Sekolah untuk Imam Bait Suci Dibuka di Yerusalem

(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dariSchool for Temple Priests,” Israel Today, 11 Agus. 2016: “Temple Institute telah mengumumkan pembukaan sebuah sekolah untuk melatih para keturunan Suku Lewi untuk mengantisipasi kembalinya pelayanan mereka di Bait Ketiga. ‘Kami sangat senang untuk mengumumkan langkah baru menuju restorasi pelayanan Bait Suci ini. Kami memanggil, pertama-tama dan terutama, kepada para Kohanim [imam-imam Lewi] di seluruh dunia untuk mendukung proyek spesial ini, yang menandakan kembalinya mereka kepada hak kelahiran mereka,’ demikian bunyi sebuah pernyataan dari direktur Temple Institute, Rabbi Chaim Richman. Dalam sebuah komentar yang lain, Rabbi Richman menandai bahwa ‘persiapan untuk Bait bukan lagi hanya mimpi, ini adalah realita, dan semua orang bisa ambil bagian di dalamnya.’ … Bukit Bait di Yerusalem saat ini terpakai oleh Dome of Rock dan Mesjid Al Aqsa, yang kini diklaim oleh umat Muslim sebagai tempat terkudus ketiga mereka. Banyak orang Yahudi dan Kristen yang percaya bahwa suatu hari Bait Ketiga akan menggantikan situs-situs Muslim tersebut, cocok dengan beberapa nubuat Alkitab.”

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | Leave a comment

Lutheran Semakin Dekat untuk Bersatu dengan Roma

(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “US Lutherans approve document recognizing agreement with Catholic Church,” Religion News Service, 17 Agus. 2016: “Hampir 500 tahun setelah Martin Luther memakukan 95 thesis di pintu Gereja Kastil, sekarang denominasi Lutheran terbesar di AS telah menyetujui sebuah deklarasi yang mengakui ‘tidak ada lagi isu-isu yang memecah belah gereja’ dalam banyak poin dengan Gereja Roma Katolik. ‘Deklarasi tentang Jalan’ tersebut disetujui dengan voting 931 banding 9, oleh Gereja Injili Lutheran dalam Sidang Segereja Amerika 2016 yang dilakukan minggu lalu di Ernest N. Morial Convention Center di New Orleans. Uskup yang mengawasi sidang tersebut, Elizabeth A. Eaton, menyebut deklarasi ini sesuatu yang ‘bersejarah’ dalam sebuah pernyataan oleh denominasi tersebut pada hari Rabu (10 Agustus). ‘Walaupun kita belum sepenuhnya tiba, tetapi kita mengklaim bahwa sungguh kita berada pada jalan menuju persatuan. … Deklarasi tentang Jalan ini membantu kita untuk menyadari secara lebih penuh persatuan kita dalam Kristus dengan partner Katolik kita, tetapi juga menguatkan komitmen kita untuk persatuan dengan semua orang Kristen,’ kata Eaton. Deklarasi itu muncul sementara gereja-gereja Lutheran dan Katolik bersiap untuk memulai setahun penuh perayaan peringatan 500 tahun Reformasi Protestan. … Yang paling menonjol, ‘Deklarasi tentang Jalan’ mencakup 32 ‘Pernyataan Persetujuan’ tentang isu-isu yang tidak lagi ada perbedaan antara Lutheran dan Katolik, misalnya isu gereja, pelayanan, dan Ekaristi. Pernyataan-pernyataan ini sebelumnya telah dikukuhkan oleh Konferensi AS Komite Uskup-Uskup Katolik atas Hal-Hal Ekumenis dan Antar-Agama. … Federasi Dunia Vatikan dan Lutheran mengeluarkan dokumen bersama pada tahun 2013 yang berjudul ‘Dari Konflik hingga Persekutuan’ yang berfokus pada kemajuan yang dicapai oleh dialog Lutheran-Katolik dalam 50 tahun terakhir, bukan kepada ratusan tahun konflik.

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Ilmuwan Menemukan Burung Tidur dalam Penerbangan Jarak Jauh

(Berita Mingguan GITS 20 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Scientists have just seen birds sleep during flight for the first time ever,” ScienceAlert.com, 4 Agus. 2016: “Para ilmuwan telah dapat mengobservasi burung tertidur sementara sedang terbang untuk pertama kalinya – suatu kemampuan yang telah lama dicurigai tetapi belum pernah dibuktikan. … Penelitian baru tersebut menemukan hal yang diduga maupun hal yang tidak terduga. Dengan mengukur aktivitas otak dari frigatebird – sejenis burung laut yang dapat terbang berminggu-minggu lamanya di atas samudera untuk mencari ikan – para peneliti menunjukkan bahwa burung dapat mematikan aktivitas satu belahan otak mereka selama mereka terbang, seperti yang diduga selama ini. Tetapi mereka juga bisa mengistirahatkan kedua belahan otak mereka secara sekaligus – sesuatu yang tidak para ilmuwan duga dapat mereka lakukan sementara mereka terbang. Untuk menyingkapkan hal ini, sebuah tim dari Max Planck Institute for Ornithology di Jerman mengembangkan sebuah alat kecil yang dapat mengukur perubahan elektroencefalograf (EEG) di aktivitas otak burung. …mereka menempelkannya ke 15 burung frigatebird betina dewasa. Tim merekam aktivitas otak mereka selama 10 hari dan lebih dari 3000 km penerbangan, sementara sebuah alat GPS juga melacak posisi dan ketinggian burung-burung itu. …Lebih sering burung-burung itu mengistirahatkan satu belahan otak saja, dan hal ini sudah diduga oleh para peneliti. …Tetapi rekaman EEG juga memperlihatkan kedua belahan otak memasuki gelombang pelan yang khas untuk tidur pada saat yang sama, yang secara tidak terduga mengindikasikan bahwa burung dapat mempertahankan kendali aerodinamis bahkan ketika otak mereka sepenuhnya tidur.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

World Vision Telah Memberikan Jutaan Dolar ke Organisasi Teroris

(Berita Mingguan GITS 13 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dariWorld Vision’s Christian Donations Funded Hamas,” Israel Today, 4 Agus. 2016: “World Vision International barangkali adalah organisasi bantuan kemanusiaan Kristen Injili yang terbesar di dnia. Nah, sekarang organisasi ini bisa menambahkan dalam daftar resume mereka, yaitu secara langsung, walaupun mungkin tanpa disengaja, mendanai terorisme. World Vision telah beroperasi di Israel dan Tepi Barat (Yudea dan Samaria) dan Jalur Gaza sejak 1975. Kini telah disingkapkan bahwa 60% dari budget tahunan World Vision yang ditujukan untuk Jalur Gaza, ternyata dialihkan kepada Hamas, dengan jumlah sekitar $7,2 juta per tahun. Banyak dari uang tersebut diberikan dalam bentuk cash kepada militan-militan Hamas, sementara lebih banyak lagi dipakai untuk membiayai konstruksi terowongan-terowongan teror dan membeli senjata. Semua ini akhirnya terbongkar dalam sebuah penyelidikan panjang yang dimulai pada pertengahan Juni lalu, ketika Israel menangkap Mohammed El-Halabi, direktur cabang World Vision untuk daerah Gaza, dengan tuduhan aktivitas terorisme. Selama penyelidikan itu, El-Halabi menyingkapkan bahwa dia telah menjadi anggota Hamas sejak masa mudanya dan telah melalui pelatihan organisasi dan militer pada awal tahun 2000an. Pada tahun 2005, Hamas mengutus El-Halabi untuk menginfiltrasi World Vision. El-Halabi menceritakan bahwa Hamas percaya dia memiliki peluang baik untuk menginfiltrasi organisasi bantuan kemanusiaan tersebut karena ayahnya bekerja di PBB. Dia menambahkan bahwa ayahnya, Halil El-Halabi, yang telah bekerja sebagai kepala institusi edukasi UNWRA di Jalur Gaza selama bertahun-tahun, adalah anggota Hamas dan memakai posisinya sebagai karyawan PBB untuk membantu organisasi teroris tersebut. Tidak lama setelah dipekerjakan oleh World Vision, El-Halabi mulai memakai posisinya untuk memberi keuntungan bagi organisasi teroris Islam tersebut, terutama dengan cara mengalihkan dana bantuan kepada cabang teroris Hamas. Selama bertahun-tahun, El-Halabi makin naik dalam hirarki organisasi bantuan tersebut, hingga dia ditunjuk sebagai direktur cabang Gaza. Dalam kapasitas ini, dia mengendalikan budget, perlengkapan, dan paket bantuan, yang berjumlah puluhan juta dolar.”

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Methodis Memilih Uskup Homoseksual

(Berita Mingguan GITS 13 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Methodists Elect,” NewsMax.com, 16 Juli 2016: “Distrik Barat dari gereja Methodis telah memilih seorang uskup yang terang-terangan gay, walaupun denominasi itu melarang hubungan sesama jenis. Rev. Karen Oliveto dipilih pada Jumat malam di sebuah pertemuan di Scottsdale, Arizona, di bawah Yurisdiksi Barat gereja tersebut. Oliveta adalah gembala sidang dari Glide Memorial United Methodist Church di San Francisco. Gembala wanita tersebut adalah uskup pertama yang terang-terangan gay di denominasi yang mengklaim 12,7 juta anggota itu. United Methodist Church sangat terpecah dalam hal hak LGBT. Undang-undang gereja mengatakan bahwa hubungan sesama jenis ‘tidak kompatibel dengan pengajaran Kristen.’ Tetapi beberapa distrik regional secara terbuka melanggar larangan tersebut dengan cara menunjuk pejabat-pejabat gay dan mengizinkan pernikahan sesama jenis di gereja-gereja. Beberapa kasus bahkan membawa kepada sidang dalam sistem legal gereja.”

Posted in LGBT | Leave a comment

Kristus yang Tidak Berdosa

(Berita Mingguan GITS 13 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

“Dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita” (Rom. 1:4). Berikut ini digabungkan dari komentari John Phillips di Roma 1 dan Matius 5: “Ungkapan ‘Roh kekudusan’ mengindikasikan bahwa Tuhan Yesus menjalani hidup yang berkemenangan atas dosa, dan sungguh, hidupNya kudus sempurna. Dia tidak pernah memandang dengan hawa nafsu; Dia tidak pernah mengucapkan kata-kata yang terlalu cepat, yang tidak baik, yang tidak benar, atau yang sia-sia; Dia tidak pernah menampung pikiran yang tidak murni. Dia tidak pernah dituduh oleh hati nuraniNya sendiri, tidak pernah terbakar oleh nafsu yang salah, tidak pernah melangkah keluar dari kehendak Allah. WaktuNya tidak pernah disia-siakan, bakat-bakatNya tidak pernah disalahgunakan untuk kepentingan egois, pengaruhNya tidak pernah kepada hal negatif, penilaianNya tidak pernah salah. Dia tidak pernah harus meminta maaf karena apapun yang Dia lakukan atau menarik kembali satu pun kata-kata yang Dia ucapkan. Dia tidak pernah terlalu lambat atau terlalu cepat; tidak pernah dalam suasana hati yang kacau; tidak pernah tidak bersemangat ataupun berpikiran picik. Dia hidup di muka bumi kurang lebih dua belas ribu hari dan setiap harinya dihiasi kekudusan yang menakjubkan. Tidak pernah ada satu saat pun ketika Tuhan Yesus tidak secara absolut menjalankan penuh perintah-perintah Ilahi. Sebagai seorang bayi, sebagai seorang anak, sebagai seorang remaja, dan di masa kedewasaan penuh, di rumah, di sekolah, di tempat kerja, ketika bermain, baik sebagai anak ataupun sebagai saudara, sebagai tetangga ataupun sebagai teman, sebagai tukang kayu di desa, ataupun sebagai pengkhotbah keliling, dalam kesendirian ataupun di keramaian, ketika dikelilingi keluarga dan sahabat dan ketika dikelilingi oleh musuh-musuh garang – di segala waktu, di segala tempat, dalam segala cara, Dia selalu memelihara Hukum Allah. Dia memelihara baik tulisan Hukum itu maupun roh/semangatnya. Dia memelihara Hukum dalam perintahnya maupun dalam maksudnya. Dia memeliharanya karena itulah sifatNya. Dia tidak bisa membayangkan tidak memelihara hukum. Itu adalah kehendak Bapa, dan Yesus selalu melakukan hal yang menyenangkan Bapa. Dia adalah “saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa” (Ibr. 7:26). Dari puncak bukit tempat Yesus dimuliakan, Dia bisa saja langsung melangkah masuk ke kemuliaan Sorga. Dia memiliki kemenangan absolut sejak saat Dia menarik nafas pertama kali di kandang Betlehem hingga saat Ia menutup mataNya dalam kematian di Kalvari. Dia dinyatakan menurut Roh kekudusan ‘adalah Anak Allah yang berkuasa.’”

Posted in Kristologi | Leave a comment

Pemimpin Pemuda yang Emerging Memperingatkan Tentang “Kaum Legalis”

(Berita Mingguan GITS 6 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Greg Stier, pendiri dan presiden dari Dare 2 Share Ministries, baru-baru ini mempublikasikan “10 Tanda Peringatan Gerejamu Adalah Gereja yang Legalistik” (Christian Post, 25 Juli 2016). Walaupun peringatan-peringatan yang dia tuliskan ini bersifat sedikit sarkastik/main-main, tetapi jelas bahwa pemimpin pemuda ini sedang menyerang gereja-gereja tipe “fundamentalis” dan berusaha untuk membuat pikiran orang-orang muda prejudis terhadap kaum fundamentalis. Saya tidak bisa berbicara mewakili semua gereja “fundamentalis,” dan ada juga gereja-gereja yang menyebut diri fundamentalis tetapi tidak saya setujui sama sekali, tetapi gereja-gereja fundamentalis yang berasosiasi dengan saya, sama sekali tidak bersalah melakukan hal-hal “legalistik” berikut. Perhatikan beberapa dari 10 Tanda Peringatan yang diberikan Stier: “Ada penekanan besar pada kekudusan, tetapi sedikit atau tidak ada penekanan pada kasih karunia.” Faktanya, gereja-gereja dalam persekutuan kami menekankan total tentang kasih karunia. Mereka mengajarkan bahwa tidak ada kekudusan di luar dari Kristus dan kasih karuniaNya yang didasarkan pada darahNya yang tercurah. Kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri, dan kita tidak bisa menjalani hidup kekristenan dengan kekuatan kita sendiri, sesaat pun tidak bisa. Dari awal sampai akhir adalah Kristus (Gal. 2:20). Ini jelas adalah penekanan kami, silakan tanya muda-mudi kami. “Jika gembala sidangmu bertemu Rasul Paulus, pasti dia akan menegor sang Rasul karena tidak memakai Alkitab King James.” Faktanya, kami mengajarkan bahwa Alkitab King James adalah baik karena diterjemahkan dari teks Ibrani yang dipelihara oleh orang Yahudi dan teks Yunani yang dipelihara oleh gereja-gereja yang percaya Tuhan mulai dari zamn Paulus. Pengkhotbah muda emerging ini bahkan tidak tahu hal-hal dasar mengenai topik versi-versi Alkitab. “Setiap penawaran Injil selalu diakhiri dengan . . . nah sekarang untuk kabar buruknya.” Faktanya, setiap undangan Injil yang pernah saya dengar di gereja “fundamentalis” diakhiri dengan tawaran keselamatan yang indah dari Allah, melalui penebusan Kristus, walaupun memang benar diawali dengan “kabar buruk” tentang kondisi manusia yang berdosa dan di bawah hukuman, sama seperti cara Paulus memulai Surat Roma. “Kebaktiannya memakai organ pipa.” Faktanya, gereja-gereja yang kami pimpin dan yang bersekutu dengan kami memakai berbagai jenis instrumen musik, dan sebagian bahkan memiliki orkestra. “Gembala sidangnya memiliki TETAPI yang besar – ‘Ya, keselamatan hanya melalui iman TETAPI kamu juga harus __________.” Faktanya, saya tidak tahu ada gereja fundamentalis mana pun yang menambahkan hal lain lagi sebagai syarat keselamatan selain iman. Bahkan, mereka mengajarkan bahwa jika menambahkan hal lain kepada keselamatan, selain hanya kasih karunia dan hanya iman, maka itu adalah injil palsu yang terkutuk. Kami hanya melakukan apa yang Rasul Paulus ajarkan, yaitu mengajar bahwa “kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Ef. 2:10). “Ketika membawa kelompok pemuda remaja berenang, maka akan dipisahkan kolam renang laki dan perempuan, dan pakaian renang harus yang longgar.” Ini satu-satunya dari sepuluh poin yang diberikan oleh pengkhotbah muda emerging ini yang hampir benar, tetapi bukanlahlegalisme” jika suatu gereja mau berhati-hati masalah ketelanjangan dan moralitas dan mau memproteksi anak-anak muda mereka dari perzinahan hati (Mat. 5:28). Para “pengkhotbah emerging yang cool” sungguh menggelitik telinga angkata ini, sesuai dengan nubuat Alkitab (2 Tim. 4:3-4), tetapi mereka adalah pencemooh hal-hal kudus Allah dan pemfitnah orang-orang kudus yang mencoba untuk setia pada Firman Allah di masa yang jahat. Mereka adalah orang buta yang menuntun orang buta. Kasih karunia Allah yang sejati didefinisikan 2000 tahun yang lalu oleh Rasul Paulus dalam pengilhaman, dan bunyinya jauh lebih mirip theologi “fundamentalis” daripada theologi emerging: “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.” (Tit. 2:11-15).

Posted in Emerging Church, Fundamentalisme | Leave a comment

Kepenulisan Yesaya

(Berita Mingguan GITS 6 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Banyak sekali pengajar Alkitab hari ini yang menyangkal atau meragukan kesatuan dan kepenulisan dari nubuat-nubuat yang terkandung dalam kitab Yesaya. Berikut adalah ringkasan yang sangat baik yang membantah serangan-serangan ini, ditulis oleh W. J. Hocking, dalam prakata untuk buku Exposition of the Book of Isaiah, oleh William Kelly, edisi keempat, 1946: “Mengenai kepenulisannya, orang-orang yang beriman akan puas untuk menerima tanpa keraguan kesaksian Tuhan sendiri dan para RasulNya, dan para nabi, bahwa Yesaya adalah penulis dari kedua bagian (pasal 1-38 dan pasal 40-66) dari nubuat-nubuat yang memakai nama Yesaya ini. Di dalam Perjanjian Baru ada sekitar 40 kutipan dari nubuat-nubuat ini, dan lebih dari setengahnya secara spesifik disebut sebagai perkataan atau tulisan Yesaya. Kutipan-kutipan ini diambil dari empat pasal di volume pertama (6:9, 10; 9:1, 2; 10:22, 23; 11:1, 10) dan dari lima pasal di volume kedua (40:3; 42:1; 53:1, 7, 8; 61:1, 2; 65:2). Jadi ada cukup banyak contoh otoritas Perjanjian Baru yang menegaskan bahwa Yesaya adalah satu-satunya penulis kumpulan nubuat yang disebut kitab Yesaya itu. Nabi Yesaya disebut dua kali oleh Tuhan kita, yang membaca salah satu nubuat Yesaya tentang DiriNya sendiri yang digenapi pada hari Ia membacanya itu juga. Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, semua menyebut nama Yesaya; dan Paulus dalam surat Roma-nya, mengutip lima perikop dari Yesaya, setiap kali dengan menyebut nama Yesaya. Namun demikian, cita rasa literatur modern dan para “ahli” modern menolak kesaksian-kesaksian yang jelas ini. Jadi mereka menolak juga Dia yang adalah “Saksi yang Setia dan Benar,” dan lebih memilih imajinasi mereka sendiri yang gamang.”

Posted in Alkitab, Liberalisme | Leave a comment

Jam Sirkadian, Gen, dan Ritme

(Berita Mingguan GITS 6 Agustus 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Circadian Clocks” oleh Jeffrey Tomkins, Ph.D., Institute for Creation Research, Acts & Facts 45: “ Kehidupan tidak dapat eksis tanpa kemampuan yang didesain bagi organisme itu untuk melacak waktu berdasarkan siklus siang-malam 24 jam, yaitu siklus yang disebut ritme sirkadian. Bahkan mesin-mesin yang kompleks seperti komputer atau mikro-kontroller memiliki jam sentral atau suatu oscillator. Fitur desain yang vital ini harus ada agar sistem-sistem yang kompleks dapat berfungsi sesuai jadwal, bertautan dengan komponen sistem lainnya, dan berinteraksi dengan lingkungan. Jam sirkadian di dalam tanaman dan binatang ternyata jauh lebih kompleks daripada yang ada dalam sistem buatan manusia. Jam-jam hidup ini mengatur banyak aspek genetika, metabolisme, fisiologi, pertumbuhan, dan perilaku dalam banyak jenis sel dan jaringan di seluruh organisme tersebut. Faktanya, binatang biasanya bukan hanya memiliki sebuah jam sirkadian yang tersentralisasi di otak mereka, tetapi juga memiliki jam-jam perifer di jaringan-jaringan dan organ-organ yang berbeda-beda. Jam-jam perifer ini mengatur organisasi dan fisiologi temporal (berkaitan dengan waktu) dan spasial (berkaitan dengan ruang) di sel, jaringan, atau organ mana pun mereka berada, dan mereka juga mempertahankan sistem agar tetap sinkron dengan jam sentral di otak. Jelas sekali, suatu jaringan komunikasi seluler yang kompleks menghubungkan jaringan-jaringan dengan bagian-bagian tubuh di dalam suatu konteks berbasis waktu – suatu fenomena yang belum sepenuhnya dipahami. … Level saling keterkaitan dan kompleksitas seperti ini secara essensi tidak dapat dipahami dan dan ditelaah oleh manusia, namun eksistensinya secara tidak ilmiah dikatakan berasal dari proses evolusi yang acak. Suatu sistem yang mempunyai inter-koneksi dan bersifat inter-dependen seperti ini adalah contoh yang baik akan suatu kompleksitas yang tidak dapat diireduksi, terutama banyaknya komponen yang harus ada dan berfungsi dengan baik secara sekaligus. Meminta evolusi untuk mengembangkan kompleksitas yang luas ini melalui mutasi acak dan tekanan seleksi adalah sangat konyol. Hanya seorang Insinyur yang hebat dan mahakuasa yang dapat menempatkan sistem yang fantastis dan tertata rapi ini secara baik – bukan hanya di satu dua, tetapi di ribuan jenis-jenis tanaman dan binatang yang diciptakan. Semakin kita memahami genetika makhluk hidup, semakin kita harus memuliakan Penciptanya.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Undang-Undang Baru di Rusia Mengekang Penginjilan

(Berita Mingguan GITS 30 Juli 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Putin Signs,” Forum18.org, 8 Juli 2016: “Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menandatangani undang-undang baru, yang mengatur ‘aktivitas misionari,’ dan yang semakin membatasi kebebasan ekpresi beragama dan berkepercayaan publik, termasuk di media dan online. Amandemen tersebut – yang dimunculkan secara cepat – menimbulkan protes yang luas, tetapi ditandatangani juga pada tanggal 6 Juli dan penandatanganan itu diumumkan ke publik di Moskow waktu makan siang tanggal 7 Juli. Beritu itu juga diterbitkan di website kepresidenan pada hari itu juga dan mulai berlaku sejak 20 Juli. Para pengacara yang membela kebebasan beragama dan berkepercayaan sudah bersiap untuk meminta banding ke Mahkamah Konstitusi.

Berlawanan dengan kewajiban-kewajiban hak asasi manusia internasional, amandemen terhadap Undang-Undang Agama ini membatasi siapa saja yang boleh membagikan imannya kepada orang lain dengan izin, yaitu terbatas pada anggota-anggota kelompok agama dan organisasi yang sudah terdaftar di negara. Hal ini mengucilkan kelompok-kelompok yang memilih untuk beroperasi tanpa izin negara, seperti jemaat-jemaat Baptis tertentu. Amandemen ini juga bahkan melarang bersaksi secara informal, misalnya menjawab pertanyaan atau berkomentar, oleh individu-individu yang bertindak secara pribadi. Amandemen ini juga membatasi jenis kepercayaan yang boleh disebarkan, menspesifikasi tempat-tempat mana saja yang dapat dipakai untuk berbagi iman, dan secara eksplisit melarang kepercayaan apapun disebarkan di bangunan-bangunan residensial, atau di bangunan milik asosiasi lain secara tanpa izin. Bagian lain dari amandemen tersebut yang disebut “anti-terorisme,” melarang penggunaan bangunan residensial sebagai tempat kegiatan agama. Sekarang ada denda finansial yang berat, hingga 50.000 Rouble bagi individu, dan hingga 1 juta Rouble bagi organisasi yang melanggar amandemen ini. Denda 50.000 Rouble (sekitar 780 dolar), kira-kira setara dengan gaji enam minggu. Denda maksimum bagi organisasi hingga 20 kali lebih tinggi.

Posted in Misi / Pekabaran Injil, Penganiayaan / Persecution | Leave a comment