Berbagai Tes Menghasilkan Abad Keempat Sebagai Tanggal untuk Lapisan Kubur Kristus

(Berita Mingguan GITS 16 Desember 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Pertama kalinya tes dilakukan pada kubur yang dikatakan adalah kuburnya Kristus di Gereja Holy Sepulcher di Yerusalem, dan didapatkan bahwa lapisan marmer dan mortar di kubur tersebut berasal dari abad keempat Masehi, yaitu zamannya Konstantin (“Age of Jesus Christ’s Purported Tomb Revealed,” National Geographic, 28 Nov. 2017). Tes OSL (optically stimulated luminescence) tersebut dilakukan secara independen oleh dua laboratorium. Ini adalah konfirmasi lebih lanjut bahwa kubur ini adalah kubur yang benar. Pada sekitar tahun 135, Kaisar Hadrian membangun sebuah kuil Venus di atas situs yang dihormati sebagai tempat penguburan Kristus. Karena tanggal tersebut hanyalah 40 tahun setelah kematian Rasul Yohanes, dan lokasi tempat penguburan yang sejati masih diketahui orang, maka tidak perlu diragukan bahwa kuil kafir itu ada di tempat yang benar. Pada tahun 325, Kaisar Konstantin yang “Kristen” menghancurkan kuil Venus itu dan membangun sebuah gereja oktagonal yang diberi nama Gereja Holy Sepulchre, pada situs yang sama. Walaupun gereja ini dihancurkan oleh orang-orang Muslim pada taun 1009, tetapi dibangung kembali pada situs yang sama. Karena itu, kami yakin bahwa Gereja Holy Sepulchre memang benar-benar melingkupi tempat penguburan Kristus yang sejati. Tentu saja, hal ini tidak terlalu penting, karena kubur tersebut telah kosong sejak tiga hari setelah penyaliban Kristus, dan kebangkitan Kristus disaksikan oleh ratusan saksi mata yang dapat dipercayai, seperti Saulus yang diajar oleh Gamaliel, yang kemudian rela mati untuk kesaksian mereka. Kami juga tidak percaya atau menghimbau orang untuk melakukan ziarah rohani mirip dengan gaya Katolik. Tetapi semua ini tetap adalah fakta yang menarik!

Posted in Arkeologi, General (Umum) | Leave a comment

Tidak Mungkinnya Metamorfosis Kupu-Kupu Berasal dari Evolusi

(Berita Mingguan GITS 16 Desember 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Seeing the Non-existent: Evolutions Myths and Hoaxes, David Cloud, copyright 2011: “Michael Pitman, yang mengajar biologi di Cambridge, bertanya bagaimana mungkin metamorfosis dapat muncul dari evolusi: ‘Di dalam cangkang yang kering ini, organ-organ sang ulat diluluhkan dan direduksi menjadi bubur. Tuba-tuba pernafasan, otot-otot dan saraf-saraf menghilang; makhluk itu sepertinya sudah mati. Tetapi proses-proses sedang berjalan yang akan membentuk ulang bubur itu menjadi bagian-bagian yang berbeda namun berkoordinasi, dan dalam waktu yang tepat serangga tersebut, yang tidak bertumbuh atau berkembang dalam pengertian yang normal, akan muncul kembali sebagai kupu-kup dewasa yang indah. Ini adalah semacam kebangkitan. Jelas hal ini memperlihatkan betapa konyolnya untuk mencoba menjelaskan proses yang sedemikian jelas, walaupun terselubung, telah diprogram tersebut, dengan menggunakan seleksi alam melalui mutasi berturut-turut. Mengapakah, dengan dasar demikian, nenek moyang serangga ini bertahan hidup menghadapi mutasi yang membuat dia masuk dalam tahap chrysalid, namun yang belum mampu untuk menjadi bentuk dewasanya? Di manakah seleksi alam pada waktu itu? Bagaimana mungkin metamorfosis yang telah diprogram sejak awal, dalam serangga, amfibi, ataupun krustasea, dapat berevolusi dari keacakan? Sungguh, bagaimana mungkin perkembangan demikian dapat muncul melalui evolusi satu bagian demi satu bagian? Jelas beban untuk menjawab hal ini ada pada pundak evolusionis, bagaikan bola yang kusut dalam jaringan kesulitan’ (Adam and Evolution, hal. 71).

Bahkan jika kita berasumsi bahwa seekor ulat bulu dapat berevolusi dari makhluk lain, bagaimana mungkin evolusi berlanjut lagi ke fase pupa dan kemudian kupu-kupu? Mengapakah seekor ulat bulu kecil yang bahagia mau ‘berevolusi,” sambil ia dengan senangnya menghabiskan daun-daun yang renyah, lalu memutuskan untuk memintal suatu tatakan sutra dan membentuk dirinya sendiri menjadi pupa? Dan jika hal ini masuk dalam pola pikirnya, bagaimanakah ia dapat mempelajari hal yang sedemikian kompleks luar biasa? Dan mengapa? Dan bahkan jika semua ini entah bagaimana bisa terjadi, dan ulat bulu secara misterius meluluh menjadi sup biologis, maka akan berakhir di sana. Bagaimana mungkin ulat bulu yang telah meluluh merancang ulang dirinya sendiri menjadi suatu makhluk yang berbeda, kecuali jika keseluruhan proses ini telah diprogramkan ke dalam struktur genetikanya? Mutasi gen dan seleksi alam harus berdiam diri di hadapan metamorfosis. Lebih lanjut lagi, sang ulat bulu tidak bisa bereproduksi. Ia tidak memiliki organ seks. Jika ia tidak melalui proses kematian dan kebangkitan dalam metamorfosis, dan menjadi seekor kupu-kupu, ia tidak memiliki cara untuk melanjutkan dirinya. Ia harus memliki kemampuan untuk menjalani metamorfosis ejak dari awalnya untuk dapat eksis! Proses metamorfosis harus sudah sempurna sejak awalnya. Suatu metamorfosis yang setengah jalan saja berarti kematian bagi makhluk itu. Proses tersebut harus membentuk kupu-kupu yang sempurna yang dapat menjalankan mekanisme reproduksi yang kompleks.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kekristenan Kontemporer Sangat Mencintai Dunia

(Berita Mingguan GITS 25 November 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Kami menerima informasi dan video klip yang tepat waktu minggu ini dari Jeff Royal yang secara dramatis mengilustrasikan keduniawian dari banyak gereja-gereja kontemporer. Video klip pertama yang dikirim oleh Jeff adalah tentang “penghibur [entertainer] Kristen,” Tim Hawkins, sedang menyanyikan lagu “On Eagles’ Wings” dalam sebuah konser di akhir tahun lalu. Hawkins mengatakan bahwa dia terbiasa menyanyikan lagu ini di retreat-retreat gereja untuk anak muda. Lagu ini adalah kombinasi dari “Amazing Grace” oleh John Newton dan lagu “Peaceful Easy Feeling” yang dipopulerkan oleh rock band sekuler, Eagles. Hawkins menyanyikannya sebagai penghormatan bagi almarhum Glenn Frey, pendiri dan penyanyi utama dari grup band Eagles tersebut. Ini adalah penggabungan yang tidak benar dan jahat antara Kristus dengan dunia. Lagu “Peaceful Easy Feeling” adalah tentang romansa dan percabulan. Liriknya dimulai demikian, “saya suka cara antingmu berkilap di atas kulitmu yang bergitu coklat; saya mau tidur denganmu di padang gurun malam ini, dengan milyaran bintang di sekeliling.” Penyanyi itu bukan sedang berbicara tentang pernikahan kudus, sobat! John Newton mewakili kekristenan “kuno” yang mementingkan lahir baru yang secar dramatis akan mengubah hidup seseorang dan memalingkan seseorang dari mengasihi dunia kepada mengasihi Kristus yang kudus. Tetapi Tim Hawkins mewakili kekristenan “baru” yang digambarkan dalam 2 Timotius 4:3-4, suatu kekristenan yang hidup menurut hawa nafsumu sendiri.

Video klip kedua yang dikirim oleh Jeff adalah mengenai sebuah gereja yang memakai “On Eagles’ Wings” dalam acara kebaktian. Tidak ada aspek yang benar dan kudus dari grup band Eagles; pengaruh mereka pada masyarakat adalah jahat. Beberapa lagu hit mereka adalah “Witchy Woman,” “Chug All Night,” “Take the Devil,” “Tequila Sunrise,” “Good Day in Hell,” “Journey of the Sorcerer.” Setelah band Eagles pecah pada tahun 1980, Frey mengejar karir solo dengan beberapa hits seperti “Sexy Girl,” dan “The Heat Is On.” Allah secara tegas memerintahkan umatNya untuk tidak mengasihi dunia (1 Yoh. 2:15-17), untuk tidak menjadi serupa dengan dunia (Roma 12:1-2), untuk tidak menjadi sahabat dunia (Yak. 4:4), dan untuk tidak bersekutu dengan kegelapan dunia (Ef. 5:11). Tetapi gereja-gereja kontemporer dengan cuek dan beraninya mengabaikan peringatan-peringatan ini. Bahkan, kasih akan dunia adalah salah satu ciri khas utama mereka. Mereka mencintai musik dunia, sikap dunia, fashion dunia, entertainment dunia, dan filosofi “jangan menghakimi” dunia. Mereka bernyanyi tentang “kasih karunia,” tetapi yang dimaksud bukanlah kasih karunia yang alkitabiah. Ini adalah paham bebas Anti-nomian. Kasih karunia Allah yang sejati didefinisikan dalam Titus 2:11-14. Kasih karunia Allah yang sejati tidak menyelamatkan orang berdosa supaya dia dapat mengasihi dunia; ia menyelamatkan orang berdosa supaya dia “meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi .” Musik Kristen Kontemporer adalah jembatan besar menuju “gereja kontemporer,” dan gembala-gembala yang tidak mengedukasi umatnya dengan benar mengenai topik ini dan melawan hal ini secara efektif, sebenarnya ikut ambil bagian dalam membangun jembatan ini.

Posted in Emerging Church | Leave a comment

Gembala Sidang Hillsong Tidak Mau Mengatakan Aborsi Salah

(Berita Mingguan GITS 25 November 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, 24 November 2017, salah satu gembala sidang Hillsong New York, tidak mau menyatakan aborsi sebagai dosa. Ketika Lentz ditanya apakah dia percaya aborsi itu salah, dia menjawab, “Ini adalah tipe percakapan yang akan kita lakukan untuk mendengarkan kisahmu, dari mana asalmu, apa yang kamu percayai. Maksudku, Allah adalah hakimnya. Orang harus hidup dengan keyakinan mereka sendiri” (“Hillsong Pastor,” ChristianHeadlines.com, 7 Nov. 2017). Ini adalah relativisme moral. Orang ini bukan seorang pemberita kebenaran; dia adalah seorang terapis psikologi. Setiap pemberita Injil diperintahkan untuk menyatakan kesalahan, menegor, dan menasihati (2 Timotius 4:2). Semua umat Allah diperintahkan, “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11). Mengenai Allah sebagai hakim, sungguh benar sekali itu. Dia adalah sang Hakim, dan Dia telah menyatakan penghakimanNya atas masalah ini. Perhatikan beberapa kebenaran alkitabiah yang jelas dan sederhana: Pertama, Allah pegang kendali atas pembuahan (Kejadian 20:18; 29:31; 30:22). Kedua, Allah membentuk anak di dalam rahim (Maz. 139:13-16). Ketiga, Allah melarang manusia untuk menumpahkan darah yang tidak bersalah (Ul. 19:10-13; 2 Raj. 21:16). Keempat, anak yang belum lahir bukan sekedar “fetus”; ia disebut “anak” dan “bayi” dalam Alkitab (Kej. 25:22; Ay. 3:16). Kelima, hukum Allah mengharuskan hukuman jika ada anak yang belum lahir terkena cidera (Kel. 21:22-23). Alkitab mengajarkan bahwa anak yang belum lahir bukanlah milik sang ibu; ia adalah milik sang Pencipta. Sang bayi dalam rahim seorang wanita adalah tubuh yang tersendiri dan hidup yang tersendiri. Dalam sebuah wawancara dengan CNN tahun 2014, Laura Lentz, istri dari Carl, dan juga “co-pastor” berbicara tentang isu homoseksualitas dengan mengatakan, “Bukanlah posisi kita untuk memberitahu siapapun bagaimana mereka harus hidp, itu adalah perjalanan mereka sendiri.” Dalam ketergesaan mereka untuk menjadi sahabat dunia, Hillsong telah membuat diri mereka menjadi musuh Allah (Yakobus 4:4). Mereka adalah contoh ideal dari kesesatan yang digambarkan dalam 2 Timotius 4:3-4. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 4:3-4).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Penganiayaan oleh Kaum Protestan

Walaupun para Reformator Protestan dari abad ke-16 hingga abad ke-18 menuntut kebebasan beragama dari Gereja Roma Katolik, dalam banyak kasus mereka tidak memberikan kebebasan itu kepada pihak lain. Ini adalah fakta yang jarang diceritakan dalam pelajaran sejarah gereja, sehingga tidak banyak orang yang tahu bahwa kaum Protestan dari era Reformasi menganiaya kaum Baptis dan pihak-pihak lain yang berbeda dengan mereka.

ZWINGLI DI ZURICH, SWITZERLAND, ADALAH SEORANG PENGANIAYA

1. Sebelum memegang prinsip-prinsip Baptis, pemimpin Anabaptis, Conrad Grebel (1498-1526), Felix Manz, dan George Cajacob, bekerja sama dengan Zwingli pada permulaan pekerjaan Zwingli di Zurich. Namun berbeda dengan Zwingli, mereka bergerak maju melampaui Protestanisme dan konsep gereja negara menuju iman dan praktek Perjanjian Baru yang sejati.

2. Sampai dengan akhir 1524, Grebel dan Manz telah mengambil posisi menentang baptisan bayi dan mereka mau mendirikan suatu gereja yang sejati yang hanya terdiri dari anggota-anggota yang telah lahir baru dan dibaptiskan, yang hanya melakukan Perjamuan Tuhan secara sederhana hanya sebagai suatu makanan peringatan.

3. Pada 17 Januari 1525, sebuah perdebatan antara Zwingli dan orang-orang yang menentang baptisan bayi dilaksanakan di Zurich di hadapan dewan kota. Keputusan diambil tidak lama setelah itu. Pada hari berikutnya, 18 Januari, dewan kota mendekritkan bahwa semua bayi harus dibaptis dalam waktu delapan hari setelah kelahiran, dan mereka yang tidak mau membaptis bayi mereka akan diusir dari kota itu. Sebuah dekrit lainnya pada 21 Januari melarang semua penentang baptisan bayi untuk berkumpul bersama atau berbicara di hadapan publik.

4. Pada hari peraturan kota yang pertama itu diserukan, Grebel, Manz, Cajacob, dan orang-orang lain yang sepikiran, berkumpul bersama untuk menentang dekrit itu dalam ketaatan kepada Firman Tuhan dan menetapkan hati untuk membentuk suatu gereja yang didasarkan pada prinsip-prinsip Alkitab sebagaimana mereka pahami dalam hal ini. Cajacob pertama dibaptis oleh Grebel berdasarkan pengakuan imannya pada Kristus; Cajacob, setelah itu, membaptis yang lainnya. Baptisan itu pertama mereka lakukan dengan cara menuang, tetapi belakangan mereka menyadari bahwa yang benar adalah menyelam, dan setelah itu mereka memakai penyelaman. Dalam waktu seminggu, 35 orang lagi dibaptis.

5. Pada bulan Maret tahun yang sama, dewan kota yang dipengaruhi oleh Zwingli, mengeluarkan peraturan yang kuat melawan kaum Anabaptis, yang diratifikasi pada bulan November:

“Kalian tahu tanpa keraguan, dan telah mendengar dari banyak orang bahwa sejak waktu yang lama, beberapa orang yang aneh, yang berimajinasi bahwa mereka terpelajar, telah tampil secara mengagetkan, dan tanpa bukti apapun dari Kitab Suci, yang diberikan sebagai alasan oleh orang-orang yang sederhana dan saleh, dan telah mengkhotbahkan, dan tanpa izin dan persetujuan dari gereja, telah memproklamirkan bahwa baptisan bayi tidak berasal dari Allah, tetapi dari Iblis, dan oleh karena itu, tidak boleh dipraktekkan. … Jadi, kami, menetapkan dan menuntut bahwa sejak sekarang semua laki-laki, perempuan, anak lelaki dan anak perempuan, meninggalkan baptisan ulang, dan sejak sekarang ini tidak boleh mempergunakannya, dan harus membiarkan bayi dibaptis; siapapun yang bertindak berlawanan dengan aturan umum ini akan didenda untuk setiap pelanggaran, satu mark; dan JIKA ADA YANG TIDAK TAAT DAN KERAS KEPALA, MEREKA AKAN DIPERLAKUKAN DENGAN KERAS; karena, kami akan melindungi yang taat; yang tidak taat akan kami hukum sesuai dengan yang pantas baginya, tanpa gagal; dengan inilah semua orang harus memperhatikan kelakuannya. Semua ini kami konfirmasikan dengan dokumen publik ini, dicap dengan cap kota kita, dan diberikan pada hari St. Andrew, 1525 AD.”

Continue reading

Posted in Penganiayaan / Persecution | Leave a comment

Gambaran Dinosaurus dari Abad-Abad Pertengahan

(Berita Mingguan GITS 11 November 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dua gambaran dinosaurus dari abad-abad pertengahan dapat ditemukan di sebuah kuil Buddha di Angkor di Kamboja, dan juga di makam Uskup Richard Bell di Katedral Carlisle di Inggris. Gambaran di kuil Ta Prohm di Angkor, yang ditanggali dari sekitar 1200 M, adalah suatu makhluk yang persis sama bentuknya dengan seekor stegosaurus, walaupun telah diajukan teori-teori lain mengenai apa gambar pahatan tersebut. “Penjelasan yang paling sederhana adalah bahwa pahatan di Ta Prohm adalah gambar seekor dinosaurus dari keluarga Stegosauridae. Dengan kata lain, ini adalah gambar dinosaurus versi artis, bukan versi ilmuwan. Faktanya, elemen-elemen utama dari dinosaurus tipe stegosaurus dengan jelas tergambar: yaitu punggung yang melengkung tegas dan tubuh dinosaurus, dan yang krusialnya, piringan-piringan di sepanjang punggung binatang tersebut. Tidak ada binatang lain yang kita ketahui, entah fosil atau yang masih hidup, yang memiliki sebaris piring yang khas seperti itu di punggungnya” (“Did Angkor Really See a Dinosaur?” Creation Magazine, April 2013).

Image result for dinosaur in ta prohm angkor

Dekorasi perunggu di makam Richard Bell, yang ditanggali dari 1496 M, mengandung suatu gambaran dari apa yang nampak seperti dua dinosaurus. “Pada salah satu ukiran, makhluk-makhluk ini tidak diragukan memiliki kemiripan dengan dinosaurus tertentu. Namun bagaimana bisa demikian, karena makam uskup ini telah ditutup dan didekorasi lebih dari tiga abad sebelum penemuan fosil tulang makhluk-makhluk itu digali dan ditemukan secara sistematis, digambarkan, dan diberi nama? … Walaupun dinosaurus sepertinya sudah punah hari ini, tidaklah mengagetkan jika ada jenis tertentu yang masih hidup hingga waktu yang tidak terlalu lama yang lalu. … [Ukiran tersebut] menunjukkan dua dinosaurus sedang bergumul (atau mungkin bercinta). [Yang satu] mirip gambaran dinosaurus tipe sauropod, misal Apatosaurus. Dalam ukiran itu ia digambarkan dengan leher horizontal, bukan terangkat tinggi seperti yang dipercayai oleh para paleontologis hingga terakhir ini. Serupa dengan itu, ekornya juga terangkat, bukan terletak pada tanah, sebagaimana semua banyak digambarkan dalam rekonstruksi sauropod” (“Bishop Bell’s Brass Behemoths,” Creation Magazine, September 2003).

Image result for dinosaur in richard bell tomb

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Gereja Anglikan Melarang Lagu “Maju Laskar Kristus”

(Berita Mingguan GITS 11 November 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah jemaat Gereja Inggris telah melarang lagu “Maju Laskar Kristus” dalam kebaktian mereka akhir pekan yang lalu ini, supaya tidak “menyinggung perasaan” orang-orang non-Kristen. Gereja Santo Petrus di Oadby, Leicester, menghilangkan lagu tersebut dari kebaktian tahunan Sunday Remembrance, yang memperingati prajurit-prajurit Inggris yang meninggal (“Church Bans Singing ‘Onward Christian Soldiers,’” Christian Post, 29 Okt. 2017). Lagu ini dulunya selalu dinyanyikan sebagai tradisi. Sebagian anggota jemaat berencana untuk tetap di luar pada waktu acara kebaktian dan menyanyikan lagu ini di luar sebagai bentuk protes, tetapi menurut kami ini adalah tindakan sia-sia, karena sangatlah jelas bahwa sudah lama sekali tidak ada laskar Kristen yang sejati yang duduk di bangku-bangku “gereja” itu.

Posted in Gereja | Leave a comment

Pelajaran dari Operasi Pra-Kelahiran

(Berita Mingguan GITS 11 November 2017, sumber: www.wayoflife.org)

New York Times baru-baru ini melaporkan tentang sebuah operasi pra-kelahiran yang dilakukan untuk memperbaiki kecacatan yang dikenal dengan istilah spina bifida (tulang belakang pada bayi tidak menutup dengan sempurna). Para dokter telah menganjurkan kepada kedua orang uta, Lexi dan Joshuwa Royer, untuk mengaborsi bayi tersebut, dengan alasan bahwa anak kemungkinan akan memiliki “kualitas hidup yang rendah.” Tetapi, mereka lebih memilih operasi pra-kelahiran. Selama prosedur yang berlansung tiga jam itu, dokter membelah perut Ny. Royer, dengan hati-hati mengeluarkan rahim dari tubuhnya, memasukkan fetoskop dan alat-alat operasi lainnya ke dalam rahim melalui pembukaan rahim, dan mengoperasi bayi yang masih dalam kandungan usia 24 minggu itu. Cairan amniotik (air ketuban) dikosongkan dan sebagai gantinya dimasukkan karbon dioksida untuk mempertahankan rahim tetap mengembang, sehingga dokter bedah dapat melihat dan mengkaterisasi jaringan dengan lebih baik. Ada banyak pelajaran yang dapat ditarik dari peristiwa ini. Pertama, kita memuji keluarga Royer karena tidak mau mengaborsi bayi mereka. Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah pencipta dan pemberi buah kandungan (Kej. 29:31; 30:22; Rut. 4:13) dan Dia membentuk bayi di dalam kandungan (Maz. 139). Kedua, kerelaan sang ibu untuk mempertaruhkan nyawanya demi kebaikan bayinya, adalah suatu tindakan kasih yang mengatasi kepentingan sendiri, dan ini mengingatkan bahwa kita dibentuk dalam gambar dan rupa Allah dan masih memiliki keserupaan itu, walaupun telah jatuh. Salah satu dokter yang membantu dalam operasi tersebut mengobservasi bahwa “operasi janin adalah salah satu dari sedikit operasi yang bisa memiliki tingkat mortalitas 200%.” Ketiga, teknologi medis modern itu sendiri adalah bukti bahwa manusia diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah, dan bukanlah bagian dari dunia binatang. Keempat, kepercayaan pada Allah memberikan orang perspektif yang berbeda dan lebih baik terhadap kehidupan. Ibu dari Ny. Royer mengatakan bahwa walaupun mereka tahu bahwa bayi itu kemungkinan besar akan memiliki kecacatan tertentu, “Kami percaya dengan kuat kepada Allah dan kami damai tentang hal ini; bayi ini akan sangat dikasihi; kami tidak peduli hal lain” (“Reporting from the Operating Room as Doctors Perform Fetal Surgery,” The New York Times, 24 Okt. 2017).

Posted in General (Umum), Kesehatan / Medical | Leave a comment

Para Uskup Agung Gereja Inggris yang Sesat

(Berita Mingguan GITS 4 November 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Gereja Inggris [disebut juga Gereja Anglikan] tidak pernah sehat dalam hal pengajaran Firman Tuhan, tetapi dalam tahun-tahun belakangan ini, ia semakin menjauh dari Firman Allah. Perhatikan beberapa pernyataan dari 65 tahun belakangan ini, yang dibuat oleh para Uskup Agung Canterbury, yaitu posisi tertinggi dalam gereja Anglikan (Editor: dalam sistem gereja Inggris, yang meniru sistem Katolik, Raja Inggris adalah kepala gereja, tetapi Uskup Agung Canterbury adalah kepala rohaninya). Pada tahun 1953, William Temple, dalam bukunya Nature and God, mengatakan, “… tidak ada yang namanya kebenaran disingkapkan.” Pada tahun 1961, Michael Ramsey mengatakan, “… sorga bukanlah tempat untuk hanya orang Kristen. … Saya yakin akan melihat banyak orang yang hari ini atheis nanti di sana” (London Daily Mail, 2 Okt. 1961). Pada tahun 1982, Robert Runcie mengatakan bahwa dia agnostik [tidak tahu] tentang mengapa Yesus menderita di atas kayu salib (Sunday Times Weekly Review, London, 11 April 1982). Saya membaca wawancara itu sambil makan sarapan di London waktu itu, dan hampir menumpahkan kopi saya. Pada tahun 1996, George Carey menyerang para fundamentalias yang menurut dia menempatkan Alkitab “di atas dan terlepas dari penyelidikan manusia” (Christian News, 9 Des. 1996). Pada tahun 2008, Rowan Williams memimpin Gereja Inggris untuk membuat pernyataan berikut: “Charles Darwin, 200 tahun sejak kelahiranmu, Gereja Inggris berhutang pernyataan maaf karena telah salah memahamimu, dan membuat reaksi pertama yang salah, sehingga mendorong orang-orang lain untuk masih salah memahamimu hingga sekarang” (“Church Makes ‘Ludicrous’ Apology,” The Daily Mail, 13 Sep. 2008). Dalam sebuah wawancara tahun 2014, Williams mengatakan bahwa dia mempraktekkan suatu meditasi kombinasi Buddha/Katolik/Ortodoks (“Rowan Williams: How Buddhism Helps Me Pray,” The Telegraph, London, 2 Juli 2014). Bulan lalu, Justin Welby memberitahu seorang wartawan dari majalah GQ bahwa dia tidak bisa menjawab pertanyaan apakah homoseksualitas itu dosa atau tidak.

Posted in Gereja, Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Gospel Music Association Memberi Penghargaan kepada Film “The Shack”

(Berita Mingguan GITS 4 November 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam acara penghargaan Dove award yang diadakan tahunan, Gospel Music Association memilih The Shack sebagai “film inspirasi tahun ini.” The Shack, yang ditulis oleh William Paul Young, adalah cerita fiktif tentang seseorang yang pahit terhadap Allah karena mengizinkan putrinya dibunuh dan yang kembali ke lokasi pembunuhan tersebut, yaitu sebuah gubuk tua di hutan, dan di sana dia mendapatkan suatu pertemuan dengan Allah yang mengubah hidupnya. Namun demikian, “Allah” yang dia temui itu bukanlah Allah dalam Alkitab. Diterbitkan pada tahun 2007, buku ini telah terjual lebih dari 20 juta kopi secara internasional. Dengan dirilisnya filmnya, buku ini sekali lagi naik ke puncak daftar penjualan buku. William Young bukanlah anggota gereja mana-mana dan bahkan enggan untuk menyebut dirinya sendiri seorang Kristen, dia lebih menggambarkan dirinya sebagai seorang yang “rohani tetapi tidak agamawi” (“After The Shack, a Crossroads: William Paul Young,” Publishers Weekly, 21 Sep. 2012). Namun novel ini telah dipuji dan direkomendasikan oleh Klub 700 milik Pat Robertson, artis CCM Michael W. Smith, Gayle Erwin dari Calvary Chapel, James Ryle dari gereja-gereja Vineyard, Andy Crouch, editor senior dari majalah terkenal Christianity Today, Gloria Gaither, Mark Lowry (mantan penyanyi dengan keluarga Gaither), Eugene Peterson, pembuat Alkitab The Message, banyak tokoh Southern Baptist (seperti Wade Burleson, gembala dari Emmanuel Baptist Church di Enid, Oklahoma), dan banyak lainnya. Secara mendasar, The Shack mendefinisikan ulang Allah. Dalam sebuah wawancara tahun 2007, Young bercerita tentang seorang wanita yang menulis kepadanya dan berkata bahwa putrinya yang berusia 22 tahun datang kepadanya setelah membaca buku itu dan bertanya, “APAKAH BOLEH SAYA MENCERAIKAN ALLAH YANG LAMA DAN MENIKAHI YANG BARU?” Dengan demikian Young mengakui bahwa Allah dalam The Shack adalah berbeda dari konsep Allah tradisional dalam kekristenan yang percaya Alkitab. Dia mengatakan bahwa Allah yang “menghakimi dosa” adalah “Zeus yang telah dikristenkan.” Dalam buku The Shack, Young menggambarkan Allah tritunggal sebagai seorang wanita Asia muda yang bernama “Sarayu” (ini katanya adalah Roh Kudus, tetapi nama ini adalah dari kitab suci Hindu dan mewakili sungai mistis di India yang katanya di pinggir sungai itu dewa Rama lahir), seorang tukang kayu oriental yang suka bersenang-senang (ini katanya adalah Anak Allah), dan seorang wanita kulit hitam yang lebih tua bernama “Elousia” dan “Papa” (katanya ini adalah Allah Bapa). Ilahnya Young adalah ilah gereja-gereja emerging. Ilah ini digambarkan cool, suka rock & roll, tidak menghakimi, tidak menjari murka terhadap dosa, tidak mengirim orang yang tidak percaya ke api neraka yang kekal, tidak menuntut pertobatan dan kelahiran kembali, tidak menaruh keharusan pada orag, tidak menyukai gereja-gereja Alktiabiah yang tradisional, dan tidak menerima Alkitab sebagai Firman Allah yang tanpa salah.

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment