Gembala Sidang Membela Penggunaan Lagu Rap Penuh Sumpah Serapah

(Berita Mingguan GITS 19 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Seorang gembala sidang di Los Angeles, California, sama sekali tidak menyesal karena telah menunjukkan sebuah lagu rap yang penuh kata-kata kotor oleh Jay-Z di gerejanya. Marcus Murchinson, gembala dari Tree of Life Missionary Baptist Church, mengatakan bahwa bukan saja dia mendukung penggunaan kata-kata sumpah dan kotor dalam musik rap, dia bahkan bersumpah serapah juga ketika dia berdoa pada Tuhan. Dia berkata, “Saya telah belajar bahwa Allah sanggup menghadapi hal seperti itu” (“Pastor Defends Use of Explicit Jay-Z Song,” Christian Post, 8 Agus. 2017). Ini adalah pemikiran yang sangat kedagingan, dan hampir dapat dikatakan menghujat. Allah dapat “menghadapi” apapun, teatpi bukan itu permasalahannya. Allah telah secara spesifik memerintahkan umatNya untuk menggunakan kata-kata yang baik. “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan” (Ef. 4:29-31). Perhatikan bahwa perkataan yang kotor mendukakan Roh Kudus. Petrus bersumpah serapah ketika dia menyangkal Tuhan, tetapi itu adalah dosa dan dia bertobat dari dosa itu (Mat. 26:74-75). Semakin diterimanya bersumpah serapah di antara orang-orang yang mengaku Kristen, dalam percakapan sehari-hari, dalam musik, dalam film-film, adalah tanda kesesatan, bukan tanda kemerdekaan yang sejati.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

USA Today Melaporkan Bahwa “Semua Orang Akan Diimplan dengan Mikrochip”

(Berita Mingguan GITS 19 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah artikel USA Today baru-baru ini, seorang profesor sosiologi berargumen bahwa kebanyakan manusia akan memakai implan mikrochip di masa depan. Noelle Chesley dari University of Wisconsin-Milwauke mengatakan, “Ini akan terjadi kepada semua orang. …Mungkin bukan di generasi saya, tetapi sudah pasti di generasi anak-anak saya” (“You will get chipped–eventually,” USA Today, 9 Agus. 2017). Three Square Market, sebuah perusahaan di Wisconsin, baru-baru ini menjadi perusahaan pertama di Amerika yang memasang mikrochip di karyawan-karyawannya (dalam sebuah program sukarela). Sekitar 3000 orang telah dipasangi chip di Swedia untuk dapat naik sistem kereta nasional tanpa menggunakan tiket. Dangerous Things, sebuah perusahaan di Seattle, mengklaim telah menjual “puluhan ribu” chip yang dapat ditanamkan melalui website mereka. Sangat sulit untuk memprediksikan seberapa jauh penanaman chip akan diterima, tetapi kita tahu bahwa antikristus akan mengharuskan semua orang “kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya” (Wah. 13:16). Tanda ini tidka diperjelas lebih lanut, jadi tidak mungkin untuk memastikan apakah tanda ini bersifat elektronik, tetapi suatu tanda elektronik sangat masuk akal karena dapat menyimpan banyak informasi tentang individu yang bersangkutan. Antikristus akan muncul sesuai dengan waktunya Tuhan, tetapi kasih karunia Allah mengajar kita untuk menantikan pengharapan yang mulia itu, yaitu kedatangan Yesus Kristus, bukan kedatangan antikristus (Titus 2:11-14).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Teknologi | Leave a comment

Jangan Memandang Hina Hari Peristiwa-Peristiwa yang Kecil

(Berita Mingguan GITS 19 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. Yang tujuh ini adalah mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi” (Zak. 4:10). Salah satu tujuan dari nubuat-nubuat yang disampaikan oleh Zakharia adalah untuk menyemangati orang-orang sisa (remnant), yang telah kembali dari Babel. Bait Suci yang mereka sedang bangun pada waktu itu, kalah jauh dibandingkan dengan yang dibangun oleh Salomo, dan pelayanan beberapa imam yang mereka kumpulkan tidak dapat dibandingkan dengan ratusan imam yang terlatih baik yang melayani di zaman Salomo dan Hizkia. Tetapi, orang-orang sisa ini dihimbau untuk tidak memandang hina hari peristiwa-peristiwa kecil, atau menjadi lemah pada hari kesukaran. Mereka seharusnya memandang ke depan kepada kemuliaan kerajaan Kristus yang “lebih besar dari Zerubabel” akan memerintah (Zak. 4:10).

Ini adalah pesan yang penting kepada orang-orang kudus Perjanjian Baru. Pekerjaan Amanat Agung terlihat kecil dan hina dibandingkan dengan hal-hal besar dunia zaman sekarang ini; kemajuannya pelan dan kesukaran-kesukarannya banyak. Kebanyakan gereja-gereja alkitabiah perjanjian baru adalah kecil dan tidak terpandang. Kebanyakan orang percaya Perjanjian Baru adalah “apa yang lemah bagi dunia” (1 Kor. 1:27). Di kebanyakan tempat dan waktu, respons terhadap Injil tidaklah besar. Tetapi sebenarnya, pekerjaan gereja-gereja Kristus adalah urusan terpenting di dunia ini, and orang-orang kudus yang rendah di dunia sekarang ini akan memerintah dan berkuasa bersama dengan Kristus dalam kerajaanNya yang mulia dan kekal. Orang-orang percaya Perjanjian Baru telah secara rohani dipindahkan ke dalam kerajaan Kristus (Kol. 1:13), dan jemaat yang terdiri dari orang-orang percaya tersebut adalah pos terdeepan kerajaan Kristus di dunia sekarang ini. Melalui pemberitaan Injil dan pemuridan, jemaat-jemaat sedang mengumpulkan dan mempersiapkan suatu “umat bagi namaNya” dari antara bangsa-bangsa untuk menunjukkan kekayaan kasih karuniaNya yang melimpah-limpah di masa yang akan datang (Ef. 2:7). Jadi, dilihat dari perspektif Allah, yaitu satu-satunya perspektif yang benar, jabatan gembala sidang adalah jauh lebih penting daripada presiden atau perdana menteri, dan pekerjaan setia dari orang kudus yang paling hina adalah lebih penting dari pekerjaan para kapten industri atau raja-raja teknologi. Seperti sisa-sisa Yahudi yang membangun Bait Suci pada zaman Zakharia, orang-orang kudus dalam jemaat-jemaat PB tidak boleh memandang hina hari peristiwa-peristiwa kecil. “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Rom. 1:20).

Posted in Gereja, Renungan | Leave a comment

Dunia Semakin Menyambut Pemasangan Chip pada Manusia

(Berita Mingguan GITS 5 Agustus 2017, oleh Dr. Steven E. Liauw)

Pada tanggal 1 Agustus 2017, sebuah perusahaan di negara bagian Wisconsin, AS, bernama Three Square Market, mengadakan “pesta chip” untuk merayakan pemasangan chip RFID pada tubuh pegawai-pegawai yang menginginkannya. Peristiwa seperti ini agaknya adalah yang pertama kali di AS dan mungkin juga pertama kali di dunia. Namun demikian, sudah pasti ini tidak akan menjadi yang terakhir kali. Trend untuk menerima implan pada tubuh manusia terus menguat. Jika sebelumnya selama ini implan-implan ini ditujukan untuk mengatasi penyakit, seperti pompa insulin untuk diabetes, pacemaker untuk penyakit jantung, maka sekarang implan bertujuan untuk menambahkan fungsi pada tubuh manusia. Salah satu pendukung implan chip adalah Elon Musk, pendiri dari perusahaan mobil Tesla dan juga SpaceX. Tahun lalu dia berkata bahwa manusia harus mencapai simbiosis yang semakin dekat dengan mesin, agar dapat tetap relevan dalam dunia intelijen artifisial (http://www.nowtheendbegins.com/world-embraces-human-implantable-rfid-microchips-bionic-age-begins/). Chip pada tubuh dapat menggantikan fungsi kartu kredit atau kartu identitas. Dengan adanya chip, bisa jadi manusia tidak perlu lagi membawa dompet.

Semua ini tentu tidak mengejutkan bagi pelajar Alkitab yang memperhatikan nubuat. Sejak abad pertama, Tuhan telah mengatakan bahwa setelah pengangkatan orang percaya (rapture), dunia akan dikuasai oleh antikristus, dan bahwa antikristus akan mengendalikan seluruh aspek perekonomian. “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya” (Wah. 13:16-17). 2000 tahun sebelumnya, Alkitab sudah menubuatkan bahwa akan ada “tanda” yang dapat ditempatkan di tangan, ataupun di dahi, yang dapat menjadi alat kontrol jual beli. Pemasangan chip yang dapat menggantikan kartu kredit adalah langkah teknologi untuk mewujudkan hal ini. Trend pemerintah-pemerintah dunia ini juga menuju kepada pengetatan kontrol keuangan, dengan alasan mencegah terorisme ataupun mengejar pajak. Jadi, secara politis dunia bergerak kepada kontrol yang ketat bagi individu, dan secara teknologi semua ini dimungkinkan. Yang diperlukan hanyalah munculnya Antikristus untuk memakai sistem ini demi kepentingannya. Nubuat Alkitab sekali lagi jelas terbukti bagi mereka yang memiliki mata rohani. Pastikan diri anda diangkat sebelum masa kesusahan Yakub itu tiba.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Teknologi | Leave a comment

Ribuan Orang Berbaris Gerak Mendukung Pembangunan Bait Ketiga

(Berita Mingguan GITS 5 Agustus 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Pada hari Senin, 31 Juli, ribuan orang Israel berbaris di sekeliling tembok Yerusalem bagian Kota Tua, yaitu pada permulaan Tisha B’Av, untuk mendukung pembangunan Bait Ketiga (“Israelis March Demanding Access to Temple Mount and Building of Third Temple,” Israel Today, 1 Agus. 2017). Tisha B’Av, yang berarti hari kesembilan dalam bulan Av, adalah hari puasa berduka untuk mengingat kehancuran bait Yahudi yang pertama dan yang kedua, yang dihancurkan pada hari yang sama (kehancuran pertama pada tahun 586 SM, dan yang kedua pada tahun 70 M). Pada Tisha B’Av, Taurat diselimuti hitam. Ada puasa dan ratapan, dan ada pembacaan kitab Ratapan dan puisi Yahudi yang disebut kinnot. Orang Yahudi Ortodoks percaya bahwa Tisha B’Av akan terus dilakukan hingga Mesias datang untuk membangun Bait dan membawa damai kepada Israel, dan pada waktu itu akan berubah menjadi perayaan sukacita. Sebenarnya, bait ketiga akan dibangun oleh antikristus dan akan dinajiskan oleh dia juga. “ Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah” (2 Tes. 2:3-4).

 

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | Leave a comment

Kesalahan Pembaptisan Bayi

Kesalahan Membaptiskan Bayi

Banyak gereja hari ini membaptiskan bayi, atau lebih cocok sebenarnya dikatakan mereka memercik bayi. Kata “baptis” berarti menyelamkan, dan kebanyakan gereja tidak menyelamkan bayi, mereka hanya memercik mereka. Tetapi, Gereja Ortodoks Timur, yang memiliki basis Yunani (dibandingkan Roma Katolik yang berbasiskan Latin), benar-benar menyelamkan bayi.

Gereja-gereja Protestan juga melakukan “baptis” bayi atau pemercikan bayi. Ini karena gereja-gereja Protestan keluar dari Roma Katolik, dan karena itu mewarisi sebagian doktrin-doktrin Katolik. Sepanjang sejarah, ada sekelompok orang-orang percaya alkitabiah, yang dikenal dengan berbagai nama (Donatis, Bogomil, Waldensian, Novatian, Anabaptis, dll., modern ini kaum Baptis), yang sejak awal berada di luar Roma Katolik, dan mempertahankan pengajaran alkitabiah bahwa hanya orang percaya yang boleh dibaptis. Berikut ini akan dipaparkan secara singkat, kesalahan praktek membaptiskan bayi (apalagi memercik bayi). Membaptis bayi adalah kesalahan besar, karena:

1. Melanggar Prinsip Firman Tuhan tentang Baptisan

a. Percaya kepada Yesus Kristus adalah syarat baptisan

Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?” Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.” (Kis. 8:36-37)

Perikop ini sangat jelas mengajarkan tentang pembaptisan. Filipus menginjili seorang sida-sida dari Etiopia. Lalu, sida-sida itu ingin dibaptis, dan menanyakan apakah ia boleh dibaptis atau tidak. Filipus memberikan jawaban yang tegas: Jika seseorang percaya dengan segenap hati (kepada Yesus, sesuai dengan penjelasan Filipus tentang perikop dalam Yesaya yang dibaca oleh sida-sida), maka ia boleh dibaptis. Tentu kebalikannya menjadi benar, bahwa jika seseorang belum percaya pada Yesus dengan segenap hati, maka ia tidak boleh dibaptis.

Dari ayat di atas menjadi jelas, bahwa bayi tidak boleh dibaptis. Mengapa? Karena bayi belum percaya kepada Yesus Kristus. Tetapi bukankah orang tuanya telah percaya? Dalam Alkitab, masalah iman selalu adalah masalah pribadi seseorang dengan Tuhan, dan tidak bisa iman seseorang menyelamatkan pribadi lain selain dirinya sendiri. Jadi, orang tua yang beriman tidak bisa meminjamkan iman mereka pada bayi mereka, sehingga bayi itu dibaptis.

Ada lagi orang yang berdalih dan berkata, “Pokoknya saya tidak melihat ada ayat di Alkitab yang mengatakan ‘tidak boleh membaptis bayi.’” Tetapi, ini adalah argumen yang dicari-cari dan membangkang pada Firman Tuhan. Dengan memakai logika yang sama, seorang pemuda yang nakal dapat berkata, “tidak ada ayat yang mengatakan jangan merokok, tidak ada ayat yang mengatakan jangan pakai heroin.” Tetapi, jelas orang Kristen yang sejati tahu untuk tidak merokok dan tidak menggunakan narkoba, karena ada PRINSIP-nya dalam Alkitab, antara lain: bahwa kita tidak boleh merusak tubuh kita (1 Kor. 6:19-20; 3:16-17), dan bahwa kita tidak boleh membiarkan diri kita diperhamba oleh apapun (1 Kor. 6:12). Jadi, tidak diperlukan ayat yang berkata “tidak boleh membaptis bayi,” karena pembaptisan bayi sudah otomotis dilarang dengan adanya syarat baptisan: haruslah seseorang yang percaya.

Ada lagi orang yang ingin menggugurkan prinsip ini, dengan menunjukkan bahwa sebagian Alkitab terjemahan modern, menghilangkan Kisah Rasul 8:37. Memang sebagian Alkitab terjemahan modern menghilangkan ayat 37 (LAI menuliskannya dalam tanda kurung), tetapi itu karena terjemahan modern mengikuti teks yang korup, yang disebut Critical Text. Critical Text adalah teks yang banyak menghilangkan ayat-ayat tentang keilahian Kristus dan kedagingan Kristus, tetapi teks ini disenangi oleh kaum liberal dan bidat. Sayangnya, akademia Kristen banyak dikuasai oleh orang-orang liberal, sehingga sebagian penerjemahan Alkitab memakai teks yang korup ini. Tetapi, dengan akal sehat saja, kita bisa melihat bahwa sebenarnya tidak mungkin tidak ada ayat 37. Masakan ada pertanyaan sida-sida: “apakah halangannya jika aku dibaptis,” lalu tidak ada jawaban dari Filipus? Dari sudut pandang literatur, hilangnya ayat 37 akan menghancurkan struktur. Jelas ayat 37 dihilangkan oleh teks yang korup, tetapi puji Tuhan terpelihara dalam teks yang diterima oleh orang percaya (Tekstus Receptus).

Continue reading

Posted in Alkitab, Gereja, Theologi | Leave a comment

Gereja Anglikan Menawarkan Kebaktian Khusus untuk Orang-Orang Transgender

(Berita Mingguan GITS 15 Juli 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Sinode Umum Gereja Anglikan telah melakukan voting dan menyetujui “penawaran kebaktian khusus untuk menyambut orang-orang transgender ke dalam imam Anglikan” (“Anglican Church set to offer,” The Guardian, 9 Juli 2017). Usulan ini berhasil disetujui dengan angka voting 284 banding 78. Chris Newlands, asal Blackburn, Lanchashire, yaitu orang yang mengangkat usulan ini, mengatakan: “Saya harap kita bisa membuat suatu pernyataan yang kuat yang mengatakan bahwa kita percaya orang-orang trans dihargai dan dikasihi oleh Allah, yang menciptakan mereka, dan yang hadir dalam semua lika-liku dan tikungan dalam kehidupan mereka.” Allah yang menciptakan manusia menciptakan mereka laki-laki dan perempuan, jadi seseorang yang transgender (Editor: mengganti jenis kelamin) sedang memberontak melawan aturan yang Allah ciptakan. Jenis kelamin bukanlah suatu kecelakaan dalam alam. Mazmur 139 mengatakan bahwa Allah menciptakan individu dalam rahim ibunya sesuai dengan rencanaNya. Gereja Anglikan sejak dulu memang bukanlah gereja yang alkitabiah, dan dalam waktu-waktu belakangan ini semakin sesat secara doktrinal dan juga bobrok secara moral. Bahkan di tahun 1953 saja, Uskup Agung Canterbury, William Temple, dalam bukunya Nature and God, mengatakan, “…tidak ada yang namanya kebenaran yang disingkapkan” (Untuk informasi lebih banyak tentang hal ini, lihat laporsan “Lima Puluh Tahun Liberalisme Anglikan” di website Way of Life).

Posted in Gereja, LGBT | Leave a comment

Polinasi

(Berita Mingguan GITS 15 Juli 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Sistem polinasi adalah suatu sistem simbiosis yang telah dikalibrasi secara halus, dan melibatkan tak terhitung jumlah bunga, serangga, dan burung, yang berbeda-beda tipe, yang semuanya terintegrasi secara sempurna untuk mempertahankan kehidupan. Tanaman yucca bergantung pada ngengat yucca untuk melakukan pembuahan, dan larva ngengat tersebut bergantung pada tanaman yang spesifik untuk makanan. Lili voodoo meningkatkan temperaturnya sebanyak 25 derajat (Fahrenheit) dan mengeluarkan sejenis bau-bauan yang mirip dengan bau daging busuk, untuk dapat menarik kumbang tertentu. Ketika kumbang itu mengeriap di sekitar bunga itu sambil mencari makanan, ia tertutup oleh pollen, yang ia sebarkan dari bunga ke bunga. Perhatikan anggrek. “Dalam banyak kasus, perkembangannya sedemikian rupa sehingga bunga dan serangga saling cocok satu sama lain seperti sarung tangan dengan tangan. Dalam kasus-kasus tertentu, desainnya sedemikian pintar sehingga lebah atau serangga lain tertarik oleh bau dan nektar ke dalam sebuah ruangan [dalam bunga], yang hanya memiliki satu jalan keluar, dan ketika melewati jalan keluar itu, serangga harus pertama menyentuh stigma bunga, lalu stamen bunga, dan sambil ia meneruskannya ke bunga berikutnya, ia membawa pollen ke stigma berikutnya. Tetapi desain-desain seperti ini hampir tidak terhitung jumlahnya. Ada lebih dari tujuh ribu spesies yang diketahui…” (Robert Broom, The Coming of Man: Was It Accident or Design?). Anggrek ember misalnya [bucket orchid], menarik dua jenis lebah yang tergiur kepada cairannya karena dapat menarik lebah betina untuk kawin. Karena permukaan anggrek ini basah, sang lebah terperosok ke dalam suatu lorong yang akan menutup, memerangkap lebah itu sambil menempelkan kantong-kantong pollen kepadanya, sebelum melepaskannya. Lebah yang sama akan jatuh ke dalam perangkap yang sama di anggrek kedua, tetapi anggrek kedua ini tidak akan menempelkan kantong-kantong pollen lagi, tetapi akan melepaskan kantong-kantong itu, sehingga melengkapi proses polinasi (Geoff Chapman, “Orchids … a Witness to the Creator,” Creation Ex Nihilo, Dec. 1996-Feb. 1997). Evolusi buta harus “menciptakan” DNA bagi setiap dari desain yang ajaib ini; dan bukan hanya itu saja, evolusi harus “menciptakan” saling keterkaitan yang sempurna antara tumbuhan dan serangga yang melakukan polinasi. Bagaimana ini bisa terjadi tanpa adanya desainer, ketika bunga tidak dapat mempelajari serangga dan serangga tidak mampu mempelajari bunga, tetapi masing-masing saling tergantung kepada yang lainnya untuk dapat bertahan hidup dan masing-masing dilengkapi secara sempurna untuk tugasnya dalam proses yang rumit ini? “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Rom. 1:20).

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Robot Imam Dapat Mengucapkan Berkat dalam Lima Bahasa

(Berita Mingguan GITS 08 Juli 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah gereja Protestan di Jerman telah mengembangkan sebuah robot yang dapat melafalkan “berkat-berkat” dalam lima bahasa, sambil menyinarkan cahaya dari tangannya (“Robot Priest Introduced,” WorldReligionNews.com, 31 Mei 2017). Robot imam yang konyol ini dibangun oleh Nassau and Hesse Evangelical Church untuk perayaan 500 tahun pemakuan 95 Thesis oleh Martin Luther di pintu gereja Katolik di Wittenberg. Berkat dapat dipesan melalui sebuah layar sentuh (touchscreen) di bagian dada robot tersebut, dan pemohon dapat memilih suara lelaki atau suara perempuan. “Mesin elektronik itu akan menyinarkan cahaya, mengangkat tangannya dan mengucapkan sebuah ayat Alkitab yang sesuai. Ia akan mengakhiri setiap permintaan berkat dengan kata-kata pujian bahwa Allah melindungi dan memberkati pemohon.” Menurut seorang perwakilan dari Nassau and Hesse Evangelical Church, “Idenya adalah untuk membuat orang mempertimbangkan apakah mungkin menerima bahwa suatu mesin dapat memberikan berkat, atau haruskah ada unsur manusia untuk tugas seperti ini.” Jawaban kami adalah bahwa sebuah robot tentu bisa memberikan berkat, yaitu yang sama efektifnya dengan berkat yang diberikan seorang pengkhotbah Protestan yang sesat. Fakta sebenarnya, satu-satunya yang dapat “memberikan berkat,” adalah Allah Mahakuasa, dan berkatNya telah dibayarkan oleh AnakNya di Golgota dan ditawarkan kepada setiap orang berdosa yang mempercayai Injil dalam keselamatan. EDITOR: Walaupun Martin Luther memprotes banyak kesalahan Katolik, masih ada beberapa kesalahan besar Katolik yang belum dia protes, dan akibatnya masih berlanjut dalam suatu bentuk atau lainnya. Salah satunya adalah masalah keimamatan. Dalam Perjanjian Baru, imamat Harun sudah dihentikan, dan Tuhan mengumumkan bahwa tidak ada lagi keimamatan spesial di kalangan orang percaya, karena semua orang percaya sudah diangkat menjadi imam (1 Petrus 2:9). Gereja Katolik melakukan kesalahan dengan terus mempertahankan keimamatan yang spesial. Banyak gereja Prostestan juga masih memiliki konsep yang serupa, dan oleh karena itu para “pendeta” mereka dianggap imam, yang pada akhir kebaktian mengangkat tangan untuk memberkati “umat,” mirip praktek imam di Perjanjian Lama. Padahal, dalam Perjanjian Baru, tidak ada lagi perbedaan antara “imam” dan “umat.”

Posted in Gereja | Leave a comment

Zuckerberg Mengatakan Facebook Adalah Gereja yang Baru

(Berita Mingguan GITS 08 Juli 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan bahwa jaringan sosial yang dia buat itu dapat memberikan rasa komunitas yang sama seperti suatu gereja. Pernyataan misinya yang baru adalah “Membawa dumia semakin dekat satu sama lain.” Dan metodenya adalah jaringan grup-grup online yang menciptakan suatu rasa komunitas. Saat ini 100 juta orang berpartisipasi dalam jaringan-jaringan Facebook. Pembangunan komunitas adalah salah satu dari banyak alat yang dipakai oleh guru-guru New Age untuk mencapai tujuan pencerahan rohani, mencapai transformasi pribadi, dan membangun suatu dunia baru. Pembangunan komunitas yang dimaksud adalah proses penghancuran tembok-tembok pemisah antara orang-orang dan penekanan pada persatuan dan pemikiran kelompok daripada individualisme. Hal ini memerlukan suatu sikap tidak menghakimi dan kerelaan untuk menerima pandangan-pandangan dan praktek-praktek yang berbeda sebagai hal yang sah. Alat-alat New Age lainnya adalah meditasi, pengakuan positif, pembayangan terpimpin, visualisasi, positive thinking, dan dialog antar-agama. Zuckerberg mengakhiri pidatonya dalam acara kewisudaan di Universitas Harvard dengan sebuah doa Ibrani yang dia nyanyikan kepada putrinya setiap malam sebelum tidur. Lagu ini adalah suatu doa Yahudi yang meminta kesembuhan (Mi Shebeirach), yang dipakai sebagai suatu pengakuan positif, bukan sebagai doa alkitabiah. Zuckerberg memberitahu kelas yang wisuda di Harvard itu bahwa dia percaya “agama sangatlah penting,” tetapi dia mungkin tidak akan mau memasukkan “agama” dari Allah yang esa, dan kebenaran yang satu-satunya sebagaimana diajarkan di Kitab Suci, dan satu jalan keselamatan dalam Yesus Kristus saja. EDITOR: Positive Confession (yang diterjemahkan menjadi Pengakuan Positif), adalah konsep dan praktek mengucapkan secara lantang (keluar suara) apa yang anda inginkan terjadi dengan keyakinan bahwa Allah akan menjadikannya realita. Ini mirip dengan konsep Word-Faith, yang mengatakan bahwa ada kuasa dalam kata-kata kita yang kita ucapkan dengan “iman.” Jadi, seorang yang sakit misalnya, akan disuruh untuk berulang-ulang mengucapkan “saya tidak sakit,” “saya sehat,” “saya sembuh total,” dengan keyakinan. Mereka percaya bahwa dengan melakukan ini, kata-kata ini punya kuasa untuk mempengaruhi realita. Ini adalah konsep New Age (alam semesta akan membantumu, seperti dalam buku The Secret) yang sering kali dibungkus dengan sampul Kristen (Tuhan akan mengabulkan imanmu). Kesalahan theologis dalam konsep ini adalah bahwa Pengakuan, dalam Alkitab, adalah mengatakan dan menyetujui apa yang Allah katakan, bukan mengatakan sesuatu lalu mengharapkan Allah melakukannya. Iman dalam Alkitab adalah mempercayai janji Allah, bukan memaksa Allah melakukan kehendak kita.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment