Norwegia Mengkriminalkan “Ujaran Kebencian” Pribadi Melawan Kaum Homoseksual (LGBT)

(Berita Mingguan GITS 21 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Norway’s LGBTQ+ Hate Speech,” National Review, 11 Nov. 2020: “Kita senantiasa mendengar tentang bagaimana katanya terus terjadi peningkatan dalam ‘kejahatan kebencian terhadap LGBTQ+’, dan sama sekali tidak mengherankan, karena definisi apa yang termasuk ‘kejahatan kebencian’ terus menerus diperluas. Contoh paling baru adalah Norwegia, yang baru saja meng-amandemen undang-undang pidana mereka, yang pertama kali disahkan tahun 1981 dulu, untuk mengkriminalkan bahkan ‘komentar-komentar pribadi’ yang dianggap ofensif oleh pemerintah. Reuters melaporkan: ‘Orang-orang yang terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian akan didenda atau dipenjara hingga satu tahun karena komentar-komentar pribadi mereka, dan maksimum tiga tahun dalam penjara untuk komentar publik, menurut hukum pidana tersebut.’ Amandemen ini sebenarnya sama sekali tidak dibutuhkan, karena bahkan menurut Reuters, Norwegia adalah ‘salah satu negara paling liberal di Eropa bagi orang-orang LGBT+.’ Negara tersebut beroperasi sepenuhnya dengan sistem identifikasi diri, dan tidak diperlukan bukti medis apapun untuk mengubah jenis kelamin seseorang secara legal. Ideologi LGBTQ+ sudah masuk menjadi mainstream dalam semua lingkup kehidupan. Masih saja, pada aktivis gender radikal tidak akan beristirahat sampai semua warga sipil dalam hidup pribadi mereka menolak kebenaran biologis dan melepaskan semua keragu-raguan mereka tentang dogma LGBT ini.”

Posted in LGBT | Leave a comment

Cina Menghilangkan Kekristenan dari Buku-Buku Klasik

(Berita Mingguan GITS 21 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “In China, Even ‘Robinson Crusoe’ Is Censored,” Bitter Winter, 26 Mei 2019: “Untuk membantu mencapai tujuan menghilangkan semua konten pengajaran yang berisikan hal-hal yang berbau agamawi, Partai Komunis Cina (Chinese Communist Party, CCP) sekarang mengubah buku-buku yang ditulis oleh penulis-penulis internasional yang dibaca oleh murid-murid tingkat SD dan SMP-SMA. Menurut orang tua dari seorang murid di propinsi Hebei di utara, isi dari beberapa buku dihilangkan atau diubah dalam versi baru buku teks bahasa Cina kelas enam, yang diterbitkan oleh People’s Education Press pada Januari 2019. Versi orisinal dari novel Robinson Crusoe, oleh penulis Inggris Daniel Defoe (1660-1731), mengandung perikop berikut ini: ‘juga saya menemuka tiga Alkitab yang masih bagus, […] juga beberapa buku Portugis; dan di antara mereka dua atau tiga buku doa kepausan, dan beberapa buku lainnya, yang semuanya saya amankan dengan baik.’ Dalam versi yang baru dari buku teks tersebut, konten yang berkaitan dengan Alkitab dan buku doa dihapus … Cerita pendek Vanka oleh penulis Rusia, Anton Chekhov (1860-1904), juga telah diubah hingga tidak dapat dikenali lagi. Istilah-istilah agamawi dalam versi orisinal – seperti ‘ikut kebaktian Minggu,’ ‘semoga Allah memberkatimu,’ ‘saya akan berdoa untukmu,’ dan ‘aku mohon padamu demi Kristus,’ telah dihapus, dan ‘demi Tuhan yang baik,’ juga telah diubah menjadi ‘demi kebaikan.’ Kisah The Little Match Girl oleh Hans Christian Anderson (1805-1875) juga telah diubah: perikop ‘ketika suatu bintang jatuh, jiwanya sedang naik kepada Allah,’ diubah menjadi ‘ketika suatu bintang jatuh, seseorang sedang pergi.’

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

DNA Berusia Jutaan Tahun?

(Berita Mingguan GITS 21 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 11 September 2020: “Sementara banyak orang Kristen merasa harus menerima jutaan tahun dalam skema evolusi, bukti-bukti untuk penciptaan dunia yang masih muda semakin menumpuk. Bukti semakin menumpuk sampai-sampai banyak evolusionis yang merasa mereka harus menemukan penjelasan untuk semua itu. Dalam program Creation Moments sebelumnya, kita bicara tentang DNA dan material sel lainnya yang ditemukan tanpa menjadi fosil (membatu) di dalam sebuah T. rex. yang menjadi fosil. Sejak pembahasan itu, sebuah tulang kaki hadrosaurus telah ditemukan dengan sel-sel darah yang masih utuh. Lalu ada juga hadrosaurus yang menjadi mumi yang menjadi subjek pembahasan spesial di suatu program televisi. Bahkan organ-organ dalamnya masih utuh. Menurut evolusionis, kita harus percaya bahwa mumi ini tidak menjadi debu dalam waktu 77 juta tahun. Klaim ini tidak bisa dipercaya, dibandingkan dengan pengalaman kita dengan mumi-mumi Mesir yang terpelihara paling baik sekalipun yang baru ribuan tahun umurnya. Segmen-segmen DNA juga telah ditemukan pada kaum Neanderthal, pada mamalia yang katanya pra-sejarah, pada tumbuhan, dan bahkan bakteri. Menurut penanggalan evolusionis, sampel-sampel ini berkisar umurnya dari 40.000 hingga 250 juta tahun. Namun, kita tahu bahwa DNA sudah akan hancur penuh dalam 10.000 tahun. Masih ada cukup banyak sel pigmen berwarna yang tersisa dalam sebuah bulu yang terfosilisasi, sehingga kita masih bisa melihat pola warnanya. Namun, dikatakan usianya 100 juta tahun. Sementara para evolusionis mencoba berbagai penjelasan untuk femonena ini, penjelasan paling sederhana adalah bahwa mereka memang masih berusia muda. Ref: Acts & Facts, 6/09, hal. 17, Brian Thomas, ‘Fossilized Biomaterials Must Be Young.’”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Presiden Bob Jones University Berpartner dengan Organisasi Ekumenis

(Berita Mingguan GITS 14 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Dua kali pada tahun 2020, Presiden BJU, Steve Pettit telah mendukung Christian Learning Centers yang di Greenville County (CLC), yang melayani anak-anak di sekolah umum (public school). Dalam sebuah acara pencarian dana pada tanggal 12 Mei, Pettit mengatakan, “Kami terlibat penuh dalam membantu [CLC] … Dr. Bobby Wood, salah satu wakil presiden kami, sekarang adalah anggota baru dari dewan [CLC] dan kami sangat senang dia berada di sana … sebagai suatu universitas, kami MENDUKNG PENUH CLC.” Pettit sekali lagi membuat pernyataan dukungan untuk CLC pada acara pencarian dana tanggal 22 Oktober, dengan berkata, “[BJU] mendapat kehormatan untuk berpartner dengan [CLC] untuk menyediakan pelatihan Injil dan Alkitab kepada anak-anak SMA.” Machen White menulis “Tetapi CLC bukanlah sebagaimana nampaknya. Kepemimpinan CLC dan gereja-gereja yang mensponsorinya terdiri dari segala macam jenis, mulai dari Injili konservatif, sampai ke kharismatik haluan kiri, dan juga ke orang-orang yang secara theologis liberal. Ketua dewan direksi CLC, Kevin Brady, adalah anggota dari Advent United Methodist Church. Richard Furman, seorang anggota dewan, adalah anggota First Presbyterian Church di Greenville. Gabe Vicks, anggota dewan lainnya, adalah anggota gereja Word of Life. Todd Hyneman, juga anggota dewan, adalah anggota Holland Park Church of Christ. Di antara gereja-gereja yang mensponsori, ada tiga gereja United Methodist, satu gereja Presbyterian yang liberal, beberapa gereja kharismatik, dan setengah lusin gereja Bapits Selatan, yang tercantum dalam website CLC. Keadilan sosial [social justice] sering dipromosikan dalam podcast CLC. Dalam pernyataan iman CLC, Injil sudah digeser kalau bukan digantikan sama sekali oleh keadilan sosial” (Musings of a Fundamentalist, 5 Nov. 2020).

EDITOR: Bob Jones University, didirikan oleh Bob Jones, bertahan 3 sampai 4 generasi dalam pendirian kokoh terhadap kebenaran. Dr. Bob Jones digantikan oleh putranya, Bob Jones Jr., lalu oleh cucunya Bob Jones III, dan setelah itu oleh cicitnya Stephen Jones. Karena masalah kesehatan, Stephen Jones mundur pada tahun 2014, dan digantikan oleh Steve Pettit, seorang alumni BJU, yang sekarang membawa BJU ke berbagai arah yang baru.

Posted in Ekumenisme, Fundamentalisme | Leave a comment

Presiden Baptis Selatan Mengatakan Orang-Orang Kristen Terkutuk Karena Tidak Berjuang untuk “Keadilan Gender”

(Berita Mingguan GITS 14 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “JD Greear Says,” Reformation Charlotte, 29 Okt. 2020: “JD Greear, presiden dari Konvensi Baptis Selatan (Southern Baptist Convention, atau SBC) – seorang yang menyerang orang-orang Baptis Selatan sebagai rasis dan penganut supremasi kulit putih, menyerukan agar orang-orang Kristen berdiri untuk hak-hak LGBTQ, dan juga memakai seorang wanita yang pro-aborsi untuk memimpin pembelajaran Alkitab di gerejanya, dan juga mengatakan bahwa orang-orang yang mengikuti Yesus akan memikirkan tentang ‘hak imigran’ ketika sedang di kotak pemilihan umum – dia mengumumkan bahwa Gereja dikutuk seperti Meroz karena tidak memperjuangkan ‘keadilan rasial’ dan ‘keadilan gender.’ Greear baru-baru ini mengeluh dalam sebuah khotbah bahwa orang-orang Kristen hari ini, sama seperti orang-orang Kristen pada zaman perbudakan Amerika dulu, sangatlah malas mengenai keadilan, karena, katanya, hal itu tidak ‘mempengaruhi mereka sedang langsung.’ ‘Entah kita bicara tentang keadilan rasial atau keadilan gender atau apapun juga yang lain,’ dia menegaskan, ‘tragisnya … sering ada kemalasan dalam gereja … karena ketidakadilan itu tidak langsung mempengaruhi kita yang duduk di tempat-tempat hak istimewa. Seperti Meroz, itu tidak mempengaruhi orang-orang kita.’ Tentu saja dia tidak menjelaskan dengan gamblang apa itu ‘keadilan gender,’ namun website Gender Justice U.S. mendefinisikannya sebagai ‘suatu duia di mana semua orang dapat berkembang tak peduli gender, ekpresi gender, atau orientasi seksual mereka.’ Dan karena Greear telah menyerukan agar orang Kristen membela hak-hak gay dan bahwa menggunakan ‘kata ganti yang disenangi’ oleh kaum transgender adalah bentuk ‘keramahan kata ganti’ dan dia percaya bahwa dia harus melakukan itu, kita bisa menarik kesimpulan mengenai apa yang dimaksud Greear mengenai istilah ini.”

EDITOR: Betapa kacaunya kalau presiden suatu denominasi sudah menyimpang begitu jauh dari Alkitab.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Tumbuhan yang Bergosip

(Berita Mingguan GITS 14 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 23 Oktober, 2020: Tanaman venus flytrap merasakan adanya seekor lalat, dan dalam kurang dari satu detik, pintu perangkapnya sudah tertutup rapat. Hari ini dia akan makan. Suatu bidang baru dalam sains adalah mempelajari perilaku tumbuhan. Para ahli perilaku tumbuhan menunjukkan bahwa tumbuh-tumbuhan, seperti venus flytrap yang berinteraksi dengan binatang, harus dapat bergerak dalam skala yang sama dengan binatang. Kita secara tradisional membayangkan tanaman sebagai makhluk hidup yang tidak aktif dan hanya duduk diam saja. Tetapi sambil kita belajar lebih lagi tentang mereka, kita mulai menemukan bahwa tumbuh-tumbuhan jauh lebih aktif dari yang kita pikirkan. Tumbuh-tumbuhan lain juga bergerak, seringkali ketika mereka berinteraksi dengan binatang. Tetapi kadang-kadang juga bukan. Ketika sebuah pohon mulberry putih membuka bunganya, kecepatan pembukaan adalah setengah kecepatan suara. Tetapi perilaku tumbuhan melibatkan lebih banyak lagi hal. Para ilmuwan telah belajar bahwa tanaman memiliki daya ingat, walaupun mereka tidak memiliki sistem saraf ataupun otak. Demikianlah, ketika sehelai daun pernah menggerakkan pola pertahanan melawan predator di masa lalu, ia akan melakukannya lebih cepat kali berikutnya serangan yang sama muncul. Sebelulmnya kita pernah membahas bagaimana tanaman berkomunikasi dengan mengeluarkan bau-bauan. Ketika sehelai daun diserang, suatu bau dikeluarkan, yang memperingatkan daun-daun dan tanaman lain di sekeliling. Para ilmuwan sekarang menyebut fenomena ini ‘gosip tanaman.’ Ketika kita melihat betapa banyak kemampuan yang Allah berikan kepada tanaman, bahkan, kita dituntun utnuk menyadari dengan penuh syukur bahwa Allah jauh lebih murah hati lagi kepada kita. Ref: Science News, 6/20/09, hal. 16-19, Susan Milius, ‘No brainer behavior.’”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Pemilihan Umum AS Tahun 2020

(Berita Mingguan GITS 7 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Pemilihan umum di Amerika Serikat memang mempengaruhi banyak hal di dunia ini, tetapi sama sekali tidak mengubah apa-apa di Surga. Tidak ada pemilihan bisa menggeser Allah dari takhtaNya atau Yesus Kristus dari sebelah kanan Allah atau menghentikan datangnya hari Tuhan. Jam nubuatan sudah sangat larut, dan sambil orang-orang tebusan Allah menantikan seruan Pengangkatan, yang dapat terjadi kapan saja, kita mempunyai tugas kita. Mari kita terus setia membajak. “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan” (Kol. 3:1-4). “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:18-20). “Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” (1 Tes. 5:4-9)

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Robot Terinspirasi oleh Jamur Lendir

(Berita Mingguan GITS 7 November 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 9 Oktober 2020: “Suatu robot yang bisa bergerak sendiri haruslah diprogram secara sangat mendetil. Instruksi harus diberikan kepada setiap bagian yang bergerak. Instruksi-instruksi ini juga harus dapat mengarahkan robat itu dalam segala kondisi yang dapat diantisipasi. Jika ada kesalahan pada instruksi, atau ia bertemu dengan kondisi yang tidak diduga sebelumnya, robot itu kemungkinan akan mematung di tempat saja. Bahkan jamur lendir pun bisa lebih baik dari ini. Walaupun sel-sel jamur lendir tidak terhubung satu sama lain oleh saraf, tetapi ketika sel-sel ini tergabung, organisme yang muncul dapat bergerak. Ia dapat berhadapan dengan kondisi-kondisi yang tidak diduga sebelumnnya ketika bergerak dengan cara memindahkan cairan untuk mengubah tubuh kolektifnya yang berbentuk seperti tas itu. Dengan mengambil contoh dari jamur lendir, sebuah grup riset dari Universitas Tohoku di Jepang telah menggunakan prinsip yang sama untuk membuat sebuah robot yang bergerak. Robot ini bisa bergerak di permukaan datar yang bagaimanapun dengan cara memindahkan cairan, yang mengubah tekanan pada bagian-bagian yang berbeda dari robot tersebut. Robot ini terbuat dari 14 tabung cairan yang saling terhubung, masing-masing dengan motor untuk menggerakkan cairannya. Ia bergerak secara acak sampai saatnya ia diberikan arahan. Ketika itu, maka motor-motornya akan tersinkronisasi, dan robot itu mulai bergerak ke arah yang diperintahkan. Pengaturan yang mirip jamur lendir ini beradaptasi terhadap perubahan di lingkungan, sama seperti aslinya. Memang Allah hebat, menyelesaikan tugas yang kompleks dengan desain yang sederhana. Ref: Nikkei Weekly, 9/13/10, p. 21, ‘Robot inspired by slime mold.’”

Posted in Science and Bible, Teknologi | Leave a comment

Paus Berbicara Mendukung Persatuan Sipil Sesama Jenis

(Berita Mingguan GITS 31 Oktober 2020, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam Francesco, sebuah dokumenter biografis yang baru, Paus Francis berbicara mendukung “persatuan sipil” homoseksual. Dia mengatakan, “Mereka adalah anak-anak Allah dan berhak untuk punya keluarga. Tidak boleh ada orang yang dikucilkan atau dibuat sengsara karena hal itu. Apa yang harus kita ciptakan adalah hukum persatuan sipil. Dengan cara demikian mereka secara legal dipayungi.” Francis, yang terpilih menjadi paus pada tahun 2013, bersuara keras melawan legalisasi pernikahan sesama jenis pada tahun 2010 ketika dia masih menjabat sebagai kardinal Buenos Aires. Dia menyebutnya “tindakan dari bapa segala dusta yang mau membingungkan dan menipu anak-anak Allah” (National Catholic Register, 8 Juli 2010). Jadi paus sekarang sedang mengabaikan pengajaran resmi gereja Katolik itu sendiri, yang mengatakan, “Mendasarkan diri pada Kitab Suci, yang menunjukkan tindakan-tindakan homoseksual sebagai tindakan-tindakan yang amat bobrok, tradisi selalu menyatakan bahwa ‘perbuatan homoseksual secara intrinsik adalah kacau.’ Mereka berlawanan dengan hukum alamiah. …mereka tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun” (Catechism of the Catholic Church, disetujui oleh Paus John Paul II, edisi kedua, 1997, # 2357). Pada tahun 2003, Catholic Congregation for the Doctrine of the Faith mengatakan, “Gereja mengajarkan bahwa penghormatan kepada orang-orang homoseksual tidak bisa memimpin dalam cara apapun kepada persetujuan akan tindakan homoseksual atau pengakuan legal akan persatuan homoseksual” (Cardinal Joseph Ratzinger, “Considerations Regarding Proposals to Give Legal Recognition to Unions between Homosexual Persons”). Ratzinger adalah Paus Benedict XVI dari tahun 2006-2013 dan saat ini adalah “paus emeritus.”
EDITOR: Satu lagi nubuat Alkitab semakin digenapi, yang membandingkan hari-hari kedatangan Putra Manusia dengan hari-hari Lot ketika Sodom dihancurkan (Lukas 17:28-30). Maraknya gerakan LGBT belakangan ini sudah dengan tepat dinubuatkan, dan merupakan cerminan dari sikap manusia yang semakin memberontak terhadap manusia, dan tidak mau “dibelenggu” oleh hukum-hukum Allah. Gereja-gereja palsu akan semakin terlihat belangnya, tetapi gereja-gereja alkitabiah harus bersiap-siap menghadapi penganiayaan.

Posted in Katolik, LGBT | Leave a comment

Kesesatan Campus Crusade

(Berita Mingguan GITS 31 Oktober 2020, sumber: www.wayoflife.org)
Campus Crusade for Christ adalah suatu pelayanan “injili” internasional yang memiliki 25.000 pekerja di hampir 200 negara. (Nama mereka diubah menjadi “Cru” pada tahun 2011). Meskipun organisasi ini tidak pernah benar-benar sehat secara theologis, mereka kini telah bergeser semakin jauh dari Firman Allah. Didirikan oleh Bill Bright, Campus Crusade sudah secara radikal ekumenis sejak kelahirannya. Pada tahun 1969, Bright berkata, “Kita tidak menyerang Gereja Roma. Kita percaya Allah sedang melakukan pekerjaan besar di dalamnya, dan tidak diragukan akan menggunakan jutaan orang Roma Katolik untuk membantu menginjili dunia” (The Post & Times Star, Cincinnati, Ohio, 30 Agus. 1969). Sampai dengan tahun 1970an, Campus Crusade sudah memiliki beberapa orang Katolik di kepengurusan mereka (James Hefley, A Prejudiced Protestant Takes a New Look at the Catholic Church, 1971, hal. 122). Dalam sebuah wawancara dengan Wittenburg Door, bulan Juni-Juli 1978, Richard Quebedeaux mengatakan, “Di Irlandia, Campus Crusade terdaftar sebagai suatu ordo agamawi. … Dan mereka bekerja sepenuhnya di dalam gereja Katolik bersama-sama dengan orang Katolik…” Sekarang Campus Crusade mempromosikan filosofi bahwa orang Kristen bisa homoseksual dalam pakaian dan keinginan, selama mereka tidak melakukan aktivitas homoseksual. Sebagai contoh, pada bulan Juli 2019, pemimpin mahasiswa Cru, Grant Hartley dari California, yang menggunakan hashtag #LGBTQinChrist, mencuitkan kutipan berikut dari Rachel Gilson, “Tidak ada perintah dalam Alkitab untuk menjadi straight; ada perintah untuk setia sebagai orang single atau setia dalam pernikahan, dan anda bisa melakukan keduanya tanpa menjadi straight.” Gilson adalah seorang direktur staf Cru di Boston (“Campus Crusade Teaching Kids That It’s Okay to be Gay,” Reformation Charlotte, 30 Juli 2019). Firman Allah dengan jelas menghakimi homoseksualitas dalam segala aspeknya, termasuk mengenai “hawa nafsu yang memalukan” dan “menyala-nyala dalam berahi” (Rom. 1:26-27).

Posted in Ekumenisme, LGBT | Leave a comment