Semua Sekolah di Inggris Diharuskan Mengajar Kurikulum yang Mendukung LGBT

(Berita Mingguan GITS 26 September 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “All Schools,” CBN News, 9 Sept. 2020: “Mulai dari bulan ini, semua sekolah di Inggris diharuskan mengajar suatu kurikulum yang mendukung LGBTQ. Sekolah-sekolah kelas menengah atas akan mengajar murid-murid mereka tentang orientasi seksual, identitas gender, dan hubungan yang sehat, sementara sekolah dasar akan mengajar anak-anak tentang berbagai jenis keluarga – termasuk yang beranggotakan LGBTQ. Pedoman baru ini mengindikasikan bahwa kurikulum yang diperbahuri akan memungkinkan murid-murid mencapai ‘kesehatan mental’ dan ‘tahu bagaimana tetap aman dan sehat.’ …November lalu, para orang tua di Birmingham memprotes anak-anak mereka belajar tentang kesetaraan LGBTQ, dan berargumen bahwa pelajaran-pelajaran tentang hubungan sesama jenis berlawanan dengan kepercayaan agamawi mereka. Para orang tua membuat dan mengangkat poster dengan tulisan-tulisan seperti ‘Anak Saya Pilihan Saya,’ ‘Biarkan Anak-Anak Menjadi Anak-Anak,’ dan ‘Katakan Tidak pada Seksualisasi Anak-Anak.’ …Walaupun terjadi resistensi di Birmingham, anggota-anggota parlemen Inggris memungut suara 538 banding 21 untuk memenangkan kurikulum baru ini yang mulai berlaku September 2020.”

Posted in LGBT | Leave a comment

Orang Kristen Lahir Baru dan Simpanse

(Berita Mingguan GITS 26 September 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari buku Harry Ironside, Changed by Beholding: “Banyak sekali orang yang membuat kesalahan mencoba untuk menghidupi kehidupan padahal mereka belum menerima kehidupan tersebut. Hal tersulit yang saya ketahui adalah mencoba untuk menghidupi kehidupan Kristen padahal anda belum memiliki hal yang anda mau hidupi itu. Harus ada kehidupan Kristen dalam dirimu dulu dulu sebelum anda bisa mengikuti dan menunjukkannya. Mencoba menghidupi kehidupan Kristen padahal anda belum pernah lahir kembali, itu sama sia-sianya dengan seekor simpanse mencoba untuk menghidupi suatu kehidupan manusia. Saya pernah melihat beberapa simpanse yang bisa meniru hal-hal yang dilakukan manusia secara luar biasa. Di sebuah kebun binatang di Philadelphia, mereka pernah berkata kepada saya, ‘Ayo datang dan saksikan sepasang nenek moyangmu.’ Saya ikut pergi saja; di sana ada dua simpanse yang terlatih yang telah belajar meniru manusia dengan mirip sekali. Mereka memakai pakaian, duduk di samping meja, makan, dan minum, dan dengan kaku mempergunakan pisau dan garpu. Setelah mereka selesai, mereka bersantai dan menaruh rokok di mulut mereka, dan seorang penjaga binatang menyalakan rokok mereka, dan mereka terlihat seperti orang kita sendiri saat sedang merokok. … Tetapi walaupun para simpanse ini bisa melakukan semua hal tersebut, mereka tidak tahu apa-apa tentang kehidupan manusia yang sesungguhnya. Mereka tidak tahu apa-apa tentang prinsip-prinsip yang mengendalikan manusia. Mereka hanya peniru saja. Banyak orang meniru orang Kristen dan mencoba bertindak tanduk seperti mereka. Mereka tidak tahu apa-apa tentang kuasa kehidupan Kristen. Mereka tidak pernah lahir baru. “Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yoh. 3:3).

Posted in General (Umum), Keselamatan | Leave a comment

Mantan Editor Christianity Today Berpindah Masuk ke Roma Katolik

(Berita Mingguan GITS 19 September 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 13 September, Mark Galli, mantan gembala sidang Presbyterian dan Editor Utama dari Christianity Today selama tujuh tahun, diterima masuk ke dalam Gereja Roma Katolik. Dalam sebuah wawancara dengan Tod Worner, editor dari Roman Catholic Word on Fire Institute, Galli menjelaskan beberapa alasan perpindahannya itu. Antara lain, karena membaca tulisan-tulisan Francis dari Assisi, Henry John Newman, Robert Barton, John Paul II, St. Teresa dari Avila, dll., dan mempraktekkan doa kontemplatif Roma Katolik, dan mempelajari bapa-bapa gereja. Juga karena bermain-main dengan theolog-theolog liberal seperti Karl Barth. Galli mengatakan, “Dari antara banyak titik-titik perputaran, salah satunya terjadi ketika saya sedang mengedit suatu isu dari sebuah majalah yang berjudul Christian History, dan subjek dari edisi tersebut adalah Francis dari Assisi. Secara alami, hidupnya yang penuh dengan penyangkalan diri yang hebat dan ketertarikan absolut pada Yesus sangatlah mengesankan bagi saya. Pada waktu yang sama, di malam hari saya membaca surat edaran John Paul II, The Splendor of Truth. … Saya untuk waktu yang lumayan lama telah bermain-main dengan mistikisme Kristen, lalu dengan Ortodoksi Timur, lalu dengan suatu theologi kasih karunia radikal yang diekspresikan oleh penulis-penulis Lutheran tertentu dan theolog Karl Barth. … Jelas bahwa tradisi mistikisme Katolik adalah yang paling mengesankan, terutama sebagaimana terlihat dalam St. Teresa dari Avila dan St. John Salib, di antara banyak yang lainnya … Sambil banyak hal menjadi semakin jelas, saya mendengarkan versi audio dari buku [Robert Barron] Catholicism, bukan hanya sekali tetapi dua kali. …Saya mendapatkan diri saya menangis. Saya sedang mengemudi waktu saya mendengarkan buku itu, dan saya harus menepi ke pinggir jalan karena saya tidak bisa melihat dengan baik. Itulah titik saya berpindah dalam hati, dan tahu bahwa saya harus mencari cara untuk memikirkan logistik untuk dikonfirmasi” (“Why Mark Galli Decided to Become Catholic,” Word on Fire Institute, 10 Sept. 2020). “Bermain-mainnya” Galli dengan kesalahan adalah peringatan yang keras bagi siapapun yang memiliki telinga untuk mendengar. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Korintus 15:33).

Posted in Katolik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Kedatangan Yang Sempurna Mengakhiri Karunia-Karunia Pewahyuan: Eksegesis 1 Korintus 13:8-13

oleh Dr. Steven E. Liauw

 

Dalam kekristenan hari ini, ada kelompok (biasanya kelompok Pantekosta, dan belakangan diperluas lagi dengan gerakan kharismatik) yang mengklaim bahwa mereka masih memiliki dan mempraktekkan berbagai karunia rohani yang bersifat ajaib, seperti karunia bernubuat, karunia menyembuhkan, karunia berkata-kata dengan bahasa-bahasa, dan karunia melakukan mujizat. Mencuat sejak akhir abad 19 atau awal abad 20, kelompok ini berbeda pendapat dengan mayoritas kekristenan lainnya pada waktu itu, yang melihat bahwa karunia-karunia ajaib tersebut diberikan oleh Tuhan pada waktu pewahyuan kitab-kitab Perjanjian Baru sedang berlangsung, yaitu untuk mendukung Rasul-Rasul dan proses pewahyuan yang terjadi melalui Rasul-Rasul, sehingga ketika masa pewahyuan itu selesai pada akhir abad pertama dan jabatan Rasul selesai, maka karunia-karunia ajaib tersebut juga dihentikan oleh Tuhan.

Kelompok yang menyatakan bahwa karunia-karunia ajaib ini masih terus berlangsung dapat disebut sebagai kelompok yang percaya continuanism (disebut continuationist), dan kelompok yang percaya bahwa karunia-karunia ajaib ini sudah selesai disebut sebagai cessationist (percaya cessationism). Para cessationist pada umumnya tidak mengatakan bahwa semua karunia rohani itu telah tiada, karena karunia mengajar, menasihati, memimpin, memberikan, dll., masih beroperasi pada hari ini; tetapi cessationist percaya bahwa karunia-karunia yang berhubungan dengan pewahyuan telah berhenti sejak selesainya kanon Perjanjian Baru.

Kaum cessationist dapat memakai berbagai argumen untuk posisi mereka, antara lain dukungan sejarah kekristenan (tidak adanya karunia-karunia pewahyuan itu di kalangan Kristen umum selama abad 2-20), maraknya penyimpangan doktrinal dan praktikal yang mengiringi munculnya continuationism, dan banyak argumen lainnya. Namun demikian, argumen yang paling kuat tentunya adalah yang berasal dari Alkitab itu sendiri.

Itulah sebabnya artikel ini ditulis, yaitu suatu eksegesis terhadap salah satu perikop yang berkenaan langsung dengan masalah cessasionism/continuationism, 1 Korintus 13:8-13. Oleh banyak theolog, 1 Korintus 13:8-13 dipahami sebagai pernyataan Tuhan akan berhentinya karunia bernubuat dan bahasa lidah setelah selesainya kanon Alkitab. Para continuationist belakangan mengajukan keberatan-keberatan akan pandangan ini, dan memberikan pemahaman alternatif. Kebenaran dapat diperoleh dengan penyelidikan yang mendalam akan Firman Tuhan, karena Tuhan memaksudkan umatNya untuk memahami apa yang telah Ia singkapkan. Mari kita memulai eksegesis perikop yang penting ini dengan melihat konteks, kemudian satu per satu dari ayat-ayat yang bersangkutan, dan juga berbagai pertimbangan lain yang muncul.

I. Konteks dari 1 Korintus 13:8-13

A. Konteks 1 Korintus

Penulis surat 1 Korintus mengidentifikasikan dirinya sendiri sebagai Paulus (1:1; 16:21), yaitu Rasul Paulus yang dulunya adalah Saulus, penganiaya jemaat yang kemudian bertobat dalam perjalanan ke Damsyik. Paulus telah ditunjuk oleh Kristus sendiri untuk menjadi Rasul untuk orang non-Yahudi (Gal. 1:16; 2:7-8), dan ia menuliskan surat kepada jemaat Korintus dengan penuh otoritas dan dalam pengilhaman Roh Kudus. Paulus berkata, “Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan” (1 Kor. 14:37).

Continue reading

Posted in Kharismatik/Pantekosta, Theologi | Leave a comment

Permulaan Gerakan “Bahasa Lidah” Modern

Oleh Dr. David Cloud

 

Di lihat dari sudut manapun juga, Charles Parham (1873-1929) adalah seorang tokoh penting dalam lahirnya gerakan Pantekostalisme. Dia ditahbiskan sebagai seorang Methodis, tetapi “meninggalkan organisasi tersebut setelah terjadi konflik dengan atasan-atasan gerejawinya” (Larry Martin, The Topeka Outpouring of 1901, hal. 14).

Dalam pencariannya yang tak jemu akan pengajaran rohani, ia mengunjungi pelayanan sejumlah pengajar gerakan kekudusan (holiness), kesembuhan iman (faith-healing), dan hujan akhir (Latter Rain), dan dari kesemuanya ia mengumpulkan berbagai penyimpangan doktrinal, yang akhirnya ia gabungkan menjadi satu dalam theologi Pantekosta dia sendiri.

Sebelum pergantian abad, Parham meneliti kebaktian-kebaktian yang dilakukan oleh Benjamin Irwin, pendiri dari Fire-Baptized Holiness Church, dan ia dipengaruhi secara mendalam oleh doktrin “berkat ketiga” yang diajarkan Irwin (ada berkat keselamatan, berkat kuasa, dan berkat kesempurnaan tanpa dosa). Seperti yang telah kita lihat, Irwin mengajarkan bahwa orang Kristen harus mengejar “baptisan api” untuk mendapat kuasa dan kesempurnaan. Sejarahwan Pantekosta, Vinson Synan, menggambarkan hubungan ini:

GEREJA FIRE-BAPTIZED HOLINESS BERFUNGSI SEBAGAI MATA RANTAI YANG PENTING DALAM MUNCULNYA GERAKAN PANTEKOSTA MODERN. Dengan mengajarkan bahwa baptisan Roh Kudus adalah suatu pengalaman yang berbeda dari dan terjadi sesudah pengudusan, ia membangun dasar doktrinal bagi gerakan selanjutnya. Sangatlah mungkin bahwa Charles F. Parham, orang yang memulai kebangkitan Pantekosta di Topeka, Kansas, tahun 1901, menerima dari Irwin ide dasar mengenai baptisan Roh Kudus yang terpisah dan terjadi setelah pengudusan. Dan memang, untuk suatu periode waktu pada tahun 1899, Parham mempromosikan ‘baptisan api’ di majalah Apostolic Faith yang dia buat” (Synan, The Holiness-Pentecostal Tradition, hal. 59).

Continue reading

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

TikTok

TikTok

Oleh Dr. David Cloud (terjemahan oleh Dr. Steven Liauw)

TikTok diluncurkan tahun 2016 dan pada tahun 2019 ia sudah memiliki setengah milyar pengguna. TikTok adalah app yang paling banyak di-download di Apple dan app paling banyak di-download nomor 6 di seluruh dunia. “Dengan 315 juta download dalam tiga bulan pertama tahun 2020, TikTok mencatatkan rekor baru untuk install terbanyak oleh app apapun dalam satu kwartal” (Business Insider, 16 Apr. 2020).

TikoTok terutama sangat populer di Asia. Ia memiliki 124 juta pengguna di Amerika, 173 juta di Cina, dan 466 juta di India. Ia sangat populer di Jepang, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Sampai dengan Juni 2020, TikTok adalah app paling populer di AS, Inggris, dan Spanyol, dari segi waktu penggunaannya.

41% dari pengguna TikTok berusia antara 16-24 tahun, tetapi ada trend peningkatan pemakaian di kalangan orang dewasa.

“Tiktok terutama populer di kalangan remaja, yang biasanya memakai app ini untuk mem-posting video mereka sendiri sedang menyanyikan lagu favorit mereka, membuat komedi pendek, atau berbagai ‘tantangan’ yang sedang viral” (“Does TikTok Allow Strangers,” Snopes.com, 18 Feb. 2019).

TikTok adalah sebuah app untuk menciptakan dan menonton video berdurasi 15 detik. Ia adalah sebuah forum ekspresi diri. “TikTok dapat digambarkan sebagai gudang konten siap pakai yang dapat dengan mudah digabung-gabungkan dengan video yang dibuat oleh pengguna, suatu mesin pembuat meme viral yang mengizinkan para penggunanya merasa sebagai bintang rock” (“TikTok,” Forbes, 28 Juni 2020).

“Ia [TikTok] sangatlah berpusat pada pengguna.” “Yang membuatnya sangat memikat adalah bahwa boleh dibilang semua orang bisa menjadi pembuat konten, karena kemudahan pemakaian app ini.”

“Ini adalah suatu cara mengekspresikan diri mereka sendiri dan menciptakan klip-klip video berdurasi pendek, dan mendapatkan pengikut dan membangun komunitas seputar hal-hal kesukaan mereka. [App] juga menyediakan banyak special effects yang keren yang dapat dipakai oleh pengguna untuk membuat video mereka lebih unik. Kamu juga bisa menayangkan konten ke platform lain untuk membagikannya kepada lebih banyak orang lagi” (“TikTok app safety,” Internetmatters.org, 3 Des. 2019).

“TikTok memiliki kemampuan video-nya YouTube, kecepatan dan rasa langsung dari Snapchat, dan kepadatan seni dari Instagram, yang membuatnya menjadi tempat bermain yang asyik bagi para influencer baru” (“TikTok Tricks,” Kim Kimando Show, 1 Mar. 2020).

“Trend-trend TikTok melimpah ruah ke Instagram, YouTube, dan tayangan-tayangan TV seperti Saturday Night Live. Bintang-bintang TikTok mulai muncul di iklan-iklan Super Bowl dan juga berbagai late-night show. Dan lagu-lagu yang menjadi populer di TikTok mulai merajai papan Billboard – artis musik Drake baru-baru ini menggunakan TikTok untuk merilis single dia yang terbaru, ‘Toosie Slide’” (“TikTok is breaking download records and taking over pop culture,” Business Insider, 16 Apr. 2020).

TikTok pertama kali diluncurkan di Cina dengan nama Douyin, dan pada tahun 2017 diubah menjadi TikTok, dan diluncurkan oleh ByteDance untuk pasar di luar Cina. ByteDance membeli Musical.ly dan menggabungkannya dengan TikTok.

Militer AS melarang TikTok pada smartphone pemerintah, dan merekomendasikan dengan kuat agar tidak memakai app ini di alat-alat pribadi juga. Ini adalah karena adanya kemungkinan TikTok dipakai oleh pemerintah Cina untuk tujuan mata-mata. CEO dan salah seorang pendiri Reddit, Steve Huffman, memberi peringatan: “Karena saya melihat app ini secara mendasar bersifat parasitik, bahwa ia selalu menguping, dan teknologi identifikasi pribadi mereka sangat menakutkan, dan saya tidak bisa menginstall app semacam itu di handphone saya. Saya aktif memberitahu orang-orang, ‘Jangan install spyware itu di handphone anda’” (“Reddit CEO: TikTok is ‘fundamentally parasitic,’” Techcrunch.com, 27 Feb. 2020).

TikTok mencoba untuk mengkanibalkan contact para penggunanya, dengan cara meminta pengguna untuk melakukan sync dengan contact mereka, dan mengirimkan notifikasi ke para contact tersebut, mengumumkan adanya video baru.

Sama seperti semua media sosial yang berorientasi remaja, TikTok memfasilitasi fenomena seksualisasi atas segala sesuatu di masyarakat.

“Etos dari app musik-video ini, yang berorientasi mencari ketenaran, telah membuat munculnya trend yang tidak nyaman di kalangan remaja-remaja yang masih muda, melakukan gerakan dansa dan tindakan yang sangat seksual” (Snopes.com, Feb. 18, 2019).

“Kebanyakan pengguna TikTok adalah remaja-remaja putri, kadang 13 tahun ke bawah, yang merekam diri mereka sedang joget dan lip-syncing mengiringi lagu favorit mereka, sering sambil berusaha tampil paling provokatif atau berani. … Nah, jika ada sejumlah besar video anak-anak putri yang belum puber berjoget dengan musik favorit mereka di suatu jaringan sosial yang punya algoritma rekomendasi, maka itu akan menjadi magnet bagi para predator seksual yang akan mencoba untuk mengontak mereka lewat fitur chat di app tersebut; lebih lanjut lagi, app ini bahkan membantu pengguna untuk menemukan video-video tipe tertenu … FTC sudah pernah menjatuhkan denda $5,7 juta kepada TikTok karena app ini menyimpan profil dan informasi pribadi dari anak-anak di bawah 13 tahun, tanpa persetujuan orang tua mereka, dan juga karena mempublikasikan profil-profil itu, bahkan sampai dengan Oktober 2016, mengizinkan sharing location…. Apa yang bisa salah dengan itu?” (“TikTok: A Lesson in Irresponsibility,” Forbes, July 4, 2019).

Pada tahun 2020, TikTok dilaporkan telah menjadi semacam app untuk pacaran juga. Para pengguna sering memposting “video-video pendek yang lucu yang menyatakan sedikit tentang siapa mereka” dengan hashtag seperti #datemeplz, #someonedateme, #wouldyoudateme, $reasontodateme, dan #plsdateme. Video-video ini mendapat jutaan view. Pihak-pihak yang tertarik dapat meninggalkan komentar, mengikuti mereka, atau mengirimkan pesan langsung (DM, direct message).

“Para pengguna saling menggoda melalui komentar dari DM di TikTok, lalu mereka mungkin beralih ke platform lain (seperti Snapchat) untuk berbicara lebih lanjut, dan akan kembali secara wah ke TikTok sebagai pasangan baru” (“TikTok is the Latest Dating App,” Axis.org).

“Kemungkinan untuk menerima DM yang tidak diinginkan dari orang-orang yang berusia lebih tua, dan bahkan predator, selalu menjadi faktor yang eksis di internet, tetapi secara terbuka mengundang orang lain untuk menghubungi anda jika tertarik untuk memacari anda, jelas membuka pintu yang lebih luas untuk terjadinya perilaku yang tidak pantas” (Axis.org).

Sama seperti semua media sosial, seseorang berpotensi untuk menyia-nyiakan waktu yang begitu banyak pada TikTok. “Terkadang lucu, terkadang konyol, tetapi pastinya sangat membuat ketagihan” (“10 TikTok Statistics,” Oberlo.com, 22 Nov. 2019). 90% dari pengguna TikTok mengakses app itu setiap harinya.

TikTok merekomendasikan video berdasarkan algoritma AI (artificial intelligence) yang mempelajari perilaku pengguna, dan dengan melakukan gerakan swipe ke bawah, pengguna akan terus menonton apapun yang disajikan. “Hal ini memberikan suatu perasaan misteri dan membuatnya tetap menarik untuk dipakai … sangat mudah untuk terus dalam lingkaran menonton lebih banyak video lagi” (“Why Is TikTok Sweeping over the World?” UXDesign.cc, 13 Mar. 2019).

Pada bulan Juni 2020, para pengguna TikTok mendaftarkan ratusan ribu tiket untuk kampanye Presiden Trump di Tulsa, Oklahoma, sebagai suatu prank, dan dengan demikian mengelabui pimpinan kampanye untuk mengumumkan bahwa lebih dari satu juta orang telah mendaftar dan mulai membuat rencana untuk menampung kelebihan orang, yang akhirnya tidak pernah muncul.

Posted in General (Umum), Separasi dari Dunia / Keduniawian, Teknologi | Leave a comment

Allah Menertawakan Pemberontakan Manusia

(Berita Mingguan GITS 4 Juli 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Alkitab menubuatkan tingkat pemberontakan yang tidak pernah terjadi sebelumnya di hari-hari terakhir, dan berkata bahwa Allah menertawakannya. Sebuah nubuat dari 3000 tahun yang lalu menggambarkan persis apa yang sedang terjadi hari ini. Saat ini ada hiruk pikuk pada tingkatan-tingkatan tertinggi masyarakat untuk menolak Allah dan aturan moralNya. Sang nabi menggambarkan para penguasa sedang bermufakat melawan Tuhan dan menyerukan pembatalan “belenggu-belenggu,” mengacu kepada hukum-hukumNya tentang pernikahan, perbedaan antara jenis kelamin, dll. Kita bisa melihat bagian ini dari nubuat tersebut digenapi langsung di hadapan mata kita, tetapi nubuat ini berlanjut lebih jauh dan lebih tinggi lagi, dan memberitahu kita apa yang Allah lakukan sebagai respons. Allah menertawakan pemberontakan manusia yang lemah terhadap Penciptanya yang Mahakuasa, manusia yang masuk ke dalam dunia sebagai bayi yang tak berdaya, hidup beberapa tahun, lalu terjungkir ke dalam kekekalan melalui kematian yang tak dapat ia kendalikan. Allah mengasihi manusia dan telah menyediakan keselamatanNya melalui harga yang sangat mahal, tetapi Dia menertawakan konspirasi manusia melawan sang Mahakuasa. Kristus akan kembali untuk menghakimi dosa dan untuk mendirikan kerajaan Allah di atas bumi, dan tidak ada apapun yang dapat menghentikan hal itu. Nubuat diakhiri dengan panggilan bagi manusia untuk menaruh percaya kepada Kristus sebelum terlambat dan dengan janji keselamatan bagi mereka yang percaya padaNya. Inilah nubuatan tersebut: “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: ‘Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!’ Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: ‘Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!’ Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: ‘Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.’ Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!” (Maz. 2:1-12)

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Kesesatan Umum dan New Age, LGBT | Leave a comment

Rela untuk Berdiri Sendiri

(Berita Mingguan GITS 27 Juni 2020, sumber: www.wayoflife.org)

“Saya sudah tiba, puji Tuhan, ke posisi di mana saya percaya saya dapat berdiri dan memberikan suara sesuai dengan keyakinan saya, walaupun jika saya adalah satu-satunya orang di sisi saya. Saya ingat suatu kejadian ketika ada satu orang dan hanya satu orang yang berdiri dan memberi suara bersama dengan saya. Saya mengakui bahwa memang lebih menyenangkan untuk bersama dengan mayoritas daripada dengan minoritas, tetapi sukacita karena berdiri di atas keyakinan dan merasakan bahwa kamu dalam posisi benar, jauhlah lebih indah daripada kesenangan bahwa ada banyak orang yang setuju denganmu. …Inilah waktunya orang-orang perlu mengenal jiwa mereka sendiri dan membentengi diri dengan kesetiaan yang hanya kepada Allah. Jika berdiri teguh dan penuh keberanian di tengah-tengah badai yang sedang melanda, mereka dapat memandang ke depan dan melangkah maju, maka bukanlah masalah besar apakah orang-orang lain adalah teman atau musuh mereka” (Evangelist Bob Schuler, dikutip dari The Great Conservative Baptist Compromise oleh Richard Clearwaters).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Dapatkah Tanaman Melihat?

(Berita Mingguan GITS 27 Juni 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari creationmoments.com, 28 Mei 2020: “Jika suatu tumbuhan bisa melihat, apa yang akan ia lihat? Ilmuwan-ilmuwan kini telah menemukan dan menjadi takjub bahwa tumbuh-tumbuhan ternyata bisa melihat dan bereaksi terhadap lingkungan mereka, sama seperti binatang! Tumbuhan memerlukan cahaya untuk fotosintesis. Mereka bertumbuh ke arah cahaya. Tetapi, bukan ini yang dimaksud oleh para ilmuwan ketika mereka berbicara tentang penglihatan pada tanaman. Mereka telah menemukan bahwa tumbuh-tumbuhan memiliki suatu sistem tambahan yang memungkinkan mereka untuk bereaksi terhadap sekitar mereka. Tanaman memiliki pori-pori, yang disebut stomata. Stomata mengizinkan karbon dioksida masuk ke dalam tanaman tersebut, dan oksigen keluar, sementara fotosintesis berlangsung. Stomata akan tetap tertutup dalam kondisi kurang cahaya, atau ketika harus dilakukan penghematan air. Lebih banyak stomata yang terbuka, maka semakin cepat fotosintesis terjadi, dan semakin cepat tanaman itu bertumbuh. Tanaman juga kehilangan air lebih cepat ketika stomata terbuka lebar. Walaupun baik cahaya biru maupun merah dipakai untuk fotosintesis, para ilmuwan telah menemukan bahwa sel-sel yang membuka dan menutup stomata, hanya merespon terhadap cahaya biru. Jumlah cahaya biru yang tersedia akan mengaktifkan sebuah pompa dalam sel-sel tanaman yang membuat mereka membengkak, lalu stoma tersebut akan terbuka. Proses yang luar biasa ini melibatkan pemompaan proton untuk menghasilkan listrik. Dalam suatu eksperimen, para ilmuwan menggandakan lebih dari dua kali lipat laju pertumbuhan bunga anggrek dengan cara menyediakan cahaya biru yang lebih untuk membuka stomata-nya. Dalam kemampuan tumbuh-tumbuhan untuk menyadari dan bereaksi terhadap lingkungan mereka, kita dapat melihat cara lain lagi tumbuh-tumbuhan memuliakan Pencipta mereka dan menunjukkan bahwa mereka bukanlah benda hidup yang sederhana yang kebetulan saja muncul. REF.: Miller, Julie Ann. 1985. ‘Plant sight from pores and pumps.’ Science News, Nov. 30. hal. 341.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gereja-Gereja yang Tak Memiliki Kuasa Telah Menghasilkan Bangsa yang Jahat

(Berita Mingguan GITS 20 Juni 2020, sumber: www.wayoflife.org)

Masalah mendasar bagi Amerika bukanlah rasisme sistemik; melainkan adalah kejahatan yang sistemik. Dan kami yakin bahwa akar masalahnya ada pada gereja-gereja di negara ini yang korup, duniawi, dan suam-suam kuku. Itu adalah akar masalah di komunitas-komunitas kulit hitam dan di semua komunitas. “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Tim. 3:5). “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat” (Wahyu 2:4-5). Karena jemaat adalah tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Tim. 3:15), jemaat Perjanjian Baru adalah institusi paling penting di muka bumi ini. Kebutuhan terbesar dalam setiap komunitas dan setiap bangsa adalah gereja-gereja Perjanjian Baru. Tidak ada yang dapat menggantikannya. Tetapi, sesuai dengan penggenapan nubuat Alkitab, mayoritas besar gereja-gereja hari ini sudah sesat total. Saya memaksudkan Roma Katolik, Ortodoks Yunani, Unitarian, Advent Hari Ketujuh, Saksi Yehovah, Mormon, World Council of Churches dan semua yang berafiliasi di dalamnya, dan banyak lagi lainnya. Bagaimana dengan kaum “Injili”? Kebanyakannya sudah terkhamiri oleh ragi keduniawian rock & roll dan budaya liberalisme (mereka bersahabat dan menjadi serupa dengan dunia, yang adalah perzinahan rohani), kharismatikisme dan mistikisme kontemplatif, versi-versi “Alkitab” yang kacau (misal: The Message, the New Living, the Good News), versi-versi Alkitab yang secara tekstual sudah korup (misal: NIV, ESV), theologi “kingdom now”, Injil keadilan sosial, positivisme, dan sikap “tidak boleh menghakimi.” Mereka telah menolak “separation” walaupun ini adalah pengajaran yang jelas dalam Alkitab. Tetapi bagaimana dengan kaum “fundamentalis”? Dengan tinggal beberapa pengecualian saja, kebanyakan gereja-gereja fundamentalis yang non-denominasi, hari ini sudah Injili Baru. Peperangan sudah tidak ada lagi; garis-garis tempur sudah bergeser. Yang tadinya lantang sudah menjadi diam. Yang kudus telah menjadi duniawi. Pendirian teguh untuk kebenaran Firman Tuhan yang tadinya hitam putih, sekarang sudah mengabur menjadi abu-abunya kaum injili baru. Jadi, yang tersisa adalah kaum Baptis fundamentalis. Tetapi mereka ini, juga, secara umum, sedang berubah menjadi suatu versi Injili baru yang tidak tegas namun dengan “rasa Baptis.” Dan, kebanyakannya, dalam pengalaman kami, hampir-hampir tidak punya kuasa apapun. Mereka bisa saja masih memakai Alkitab yang benar dan sehat dalam doktrin dan bahwa ada kata “separation” dalam perjanjian gereja mereka dan masih berpegang pada musik yang kudus. Tetapi mereka dengan sangat menyedihkannya, tidak memiliki kuasa. Seorang pengkhotbah yang sudah tua, yang mendirikan dan menggembalakan sebuah gereja besar dengan Sekolah Alkitabnya dan telah berkhotbah di ratusan gereja, berkata: “Saya yakin bahwa tidak ada 50 gereja di Amerika yang saya bisa bergabung ke dalamnya, dan ini saya masih lebihkan angkanya. Bahkan banyak gembala sidang yang memiliki standar musik dan pakaian yang bagus, sikapnya lemah dan tidak mau ‘menggoyangkan perahu’ untuk hal apapun. Ini sungguh zaman yang sedih. Kebanyakan gereja yang saya akan rekomendasikan adalah usaha-usaha baru yang digembalakan oleh orang-orang muda.”

Perhatikan tes yng sederhana ini. Berapa banyak gereja di Amerika (Editor: atau Indonesia), yang dapat lulus dari tes yang alkitabiah ini, dan sebenarnya tes ini masih bisa diperlebar lagi. (1) tes pertobatan. Berapa banyak gereja yang memiliki kuasa kelahiran kembali? Begitu banyak gereja yang “percaya Alkitab” yang menyaksikan sangat sedikit pertobatan yang alkitabiah yang mengubah hidup dan membuat seseorang “berbalik dan berjalan ke arah sebaliknya.” Jika ada yang dibaptis, biasanya adalah anak-anak jemaat lama, yang ketika mereka dewasa penuh, akhirnya langsung nyemplung ke dunia, toh membuktikan bahwa mereka tidak sungguh bertobat. (2) tes keluarga. Berapa banyak gereja yang memiliki kuasa untuk membangun keluarga-keluarga yang saleh? Suatu gereja Perjanjian Baru ditugaskan untuk membangun keluarga-keluarga yang saleh yang bisa menghasilkan keturunan-keturunan yang saleh bagi Kristus. Namun begitu banyak gereja-gereja yang katanya “percaya Alkitab” yang tidak memiliki kuasa untuk membuat para ayah menjadi pemimpin rohani dalam rumah mereka dan para ibu menjadi penjaga rohani dan pengurus di keluarga mereka. Lihatlah karakter duniawi di rumah-rumah Kristen. Lihatlah pada entertainment dan media sosial yang diasup, percakapan yang terjadi, dan prioritas di rumah itu. Keluarga-keluarga ini adalah produk dari gereja-gereja. (3) tes pemuridan. Berapa banyak gereja yang memiliki kuasa untuk menghasilkan murid-murid sejati dari Yesus Kristus? Firman Allah dengan jelas menyatakan bahwa setiap anggota jemaat haruslah diperlengkapi untuk melakukan segala yang Kristus telah perintahkan dan dipimpin kepada kesempurnaan dalam Kristus (Mat. 28:20; Kol. 1:28). Ini adalah tugas pekerjaan suatu gereja Perjanjian Baru, dan jika sebuah gereja tidak dmampu melakukan apa yang Kristus telah perintahkan, maka ada sesuatu yang secara mendasar sangat salah. Di manakah gereja-gereja yang serius melakukan hal ini dan di mana hal ini secara efektif terjadi? (4) tes kemampuan Alkitab. Berapa banyak gereja yang memiliki kuasa untuk menghasilkan pelajar-pelajar Alkitab yang bersemangat dan berkemampuan? Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa setiap orang kudus haruslah terlatih dalam Kitab Suci, baik dalam kemampuan menggunakannya dan juga dalam mengaplikasikannya kehidupan setiap hari, sehingga dia memiliki pola pikir menguji dengan Alkitab (Ibr. 5:12-14). (5) tes anak-anak muda. Berapa banyak gereja yang memiliki kuasa untuk memenangkan hati anak-anak muda bagi Kristus dan kekudusan? Anak-anak muda ada produk dari gereja dan keluarga; keduanya tidak bisa lari dari tanggung jawab. Saya sering bertanya kepada para gembala: “Berapa banyak orang muda yang berapi-api bagi Tuhan? Apakah mereka semangat untuk menjadi pelajar Alkitab yang mumpuni? Apakah mereka berserah untuk mencari kehendak Tuhan ang sempurna sesuai standar Roma 12?” Gereja-gereja yang tak memiliki kuasa telah menghasilkan bangsa yang jahat.

Posted in Gereja | Leave a comment