Ilmuwan Babilonia Kuno Memiliki “Matematika Canggih”

(Berita Mingguan GITS 6 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Penelitian mutakhir oleh astrofisikawan, Mathieu Ossendrijver, menggunakan tablet-tablet kuno di British Museum, telah menemukan bahwa sejak sekitar 1800 SM, orang Babilonia telah menggun

“model geometris yang kompleks yang terlihat mirip bentuk awal dari kalkulus integral untuk menghitung jalur perjalanan Jupiter” (“Babylonians tracked Jupiter with fancy math,” Live Science, 28 Jan. 2016). Tablet-tablet yang dianalisis oleh Ossendrijver itu berasal dari tahun 1800an SM hingga 50 SM. Orang Babel mengembangkan “ide-ide matematika dan geometri yang abstrak tentang hubungan antara pergerakan, posisi, dan waktu, yang begitu mendasar bagi fisikawan ataupun matematikawan modern” (“Math whizzes of ancient Babylon figured out forerunner of calculus,” Science, 28 Jan. 2016). Alexander Jones dari New York University mengatakan, “Konsep-konsep seperti ini tidak ada di Eropa sebelum abad 14. Munculnya konsep ini [di Babilonia] menunjukkan betapa cemerlangnya ahli-ahli Mesopotamia yang tidak kita ketahui namanya tersebut, yang merancang matematika astronomi Babilonia.” Jalur perjalanan Jupiter penting bagi orang Babel, karena dewa utama mereka, Marduk, diidentifikasikan dengan planet ini. “Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi” (Kej. 11:4).

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Paus: Baptisan Menyatukan Semua Orang Kristen

(Berita Mingguan GITS 6 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini oleh Matt Costella, Fundamental Evangelistic Association, 26 Jan. 2016: “Lahir baru melalui baptisan (baptismal regeneration) – kepercayaan bahwa seseorang diselamatkan melalui baptisan, bukan melalui iman saja dalam pribadi dan karya Yesus Kristus – adalah suatu injil palsu yang dipegang oleh banyak denominasi ‘Kristen’ yang besar. Paus Fransiskus baru-baru ini menyatakan bahwa baptisan Kristen bukan hanya mendatangkan keselamatan bagi orang berdosa, tetapi adalah kunci bagi persatuan semua orang Kristen – Katolik, Ortodoks, dan Protestan. Kepada orang-orang yang mendengarkkannya selama Pekan Doa untuk Persatuan Kristen, sang Paus mendeklarasikan bahwa ‘kemurahan Allah, yang bekerja dalam baptisan, lebih kuat daripada perpecahan kita’ (Catholic News Agency, ‘Pope Francis: For Christians, Baptism Is Stronger Than Differences,’ 20 Jan. 2016). Menurut Paus, baptisan menciptakan ‘ikatan yang tak terceraikan antara kita orang-orang Kristen, sedemikian rupa sehingga, melalui baptisan, kita bisa menganggap sesama kita sebagai saudara sesungguhnya.’ Laporan CNA menggambarkan bagaimana Paus menunjuk kepada sebuah kolam baptisan kecil dari abad 12 di Katedral Lutheran di Riga, Latvia, dan mengatakan bahwa kolam kecil itu menyimbolkan asal usul iman yang diakui oleh semua orang Kristen, yaitu ‘baptisan kita yang sama.’ Biang keladi perpecahan, menurut Paus, adalah ‘egoisme, yang menanamkan benih-benih perpecahan, menutup diri, dan saling merendahkan dalam hati dan pikiran kita.’

Orang-orang Kristen hari ini perlu menyadari – terutama kaum injili yang terus menerus memuji Paus dan mengusahakan persatuan dengan Roma – bahwa injil palsu tentang baptisan yang menyesatkan, yang dipegang dan disebarluaskan oleh Gereja Roma Katolik, sungguh adalah kesesatan yang membinasakan. Baptisan hanyalah suatu perintah yang dilakukan oleh orang-orang yang telah mempercayai Kristus sebagai Juruselamat – suatu kesaksian ke luar tentang hubungan pribadi dengan Allah. Dan perlu dicamkan, bukanlah ‘egoisme’ yang menciptakan perpecahan antar gereja – doktrin yang sesat yang menciptakannya! Firman Allah memerintahkan orang percaya bukan hanya untuk memisahkan diri dari doktrin yang sesat dan orang-orang yang mempraktekkannya, tetapi juga memerintahkan orang Kristen untuk ‘berjuang’ untuk mempertahankan iman dan memperingatkan tentang ‘serigala dalam bulu domba’ yang mencoba untuk menghancurkan kawanan dan menarik murid bagi diri mereka sendiri.”

Posted in Ekumenisme, Katolik | Leave a comment

Komentar Noah Webster tentang Negara-Negara

(Berita Mingguan GITS 6 Februari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Noah Webster, penulis dari Blue-Backed Speller dan American Dictionary of the English Language (salah satu kamus Inggris paling terkenal), adalah salah seorang tokoh yang sangat penting dan berpengaruh di sejarah awal Amerika. Pertobatannya pada tahun 1808, pada usia 49 tahun, membawa pengaruh drastis pada cara pikirnya, dan kerinduan hatinya sejak saat itu hingga akhir hidupnya yang panjang adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pendidikan Alkitab di Amerika. Dia yakin bahwa suatu republik yang bebas hanya bisa berdiri jika para warganya adalah orang-orang benar dan bjiak, dan dia percaya bahwa hanya Alkitab yang memiliki kuasa untuk menghasilkan warga negara seperti itu. Pada tahun 1835, dia mengeluarkan peringatan berikut: “Allah telah menyediakan hanya satu jalan saja, yang dengannya bangsa-bangsa dapat mempertahankan hak-hak dan kebebasan mereka: yaitu dengan ketaatan kepada hukum-hukumNya. Tanpa hal ini, suatu bangsa bisa saja hebat dalam hal populasi, hebat dalam kekayaan, dan hebat dalam kekuatan militer; tetapi ia pasti korup dalam moral, rusak dalam karakter, dan terbagi-bagi menjadi banyak faksi. Ini adalah aturan dari pemerintahan moral Allah, sepasti takhtaNya, dan tidak dapat berubah seperti keputusanNya; dan bangsa-bangsa yang mengabaikan aturan ini, sudah pasti akan mengalami banyak kejahatan internal, dan akhirnya kehancuran” (Noah Webster, Instructive and Entertaining Lessons for Youth, 1835).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Antikristus Dikatakan Akan Muncul Tahun 2016

(Berita Mingguan GITS 30 Januari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam acara Jim Bakker Show pada bulan Desember 2015, Tom Horn mempromosikan bukunya yang berjudul Zenith 2016, dan di dalam buku itu ia memprediksikan bahwa Antikristus akan muncul pada tahun ini. Seperti banyak orang lainnya, Horn adalah seorang spesialis dalam melakukan spekulasi nubuat. Jika orang Kristen memperhatikan peristiwa-peristiwa di dunia, dan menyaksikan bahwa “hari Tuhan mendekat” (Ibr. 10:25), maka itu adalah hal yang alkitabiah. Tetapi, melakukan berbagai spekulasi nubuat tentang waktu terjadinya Tribulasi dan kedatangan Kristus, itu tidaklah alkitabiah, meskipun ini adalah metode yang baik untuk menjual buku dan video dan menarik pengunjung ke website. Kebetulan sekali, Horn juga menjual berbagai materi “Persiapan” untuk bertahan hidup, seperti masker gas dan suplai-suplai.

Ada beberapa alasan mendasar dari Alkitab mengapa saya tahu bahwa semua orang yang memastikan tanggal atau setengah memastikan tanggal kedatangan Kristus pastilah salah, dan tidak perlu didengarkan (orang-orang yang “setengah memastikan tanggal” adalah orang-orang yang tidak berkata Kristus pasti datang pada tanggal tertentu, tetapi mengatakan bahwa kemungkinan besar Kristus datang pada tanggal tertentu). Pertama, Kristus sendiri mengatakan bahwa tidak ada orang yang tahu hari kedatanganNya (Mat. 24:36; Mar. 13:32). Jika tidak mungkin untuk mengetahui hari kedatangan Kristus, maka tidak mungkin untuk mengetahui kapan munculnya Antikristus, sebab kedatangan Kristus dapat dihitung dari peristiwa tersebut. Kedua, Alkitab mengatakan bahwa “sekarang masih ada yang menahan, kalau yang menahannya itu telah disingkirkan…” (2 Tes. 2:7). Konteksnya adalah rahasia program kedurhakaan Iblis yang akan menempatkan Antikristus di atas takhta dunia, dan Pribadi yang menahan program ini adalah Roh Kudus Allah. Paulus mengatakan bahwa Roh Allah akan menahan kuasa-kuasa kejahatan hingga Ia siap untuk mengizinkan peristiwa-peristiwa terakhir untuk berlanjut dan digenapi. Waktu ini ada di tangan Tuhan (Dan. 2:21). 2 Tesalonika 2:7 memiliki beberapa implikasi yang indah. Misalnya, tidak peduli betapa terangnya tanda-tanda nubuat mulai terlihat, kita tidak akan pernah tahu kapan zaman gereja akan berakhir dan minggu ketujuh puluh Daniel mulai. Implikasi lain dari 2 Tesalonika 2:7 adalah bahwa umat Allah tidak perlu khawatir tentang kapan waktunya (Maz. 37:1-4). Ketiga, Yesus mengajarkan murid-muridNya untuk berfokus pada Amanat Agung, bukan pada spekulasi tentang nubuat (Kis. 1:6-8). Ini tidak berarti tidak ada gunanya mempelajari nubuat. Bahkan, Kitab Suci banyak sekali mengandung nubuat, dan semua ini bernilai tinggi. Kisah Para Rasul 1:6-8 adalah peringatan bahwa terus menerus berspekulasi tentang “masa dan waktu” adalah penekanan yang salah.

Ketiga kebenaran Alkitab ini telah membantu saya selama bertahun-tahun. Bukan hanya mereka memungkinkan saya untuk menolak semua orang yang memberikan tanggal kedatangan Tuhan tertentu, tetapi juga menghindarkan saya dari terbawa oleh berbagai histeria, seperti Y2K. Jim Bakker sedang menjajakan dirinya sebagai seorang “pelihat.” Dia disebut dengan panggilan ini oleh Tom Horn pada bulan Desember, dan dia telah menyajikan mimpi-mimpinya sendiri sebagai pewahyuan ilahi dan peringatan bagi Amerika, tetapi dia memiliki sejarah panjang berbicara omong kosong. Pada tahun 1989, Bakker masuk penjara karena melakukan penipuan atas pengikut-pengikut dia (organisasinya disebut PTL Club) sebesar 158 juta dolar. Bakker juga melakukan perzinahan dengan sekretarisnya dan membayar lebih dari seperempat juta dolar untuk mencoba menutupi hal ini. Istri Bakker, dan juga sesama host dari PTL Club, Tammy Faye, menceraikan Jim sementara dia ada dalam penjara dan menikah dengan Roe Messner, seorang teman lama keluarga yang perusahaannya membantu membangun kompleks resor bagi Bakker. Setelah pemenjaraannya, Bakker menikah dengan istri baru. Melalui darah Kristus, Allah dapat mengampuni dosa yang telah diakui dan telah ada pertobatan yang sejati oleh orang percaya yang tulus, tetapi pengkhotbah yang telah menimbulkan cercaan bagi nama Yesus Kristus secara publik seperti ini sebaiknya tutup mulut dan tidak melakukan pelayanan publik, bahkan jika doktrin mereka sehat, dan jelas doktrin Bakker tidak sehat.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan | 4 Comments

Islam Agama Damai?

(Berita Mingguan GITS 30 Januari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Narasi yang sering didengungkan hari ini adalah bahwa Islam sebenarnya adalah agama damai, dan bahwa para teroris bukanlah Muslim sejati, dan bahwa ISIS bukanlah wajah Islam sama sekali. Tetapi benarkah demikian? Atau sebenarnya para teroris adalah Muslim yang secara serius mengikuti pengajaran Islam? Memang, ada banyak Muslim yang sangat tidak setuju terorisme, tetapi mereka perlu memikirkan mengapa para teroris dan pejuang ISIS dapat mengklaim dukungan sejarah dan Kitab Suci bagi tindakan mereka. Mereka mengikuti jejak kaki sejarah awal Islam mulai dari pendirinya. Islam berarti “menyerah” dan definisi “damai” dalam Islam adalah pengendalian Islam atas dunia. Menurut Islam, dunia dibagi menjadi Dar al-Harb (dunia perang atau dunia orang-orang non-Islam/kafir) dan Dar al-Islam (dunia damai atau dunia orang Islam). “Diasumsikan bahwa tugas jihad akan berlanjut, hanya diselingi oleh berbagai gencatan senjata, sampai seluruh dunia menerima iman Muslim atau berada di bawah kuasa Muslim” (Gene Gerganus, Peril of Islam: Telling the Truth, hal. 59, 60).

Dalam 200 tahun setelah Muhammad, pasukan-pasukan Muslim telah mengalahkan banyak negara dan menciptakan suatu kalifah Islam yang mencakup lebih dari lima juta mil persegi. Mereka telah mengalahkan Kerajaan Sassanid (Persia, Mesopotamia, Asyur). Mereka telah mengalahkan kebanyakan kerajaan Byzantium. Mereka telah mengalahkan Afrika utara dan Spanyol. Ini semua dilakukan dengan mata pedang dan pemaksaan untuk masuk ke dalam Islam atas orang-orang yang dikalahkan. Ini adalah fakta sejarah yang tak terpungkiri, dan kelompok Islam seperti ISIS hanyalah mencoba untuk mengulangi hal ini. Para teroris merasa tidak melakukan kesalahan ketika membunuh banyak orang, termasuk wanita dan anak-anak, karena Kitab Suci mereka mengajarkan darah kafir itu halal. Orang-orang Muslim yang cinta damai perlu merenungkan apakah mengikuti al-Quran dan Hadits secara serius dan literal akan memimpin kepada kekerasan atau kedamaian?

Posted in Islam | Leave a comment

Populasi Budak Wanita Isis di Irak Mencapai Ribuan

(Berita Mingguan GITS 30 Januari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Breitbart, 20 Jan. 2016: “United Nations Assistance Missions di Irak (UNAMI) mengeluarkan suatu laporan yang memperkirakan populasi budak dari Islamic State (ISIS/ ISIL/IS) di Irak berjumlah 3.500 orang. … ‘Mereka yang ditahan mayoritasnya adalah wanita dan anak-anak, dan terutama berasal dari komunitas Yezidi, tetapi sebagian juga berasal dari komunitas minoritas etnis dan agama lain.’ ISIS telah menargetkan kaum Yazidi, sebuah kelompok kepercayaan minoritas, penyembah berhala. Ketika para militan ISIS menerobos daerah-daerah Yazidi, mereka menuntut kaum Yazidi masuk Islam atau mati. Menteri Hak Asasi Manusia Irak, Mohammed Shia al-Sudani, mengklaim bahwa para militan telah menguburkan hidup-hidup lebih dari 500 orang Yazidi di Sinjar. Pasukan-pasukan Kurd berhasil merebut kembali kota itu pada bulan November 2015. Para pembebas itu menemukan sebuah kuburan yang berisikan 78 wanita tua dan ada satu kuburan lagi dengan minimum 50 orang. … Para aktivis Yazidi mengeluarkan video yang menunjukkan ISIS memisahkan keluarga-keluarga, merenggut gadis-gadis dan wanita-wanita untuk menjadi budak seks mereka.”

Posted in Islam | Leave a comment

Dunia Entertainment Mengejek Allah Tetapi Berbicara Mengenai Sorga

(Berita Mingguan GITS 23 Januari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kematian bintang Rock, David Bowie, baru-baru ini, mengingatkan kita tentang kenekadan industri entertainment untuk menghina Allah dan mengolok-olok hukum-hukum Allah yang kudus, sambil pada saat yang sama masih berharap untuk masuk Sorga. Akun Twitter terakhir yang diikuti oleh Bowie sebelum dia mati karena kanker pada usia 69 tahun adalah milik “God,” yang adalah akun dari sebuah drama Broadway yang penuh hujat berjudul An Act of God. Vanity Fair menyebut drama ini “komedi ilahi yang lucu dan penuh dosa,” sementara Hollywood Reporter menyebutnya “lucu sekali jahatnya dan tanpa rasa hormat.” BBC mengobservasi bahwa para fans Bowie “senang dia mengikut akun God dan merasa bahwa ini langkah jenius” (“The last person David Bowie followed on Twitter was God,” BBC Newsbeat, 12 Jan. 2016). Fans yang berpura-pura menjadi God (allah) menge-tweet, “David Bowie adalah allah dan selama ini saya ingin menjadi allah yang seperti dia,” dan “Main bersama David Bowie bahkan lebih seru dari yang saya bayangkan.” Di Italia ada sebuah petisi kepada allah dengan lebih dari 4.800 tanda tangan, memprotes kematiannya. Bowie dipuji karena berbagai “terobosan pertama” yang dia buat, tetapi “terobosan-terobosan” ini pada dasarnya adalah usaha untuk mempengaruhi masyarakat untuk menolak hukum-hukum Allah. Dia adalah salah satu orang pertama yang mempromosikan androgyny (tidak laki tidak perempuan) dengan karakter Ziggy yang “tidak jelas jenis kelaminnya” pada tahun 1972. Bowie yang tidak memiliki rasa hormat ini telah menikmati berkat-berkat Allah yang penuh murah, sambil dia mengolok-olok dan menantang Allah, tetapi dalam salah satu lagu terakhirnya, “Lazarus,” Bowie bernyanyi, “Lihat ke atas, saya di sorga.” Sepertinya kata-kata ini hanya candaan saja, tetapi pastinya dia sekarang sudah menemukan bahwa Allah bukanlah lelucon dan bahwa tidak ada seorang pun yang masuk ke Sorga-nya Allah tanpa dilahirkan kembali, sebagaimana dibuat sedemikian jelas oleh Yesus Kristus dalam Yohanes 3:3. Pelawak Jimmy Fallon memberikan kata-kata kenangan kepada Bowie, yang diakhiri dengan, “Saya akan mengirim email kepadamu, David Bowie, dan jika kamu bisa mengecek email di luar angkasa atau sorga ataupun di manapun kamu berada, kamu tidak perlu membalas email saya. …Baca saja dan nikmati apa yang saya tulis.” Khalayak ramai ini ingin menciptakan anarki moral di bumi, lalu pindah ke sorga untuk melanjutkan karir kefasikan mereka. Hal-hal seperti ini membuat mereka dipuji-puji di dunia yang jahat ini, tetapi pada akhirnya ini posisi yang bodoh dan pasti kalah. “Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.” (Maz. 2:2-4)

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Anak-Anak Israel dan Smartphone

(Berita Mingguan GITS 23 Januari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut sebuah laporan baru, 83% anak Israel berusia 8-15 tahun memiliki smartphone, dan 93% menggunakan alat mobile mereka itu selama minimal empat jam sehari (“Israeli kids and their smartphones,” Israel Today, 8 Jan. 2016). Setengah dari mereka mengatakan bahwa mereka sudah online dalam waktu 15 menit setelah bangun, “tersambung ke teman-teman melalui jaringan sosial seperti Facebook, Whatsapp, Instagram, dan Snapchat.” Setengah juga mengatakan bahwa mereka menerima lebih dari 100 pesan Whatsapp dalam sehari. Survei-survei lain menunjukkan bahwa Snapchat dipakai oleh 60% pengguna smartphone berusia 13-34 tahun. App ini bisa dipakai untuk mengirim foto, video, atau gambar yang akan hilang dalam 1-10 detik (tergantung setting pengguna). Pesan-pesan ini adalah “snap” dan lebih dari satu milyar dikirim setiap hari. “App ini populer untuk ‘menggoda/sexting’ karena anak-anak remaja berpikir bahwa gambar itu tidak bisa di-save.” Penting bagi orang tua untuk tahu perkembangan smartphone dan memiliki kebijakan tentang smartphone yang baik untuk anak-anak mereka, dan tahu apa yang digunakan anak-anak mereka.

Posted in General (Umum), Keluarga, Teknologi | Leave a comment

Sedikit Ragi di antara Para Bapa Ilmu Pengetahuan Modern

(Berita Mingguan GITS 23 Januari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Kebanyakan bapa-bapa ilmu pengetahuan modern adalah orang yang mengaku Kristen, dan percaya pada Allah dalam Alkitab. Kebanyakan mereka percaya penciptaan terjadi dalam enam hari secara literal, tetapi perlu juga diperhatikan bahwa dalam kasus-kasus tertentu, benih-benih sudah mulai ditaburkan di abad 17 yang akhirnya menghasilkan kesesatan yang terjadi di abad 19 berupa liberalisme theologi dan evolusi Darwin. Ada orang-orang yang condong pada Alkitab dan memberikan sumbangsih besar dan baik bagi ilmu pengetahuan, ternyata juga memasukkan bibit-bibit skeptikisme yang akhirnya menghasilkan buah pahit. Ini mengingatkan kita akan kebenaran Galatia 5:9, “Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan” (Gal. 5:9). Perhatikan, sebagai contoh, Roger Bacon, yang dikenal sebagai bapa dari metode ilmiah. Seorang Katolik, ia membuat tulisan melawan atheisme, menolak filosofi Aristoteles yang dipromosikan oleh universitas-universitas Inggris pada waktu itu, percaya penciptaan dalam enam hari, dan mengatakan bahwa pengetahuan manusia seharusnya membawa kepada kemuliaan Allah. Namun dia juga menanam bibit yang memungkinkan pendekatan rasionalistik dalam ilmu pengetahuan dengan metode penyelidikannya, yaitu ketika dia mengajar bahwa manusia harus bergantung hanya pada penyelidikannya sendiri, bukan kepada otoritas lain, termasuk pewahyuan ilahi. Dia berkata bahwa “bodoh” untuk “membangun sistem filosofi alami di atas pasal pertama Kejadian, kitab Ayub, dan bagian-bagian Kitab Suci lainnya; dengan demikian mencari yang mati di antara yang hidup” (Bacon, Novum Organum). Bacon mendorong para ilmuwan untuk menghilangkan semua kepastian yang mereka miliki pada awalnya, termasuk Alkitab juga. ‘Jika seseorang mulai dengan kepastian, maka ia akan berakhir dengan keraguan; tetapi jika dia mau mulai dengan keraguan, ia akan berakhir dengan kepastian” (Ibid.). Ini adalah penyangkalan terhadap superioritas Firman Allah atas observasi manusia dan suatu penolakan mentah-mentah terhadap pentingnya iman (Ibrani 11:6). Bacon bahkan berpegang pada kesalahan besar memisah-misahkan antara agama dan ilmu pengetahuan. Dia mengatakan bahwa Alkitab harus dipercaya dalam hal-hal rohani, tetapi tidak dalam hal-hal dunia fisik. Pandangan ini mengabarkan fakta bahwa Alkitab banyak berbicara mengenai dunia fisik, seperti bagaimana terbentuknya (Kejadian 1:1) dan bagaimana dunia ini dipelihara (Kol. 1:17; Ibr. 1:3). Sebagaimana diobservasi oleh Carl Wieland dan Jonathan Sarfati, “Pendirian Bacon membuka jalan, pertama, bagi ahli geologi yang percaya bumi tua untuk menolak Air Bah dan kronologi Alkitab dalam Kejadian 11. Lalu, bagi Darwin untuk melemahkan Alkitab secara total, karena Darwin dengan jelas mengaplikasikan metode Bacon kepada bidang biologi” (Wieland and Sarfati, “Culture Wars: Bacon vs. Ham, Part 1,” creation.com).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kehancuran Keluarga di Amerika

(Berita Mingguan GITS 16 Januari 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut penelitian Pew Research yang terakhir, keluarga “tradisional” yang terdiri dari dua orang tua, kini sudah kurang dari 50% di antara keluarga-keluarga Amerika. Sementara di tahun 1960, 73% anak-anak tinggal bersama dua orang tua yang menikah dalam pernikahan pertama mereka, hari ini hanya 46% yang berada dalam situasi serupa. Sementara di tahun 1960, 83% orang yang berusia di bawah 50 tahun berada dalam pernikahan pertama mereka, hari ini tinggal 67%. Sementara pada tahun 1960, 9% anak-anak tinggal di rumah dengan orang tua single, hari ini 26% anak-anak hanya tinggal dengan satu orang tua. Sementara pada tahun 1960, hanya 5% kelahiran terjadi di luar pernikahan, hari ini kelahiran di luar nikah mencapai angka 40%. Dan perbedaan fenomena sosial ini di antara berbagai suku bangsa sangatlah besar. Sementara 84% anak-anak Asia dan 78% anak-anak kulit putih tinggal di rumah tangga dengan dua orang tua, hanya 38% anak-anak kulit hitam berada dalam situasi yang sama (dan hanya 22% di antara mereka orang tuanya berada dalam pernikahan pertama). Ada banyak alasan mengapa perubahan drastis ini terjadi di masyarakat Amerika, tetapi tiga yang utama adalah kesesatan dan kompromi gereja-gereja, lalu sistem sekolah umum dengan agenda atheistik dan amoralnya, kemudian budaya pop dengan filosofi “saya, saya, saya terlebih dulu.”

Tetapi umat Allah tidak perlu mengikuti arus masyarakat atau dirusak oleh kehancuran mereka. Kita adalah musafir di tanah yang asing, dan kita harus berjalan mengikuti irama yang berbeda. Dengan kasih karunia Allah, istri saya dan saya [David Cloud] berencana merayakan pernikahan 40 tahun kami tahun ini. Anak-anak kami memiliki pernikahan yang baik. Cucu-cucu kami dibesarkan bagi Kristus di gereja-gereja yang baik. Tidak ada anak-anak atau cucu-cucu kami yang masuk sekolah umum. Gereja-gereja yang kami pimpin atau yang berhubungan dengan kami sedang menghasilkan buah yang sama. Perceraian hampir tidak terdengar di antara anggota jemaat kami kecuali jika mereka sudah bercerai sebelum datang ke kami. Mungkin ada yang mengatakan bahwa kami terlalu “keras dan ketat,” tetapi kami tidak lebih keras dari yang dituntut oleh Firman Allah. Kami memberikan kebebasan pada tempat Allah memberikan kebebasan, dan tidak ada kebebasan bagi umat Allah untuk main mata dengan hal-hal jahat dunia ini, dan buah dari separasi yang kudus adalah buah yang baik dan yang bertahan hingga anak cucu.

Posted in General (Umum), Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment