Doa Ekumenis untuk Kebangkitan Rohani

(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Ada banyak seruan belakangan ini untuk berdoa bersama secara ekumenis untuk meminta kebangkitan rohani. Yang paling terakhir adalah sebuah inisiatif yang diajukan oleh Uskup Agung Canterbury dicanangkan untuk musim semi 2017. “Umat Katolik, Baptis, Pantekosta, Koptik, Metodis, Kristen Ortodoks, dan anggota-anggota gereja-gereja bebas akan bersatu di bawah payung Anglikan setelah para presiden dari Churches Together in England (CTE) mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka akan menerima undangan untuk berdoa 10 hari sebelum hari Pentakosta 2017. … Mereka akan menulis kepada gereja-gereja mereka – yang berkisar dari gereja-gereja Advent-Hari-Ketujuh hingga gereja-gereja Koptik Ortodoks – dan menghimbau mereka untuk ikut berpartisipasi. ‘Kami berdoa kepada Bapa bahwa keluargaNya, yang dipanggil menjadi satu dalam Yesus Kristus, dapat menyaksikan pencurahan Roh Kudus untuk mentransformasi banyak kehidupan dan komunitas di negeri kita,’ kata mereka” (“Missions of Christians to Unite in Prayer for Revival,” ChristianToday.com, 19 Sept. 2016).

Doa adalah persis hal yang kita butuhkan hari ini. Ini adalah satu-satunya hal yang cukup berkuasa untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. Tetapi doa ekumenis adalah pelanggaran jelas terhadap Firman Allah. Kesatuan yang dibicarakan dalam Perjanjian Baru adalah kesatuan yang “erat bersatu dan sehati sepikir” (1 Kor. 1:10). Ini berbicara mengenai kesatuan yang didapatkan di dalam sebuah gereja Perjanjian Baru yang sehat secara doktrinal. Tetapi, seringkali gereja yang sehat doktrinal justru tidak banyak berdoa. Doa-doa yang dilakukan di tengah minggu seringkali hanyalah permintaan yang dinaikkan setengah hati selama setengah menit, dan biasanya untuk orang-orang yang sakit. Biasanya, tidak ada waktu-waktu berdoa yang serius sebelum acara-acara khusus. Hampir tidak ada doa untuk bangsa dan negara seperti yang diperintahkan di 1 Timotius 2:1-2 ataupun doa agar Allah mengirimkan pekerja-pekerja, sebagaimana dalam Lukas 10:2. Berdoa yang serius hingga berpuasa hampir tidak pernah dilakukan di gereja-gereja yang percaya Alkitab. Doa disebut 407 kali dalam Alkitab dan 121 kali dalam Perjanjian Baru. Doa adalah salah satu dari empat karakteristik dasar jemaat pertama di Yerusalem (“ Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa” Kis. 2:42). Doa adalah nasihat yang pertama (1 Tim. 2:1-2). Doa mendapatkan penekanan besar dalam pengajaran Yesus (Mat. 6:5-13; 7:7-11), dan rasul Paulus menyinggung doa boleh dibilang dalam semua surat-suratnya. Tetapi doa banyak diabaikan hari ini.

Posted in Ekumenisme | Leave a comment

Teknologi 3D Membuktikan Alkitab Ibrani Tidak Berubah Selama 2000 Tahun

(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “3D tech proves,” The Times of Israel, 22 Sept. 2016: “Gumpalan terbakar yang berisikan sebuah gulungan berusia 2000 tahun terletak di sebuah ruang simpan arkeologi Israel selama puluhan tahun, terlalu rapuh untuk dapat dibuka. Kini, teknologi pemindaian yang baru telah menyingkapkan apa yang tertulis di dalamnya: bukti paling awal sebuah teks Alkitab dalam bentuk standar. Penemuan ini, yang diumumkan di sebuah artikel jurnal Science Advances oleh para peneliti di Kentucky dan Yerusalem pada hari Rabu, dapat terjadi dengan menggunakan ‘pembukaan virtual’ (virtual unwrapping), sebuah metode analisis 3D menggunakan scan X-ray. Para penilit mengatakan bahwa ini pertama kalinya mereka dapat membaca teks sebuah gulungan kuno tanpa perlu secara fisik membuka gulungan tersebut. … Teknologi digital tersebut, yang dibiayai oleh Google dan US National Science Foundation, dicanangkan akan dibuka kepada umum sebagai software open-source pada akhir tahun depan. Para peneliti berharap untuk memakai teknologi ini utnuk mengintip ke dalam dokumen-dokumen kuno lainnya yang terlalu rapuh untuk dibuka. … Gulungan Alkitab yang dipelajari tersebut ditemukan oleh para arkeolog pada tahun 1970 di Ein Gedi, sebuah situs komunitas Yahudi kuno dekat Laut Mati. Di dalam tabut sinagog kuno itu, para arkeolog menemukan gumpalan-gumpalan pecahan gulungan. Sinagog itu hancur karena api, sehingga gulungan-gulungannya terbakar gosong. Cuaca kering di wilayah itu membantu mempertahankan gulungan-gulungan, tetapi ketika para arkeolog mulai menyentuhnya, gulungan-gulungan itu akan mulai hancur. Jadi, gumpalan-gumpalan yang gosong itu disimpan saja selama setengah abad, tanpa seorang pun tahu apa yang tertulis di dalamnya. … Teks yang ditemukan dalam gulungan gosong di Ein Gedi itu ternyata ‘100 persen persis sama’ dengan versi kitab Imamat yang telah dipakai berabad-abad selama ini, kata ahli Gulungan Laut Mati, Emmanuel Tov dari Hebrew University di Yerusalem, yang ikut serta dalam penelitian itu. ‘Hal ini cukup mengagumkan bagi kami,’ dia berkata. ‘Dalam 2000 tahun, teks ini tidak berubah.’”

Posted in Alkitab, Arkeologi | Leave a comment

Para Ilmuwan Mengatakan Manfaat Kesehatan dari Alkohol Bisa Jadi Telah Dibesar-Besarkan

(Berita Mingguan GITS 01 Oktober 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari “Scientists Say,” Fox News, 26 Sept. 2016: “Walaupun ada klaim-klaim dalam tahun-tahun belakangan ini bahwa segelas anggur merah dapat menurunkan kemungkinan terkena penyakit jantung, riset yang baru kini menemukan bahwa informasi tersebut bisa jadi keliru. Para ilmuwan ini mengatakan bahwa banyak penelitian yang memuji manfaat alkohol sebenarnya didanai oleh perusahaan-perusahaan alkohol, demikian dilaporkan Wired. Sains sejati di balik yang ditenggarai sebagai manfaat-manfaat ini bisa jadi telah dibesar-besarkan dan bisa jadi telah membuat penutupan sistematis terhadap resiko serius meminum terlalu banyak alkohol – yaitu kanker. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 oleh profesor Curt Ellison dari Boston University, memimpin kepada deklarasi bahwa minum anggur merah secara moderat dapat membantu melawan penyakit jantung. Penelitian ini dikutip secara luas dan dielu-elukan oleh pentolan industri anggur. Tetapi riset Ellison didukung oleh ‘donasi pendidikan yang tak terbatas’ dari industri minuman keras, menurut majalah Addiction. … Sains dibalik riset ini juga banyak yang dikatakan salah. ….Sebuah studi yang diterbitkan di awal tahun ini dalam Journal of Studies on Alcohol and Drugs mereview penemuan dari 87 laporan sebelumnya mengenai minuman keras dan kematian. Ditemukan bahwa semua laporan itu yang direview itu, kecuali 13, memiliki kesalahan kritis. … 13 penelitian yang memperhitungkan bias abstainer menemukan bahwa tidak ada manfaat medis yang dapat dikaitkan dengan alkohol. Re-evaluasi tentang minum alkohol kini telah membuat berbagai pemerintah mengubah kebijakan. Dalam bulan Januari, pedoman baru dikeluarkan oleh Chief Medical Officer di Inggris yang memperingatkan bahwa level minum alkohol seberapa pun sudah meningkatkan kemungkinan terkena beberapa tipe kanker. … Dalam bulan Januari, Departemen Health and Human Services di AS menghapus kalimat dalam pedoman minum alkohol yang mengatakan bahwa minum ringan dapat menurunkan resiko penyakit jantung bagi sebagian orang.” Tiga ribu tahun yang lalu, Tuhan sudah memperingatkan mengenai minum alkohol dalam FirmanNya: “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya” (Ams. 20:1).

Posted in Kesehatan / Medical | Leave a comment

Profesor Harvard yang Punya Agenda Pribadi Ditipu oleh Manuskrip Palsu tentang “Istri” Yesus

(Berita Mingguan GITS 24 September 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari Thomas D. Williams, Ph.D., “Jesus’ Wife Claims Revealed as ‘Whopping Fraud,’” Breitbart, 14 Sept. 2016: “Seorang profesor wanita di Harvard, yang dengan yakin mengumumkan kepada dunia bahwa dia memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Yesus bisa jadi memiliki seorang istri, kini terbongkar sebagai seorang akademisi kacangan yang membiarkan dirinya dikadali oleh seorang penipu. Dr. Karen L. King, profesor di Fakultas Theologi di Harvard, mendapatkan ketenaran sesaat dengan cara mempertaruhkan reputasinya sebagai sejarahwan kekristenan awal pada otentisitas sebuah papirus kuno yang berbunyi: ‘Yesus berkata kepada mereka, istriKu … dia bisa menjadi muridKu.’ Di sebuah pertemuan yang mentereng, hanya sepelemparan batu jauhnya dari Vatikan, King mempresentasikan sebuah paper kepada 300 ahli dari 27 negara, dan dia mengumumkan penemuan sebuah serpihan papirus kuno, yang di dalamnya Yesus menyebut ‘istri’-Nya, yang menurut King kemungkinan adalah Maria Magdalena. … Harvard Theological Review menerbitkan satu edisi jurnal yang keseluruhannya membahas ‘Injil Istri Yesus,’ dan saluran TV Smithsonian membuat sebuah dokumentari besar tentang topik ini. National Geographic dengan yakin mengumumkan, ‘Tidak ada bukti pemalsuan pada Papirus Injil Istri Yesus’ dalam majalahnya terbitan 11 April 2014.

Permasalahannya adalah, ternyata dokumen itu palsu. Dr. King sebenarnya telah menerima papirus tersebut dari seorang pornografer bernama Walter Fritz, yang menciptakan suatu kisah mengenai bagaimana dia bisa memiliki serpihan papirus tersebut. … King sedemikian terpikat dengan berbagai kemungkinan yang timbul dari penemuan ini, sehingga dia tidak pernah mengecek seberapa dapat dipercaya Fritz ini, ataupun berbagai kontradiksi dalam kisahnya. … Wartawan yang akhirnya membongkar ‘penipuan besar’ ini adalah Ariel Sabar, yang mengejar asal usul dari serpihan ini, yang akhirnya menuntunya ke rumah Walter Fritz di pantai selatan Florida. Walaupun Dr. King tidak mau mengungkapkan nama orang yang memberikan papirus itu kepadanya, setelah penyelidikan yang sulit, Ariel Sabar toh akhirnya menemukannya. … Dalam tulisan selanjutnya, Ariel Sabar memperhatikan bahwa King terutama sangat tertarik dengan teks-teks Gnostik yang memberikan peran prominen pada Maria Magdalena sebagai teman dekat dan murid Yesus, karena jika ada bukti bahwa sebagian orang Kristen awal melihat Maria Magdalena sebagai istri Yesus, hal itu ‘akan menjadi tamparan keras bagi para patriarkh gereja.’ Jadi, dengan kata lain, agenda ideologis Karen King, membuat dia mudah percaya dengan kisah palsu Fritz mengenai papirus tersebut.

Posted in Arkeologi, Kristologi | Leave a comment

Gunung-Gunung Misterius Bukanlah Misteri

(Berita Mingguan GITS 24 September 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, May 27, 2016: “‘Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.’ Ada tiga cara untuk membuat gunung. Pergerakan dua lempeng tektonik yang saling bertabrakan akan mendorong munculnya gunung-gunung. Serupa dengan itu, aktivitas volkanik juga akan menghasilkan gunung-gunung. Terakhir, erosi besar-besaran atas strata lembek dari strata keras juga dapat menghasilkan gunung-gunung. Pada tahun 1950an, para peneliti Soviet menemukan sebuah rentang pegunungan, dinamakan Pegunungan Gamburtsev, di Antartika. Karena pegunungan ini berada di bawah hampir dua setengah mil lapisan es, penemuannya adalah berdasarkan survei seismik. Hanya ada satu masalah. Seharusnya tidak ada gunung di situ, menurut ilmu pengetahuan biasa. Itu karena Antartika adalah satu lempeng tektonik saja, dan tidak bertabrakan dengan apa-apa. Juga tidak ada tanda-tanda aktivitas volkanik di sana. Seperti yang dikatakan seorang ilmuwan, menemukan pegunungan ini adalah seperti membuka sebuah piramida kuno dan menemukan seorang astronot yang masih hidup di dalamnya. Namun, ada jawaban lain yang tidak mungkin dipertimbangkan oleh para geologis yang percaya evolusi (percaya uniformitarianisme). Kita tahu bahwa ada erosi besar-besaran pada waktu air bah melanda bumi, sebagaimana terbukti dari Grand Canyon dan daerah American Badlands. Hal ini juga bisa menjadi penjelasan paling mungkin dari misteri gunung-gunung di Antartika. Alkitab memberikan kita sejarah umum Bumi kuno yang paling akurat, dan bahkan bisa mengisi berbagai kekosongan dan kontradiksi yang muncul dari pendekatan ilmu pengetahuan modern yang berasumsi milyaran tahun.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Kecanduan Komputer

(Berita Mingguan GITS 24 September 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Computer Crystal Meth: How Screens Are Killing Kids’ Minds and Souls,” The New American, 13 Sept. 2016: “Ini adalah kisah yang menyedihkan tetapi sering terjadi tentang kecanduan. Sepenuhnya kecanduan, John mulai mengabaikan dan melepaskan diri dari aspek-aspek kehidupannya yang lain. Perilakunya memburuk, dan hubungan inter-personalnya menjadi rusak. Tetapi John bukan kecanduan obat atau alkohol, dan dia juga bukan pria tengah baya. Dia adalah seorang anak enam tahun – dan obat yang membuat dia kecanduan adalah iPad. Walaupun nama ini fiktif, tetapi ceritanya nyata. Ibunya, Susan, membelikan dia iPad saat dia masuk kelas satu, atas dasar rekomendasi seorang guru teknologi. Akhirnya dia menemukan game yang populer, Minecraft, yang diklaim oleh para edukator sebagai ‘Lego dalam bentuk elektronik.’ … John terpukau. Sambil dia semakin kecanduan, dia mulai hilang ketertarikan terhadap membaca dan baseball, yang tadinya sangat dia sukai; perilakunya memburuk, dan dia tidak mau melakukan tugas-tugasnya. Bahkan kadang-kadang pada pagi hari dia berkomentar bahwa dia melihat bentuk-bentuk kubus Minecraft di dalam mimpinya. Tetapi kehidupan telah menjadi suatu mimpi buruk. John akan ngamuk-ngamuk jika Susan mencoba menghentikan dia bermain, dan sebagai cerminan cara mendidik anak modern yang mengizinkan segala sesuatu, Susan akhirnya menghilangkan kekhawatirannya melalui berbagai rasionalisasi dan membiarkan John. Namun, kemudian terjadilah suatu malam hal yang menghancurkan ilusinya.

Sebagai seorang psikoterapi berlisensi, Dr. Nicholas Kardaras, yang menangani Susan dan John, menulis tanggal 27 Agustus di New York Post: ‘Susan masuk ke dalam kamar untuk mengecek John. Dia mestinya sedang tidur. Susan menemukan anaknya itu sedang duduk di tempat tidurnya, dengan mata merah terbuka lebar, menatap kosong ke kejauhan sambil iPadnya menyala di sampingnya. Dia seperti ada dalam semacam trance. Susan panik dan sangat bingung dan harus menggoncang anak itu berulang kali untuk membuat dia keluar dari kondisinya. Penuh kekhawatiran, dia tidak dapat paham mengama bocahnya yang pernah begitu sehat dan gembira menjadi begitu kecanduan game sehingga masuk dalam suatu catatonic stupor (Editor: kondisi medis yang mendeskripsikan orang yang tak bergerak dan pikirannya melayang kosong, tidak merespon).’ Dr. Kardaras menunjukkan bahwa bukanlah kebetulan bahwa para bos-bos dan petinggi-petinggi dan insinyur-insinyur perusahaan-perusahaan teknologi, justru memasukkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah Waldorf, yang melarang siswa membawa teknologi.’ … Ini mirip dengan keluarga mafia narkoba yang menjual barang ke orang lain, tetapi melarang keras anaknya sendiri untuk mencobanya. Walaupun demikian, komputer tetapi memiliki fungsi yang baik dan sah.” Editor: Sama seperti hampir semua hal lain, teknologi dapat dipakai secara baik ataupun tidak baik. Orang Kristen harus ikut nasihat Paulus untuk tidak membiarkan diri diperhamba oleh apapun juga (1 Kor. 6:12).

Posted in Teknologi | Leave a comment

Imam Besar Telah Dipilih; Kebaktian Bait Yahudi Dapat Dimulai Kembali dalam Satu Minggu

(Berita Mingguan GITS 17 September 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Persiapan untuk Bait Ketiga terus berlanjut. Sanhedrin orang Yahudi telah merekomendasikan Rabi Baruch Kahane sebagai Kohen Gadol (Imam bessar) andaikata situasi politik berubah dan orang Yahudi memiliki akses ke Bukit Bait untuk mempersembahkan korban. Kahane “yakin bahwa jika situasi itu terjadi, kebaktian Bait Suci dapat dimulai dalam waktu kurang dari satu minggu” (“High Priest Is Chosen,” Breaking Israel News, 29 Agus. 2016). Temple Institute, yang didirikan tahun 1986, telah membentuk perabot-perabot yang diperlukan untuk Bait, termasuk pakaian-pakaian imam, mahkota emas imam besar yang menghabiskan $30.000, tutup dada imam besar dengan 12 batu berharga yang berukirkan nama suku-suku Israel, bejana cuci dari tembaga, sebuah mezbah ukupan, sangkakala-sangkakala perak, shofar yang dilapis emas dan perak, dan banyak hal lain lagi. Yang menarik adalah menorah, yang dibuat dari 95 pon emas murni. Pada Desember 2007, menorah ini dipindahkan ke sebuah lokasi di luar Plaza Tembok Barat, di seberang Bukit Bait, dan menorah ini sekarang ada di sana menantikan pembangunan Bait Ketiga. Temple Institute juga telah membuat sebuah daftar imam-imam dan mendirikan sekolah pendidikan imam. Dalam tradisi Yahudi, pembangunan kembali Bait dikaitkan dengan kedatangan Mesias. Menurut Maimonides (juga disebut Rambam), yaitu otoritas rabinik tertinggi, orang Yahudi mana pun yang memulai pembangunan kembali Bait berpotensi menjadi Mesias. Shimon ben Kosiba dianggap Mesias di abad kedua ketika dia memimpin pemberontakan untuk menguasai Yerusalem dan membangun Bait. Ben Kosiba dijuluki Bar Kokhba (‘Putra Bintang’) didasarkan pada nubuat Mesianik di Bilangan 24:17, dan sebuah koin dibuat dengan gambar bait dengan tabut perjanjian di dalamnya, dan bintang Mesias di atapnya. Melalui tradisi ini, kita dapat melihat barangkali bagaimana Antikristus akan dianggap mesias. Ketika mengunjungi Temple Institute beberapa tahun lalu, seorang perwakilan organisasi itu berkata: “Kami menantikan seorang Mesias. Dalam tradisi Yahudi, kami percaya bahwa dalam setiap generasi akan seseorang yang bisa menjadi Mesias. Pertanyaannya adalah siapakah dia nantinya. Jawabannya hanyalah seseorang yang melakukan hal-hal tertentu yang bisa disebut Mesias.” Ini adalah gambaran Mesias sebagai seorang Penyelesai Masalah Super, dan dalam kapasitas seperti itulah Antikristus akan muncul pada awalnya. Penting untuk memahami bahwa orang Yahudi tidak sedang mencari seorang Mesias Juruselamat untuk menyelesaikan dosa-dosa mereka. Ketika kami bertanya kepada seorang rabi Amerika Yahudi Reformed, “Bagaimana menghilangkan dosa?” dia menjawab, “Kami meminta Allah untuk pengampunan melalui doa dan melalui tindakan.” Dia mengatakan bahwa penafsiran Imamat 17:11 bahwa manusia memerlukan suatu pengorbanan darah yang literal untuk dapat diterima Allah adalah penafsiran yang palsu. Orang Yahudi tersandung pada Anak Domba Allah 2000 tahun yang lalu. Mereka mencari seorang Mesias untuk menyelamatkan mereka dari Roma, bukan seorang Mesias untuk mati bagi dosa-dosa mereka. Mereka menghendaki seorang Raja, bukan seorang Juruselamat, dan sampai hari ini sikap ini belum berubah.

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | Leave a comment

Misi-Misi NASA yang Konyol

(Berita Mingguan GITS 17 September 2016, sumber: www.wayoflife.org)

NASA telah melakukan banyak hal yang luar biasa dalam sejarahnya, antara lain misi Apollo dan program pesawat luar angkasa ulang alik, tetapi dalam beberapa puluh tahun terakhir, NASA menjadi terobsessi dengan misi-misi yang secara teknis brilian, tetapi memiliki tujuan yang sangat konyol. Yang paling terakhir adalah OSIRIS-Rex, sebuah misi untuk mengumpulkan tanah dari sebuah asteroid, tanah yang katanya “memegang kunci jawaban beberapa pertanyaan terbesar kita tentang alam semesta, misalnya dari mana kita berasal, mengapa kita eksis” (“NASA is launching a mission that could solve the mystery of life,” Business Insider, 8 Sept. 2016). Pesawat luar angkasa tersebut, yang sukses diluncurkan minggu lalu, diberi tugas untuk terbang selama dua tahun untuk bertemu dengan sebuah asteroid, mendekati asteroid itu untuk mengambil sedikit tanah, dan kembali ke bumi. Misi ini konyol karena dua alasan. Pertama, ia konyol karena ada nol bukti untuk mendukung evolusi dan ada bukti-bukti tidak terbantahkan bahwa alam semesta diciptakan secara ilahi. Hukum-hukum sains yang sudah dipahami luas, seperti biogenesis dan hukum termodinamika, menghancurkan mitos evolusi. Bahkan, kepintaran dan pikiran brilian yang dibutuhkan untuk bisa membuat pesawat luar angkasa yang menuju ke sebuah asteroid, sudah membuktikan pengajaran Alkitab bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dan bukanlah binatang. Kedua, misi ini konyol karena jika evolusi itu benar dan alam semesta ini adalah hasil dari suatu Big Bang yang tanpa arti dan mekanisme evolusi yang acak dan tidak intelijen, maka tidak ada arti bagi kehidupan. Jika evolusi benar, maka NASA sedang memainkan permainan konyol dalam suatu alam semesta yang tidak bertujuan dan sedang menuju kematian. Hidup manusia tidak memiliki arti lebih dari hidup seekor cacing. Puji syukur pada Tuhan bahwa hal itu tidak benar, tetapi seperti itulah kesimpulan yang tak terelakkan dari dogma evolusi.

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Para Arkeolog Merestorasi Lantai Bait Suci yang Diinjak Yesus

(Berita Mingguan GITS 17 September 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Archaeologists Restore,” ChristianToday.com, 8 Sept. 2016: “Para arkeolog Israel telah merestorasi fragmen-fragmen ubin lantai yang mereka percaya aslinya berasal dari Bait Kedua di Yerusalem. Bait tersebut dihancurkan pada tahun 70 M, dan puing reruntuhannya sekarang dikenal sebagai Bukit Bait oleh orang Yahudi, atau sebagai ‘tanah suci yang mulia’ bagi umat Muslim. Bagi Gabriel Barkay, seorang arkeolog yang sudah menggali di Yerusalem selama lebih dari 50 tahun, restorasi ini memiliki signifikansi yang mendalam. Berbicara kepada Media Line, dia mengatakan, “Sangatlah menyentuh bagi saya untuk menyadari bahwa ini adalah lantai yang di atasnya leluhur kita berjalan dan mempersembahkan korban sambil mereka beraktivitas di Bukit Bait 2000 tahun yang lalu.” Ubin-ubin yang direkonstruksi adalah bagian dari proyek penyaringan Bukit Bait, sebuah proyek Israel yang dimulai tahun 2005. Inisiatif ini dimulai setelah Muslim Waqf, sebuah organisasi agamawi yang mengendalikan situs kudus tersebut, memindahkan 400 truk tanah yang berisi penuh dengan artefak-artefak dari tempat kudus tersebut guna perluasan mesjid di dekat sana. Pemindahan tanah itu adalah kesempatan untuk meng-ekskavasi sebuah situs yang tadinya tidak tersentuh karena sensitivitas tempat tersebut, yang penting bagi baik Muslim dan Yahudi dan telah sering menjadi titik konflik dan kontroversi. … Mengenai restorasi lantai bait, sekitar 600 segmen ubin batu telah ditemukan, dan lebih dari 100 di antaranya berasal dari zaman Bait Kedua yang dipugar oleh Herodes.”

Posted in Arkeologi | Leave a comment

Santa Ibu Teresa

(Berita Mingguan GITS 10 September 2016, sumber: www.wayoflife.org)

Mendiang Ibu Teresa diumumkan sebagai seorang santa (orang kudus) Katolik pada hari Minggu, 4 September, oleh Paus Fransiskus. Posisi santo (atau santa untuk yang wanita) memerlukan dokumentasi dua mujizat yang dilakukan oleh pribadi yang telah meninggal. Yang pertama, pada tahun 1998, pada tahun kematiannya (Teresa), adalah kesembuah seorang wanita India dari tumor perut. Walaupun uskup mengumumkan bahwa mujizat ini dilakukan oleh biarawati yang sudah meninggal itu, suami dari wanita itu mengatakan bahwa dia percaya obat-obatanlah yang menyembuhkan istrinya. Kasus yang kedua, pada tahun2008, adalah kesembuhan yang ‘tak dapat dijelaskan’ seorang lelaki Brazil yang bangkit dari koma setelah istrinya berdoa kepada Teresa. Berdasarkan pengakuannya sendiri, Ibu Teresa menemukan hanya kegelapan dalam kehidupan dan praktek rohaninya. Ini didokumentasikan dalam buku yang mengejutkan, berjudul Mother Teresa: Come Be My Light, the Private Writings of the Saint of Calcutta (2007), yang mengandung pernyataan-pernyataan biarawati tersebut kepada para imam yang menerima pengakuan dosanya dan para imam kepalanya selama periode waktu lebih dari 65 tahun. Dalam Maret 1953, dia menulis kepada imam penerima pengakuannya: “ADA KEGELAPAN YANG SEDEMIKIAN MENGERIKAN DI DALAM DIRIKU, seolah-olah semuanya mati. Kondisi ini sudah menetap kurang lebih sejak saya memulai ‘pekerjaan itu.’” Pada tahun 1979, dia menulis: “KEHENINGAN DAN KEHAMPAAN INI SEDEMIKIAN BESAR – sehingga saya memandang dan tidak melihat, memasang telinga tetapi tidak mendengar.” Pernyataan pribadi dia tentang kegelapan rohani yang dia temukan dalam doa kontemplatif berlanjut dalam nada yang sama sampai kematiannya, dan semua ini adalah peringatan yang sangat keras tentang bahaya mistikisme kontemplatif dalam Katolik yang saat ini sedang melanda kalangan Injili. Praktek kontemplatif, seperti Doa Yesus, doa nafas, doa visualisasi, doa centering, dan lectio divina, sangatlah berbahaya. Hal-hal ini adalah alat untuk membawa para praktisi bersentuhan dengan roh-roh jahat. Banyak orang yang terlibat dalam hal-hal ini akhirnya menjadi percaya konsep-konsep kafir tentang Allah, misalnya pantheisme (Allah adalah segala sesuatu) dan panentheism (Allah ada dalam segala sesuatu). Para praktisi biasanya menjadi semakin ekumenis dan lintas iman dalam pemikiran.

Posted in Katolik | Leave a comment