaya bahwa bernyanyi secara jemaat adalah salah satu refleksi dari karakter rohani jemaat itu. Banyak umat Tuhan tidak bernyanyi atau bernyanyi dengan suara yang begitu kecil sehingga tidak ada yang dapat mendengar mereka, tetapi waktu menyanyi berjemaat bukanlah mengenai “aku” dan apakah “aku” sedang merasa ingin bernyanyi atau tidak, dan juga ini bukan waktu untuk dihibur oleh suatu pementasan di atas pangggung. Ini adalah waktu untuk bernyanyi bagi Tuhan dan saling menguatkan satu sama lain, dan seharusnya dilakukan dengan semangat dan gembira. Ini berarti bahwa setiap orang percaya harusnya berpartisipasi dan meresponi setiap bagian dari kebaktian dari dalam hati: baik kepada khotbah dan pengajaran, kepada bernyanyi, dan kepada doa bersama. Ketika ada tamu yang datang dan melihat bahwa anggota jemaat secara antusias terlibat dalam kebaktian, mereka memahami bahwa orang percaya sungguh-sungguh mempercayai apa yang mereka katakan dan bahwa mereka yakin akan kebenaran Injil Yesus Kristus. Keenam, mereka menyanyikan Firman Allah (1 Taw. 25:5). Bandingkan dengan Kolose 3:16. Penyembahan yang sejati tidak mungkin terlibat dengan kesesatan atau hal-hal yang konyol, tetapi sepenuhnya didasarkan pada Kitab Suci. Ketujuh, mereka menyanyikan syukur pada Allah. Ini adalah bagian yang penting dalam tujuan kehidupan dan jemaat Kristiani. Jemaat-jemaat perlu memastikan bahwa mereka menaikkan lagu-lagu dan himne-himne penyembahan dan ucapan syukur dan bukan hanya lagu-lagu yang menguatkan sesama orang kudus.

Posted in musik | Leave a comment

Lidah Tercepat

(Berita Mingguan GITS 14 Mei 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 6 Januari 2016: “Perhatikan betapa pelannya seekor bunglon berjalan, dan dari situ tidak dapat kita bayangkan bahwa ia memiliki lidah yang paling cepat dibandingkan semua makhluk lainnya. Jika dipikir-pikir lagi, sebenarnya sangat masuk akal bagi seorang Desainer yang bijak untuk memperlengkapi bunglon dengan lidah yang lebih panjang daripada tubuhnya sendiri . . . dan yang sedemikian cepat sehingga ia dapat menangkap serangga yang bergerak cepat. Dengan menggunakan video kecepatan tinggi dan film x-ray, dua orang biologis Belanda telah mengkalkulasikan bahwa bunglon melontarkan lidah keluar dari mulutnya dengan kecepatan lebih dari 26 panjang badan per detik. Mereka menemukan bahwa lidah bunglon berakselerasi dari 0 hingga 20 kaki (sekitar 6,6 meter) per detik hanya dalam 20 milidetik! Jadi apakah rahasia si bunglon? Dengan membelah lidah bunglon, para biologis itu menemukan selapis jaringan kolagen yang berfungsi sebagai suatu katapult biologis yang mendorong lidah dengan cara yang mirip dengan sebuah panah melontarkan anak panah. Dapatkah evolusi menjelaskan bagaimana mekanisme katapult ini bisa ada di sana? Bruce Malone, seorang kreasionis dan penulis, menyatakan dalam bukunya Censored Science, ‘Secara teoritis bisa saja kita mengarang cerita tentang bagaimana mata, lidah, dan struktur katapult yang terspesialisasi pada bunglon, semuanya berkembang secara independen sehingga dapat bekerja sama dengan sempurna. Tetapi karena tidak ada bukti fosil makhluk lain manapun yang memiliki struktur seperti ini, jauh lebih logis untuk menyimpulkan bahwa fitur-fitur ini diciptakan pada saat yang sama, bukan dikembangkan melalui banyak langkah perubahan kecil selama periode waktu yang panjang.’”

 

Posted in Science and Bible | Leave a comment