Orang Kristen dan Minuman Beralkohol: Pergeseran Nilai

Orang Kristen Minum-minum Adalah

Topik yang Memperlihatkan Pergeseran

Perubahan cepat sikap orang Kristen “yang percaya Alkitab” terhadap minum minuman keras adalah salah satu tanda zaman yang jelas.

Ketika Amendemen ke-18 [Undang-Undang AS], yang “melarang pembuatan, penjualan, atau pemindahan minuman yang memabukkan,” disahkan pada Januari 1919, Konvensi Baptis Selatan menyebutnya “kemenangan terbesar bagi reformasi moral di Amerika sejak Deklarasi Kemerdekaan” (“Prohibition and Baptists 100 Years Later,” Baptist Press, 17 Jan. 2019). Mulai dari tahun 1880an, Baptis Selatan [disingkat SBC, Southern Baptist Convention] memimpin kampanye negara bagian maupun nasional untuk pelarangan [minuman keras]. Pada tahun 1896, SBC mengatakan bahwa “tidak ada seorang pun yang boleh dipertahankan dalam persekutuan dengan sebuah gereja Baptis, jika ia terlibat dalam pembuatan atau penjualan minuman beralkohol.” Orang-orang Baptis Selatan “percaya bahwa sulit untuk menemukan faktor tunggal lainnya yang menimbulkan penderitaan, cidera dan kerusakan dalam skala yang sedemikian luas, seperti penggunaan alkohol yang luas.” Setelah Amendemen ke-18 dicabut pada tahun 1933, SBC menegaskan ulang komitmennya “yang tidak berubah” terhadap prinsip “penolakan total” dari minuman alkohol sebagai satu-satunya cara hidup yang masuk akal bagi seorang individu.”

Sejarahwan Baptis, Gregory Wils, mengatakan bahwa sejak pertengahan 1800an, orang-orang Baptis telah berprinsip bahwa “seorang hamba Tuhan yang minum alkohol tidak memenuhi syarat untuk berkhotbah” (The Southern Baptist Theological Seminary 1859-2009).

Pada tahun 1870, The Religious Herald, koran resmi dari kaum Baptis Virginia, mengatakan bahwa “bertarak total dari minuman memabukkan, dengan pembatasan tertentu, dianjurkan oleh kebijaksanaan, pengalaman khalayak ramai, pendapat dari banyak orang yang bijak dan baik, dan oleh penerapan yang baik dari beberapa prinsip Firman Tuhan” (18 Agus. 1870).

Ketika saya seorang bocah yang tumbuh besar di sebuah gereja Baptis Selatan, para Injili dan Baptis di Amerika tidak pergi minum-minum dan tidak pergi ke bar. Ada pengecualian, tetapi jarang. Sekolah-sekolah seperti Wheaton dan Baylor memiliki aturan yang tidak memperbolehkan minum-minum.

Pada tahun 1960an, oleh karena pengaruh dari filosofi Injili Baru yang anti-separasi dan longgar, para Injili mulai menerima “minum-minum sosial.” Pada tahun 1978, Richard Quebedeaux mendokumentasikan perubahan dramatis yang sedang terjadi waktu itu di dalam tubuh Injili, hanya 30 tahun setelah berkobarnya semangat “Injili Baru.” Dia mengamati bahwa “kebudayaan luas telah berpengaruh mendalam terhadap gerakan Injili secara keseluruhan” (The Worldly Evangelicals, 1978, hal. 115). Walaupun Quebedeaux tidak menghubungkannya, ini sesungguhnya adalah hasil dari penolakan terhadap separasi. Dia mengatakan:

Continue reading

Posted in New Evangelical (Injili), Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Minyak dari Pohon yang Mati dengan Cepat

(Berita Mingguan GITS 2 Februari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari CreationMoments.com, 21 Nov. 2017: “Berbagai organisasi perhutanan memiliki masalah besar dengan kumbang-kumbang. Kumbang Mountain Pine menginfestasi banyak pohon konifer di Amerika Serikat Barat. Rupanya, 40 juta acre hutan telah dirusak oleh binatang-binatang ini. Sejenis jamur bisa masuk ke dalam pohon bersama dengan kumbang tersebut, dan jamur ini bisa mengganggu transportasi air dan nutrien. Kumbang tersebut menaruh telurnya di kulit pohon, dan larva kumbang juga dapat menyebabkan pohon tersebut mati. Seolah hal ini belum cukup buruk, perusahaan-perusahaan perhutanan lalu akan kesulitan untuk menghilangkan pohon-pohon ini sebelum mereka menimbulkan kerusakan lebih lanjut karena kebakaran hutan. Namun, kayu dari pohon-pohon ini, kemungkinan akan terpecah dan rusak, dan sering sudah ternodai oleh hadirnya kumbang dan jamur. Para ilmuwan di Universitas Washington telah menemukan suatu solusi yang sangat pintar. Kayu yang rusak itu masih bisa dipakai sebagai bahan bakar. Jadi, Fakultas Ilmu Lingkungan dan Hutan dari Universitas Washington telah menemukan cara untuk memanaskan kayu ini, dan material organik lainnya, dengan suhu yang sangat tinggi, tanpa perlunya oksigen. Perlakuan ini akan menghasilkan sejenis minyak bahan bakar, yang berbentuk cairan coklat tua. Bahan bakar ini telah dipakai di beberapa negara untuk memanaskan bangunan, seperti rumah sakit. Jenis minyak yang berbeda akan memiliki komposisi yang berbeda. Walaupun tidak pasti ada kemiripan yang dekat antara minyak dari kayu ini, dengan minyak petroleum, proses ini minimal mendemonstrasikan bahwa bahan bakar minyak tidak memerlukan jutaan tahun untuk terbentuk. Dengan cara yang sama, minyak petroleum tidak memerlukan jutaan tahun, tetapi dapat terbentuk dalam situasi yang muncul pada waktu Air Bah. Ref: ‘More efficient way to make oil from dead trees,’ ScienceDaily, 2 Mei 2017.

Posted in General (Umum), Science and Bible | Leave a comment

Gubernur New York Merayakan Undang-Undang Aborsi Baru yang Mengizinkan Pembunuhan Bayi-Bayi Hingga Saat Kelahiran

(Berita Mingguan GITS 2 Februari 2019, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “NY Governor Cuomo Celebrates,” The Daily Wire, 23 Jan. 2019: “Pada hari Selasa, Gubernur New York, Andrew M. Cuomo, dengan hati yang gembira bahwa badan legislatif New York telah meluluskan Undang-Undang Kesehatan Reproduksi, yang akan mengizinkan ibu-ibu untuk membunuh (maaf, maksudnya mengaborsi) bayi-bayi mereka, sampai dengan saat kelahiran, merayakan legalisasi pembunuhan ini dengan memerintahkan agar puncak menara di One World Trade Center, Jembatan Gubernur Mario M. Cuomo, Jembatan Kosciuszko, dan Bangunan Alfred E. Smith di Albany, semua dinyalakan lampu merah dadu pada malam Selasa. Cuomo terkekeh-kekeh, “Undang-undang Kesehatan Reproduksi adalah suatu kemenangan historis bagi rakyat New Yorkk dan bagi nilai-nilai progresif kita. Menghadapi pemerintah federal yang berniat untuk membatalkan Roe vs. Wade (Editor: ini adalah keputusan pengadilan yang melegalkan aborsi di seluruh AS) dan hak-hak reproduksi wanita, saya berjanji bahwa kita akan menjalankan legislasi yang kritis ini dalam 30 hari pertama sesi baru – dan kita sungguh telah melakukannya. Saya memerintahkan agar tempat-tempat bersejarah di New York dinyalakan lampu merah muda untuk merayakan pencapaian ini dan menyinari terang ke depan menjadi contoh bagi bagian-bagian negara ini yang lain.’ …Cuomo telah sejak lama memperjuangkan pembunuhan bayi-bayi yang belum lahir dan sangat merendahkan orang-orang yang pro-life (Editor: pro-kehidupan dan menentang aborsi), dengan mengatakan bahwa orang-orang demikian ‘tidak memiliki tempat di negara bagian New York.’”

Posted in Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Rangkuman Pendek Inkuisisi Roma Katolik

Oleh Dr. David Cloud (Penerjemah: Dr. Steven Liauw)

Berikut ini dirangkum dari pembelajaran tentang Inkuisisi Roma Katolik dalam buku A History of the Churches from a Baptist Perspective, tersedia dari Way of Life Literature:

Inkuisisi secara formal dimulai pada abad ke-13 untuk mengendalikan orang-orang yang berada dalam jangkauan Gereja Roma Katolik. (Inkuisisi artinya interogasi, penyelidikan). Sampai akhirnya, inkuisisi akan merambah ke hampir semua sudut Eropa dan lebih jauh lagi, ke berbagai daerah yang ditaklukkan oleh Spanyol dan negara-negara Katolik lainnya yang melakukan kolonisasi.

Inkuisisi adalah alat Roma untuk menegakkan hukum-hukumnya. Adalah ilegal untuk tidak setuju dengan doktrin-doktrin dan praktek-praktek Roma, untuk memberitakan doktrin lain apapun selain doktrin Roma, dan untuk menerjemahkan atau membaca Alkitab dalam bahasa umum tanpa izin dari otoritas Katolik. Orang-orang yang melanggar ditangkap, dianiaya, dilucuti harta miliknya, dan dimatikan.

Pada masa pemerintahan Paus Innocent III (1198-1216) inilah Inkuisisi Roma Katolik menjadi suatu institusi yang terorganisir dan sistematis. “Penganiayaan agamawi mengambil bentuk-bentuk baru. Zamannya Innocent menjadi salah satu zaman teror terhadap semua kebebasan berpikir dan beribadah” (William Blackburn, History of the Christian Church from Its Origin, hal 307).

Continue reading

Posted in Katolik, Penganiayaan / Persecution | 2 Comments

Asosiasi Psikologi Amerika Mendeklarasikan Maskulinitas “Secara Psikologis Berbahaya”

(Berita Mingguan GITS 19 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “American Psychological Association,” 8 Jan. 2019, frontpagemag.com: “Revolusi budaya berjalan sedemikian cepat, sehingga ia mulai kehabisan bahan. Dalam lima tahun terakhir, kelompok Kiri telah memeluk supremasi rasial, menolak biologi, mendukung anti-semitisme, dan mendeklarasikan bahwa sains adalah konspirasi ras putih yang patriarkis. Apa yang tersisa? APA (Asosiasi Psikologi Amerika) kini mengklaim bahwa ‘maskulinitas tradisional adalah berbahaya secara psikologis.’ ‘Penekanan utama dari riset selanjutnya adalah bahwa maskulinitas tradisional – ditandai oleh stoikisme, sifat bersaing, dominasi, dan agresi – adalah, secara keseluruhannya, berbahaya,’ klaim APA. Garis-garis pedomannya yang baru bersikukuh bahwa, ‘gender mengacu kepada pengalaman dan karakteristik psikologis, sosial, dan budaya, yang terasosiasikan dengan status sosial perempuan atau lelaki.’ Jika gender hanyalah suatu pola pikir, maka maskulinitas dengan mudah dapat dijadikan suatu penyakit mental. Inilah yang terjadi jika orang-orang yang sakit jiwa yang berbalik menjadi penguasa rumah sakit jiwa APA.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gereja di Kalifornia Diprotes Karena Memasang Kata-Kata Bahwa Homoseksualitas Adalah Dosa

(Berita Mingguan GITS 19 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “California Church Enrages LGBT Community,” The Stream, 7 Jan. 2019: “Para pemrotes berdemonstrasi melawan sebuah gereja di Kalifornia utara, menuntut agar gembala sidangnya menurunkan sebuah pesan di depan gereja yang mereka percayai adalah kebencian terhadap komunitas LGBT. Pesan yang prominen tersebut, yang dipasang oleh Justin Hoke, gembala sidang dari Gereja Trinity Bible Presbyterian, berbunyi ‘Bruce Jenner adalah seorang laki-laki. Homoseksualitas masih adalah dosa. Budaya bisa berubah. Alkitab tidak berubah.’ Pesan itu membuat para warga LGBT di Siskiyou County menjadi marah, dan mereka berkumpul di luar gereja pada hari Minggu untuk menuntut sang gembala menurunkan pesan itu dan menyimpan kepercayaan seperti itu di dalam tembok-tembok gereja. Namun Hoke berargumen bahwa pesan itu bukanlah kebencian dan bahwa ia mengekspresikan pengajaran Alkitabiah tentang gender dan seksualitas. ‘… sangatlah buruk untuk menyebut pesan ini sebagai penuh kebencian,’ kata Hoke. ‘Tidak ada kebencian sama sekali dalam pesan ini.’ ‘Orang-orang menjadi marah karena kami mengatakan bahwa hal ini salah, sejak dulu sudah salah, dan sekarang masih salah menurut Allah kami,’ tambah Hoke. …Hoke mengatakan, karena adanya berbagai protes, dia berencana untuk mempertahankan pesan itu hingga demonstrasi berhenti. Kalayjian dan para pemimpin protes lainnya menerima tantangan itu, dan berkata bahwa mereka akan protes di luar gereja setiap Minggu sampai sang gembala menurunkan pesan tersebut. FOLLOW-UP: Gembala Hoke mengundurkan diri dari penggembalaan Gereja Trinity Bible Presbyterian setelah anggota-anggota gereja mengancam akan pergi. Dia mengatakan, “Mulai hari ini, saya bukan lagi gembala dari Gereja Trinity Bible Presbyteria. …telah diputuskan demi kepentingan terbaik gereja lokal ini bahwa kami berpisah. Saya mau menambahkan ini, saya tidak mau pergi, saya juga tidak mau mundur, dan saya sebenarnya siap untuk tinggal.” Dia menolak tawaran bantuan finansial, dan berkata bahwa dia tidak mau “menggunakan 5 menit ketenaran ini sebagai kesempatan untuk menarik simpati dan maksud baik orang-orang lain.” Dia menambahkan, “Tuhan telah menyediakan kebutuhan saya. Tolong doakan agar Allah akan membuka lebih banyak lagi pintu bagi saya untuk memberitakan Injil, hanya itu yang saya mau dan perlukan.”

Posted in LGBT | Leave a comment

Waktu Renungan Sang Pengkhotbah

(Berita Mingguan GITS 19 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Pengkhotbah yang efektif akan memakai waktu pembelajaran Alkitab dan doanya di pagi hari, dan menganggapnya seperti hukum kerajaan Media Persia. D. Martyn Lloyd-Jones mengatakan, “Saya telah selalu merasa, dan semakin lama semakin yakin, bahwa salah satu aturan terbesar bagi seorang pengkhotbah adalah untuk mengamankan waktu pagi. Buatlah ini menjadi suatu aturan absolut. Usahakan untuk mengembangkan suatu sistem, yang dengannya anda tidak tersedia untuk ditelpon pada pagi hari; biarkan istrimu atau orang lain menerima pesan-pesan untuk anda, dan beritahukan orang-orang yang menelpon bahwa anda tidak sedang santai. Kita harus secara literal berjuang demi hidup kita dalam hal ini!” (Preaching and Preachers, hal. 166, 167). John Henry Jowett berkomentar, “Dengan segenap hati saya memberikan nasihat ini: jadilah sistematis seperti seorang pebisnis. Masuklah dalam ruang belajar anda pada jam yang ditentukan, dan hendaklah jam tersebut sama paginya dengan seorang pebisnis pergi ke gudangnya atau kantornya. …Saya bisa melihat dan mendengar pada pebisnis di jemaat saya ketika mereka berangkat pagi untuk mendapatkan roti mereka pada hari itu. Dan apakah Pelayan mereka akan ketinggalan dalam usahanya mencari Roti Hidup? Apakah dia akan berbaring dan berleha-leha sepanjang hari, dipermalukan oleh orang-orang yang katanya ia pimpin, dan apakah kemalasannya akan mengganggu pelayanan kudus ketika ‘para domba yang lapar memandang dan tidak mendapat makanan’? Biarlah sang pelayan, saya katakan, serius seperti sang pebisnis. Biarlah dia menggunakan sistem dan metode, dan biarlah dia sangat memperhatikan ketepatan waktu dalam kebiasaan pribadinya dalam melayani Tuhan, sama seperti jika dia masuk kantor pemerintah dalam tugas untuk negaranya. Dan kepada keteraturan, biarlah dia menambahkan rasa proporsi. Baiklah dia mempertimbangkan perbandingan nilai berbagai hal. Biarlah dia menempatkan hal-hal yang utama sebagai yang pertama, dan baiklah dia mencurahkan kesegaran tenaganya untuk hal-hal yang vital dan penting. Gentlemen, semua ini akan memberikan upah, dan upahnya akan baik sekali” (The Preacher: His Life and Work).

Posted in Ministry, Renungan | Leave a comment

“Jangan Masukkan Allah dalam Kotak”?

(Berita Mingguan GITS 12 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah wawancara video dengan The Gospel Coalition, J. D. Greear, Presiden dari Southern Baptist Convention (SBC, Konvensi Baptis Selatan) mengatakan bahwa Allah masih dapat berbicara dengan suara audibel kepada orang percaya hari ini, dan tidak terbatas pada berbicara melalui Kitab Suci (“Southern Baptist President,” BreakingChristianNews.com, 4 Jan. 2019). Greear mengatakan bahwa dia “tidak akan pernah menaruh Allah dalam sebuah kotak mengenai apa yang Ia bisa lakukan hari ini.” Ini adalah posisi Pantekosta sejak awal gerakan ini. “Jangan taruh Allah dalam kotak” selalu dimaksudkan untuk berarti bahwa Allah dapat melakukan segala jenis hal yang tidak kita jumpai dalam Alkitab, misalnya membuat orang berjatuhan, menempelkan mereka ke lantai seperti kena lem, membuat mereka berbicara ngaco ngalor-ngidul, tertawa histeris tiada henti, bergoncang-goncang dan kejang-kejang, mengaum seperti singa dan meringkik seperti keledai, dan berkeliaran seperti orang mabuk. “Jangan taruh Allah dalam kotak” telah selalu menjadi lagu tema bagi orang-orang yang tidak mau dibatasi oleh Kitab Suci.

Mantan tokoh Pantekosta, Hughie Seaborn, berkomentar sebagai berikut: “Konvensi Baptis Selatan tidak lama lagi akan sepenuhnya kharismatik. Allah bisa melakukan apa saja yang Ia inginkan, tetapi Ia tidak akan menentang FirmanNya, dan FirmanNya dalam Ibrani 1:1-2 memberitahu kita bahwa, ‘pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi [yang menerima mimpi, penglihatan, dan suara-suara audibel], maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya [melalui hal yang sempurna itu, yaitu Firman Allah yang tertulis].’ Mimpi-mimpi, penglihatan-penglihatan, dan suara-suara audibel adalah subjektif dan penuh dengan penipuan yang berbahaya. Bagaimanakah kita bisa tahu dengan pasti siapa yang berbicara kepada kita, bahkan jika yang kita terima sama dengan Alkitab? Iblis banyak berbicara hal-hal yang benar, tetapi ia selalu memiliki agenda. Firman Allah yang tertulis adalah satu-satunya keamanan yang kita miliki di hari-hari terakhir yang berbahaya ini. J. D. Greear adalah seseorang yang berbahaya. Ketika mereka berkata bahwa mereka ‘tidak mau menaruh Allah dalam kotak mengenai apa yang Ia dapat lakukan hari ini,’ sebenarnya yang mereka katakan adalah mereka tidak mau Allah ‘menaruh mereka dalam kotak.’ Ini adalah isu sebenarnya dengan kelompok ini. Isu sebenarnya bukanlah ‘Jangan beritahu saya apa yang Allah bisa dan tidak bisa lakukan,’ tetapi adalah ‘Jangan beritahu saya apa yang saya bisa dan tidak bisa lakukan.’ Mereka tidak suka batasan-batasan yang diterapkan oleh Kitab Suci ke atas diri mereka.”

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Baptis Selatan dan Kharismatikisme

(Berita Mingguan GITS 12 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Gerakan kharismatik telah menyebar di dalam Konvensi Baptis Selatan sejak akhir 1980an, dan kecepatan penyebarannya telah meningkat seiring dengan berlalunya dekade demi dekade. Pada April 1995, majalah Charisma melaporkan bahwa dua profesor di Southern Baptist Theological Seminary (William Hendricks dan Tim Webber), mendorong gereja-gereja untuk tidak takut akan gerakan kharismatik. Hendricks, direktur dari program doktoral di Southern tersebut, mengatakan, “Kita tidak seharusnya merasa diserang atau terancam oleh suatu pengalaman, perspektif, atau pemahaman alternatif tentang Roh Kudus,” dan memperingatkan bahwa jika anda melawan gerakan kharismatik, “anda bisa jadi melawan pengalaman yang sah dari Roh.” Pada bulan Maret 1999, sebuah laporan majalah Charisma berjudul “Menggoncang Tradisi Baptis Selatan” memberikan banyak contoh jemaat-jemaat Baptis Selatan yang kharismatik. Pada waktu itu, gembala-gembala Baptis Selatan seperti Jack Taylor, Ron Phillips, dan Gary Folds, menyambut kekacauan tidak alkitabiah yang terjadi di Gereja Toronto Airport di Ontario dan Sidang Jemaat Allah Brownsville di Pensacola, Florida. “Kebangkitan rohani” ini mengambil bentuk berbicara dengan suara-suara tidak jelas, jatuh ke lantai, berguling-guling di lantai, menggonggong seperti anjing, mengaum seperti singa, meringkik seperti keledai, kena setrum listrik, tergoncang-goncang, kejang-kejang, dan pengalaman-pengalaman aneh lainnya yang tidak memiliki dukungan Alkitab. Sejak saat itu, Konferensi Minyak dan Anggur Segar yang dibuat oleh Ron Phillips di Central Baptist Church di Hixon, Tennessee, telah mempromosikan kesesatan-kesesatan kharismatik. Salah satu pembicaranya adalah Rodney Howard-Browne, yang dijuluki “bartender Roh Kudus.” Gembala sidang Baptis Selatan, Dwain Miller, dari Second Baptist Church di El Dorado, Arkansas, bernubuat bahwa Allah akan memakai Phillips “untuk membawa pembaharuan kepada 41.000 gereja-gereja Baptis Selatan.” Phillips memberitahu koran Tennessean bahwa ia pertama kali mengalami berbahasa lidah ketika dia sedang tidur! Pada tahun 2008, Phillips menghitung sejumlah 500 gereja-gereja dalam jaringan kharismatiknya (“Charismatic Southern Baptist Churches,” Baptist Standard, 30 Okt. 2008). James Robison, yang pernah menjadi seorang penginjil Baptis Selatan yang berapi-api dan berkhotbah melawan liberalisme theologis dari sekolah-sekolah Baptis Selatan dan keduniawian dari gereja-gerejanya, mendapatkan pengalaman kharismatik pada tahun 1979 dan menjadi seorang ekumenis kharismatik yang bergandengan tangan dalam persekutuan dan pelayanan dengan orang-orang Roma Katolik yang “dibaptis Roh” dan memuji Paus Yohanes Paulus II sebagai “salah satu perwakilan moralitas yang terbaik di bumi ini.” Bill Sharples mengundurkan diri dari penggembalaan di sebuah gereja Baptis Selatan setelah menerima gerakan bahasa lidah, tetapi 25% dari pertemuan-pertemuan yang dia adakan tetap di gereja-gereja Baptis Selatan dan dia mengklaim bahwa 15 sampai 20 persen dari orang-orang Baptis Selatan yang dia temui, terbuka terhadap gerakan kharismatik. Pada November 2005, Badan Misi Asing Baptis Selatan, memungut suara untuk melarang para misionari mereka untuk berbicara dalam bahasa lidah, tetapi Jerry Rankin, kepala dari Badan tersebut, berkata bahwa ia telah berbicara dalam “bahasa doa pribadi” selama 30 tahun. Betapa kebingungan dan kekacauan yang mendalam! Berbicara dalam sebuah kebaktian chapel di Southwestern Baptist Theological Seminary pada tahun 2006, Gembala Dwight McKissic, seorang pengawas, memberitahu para mahasiswa bahwa ia berbahasa lidah dalam “kehidupan doa pribadinya” dan telah melakukan itu sejak tahun 1981, ketika ia seorang murid seminari (“Southwestern Trustee’s Sermon on Tongues Prompts Response,” Baptist Press, 30 Agus. 2006). Pada Mei 2015, Badan Misi International Baptis Selatan, membalikkan kebijakannya yang sebelumnya, dan kini menerima misionari yang berbahasa “lidah,” selama mereka tidak “mengganggu” (“FAQs on Missionary Appointment Qualifications,” IMB Policy 200-1, IMB.org). Salah satu jembatan utama dari gerakan kharismatik untuk masuk ke dalam gereja-gereja dan rumah-rumah Baptis Selatan adalah musik Kristen kontemporer. Buku Himne Baptis Selatan edisi 2008 mengandung banyak sekali lagu-lagu yang ditulis kaum kharismatik. Sekitar 75 dari 100 lagu kontemporer teratas, masuk di dalamnya. Lagu-lagu ini adalah jembatan langsung ke “gereja” esa sedunia. Saya tidak tahu ada satupun artis musik Kristen kontemporer yang prominen yang secara praktek menentang gerakan kharismatik dan ekumenisme, dan itu termasuk keluarga Getty. Karena Konvensi Baptis Selatan menolak untuk secara konsisten melawan kesalahan ini, maka seluruh adonan akan terus terkhamiri. Alkitab memperingatkan bahwa “sedikit ragi mengkhamirkan seluruh adonan.” Ini benar untuk dosa (1 Kor. 5:6), dan juga benar untuk doktrin yang salah (Gal. 5:9). Dan dalam beberapa tahun lagi, [karena banyak gereja Baptis Independen sekarang bermain-main dengan musik Kristen kontemporer] akan ada orang yang menulis tentang masuknya “bahasa lidah” dan fenomena kharismatik lainnya di antara kaum Baptis Independen.

Posted in Gereja, Kharismatik/Pantekosta, Sejarah dan Doktrin Baptis | Leave a comment

Kapal Nuh yang Tidak Mungkin

(Berita Mingguan GITS 12 Januari 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 14 Des. 2018: “Menurut Alkitab, Bahtera Nuh berukuran panjang 150 meter, lebar 25 meter, dan tinggi 15 meter. Ia dibuat dari sejenis kayu yang disebut kayu gofir. Bisa jadi ini kayu laminasi [hasil manufaktur], tetapi yang jelas adalah kayu. Namun, para peragu mengklaim bahwa bahkan hari ini kapal-kapal kayu tidak bisa dibuat sebesar itu karena kayu tidak cukup kuat untuk menahan tekanan yang dihasilkan oleh struktur sebesar itu; mereka berkata bahwa hanya besi yang bisa menahan tekanan tersebut. Tentu saja, itu tidak benar. Para penulis kuno memberitahu kita tentang suatu pertempuran laut pada tahun 280 SM, dan di dalamnya ikut berpartisipasi kapal Leontifera. Mereka menggambarkan Leontifera dengan cukup mendetil. Mereka memberitahu kita bahwa kapal itu mengangkut 1.600 pendayung, dengan tambahan lagi 1.200 prajurit. Dari hal-hal ini dan detil-detil lainnya, Leontifera diperkirakan memiliki panjang antara 130 hingga 170 meter. Plutarch memberitahu kita tentang sebuah kapal lain yang dibuat sekitar tahun 294 SM, yang memiliki dua kali lebih banyak pendayung daripada Leontifera. Pada akhir abad ketiga SM, Ptolemy Philopator membuat sebuah kapal yang memerlukan 400 pelaut, ditambah 4.000 pendayung, untuk dapat dioperasikan. Dengan tambahan prajurit lagi di atasnya, kapal itu mengangkut 7.250 orang. Kapal perang ini berukuran 130 meter panjangnya, lebih lebar dari bahtera Nuh, dan kira-kira sama tingginya. Alkitab dapat dipercaya dalam segala yang diajarkan, bahkan ketika berbicara tentang fakta sejarah atau dunia alam yang dipelajari oleh limu pengetahuan. Ref: Creation, 6-8/00, hal. 46-48, ‘The Large Ships of Antiquity.’”

Posted in Science and Bible | Leave a comment