Pasangan Lesbian Akan Menggembalakan Sebuah Gereja Baptis

(Berita Mingguan GITS 21 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Married lesbian couple,” The Washington Post, 9 Jan. 2017: “Calvary Baptist Church, sebuah gereja Baptis yang “progresif” di pusat kota Washington, telah menunjuk sebuah pasangan homoseksual sebagai pasangan gembala sidang mereka. Sally Sarratt dan Maria Swearingen diperkenalkan kepada jemaat sebagai gembala dalam kebaktian tanggal 8 Januari, dan akan memulai pekerjaan baru mereka tanggal 26 Februari. Seorang wanita juru bicara jemaat itu berkata bahwa dia tidak tahu apakah pasangan homoseksual yang memimpin sebuah gereja ini adalah pertama kalinya untuk kaum Baptis. ‘Kami mencari orang-orang yang terbaik di dunia dan inilah mereka,’ kata Carol Blythe. ‘Kami sangat semangat.’ Gereja yang berusia 155 tahun ini telah memutuskan hubungan dengan Southern Baptist Convention pada tahun 2012: Mereka bertentangan dengan kelompok Southern Baptist Convention (SBC) dalam beberapa hal, termasuk pendirian SBC yang menentang homoseksualitas. Calvary Baptist masih berafiliasi dengan American Baptist Churches USA.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Euthanasia dan Hak Tanaman di Switzerland

(Berita Mingguan GITS 21 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “What Happened to Switzerland?” The Discovery Institute, 1 Mei 2014: “Undang-undang Swiss telah memperbolehkan bunuh diri dengan pertolongan orang lain sejak tahun 1942, selama orang yang membantu itu tidak memiliki ‘motif egois.’ Selama puluhan tahun, tidak banyak konsekuensi dari hal ini. Tetapi dengan maraknya gerakan euthanasia (untuk menghilangkan penderitaan), negara itu menjadi gila bunuh diri, dan muncullah banyak klinik bunuh diri yang didatangi oleh orang-orang dari berbagai belahan dnia. Klinik-klinik kematian ini semakin lama semakin populer. Sebuah laporan yang baru-baru ini dipublikasikan menyingkapkan bahwa 1705 orang mati di satu klinik (Dignitas) saja sejak tahun 1998, dengan 204 orang – kira-kira 4 orang per minggu – membunuh diri sendiri dalam fasilitas tersebut sejak 2013. Orang-orang yang mati dalam klinik-klinik ini tidak hanya terbatas pada yang sakit terminal, dan bahkan termasuk di dalamnya adalah orang-orang yang sehat walafiat. …Sebagai contoh, dalam bulan-bulan terakhir, seorang wanita Italia yang lanjut usia melakukan bunuh diri di sebuah klinik karena dia sedih dia telah kehilangan kecantikannya. …Pada saat yang sama hukum Swiss mengizinkan industri bunuh diri yang kacau ini berkembang, Swiss kini juga melarang untuk menyiram ikan mas ke dalam toilet. Dengan kata lain, penderitaan ikan yang diasumsikan itu lebih dihargai oleh hukum daripada membantu orang untuk melakukan bunuh diri. …Sementara, satu wilayah di Swiss mengizinkan pengacara untuk mewakili binatang-binatang yang ditenggarai telah dirugikan. Salah satu ahli hukum yang mengambil kesempatan ini lalu menuntut seorang pemancing karena ia memakai waktu terlalu lama ketika mengulur ikan dalam pancingannya. Semakin lama semakin aneh. Undang-Undang Dasar Switzerland mengharuskan ‘memperhitungkan kehormatan makhluk-makhluk hidup ketika berurusan dengan binatang, tumbuhan, dan organisme hidup lainnya.’ …Dalam sebuah laporan oleh [Swiss Federal Ethics Committee on Non-Human Biotechnology], yang berjudul The Dignity of Living Beings with Regard to Plants, ‘mayoritas’ panelis memutuskan bahwa kita tidak bisa mengklaim “kepemilikan absolut” atas tumbuhan, dan lebih lanjut lagi, bahwa ‘individu tanaman memiliki nilai inheren.’ Ini berarti bahwa ‘kita tidak boleh memakai mereka seenaknya kita mau, walaupun jika komunitas tumbuhan itu tidak dalam daftar terancam, atau jika tindakan kita tidak mengancam kelangsungan spesies tersebut, atau jika kita tidak bertindak semena-mena.’ Jadi, apakah tindakan mematikan ilalang di taman kita immoral? Komite itu tidak menyatakan tegas. Tetapi mereka memberikan ilustrasi berikut tentang tindakan yang diklaim immoral: Seorang petani menyabit ladangnya (rupanya ini tindakan yang dianggap baik). Tetapi ketika ia berjalan pulang, ia secara ‘casual’ memenggal kepala beberapa bunga liar dengan sabitnya. … semua kebijakan ini adalah gejala dari proses hilangnya kemampuan berpikir kritis dan membedakan masalah etika yang serius dengan yang aneh dan dibuat-buat.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Daun Pintar

(Berita Mingguan GITS 21 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 21 September 2016: “Sambil ilmu pengetahuan belajar semakin banyak tentang alam semesta, ada yang mengusulkan bahwa mereka melihat prinsip-prinsip dasar matematika yang mendasari segala sesuatu. Prinsip ini, yang oleh satu ilmuwan disebut ‘automata seluler,’ bisa jadi adalah akar segala sesuatu, mulai dari astronomi hingga zoologi. Daun-daun pada tumbuhan memiliki pori-pori yang mengizinkan karbon dioksida masuk. Tetapi, jika pori-pori itu terbuka terlalu lebar atau terlalu lama, maka tumbuhan itu dapat kehilangan terlalu banyak air. Jadi, bagaimanakah suatu tumbuhan, yang tidak memiliki otak atau sistem saraf pusat, untuk menyeimbangkan semua faktor ini? Para penelitis selama ini berpikir bahwa pori-pori itu bekerja secara independen satu sama lain. Faktanya, selama beberapa menit, kumpulan pori-pori yang menutup dan membuka akan bergerak dalam pola di permukaan daun. Sambil para ilmuwan mempelajari pola-pola ini, mereka menyadari bahwa pola yang mereka perhatikan adalah apa yang mereka sebut ‘distributed, emergent computation’ atau ‘automata seluler.’ Sel-sel individu dari daun bekerjasama satu dengan lainnya untuk melakukan perhitungan kompleks dalam skala besar. Pendeknya, sel-sel daun tumbuhan bekerja bersama sebagai suatu komputer, walaupun mereka tidak memiliki prosesor sentral. Sementara para evolusionis mau menjelaskan intelijen yang tertanam ini melalui kebetulan semata, sulit untuk menghindari kesimpulan bahwa intelijensi ini diciptakan dari awalnya oleh sang Pencipta. Inilah satu-satunya kesimpulan yang intelijen.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Obama: Wanita Minimal Sama Kuat dengan Laki-Laki

(Berita Mingguan GITS 14 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berbicara dalam sebuah acara kemiliteran, Presiden Barack Obama mengatakan, “Joe Biden dan saya tahu bahwa wanita minimal sama kuat dengan laki-laki.” Komentar ini dibuat di dalam acara Armed Forces Full Honor Review Farewell Ceremony pada tanggal 3 Januari (“Obama to Armed Forces,” Breitbart, 4 Jan. 2017). Omong kosong seperti ini sudah dibuktikan salah oleh banyak fakta fisiologis. Salah satu yang paling jelas adalah bahwa wanita berukuran lebih kecil dari laki-laki. “Lelaki 18 tahun memiliki tinggi rata-rata 70,2 inci (178,3 cm) dan memiliki berat 144,9 pon (65,5 kg), sementara rata-rata wanita pada usia yang sama memiliki tinggi 64,4 inci (163,6 cm) dan berat 126,6 pon (57,3 kg)” (“Physiological Differences Between the Sexes,” PhysicallyTrained.com, aturan pelatihan fisik Angkatan Darat AS). Jarang sekali laki-laki dan wanita dapat bersaing secara seimbanga dalam cabang atletik di tingkat elit. “Sebagai suatu kelompok, wanita tidak dapat berlari, melompat, atau berenang secepat laki-laki. Wanita juga lebih rentan terkena jenis cidera atletik tertentu daripada laki-laki. …Rata-rata perbedaan antara laki-laki dan wanita dalam semua cabang adalah sekitar 10 persen. Perbedaan rata-ratanya adalah 10,7 persen dalam berlari, 8,9 persen dalam berenang, dan 17,5 persen untuk melompat” (“How Do Men and Women Differ Athletically? Livestrong.com). Wanita secara signifikan memiliki kekuatan genggam yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Para peneliti di University of Wisconsin-Milwaukee menemukan bahwa secara rata-rata, laki-laki dewasa yang berusia antara 20-24 tahun, dapat menghasilkan 121 pon (55 kg) daya “genggam” di tangan kanan mereka, dan wanita dalam rentang usia yang sama memiliki 70,4 (32 kg) daya genggam di tangan kanan mereka (Archives of Physical Medicine and Rehabilitation). Wanita memiliki sekitar 50% lebih sedikit kekuatan badan bagian atas dibandingkan laki-laki, dan sekitar 30% lebih sedikit kekuatan badan bagian bawah (“Men vs. Women,” LifeScience.com). Memasukkan wanita dalam semua bagian kemiliteran (termasuk sebagai pasukan serbu) bukanlah sesuatu yang masuk akal; ini adalah usaha rekayasa sosial.

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Roma Mengakui Luther sebagai “Saksi Bagi Injil”

(Berita Mingguan GITS 14 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Gereja Roma Katolik telah menerbitkan sebuah dokumen yang mengakui Martin Luther sebagai “seorang saksi bagi Injil.” Pernyataan ini dibuat mendahului acara Minggu Doa bagi Persatuan Kristen yang akan diadakan di Roma (18-25 Januari), yang pada tahun ini bertemakan “Rekonsiliasi: Kasih Kristus memaksa kita.” Oktober tahun lalu, Paus Fransiskus bergabung dengan Gereja Lutheran Swedia untuk membuka acara peringatan 500 tahun Martin Luther memakukan 95 thesisnya. Semua kegiatan ini adalah kekacauan ekumene. Luther di-ekskomunikasi (dikucilkan) oleh Roma, dan ekskomunikasi itu belum dicabut, dan Injil yang dibawakan Luther yaitu keselamatan melalui kasih karunia Allah saja melalui iman dalam Kristus saja tanpa pekerjaan, dikutuk oleh Konsili Trent, dan kutuk itu belum dibatalkan. Luther sebenarnya tidak meninggalkan Roma secara cukup jauh dan cukup alkitabiah, karena ia masih mempertahankan berbagai kesesatan besar seperti “baptisan” bayi dan penggabungan gereja dengan negara, dan akibatnya gereja-gereja Lutheran di Eropa kebanyakan sudah sesat total. Sebuah survei agama pada tahun 1992 menemukan bahwa 80% dari orang Lutheran di Denmark tidak percaya pada kebangkitan (Christian News, Oct. 4, 1993). Gereja Swedia memperbolehkan orang-orang atheis untuk menjadi pelayan mereka, dan mendukung aborsi dan homoseksualitas. Dalam sebuah wawancara tahun 1984, Krister Stendahl, yang sedang ditahbiskan untuk menjadi Uskup Stockholm dan sekaligus uskup agung Gereja Swedia, menyatakan bahwa “mempercayai hanya satu Allah saja, itu adalah penyembahan berhala” dan “kita bisa berdoa pada Allah sebagai suatu energi.” Ketika ditanya secara langsung apakah dia percaya Allah, Stendahl menjawab: “Saya rasa saya telah naik melampaui masalah iman dan keraguan. … Saya sungguh tidak tahu apa artinya pertanyaan ‘apakah ada’ allah” (“Krister Stendahl maintains heretical views on eve of consecration as Bishop of Stockholm,” Christian News, 19 November 1984, hal. 1). Sang jurnalis lalu menanyai Stendahl tentang apa yang akan terjadi setelah kematian: “Oh, saya bayangkan akan sangat baik jika kita bisa menemukan suatu firdaus yang sungguh indah dan sorgawi untuk kita jelajahi. Tetapi saya tahu betapa kekanak-kanakan mimpi manusia seperti itu. Saya tidak hidup demi mimpi” (Krister Stendahl, Ibid.).

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Orang Kristen Cina Dihukum Tiga Tahun Penjara Karena Melakukan Pendalaman Alkitab

(Berita Mingguan GITS 14 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Chinese Christian Woman,” The Christian Post, 2 Jan. 2017: “Seorang wanita Cina dari daerah Xinjiang barat telah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena mengadakan kegiatan pendalaman Alkitab, ditenggarai karena dia terbukti ‘mengumpulkan orang banyak untuk mengacaukan ketenangan umum.’ China Aid, yang melaporkan berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan penganiayaan di negara berpenduduk paling tinggi itu, mengatakan pada hari Minggu bahwa Ma Huichao diambil oleh polisi bersama dengan empat orang Kristen lainnya ketika mereka dituduh oleh otoritas Partai Komunis melakukan pertemuan pembelajaran Alkitab tanpa persetujuan pemerintah. Pengacara Ma Huichao rupanya tidak diperbolehkan untuk menyatakan kliennya tidak bersalah, dan masa hukuman tiga tahun penjara bagi Ma telah mulai pada hari Jumat. Cina dalam tahun-tahun belakangan ini telah mensupresi gereja-gereja bawah tanah dan pertemuan-pertemuan Kristen yang tidak disetujui pemerintah, dan telah menangkap ratusan gembala dan orang Kristen, dengan tuduhan yang sama, yaitu ‘mengacaukan ketenangan publik.’ Revisi Rancangan Aturan tentang Urusan Agama, yang berlaku mulai Oktober 2016, lebih lanjut lagi menetapkan larangan atas ‘mengorganisasi warga negara untuk mengikuti pelatihan agama, konferensi, dan aktivitas di luar negeri,’ ‘berkhotbah, mengorganisir aktivitas agama, dan mendirikan institusi agama atau situs agamawi di sekolah-sekolah,’ dan ‘menyediakan pelayanan agama melalui internet.’ … ‘Pemerintah mau mengontrol semuanya, bahkan aspek paling kecil. Salah satu karakteristik rancangan aturan ini adalah pemberian kuasa kepada badan negara hingga ke tingkat komunitas-komunitas,’ demikian kata seorang gembala, yang beridentitas Zhou, kepada China Aid pada bulan September.”

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Dapatkah Tumbuhan Berbicara?

(Berita Mingguan GITS 14 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “In Switzerland, Plants Have Dignity,” swissbiofarmer.com, 25 Okt. 2014: “Ketika setangkai tanaman kacang lima diserang oleh serangga predator, ia akan mulai menghasilkan nektar harum. Nektar harum ini menarik semut-semut yang akan menyerang semua serangga, tetapi tidak menyerang sang tanaman. Pada saat yang sama, tanaman ini akan mengekskresikan semacam wangi yang memperingatkan kacang-kacang lima lainnya tentang bahaya yang mengancam. Mereka dapat mengidentifikasi wewangian tersebut dan segera mulai memproduksi nektar itu juga untuk menarik semut sebelum serangan tiba. Tambahan lagi, kacang lima mengirimkan wewangian SOS untuk menarik serangga-serangga yang berguna baginya. Yang menarik adalah bahwa kacang lima bukan saja tahu bahwa ia sedang diserang, tetapi juga diserang oleh siapa. Jika ia diserang oleh tungau laba-laba (spider mites), ia akan mengeluarkan wewangian yang menarik tungau penyerang yang akan menghabisi tungau laba-laba. Tetapi jika ulat bulu yang sedang memakan tanaman kacang lima itu, ia akan mengeluarkan campuran wewangian untuk menarik tawon parasit untuk menghabisi ulat bulu. Tanaman kacang lima dapat mengenali siapa yang sedang menyerangnya melalui air liur sang predator, dan itu memampukannya untuk selalu memanggil ‘bodyguard’ yang tepat untuk melindungi dirinya. Para ilmuwan kita telah berhasil mengidentifikasi ‘kosa kata’ lebih dari 2000 jenis wewangian yang dikeluarkan oleh tanaman untuk berkomunikasi dengan tanaman maupun binatang lain di sekitar mereka. Dan kita baru mulai mempelajari hal ini. (Ini adalah kutipan dari Jenseits der Blattränder – Eine Annäherung an Pflanzen oleh Florianne Koechlin).”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Sangkar Cahaya

(Berita Mingguan GITS 7 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 21 Desember 2016: “Tanya saja evolusionis manapun, dan dia akan memberitahu anda bahwa Venus Flower Basket adalah salah satu binatang yang paling rendah tingkat evolusinya. Binatang ini sebenarnya adalah suatu spons yang terbuat dari koloni makhluk hidup, dan ia dapat melakukan hal-hal yang luar biaasa. Venus Flower Basket membuat kerangka mirip keranjang yang terbuat dari bahan silika yang mirip gelas, dengan ditutupi hanya oleh selapis sel yang tipis. Struktur internal yang halus dari kerangka ini diperkuat supaya dapat memberikan kekuatan terbesar dengan menggunakan material sesedikit mungkin. Kerangka yang dihasilkan ternyata adalah suatu jaringan fiber-optic yang kecanggihannya dapat dibandingkan dengan fiber-optic modern yang dipakai untuk jaringan telekomunikasi. Mikroorganisme yang bercahaya tinggal di bagian dasar dari binatang spons ini secara simbiotik, menyalurkan cahaya mereka di sepanjang kerangka fiber-optic si Flower Basket. Flower Basket memerangkap udang di dalam kerangka ini, dan di sana mereka menghabiskan seluruh kehidupan mereka. Makanan yang mereka lepaskan memberi nutrisi bagi mikroorganisme bercahaya yang ada di dasar keranjang. Tujuan dari detakan cahaya adalah untuk menarik mangsa untuk memberi makan para udang, yang pada gilirannya memberi maka sumber detakan cahaya! Semua ini bahkan lebih luar biasa lagi jika mengingat bahwa Flower Basket tidak memiliki sistem saraf apapun. Makhluk hidup indah yang tidak memiliki sistem saraf ini didesain dan bekerja dengan cara yang sedemikian rapi, dan adalah kesaksian untuk Pencipta kita, Satu-Satunya yang dapat mendesain hal seperti ini.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Film “The Shack”

(Berita Mingguan GITS 7 Januari 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Film yang dibuat dari buku The Shack, karangan William Paul Young, dijadwalkan untuk rilis pada bulan Maret 2017. Media visual yang kuat tentunya akan mengindoktrinasi banyak penonton film dengan berbagai kesesatan dalam novel ini. The Shack, yang ditulis oleh William Paul Young, adalah sebuah cerita fiksi tentang seseorang yang pahit terhadap Allah karena mengizinkan putri paling kecilnya dibunuh dan yang kembali ke tempat peristiwa pembunuhan itu, sebuah gubuk (dalam Inggris shack) tua di hutan, dan di sana dia bertemu dengan Tuhan dan pertemuan itu merubah hidupnya. Tetapi, “Allah” yang dia temui bukanlah Allah di dalam Alkitab. Diterbitkan pada tahun 2007, The Shack adalah buku pada urutan nomor satu dalam daftar bestseller New York Times selama 50 minggu berturut-turut. Sampai dengan tahun 2012, sudah terjual 18 juta salinan secara internasional. William Young bukanlah anggota sebuah gereja dan bahkan agak enggan menyebut dirinya Kristen, dia lebih suka menggambarkan diri sebagai orang yang “rohani tetapi tidak agamawi” (“After The Shack, a Crossroads: William Paul Young,” Publishers Weekly, 21 Sept. 2012). Namun demikian, novel ini telah direkomendasikan oleh Club 700 Pat Robertson, artis CCM Michael W. Smith, Gayle Erwin dari Calvary Chapel, James Ryle dari gereja-gereja Vineyard, Andy Crouch, editor senior dari Christianity Today, Gloria Gaither, Mark Lowry (mantan penyanyi dengan keluarga Gaithers), Eugene Peterson, penulis dari The Message, banyak tokoh Southern Baptist, dan lain-lain. Secara mendasar, The Shack mencoba untuk mendefinisikan ulang Allah. Dalam sebuah wawancara tahun 2007, Young memberitahu seorang wanita yang menulis kepadanya dan berkata bahwa putrinya yang berumur 22 tahun datang setelah membaca buku itu dan bertanya, “APAKAH BOLEH SAYA MENCERAIKAN ALLAH YANG LAMA DAN MENIKAH DENGAN ALLAH YANG BARU?” Young kemudian mengakui bahwa Allah dalam The Shack berbeda dari Allah tradisional kekristenan yang sesuai Alkitab. Dia mengatakan bahwa Allah yang “memandang dari jauh dan menghakimi dosa” adalah “Zeus yang telah dikristenkan.” Dalam The Shack, Young menggambarkan Allah tritunggal sebagai seorang wanita Asia muda dengan nama “Sarayu” * (dimaksudkan di sini adalah Roh Kudus), seorang tukang kayu oriental yang suka bersenang-senang (dimaksudkan di sini adalah Allah Anak), dan seorang wanita kulit hitam yang tua (dimaksudkan di sini adalah Allah Bapa). (* Nama “Sarayu” berasal dari kitab suci Hindu dan merepresentasikan sebuah sungai mistis di India, yang di tepinya terlahir ilah Hindu, Rama.) Allahnya Young adalah allah gerakan emerging church. Dia cool, suka rock & roll, tidak menghakimi, dan tidak menunjukkan amarah terhadap dosa, tidak mengirim orang yang tidak percaya ke api neraka, tidak mengharuskan pertobatan dan kelahiran kembali, tidak menuntut apa-apa dari manusia, tidak suka dengan gereja-gereja alkitabiah tradisional, dan tidak menerima Alkitab sebagai Firman Tuhan yang tiada salah.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Andy Stanley Mengecilkan Nilai Kelahiran Kristus dari Perawan

(Berita Mingguan GITS 31 Desember 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Matt Costella, Fundamental Evangelistic Association, 23 Des. 2016: “Andy Stanley, gembala dari North Pointe Ministries di daerah Atlanta, tidaklah asing dengan kontroversi. Stanley telah membuat banyak pernyataan di tahun ini saja yang menimbulkan kontroversi dan berujung pada tekanan balik dari kaum injili konservatif. Tetapi, khotbah Stanley pada 3 Desember 2016, bisa jadi adalah yang paling kontroversial sampai saat ini. Dalam khotbahnya, Stanley mengecilkan pentingnya – atau bahkan realita – kelahiran Yesus Kristus dari perawan. ‘Banyak orang tidak mempercayainya, dan saya paham akan sikap demikian,’ kata Stanley. Dia menambahkan, ‘Mungkin pemikirannya adalah bahwa mereka harus memakai semacam mitos atau hal-hal seperti itu tentang kelahiran Yesus untuk memberikan dia poin tambahan belakangan. Mungkin dari sanalah asal semua ini’ (Baptist News Global, ‘Virgin Birth Debate Interrupts Regular ‘War on Christmas’ Program,’ 21 Des. 2016). Stanley lalu mencatat bahwa sangat menarik hanya 2 dari 4 Injil yang menyinggung kelahiran dari perawan, dan mengatakan ‘kekristenan tidak tergantung pada kebenaran atau bahkan kisah-kisah sekitar kelahiran Yesus … sesungguhnya bergantung pada kebangkitan Yesus.’

Di awal tahun, Stanley mengecilkan pentingnya peran Kitab Suci dalam hidup orang percaya, dan mengecilkan pentingnya kelahiran Kristus dari perawan hanyalah langkah berikut dalam perjalanan menurun ini. Kelahiran Kristus dari perawan sangatlah penting, karena tanpa kelahiran perawan, umat manusia tidak memiliki seorang Juruselamat (sang Allah-manusia) dan tidak mungkin akan ada kebangkitan! Terlepas dari apa yang Stanley katakan, kekristenan sungguh bergantung pada kebenaran seputar kelahiran Yesus Kristus. Pernyataan Stanley adalah berbahaya dan kesimpulan-kesimpulannya sama sekali tidak alkitabiah. Orang percaya berpengertian harus mewaspadai orang-orang yang mengecilkan doktrin-doktrin vital demi memahami orang-orang yang menolak kebenaran dari awalnya.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Kristologi | Leave a comment