Kampus Online Hillsong – Ambil Kue dan Jus, dan Mari Ikut Perjamuan Tuhan

(Berita Mingguan GITS 20 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Bulan lalu, Kampus Online Hillsong (Hillsong Sydney) mendorong “jemaat online” untuk ikut perjamuan Tuhan bersama mereka. Melalui halaman Facebook dari kampus online tersebut, sang hamba Tuhan berkata, “ Kami sangat senang karena akhir pekan ini adalah akhir pekan perjamuan. Jadi ambillah kue, ambil segelas jus, apapun juga yang paling nyaman bagi anda. Kami sangat senang bisa merayakan perjamuan Tuhan bersama-sama.” Ini adalah bentuk akhir dari kekristenan yang berpusat pada diri sendiri. Saya bahkan boleh melakukan Perjamuan Tuhan dengan “cara saya sendiri.” Saya tidak perlu gereja; saya hanya perlu Facebook. Saya tidak perlu menghakimi diri saya sendiri; hal seperti itu terlalu kuno, membangkitkan rasa bersalah. Saya tidak perlu memakai produk dari buah anggur; saya bisa memakai jus buah favorit saya atau smoothie atau apapun yang saya sukai. “ Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri . . . Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Tim. 3:1-2; 4:3-4).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Pemimpin Hamas Menyerukan Agar Orang Palestina Membunuh Orang Yahudi di Seluruh Dunia

(Berita Mingguan GITS 20 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Hamas Backtracks,” Arutz Sheva, 15 Juli 2019: “Seorang anggota senior dari pemimpin kelompok Islam di Gaza, Hamas, telah menyerukan agar orang-orang Palestina di seluruh dunia membunuh orang-orang Yahudi. Seruan ini menimbulkan amarah dan protes dari pejabat Israel maupun Palestina, dan juga utusan-utusan PBB. Dalam video dari sebuah pidato kepada orang-orang yang ikut dalam protes mingguan pada hari Jumat, Fathi Hamad, seorang anggota dari badan politik tertinggi dari gerakan tersebut, dapat terlihat menyerukan agar Arab Palestina di seluruh dunia melancarkan serangan. ‘Jika pengepungan ini tidak dibatalkan, kita akan meledak di wajah musuh-musuh kita, dengan izin Allah. Ledakan ini bukan hanya akan ada di Gaza, tetapi juga di Tepi Barat dan di luar negeri, insya Allah. …Tujuh juta orang Palestina di luar, cukup untuk pemanasan, kalian memiliki orang-orang Yahudi di sekitarmu di segala tempat. Kalian harus menyerang setiap orang Yahudi di seluruh dunia dan membunuh mereka.’ … Hamas dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan yang lainnya. Ofir Gendelman, juru bicara untuk Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu, berkata di Twitter, ‘Sekarang kalian tahu mengapa kami menjaga ketat perbatasan dengan Gaza dari Hamas.’ … Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin siang, Hamas menjauhkan diri dari kata-kata Hamad. … Charter Hamas berulang kali mengacu kepada perjuangan Muslim melawan Yahudi.”

Posted in Israel | Leave a comment

Ilmuwan Membuat Turbin Gas Lebih Baik Lagi dengan Mempelajari Kumbang

(Berita Mingguan GITS 20 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Biomimicry: God’s Designs and Man’s Imitations,” Creation Worldview: “Berbagai spesies dari Kumbang Pengebom (Bombardier Beetle) ditemukan di seluruh dunia. Mereka sekitar setengah inci panjangnya (sekitar 1,2 cm). Di dalam tubuh mereka, ada ruangan-ruangan khusus dan mereka menghasilkan berbagai senyawa kimia bersama dengan reaktan inhibitor sekaligus akselerator. Ketika kumbang-kumbang ini diserang, mereka memulai suatu reaksi kimia yang terjadi persis di luar tubuh mereka. Kumbang telah memproduksi hidrokuinon dan hidrogen peroksida, yang dicampur untuk menghasilkan serangkaian ledakan yang hebat. Temperatur mencapai 100 derajat Celsius, yang mengubah air yang tersisa dari reaksi tersebut menjadi uap; lalu dengan frekuensi sampai 500 kali per detik, dan kecepatan yang berkisar dari 13-69 km/jam; melalui satu set ganda corong penyemprot yang dapat dikendalikan arahnya; kumbang-kumbang ini menyemprotkan bahan kimia toksik panas ke penyerang mereka. Para penyerang belajar dengan keras untuk menghindar dari sistem pertahanan yang melepuhkan dan menjengkelkan ini. Desain dari ruangan internal dan mekanisme pertahanan ini telah dipakai untuk membuat lebih baik lagi sistem pemantik dari turbin-turbin gas, dan juga sistem pengembangan kantong pengaman di mobil-mobil.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Apakah Anne Graham Lotz Seorang Konservatif?

(Berita Mingguan GITS 14 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Beberapa tahun lalu, seorang teman pengkhotbah menyebutkan bahwa dia telah mendengarkan beberapa orang Injili konservatif, termasuk Anne Graham Lotz (hal ini tidak saya anjurkan), dan dia mengobservasi, “Nyonya Anne ini semestinya seorang lelaki. Dia membuat beberapa poin yang sangat baik, lebih baik dari ayahnya Billy [Graham] dan abangnya Franklin. Dia bahkan berbicara mengenai dosa, pertobatan, neraka, roh-roh jahat, doa yang serius, kebangkitan rohani, tentang Israel secara positif, dll. Ada sekelompok kecil orang Injili yang sepertinya sangat baik dalam beberapa hal.” Saya menjawab bahwa selama bertahun-tahun saya telah memperhatikan bahwa Franklin Graham dan Anne dapat menyuarakan hal-hal yang baik, dan terdengar lebih kuat rohani dari ayah mereka, namun mereka menjalani langkah-langkah ketidaktaatan yang sama. Saya telah melihat hal yang sama ini terjadi dalam banyak orang-orang Injili yang telah saya dengarkan di berbagai konferensi dan ketika mengunjungi gereja-gereja mereka. Kadang-kadang anda berpikir bahwa anda sedang mendengarkan seorang yang sungguh-sungguh alkitabiah, yang bersemangat untuk kebenaran, tetapi kemudian anda menyadari bahwa apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan ternyata bertolak belakang. Anne mengindikasikan kepada Kyra Phillips di CNN, pada 8 April 2005, bahwa Paus Yohanes Paulus II bisa jadi ada di Sorga. Dia memuji usaha sang Paus untuk “menjembatani perbedaan antara Protestan dan Katolik dan juga Yahudi dan Katolik” (CNN.com, transkrip). Dia mengatakan, “Hal yang sangat indah, di Roma saya mendengar orang-orang berkata bahwa sang Bapa Kudus ada di sorga dan semua orang begitu yakin bahwa sang Paus ada di sorga. Dan saya pikir itu adalah karena ia adalah seorang yang sangat baik.” Semua ini dikatakan walaupun sang Paus yang buta rohani itu berpegang pada injil keselamatan yang palsu, yang didasarkan pada sakramen-sakramen Roma, dimulai dari baptisan untuk kelahiran kembali, dan ia juga menyerahkan dirinya 100% untuk Maria. Anne hadir mewakili ayahnya pada penguburan sang Paus. Bagaimanakah seorang yang sungguh-sungguh percaya dapat memuji Paus? Ini adalah kekacauan yang besar. Billy Graham dijuluki “Mr. Dua Muka,” dan hal yang sama dapat dikatakan tentang seluruh keluarga Graham, ya, bahkan hampir seluruh dunia “Injili.” Ini adalah karena mereka menolak “separatisme,” dan mereka percaya pada persekutuan dan pelayanan “tenda besar” yang memerlukan kompromi yang besar-besaran. Pada tahun 2005, Anne berkhotbah di sebuah konferensi di Rusia, yang disponsori oleh BWA (Baptist World Alliance), yang sangat modernistik/liberal (“Baptists Unveil New Strategy for Evangelism,” Assist News Service, 3 Agus. 2005). Denton Lotz, Sekretaris Jenderal dari BWA, adalah saudara ipar dari Anne. Pada tahun 2007, Anne bergabung dengan Samuel Kobia, presiden dari WCC (World Council of Churches) yang sangat sesat itu, dalam sebuah konferensi di India. Kobia tidak mengkhotbahkan penebusan jiwa melalui darah Kristus; dia mengkhotbahkan injil palsu penebusan masyarakat melalui pekerjaan sosial-politik (“WCC Head Calls for Change in Famed Ecumenical Motto,” Christian Post, 28 April 2007). Sama seperti injili konservatif lainnya, Anne Graham Lotz diterima oleh banyak orang yang percaya Alkitab, sambil dia dengan samar menarik mereka ke dalam persekutuan dengan gereja-esa-sedunia. Pada faktanya, orang-orang seperti ini sangat berbahaya. Siapapun yang dengan sungguh mencintai kebenaran, akan menunjukkan kebencian yang sama yang ditunjukkan oleh Pemazmur terhadap kesalahan, tetapi kita tidak melihat hal ini ditampilkan oleh kebanyakan injili konservatif. “Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci” (Maz. 119:128).

Posted in New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Mengenai Anggrek dan Lebah

(Berita Mingguan GITS 14 Juli 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 1 Juli 2019: “Coryanthes macrantha, yang biasa dikenal dengan istilah “bucket orchid” (sejenis anggrek), tumbuh di Meksiko dan Amerika Tengah dan Selatan. Bunga-bunga yang cantik namun sederhana ini membentuk semacam ember atau tempat penampungan yang kecil, dan ke dalam tempat ini bunga tersebut meneteskan cairan dengan wangi yang kuat. Bau wangi ini menarik satu-satunya binatang yang dapat mempolinasi bunga tersebut – yaitu lebah anggrek jantan yang indah dan berwarna hijau. Ketika memasuki bunga tersebut, lebah itu jatuh ke dalam perangkap ember tersebut. Tetapi bukanlah tujuan anggrek tersebut untuk membunuh lebah itu. Lebah tersebut akan segera menemukan sebuah pijakan kecil, dan sebuah pintu keluar. Tetapi, bunga itu akan mencengkeram lebah itu, dan menempelkan dua kantong serbuk sari ke punggungnya dengan lem. Ketika lem itu kering, bunga akan melepaskan lebah itu tanpa cidera, dan lebah itu akan melarikan diri. Kantong-kantong serbuk sari itu dan wangi yang khas itu adalah hal-hal yang esensial bagi ritual perkawinan antara lebah jantan dengan lebah wanita betina. Wangi anggrek itulah yang menarik bagi lebah betina. Jika seekor lebah jantan yang telah memiliki kantong serbuk sari di punggungnya masuk ke ember anggrek itu, maka bunga itu hanya akan mencomot kantong-kantong itu dari punggung si lebah, dan segera melepaskan lebah itu. Dengan demikian komplitlah proses polinisasi bunga tersebut yang agak kompleks. Kebanyakan artikel tentang anggrek dan lebah ini mengacu kepada evolusi mereka bersama, yang telah mengakibatkan mereka secara toal saling tergantung satu sama lain. Namun, tidak ada anggrek yang separuh berevolusi yang bisa bertahan hidup. Setangkai anggrek yang pintu keluarnya terlalu besar, akan melepaskan si lebah tanpa serbuk sari, dan jika pintu keluarnya terlalu kecil, maka lebah akan terperangkap hingga ia mati. Bagaimanapun juga, anggrek yang baru setengah berevolusi tidak akan dapat dibuahi. Jadi, yang disebut evolusi itu tidaklah mungkin terjadi. Ref: ‘Bucket Orchid,’ Encyclopedia Britannica.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Rolling Stones: “Ada Yang Menyukai Kami di Atas Sana”

(Berita Mingguan GITS 29 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Empat orang anggota asal rock band 1970an, Rolling Stones, masih nge-rock sampai sekarang dalam usia 70an tahun (Ronnie Wood berusia 72, Mick Jagger dan Keith Richards berusia 75, dan Charlie Watts 78 tahun), dan mereka berpikir bahwa hal ini bisa terjadi karena “ada yang menyukai kami di atas sana. Itu yang dikatakan oleh Wood kepada pers baru-baru ini, setelah penyanyi utama, Mick Jagger, pulih dari tindakan non-invasif penggantian katup jantung (“Rolling Stones’ Ronnie Wood reflects on sobriety, Mick Jagger’s ‘superhuman’ recovery,” The Sun, 24 Juni 2019). Band tersebut melanjutkan tur AS mereka yang berjudul “No Filter.” Umur panjang dan sukses duniawi yang mereka rasakan telah menipu mereka untuk berpikir bahwa segalanya baik-baik saja, tetapi pertanggungjawaban di hadapan Pencipta yang mahakudus sudah mendekat. “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27). “Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat” (Pgkth. 12:14). Pengaruh Rolling Stones yang luas tersebut sangatlah tidak kudus. Mereka membantu menciptakan tema budaya pop modern yang cabul dengan lagu mereka tahun 1965, “I’m Free.” Dengan sikap penuh menantang Allah, mereka bernyanyi, “Saya bebas untuk melakukan apa yang saya mau kapanpun juga … Saya bebas untuk memilih apa yang memuaskan saya kapanpun juga.” Mereka mengolok-olok pernikahan. Jagger memiliki delapan anak dari lima orang wanita. Band Rolling Stones telah meninggikan Lucifer dalam album-album seperti Their Satanic Majesty’s Request dan Beggars Banquet dan lagu “Sympathy for the Devil.” Jagger berkostum sebagai Iblis dalam tur mereka tahun 1969, termasuk untuk konser di Altamont Speedway yang menewaskan empat orang dengan ratusan lainnya terluka. Hell’s Angels membunuh seorang pemuda kulit hitam bernama Meredith Hunter persis didepan podium sambil berjoget-joget dengan gaya Satan-nya. Dalam buku Hellhounds on the Trail, Gary Patterson memberikan banyak detil lain mengenai keterlibatan Rolling Stones dengan okultisme. Banyak dari lagu dan gerakan-gerakan panggung mereka adalah hal-hal yang jijik, yang judulnya, liriknya, atau gambarannya, tidak pantas untuk dituliskan. Namun Wood mengatakan, “Ada yang menyukai kami di atas sana.” Dia benar, namun bukan dalam pengertian yang dia maksudkan. Allah mengasihi anggota-anggota Rolling Stones, dan mau menyelamatkan mereka dari dosa mereka melalui penebusan yang Yesus bayarkan di Golgota (Yoh. 3:16), tetapi tidak ada keselamatan tanpa pertobatan sejati dan iman. Yesus mengatakan, “Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian” (Luk. 13:3). Dan binasa bukan berarti tidak eksis lagi.

Posted in musik, Separasi dari Dunia / Keduniawian | Leave a comment

Keluarga Getty Mempromosikan Kekristenan Tenda Besar

(Berita Mingguan GITS 29 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Keluarga Getty barangkali adalah pemusik Kristen kontemporer yang paling berpengaruh di kalangan fundamentalis dan gereja-gereja Baptis independen. Keluarga Getty dipromosikan oleh Bob Jones University, Majesty Music, Crown College di Powell, Tennessee, dan West Coast Baptist College, dan banyak lagi yang lain. Minimal ada 8 lagu Getty yang masuk dalam buku himne dari Majesty Music, Rejoice Hymns, dan 29 lagu mereka ada dalam Hymns Modern and Ancient, yang dikompilasi oleh Fred Coleman, kepala departemen musik BJU. Tetapi pasangan Getty ini hanyalah terhitung “konservatif” jika dibandingkan dengan standar korup zaman akhir ini. Mereka jelas-jelas dan tidak diragukan lagi adalah suatu jembatan kepada “gereja” esa sedunia dengan berbagai kesesatannya. Hal ini terjadi karena musik mereka yang sinkretistik, filosofi tenda besar mereka, dan asosiasi-asosiasi ekumenis mereka. Pasangan Getty “mem-fusi-kan musik warisan Irlandian mereka dengan suara-suara Nashville, rumah mereka sekarang.” Mereka mendaftarkan band Beatles sebagai pengaruh musik yang kuat dalam hidup mereka. Perhatikan konferensi Sing 2019 yang diadakan oleh keluarga Getty di Nashville. Iklan video acara ini menayangkan musik rock and roll yang nyata, pemimpin kebaktian wanita, musisi-musisi wanita yang berdansa dengan pakaian yang sangat ketat dan tidak sopan, dan pembicara-pembicara yang penuh kesalahan theologis. Apanya yang “konservatif” mengenai hal-hal ini? Para pembicara dalam konferensi Sing 2019 termasuk John Piper (pencipta dari konsep Hedonisme Kristen, murid dari C.S. Lewis yang sesat, dan promotor dari hip hop “Kristen”), D. A. Carson (yang mendukung penerjemahan Alkitab bahasa inklusif dan berpegang pada kesesatan kritik redaktionis pada Injil, mengklaim bahwa kita hanya memiliki ipissima vox Jesu, SUARA Yesus yang otentik, dan bukan imissima verba Jesus, KATA-KATA Yesus yang otentik, An Introduction to the New Testament, 1992, hal. 44), John MacArthur (yang mengajarkan bahwa seorang berdosa harus dilahirkan kembali dulu sebelum dia bisa percaya dan yang mempromosikan musik hip hop dan rock “Kristen” dalam konferensi-konferensi pemuda remajanya), Anne Graham Lotz (putri Billy Graham yang menjadi pengkhotbah wanita, yang menghadiri pelantikan Paus Benedict VI, dan berkata bahwa dia merasa Paus Yohanes Paulus II ada di Sorga, dan menyemangati usaha Paus untuk “menjembatani jarak antara Protestan dan Katolik, juga Yahudi dan Katolik, CNN, 8 Apr. 2005), Stuart Townsend (kharismatik dalam theologi maupun praktek, mendukung kesesatan-kesesatan seperti membunuh dalam roh, tawa kudus, dan “bahasa lidah” yang ngaco, berpartisipasi dalam program Alpha yang ekumenis radikal dengan ikatan kuat kepada Katolikisme), dan John Lennox (seorang evolusionis theistik). Tidak ada dalam daftar pembicara adalah teman-teman Roma Katoliknya pasangan Getty, Matt Maher dan Maire, tetapi walaupun kaum Katolik tidak dijadwalkan untuk berbicara di Sing 2019, mereka jelas termasuk dalam tenda besarnya Getty. Daripada mempromosikan Getty dan berpura-pura bahwa mereka adalah “konservatif,” para pemimpin Kristen yang percaya Alkitab seharusnya meng-ekpos mereka dan mendidik umat mereka akan bahaya besar yang terkandung dalam dunia musik Kristen kontemporer. Daripada membangun jembatan ke dunia, mereka seharusnya dengan jelas dan tegas melakukan separasi. “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Kor. 15:33).

Posted in Ekumenisme, musik, New Evangelical (Injili) | Leave a comment

Kristus Adalah Raja Aions

(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

“Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin” (1 Tim. 1:17). Konteksnya adalah Kristus. Kristus disebut di ayat 12, 14, 15, dan 16. Jadi, ayat 17 adalah suatu doksologi tentang Kristus. Ini adalah sebuah doksologi tentang Alalh dengan fokus pada Kristus. Kata “segala zaman” berasal dari Yunani aion, yang mengacu kepada zaman-zaman dalam ruang maupun waktu. Sistem dunia ini, alam semesta, diciptakan sebagai ruang lingkup terjadinya tujuan-tujuan kekal Allah. Kristus menciptakan aion-aion (Ibr. 1:2), dan Dia duduk sebagai Raja atas mereka (1 Tim. 1:17). Aion sering diterjemahkan “dunia,” tetapi juga diterjemahkan “zaman” (Ef. 2:7; Kol. 1:26) dan “kekal” (paling sering mengacu kepada Allah dan Kristus) (Yoh. 12:34; 14:16; Rom. 9:5; 11:36; 16:27; 2 Kor. 11:31; Gal. 1:5; Fil. 4:20; 1 Tim. 1:17; 2 Tim. 4:18; Ibr. 1:8; 5:6; 7:24; 13:8; 1 Pet. 5:11; 2 Pet. 3:18; Yud. 1:25; Wah. 1:6, 18; 4:9, 10; 5:14; 7:12; 10:6; 15:7). Aion-aion kekal juga mengacu kepada Firman Allah. Dalam 1 Petrus 1:23, 25, kita diberitahu bahwa Firman Allah adalah “yang hidup dan yang kekal” dan “tetap untuk selama-lamanya.” Ini berasal dari frase eis aion, atau ke dalam zaman-zaman. Siksaan kekal bagi orang-orang yang tidak selamat juga dikatakan eis aion aion (Wah. 14:11; 20:10), suatu konsep yang sangat mengerikan. Dalam ayat-ayat berikut ini, aion sepertinya memiliki makna ganda dunia (fisik) dan zaman (Kis. 15:18; 1 Kor. 2:7-8; 3:18; Ef. 4:4; Gal. 1:4; Ef. 1:21; 3:9; 1 Tim. 6:17; 2 Tim. 4:12; Tit. 2:12). Tujuan akhir dari aion-aion digambarkan dalam Efesus 1:10, “sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.” Kata “waktu” di sini adalah konsep yang sama dengan “zaman.” Perhatikan dalam Efesus 1:10 bahwa ada kata “waktu” berada dalam bentuk jamak. Ada aion lampau (Kol. 1:26), aion sekarang ini, dan juga aion yang masih akan datang (Ef. 1:21; 2:7; Ibr. 6:5). Dalam Ef. 3:21, “sampai selama-lamanya” adalah aion aion. Pendeknya, aion mengacu baik kepada alam semesta fisik dan juga kepada alam semesta waktu. Aion mengacu kepada dunia materi dan dunia temporal. Alam semesta fisik adalah lingkup tempat rencana Allah bagi aion-aion terjadi. Langit dan bumi yang sekarang ini adalah lingkup dari zaman-zaman lampau dan kini, sementara langit dan bumi yang baru akan menjadi lingkup dari zaman-zaman yang akan datang. Kristus adalah Raja segala aion.

Posted in Kristologi | Leave a comment

Sistem Kredit Sosial Cina Telah Mencekal 13 Juta Orang; Venezuela Menggunakannya untuk Mengendalikan Akses Kepada Makanan dan Obat

(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “China: Social Credit System,” Breitbart, 4 Mei 2019: “Koran Global Times yang dikendalikan oleh pemerintah Cina, menyingkapkan pada hari Senin dalam sebuah kolum yang mempertahankan “sistem kredit sosial” negara otoritarian tersebut, bahwa rezim komunis telah memasukkan 13,49 juta rakyat Cina ke dalam daftar hitam sebagai ‘tidak dapat dipercaya.’ Artikel tersebut tidak menspesifikasikan apa yang dilakukan oleh individu-individu ini sehingga mereka masuk dalam daftar hitam tersebut, walaupun rezim telah menyingkapkan bahwa sistem memberikan skor angka kepada setiap rakyat Cina berdasarkan pada seberapa Partai Komunis menyetujui tindakan-tindakannya. Tindakan apapun seperti menyeberang jalan bukan pada tempatnya, membawa anjing jalan tanpa tali kekang, hingga mengkritik pemerintah di internet, sampai tindakan-tiondakan kriminal yang lebih serius, penuh kekerasan, dan korup, dapat menurunkan skor angka seseorang. Konsekuensi dari angka kredit yang rendah adalah bervariasi, tetapi paling umum pada saat ini bermanifestasi pada restriksi terhadap kemampuan berperjalanan. Cina dijadwalkan akan menyelesaikan implementasi sistem tersebut di seluruh negeri pada tahun 2020. Sambil tanggal tersebut mendekat, cabang propaganda pemerintah semakin meningkatkan promosi terhadap sistem ini sebagai sesuatu yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat yang berbudaya. … ‘Sampai dengan Maret, 13,49 juta inidividu telah diklasifikasikan sebagai tidak dapat dipercayai dan telah menolak akses kepada 20,47 juta tiket pesawat dan 5,71 juta tiket kereta api cepat karena tidak jujur,’ lapor Global Times, mengutip Komisi Pembangungan dan Reformasi Nasional (NDRC) pemerintah. Di antara contoh-contoh baru yang diangkat oleh koran tersebut sebagai tindakan tidak jujur adalah gagal membayar biaya parkir, ‘makan di kereta,’ dan mengganti pekerjaan dengan ‘tujuan buruk.’ …Selain pembatasan akses untuk berperjalanan, hukuman lain yang dikeluarkan oleh pemerintah Cina pada bulan Maret adalah menggunakan suatu ringtone yang memalukan untuk memperingati orang-orang bahwa seseorang dengan nilai kredit rendah ada di tengah mereka. Dalam sistem tersebut, semua perilaku publik, demikian keterangan dari Global Times pada hari Senin, akan dibagi menjadi ‘urusan administratif, aktivitas komersial, perilaku sosial, dan sistem yudisial’ ketika sistem ini sudah komplit. Tidak ada tindakan yang akan terlalu kecil untuk mempengaruhi skor angka. … Menggunakan perusahaan yang secara nominal adalah perusahaan pribadi, ZTE, Cina menjual suatu versi sistem kredit mereka ini kepada diktator sosialis Nicolas Maduro di Venezuela. Sistem tersebut dilaporkan akan bekerja melalui “Kartu Fatherland, sebuah kartu pembagian yang dipakai untuk mendistribusikan makanan dan obat-obatan kepada para pendukung Maduro. Siapapun yang mengindikasikan perlawanan terhadap rezim akan membahayakan suplai makanan mereka. Dengan tekonologi ZTE, ‘Kartu Fatherland’ dapat melacak pembelian dan lokasi real-time dari orang Venezuela manapun.”

Posted in Penganiayaan / Persecution, Teknologi | Leave a comment

Parade Gay di Yerusalem

(Berita Mingguan GITS 22 Juni 2019, sumber: www.wayoflife.org)

Parade gay tahunan di Yerusalem diadakan pada tanggal 6 Juni, dengan kira-kira 10.000-15.000 peserta. Untuk melawan protes yang dilangsungkan oleh kaum ultra-ortodoks, polisi turun secara masal, dengan seorang petugas setiap 10 sampai 20 meter di samping rute parade dan dengan helikopter dan drone di angkasa. Amir Ohana, Menteri Kehakiman Israel pertama yang homoseksual, dan baru saja diangkat beberapa jam yang lalu oleh Benjamin Netanyahu, ikut serta dalam parade tersebut. Pemerintah kota tersebut menolak permintaan Rabbi Aryeh Stern untuk menghilangkan bendera-bendera pelangi, dan sebaliknya memerintahkan penyitaan terhadap poster-poster protes yang berbunyi, “Ayah dan Ibu = Keluarga. Berani untuk menjadi normal.” Tidak heran bahwa Alkitab menyebut Yerusalem “Sodom” dalam Wahuu 11:8. Sementara itu, di kota kedua terbesar di Israel, parade gay tahunan ke-21 Tel Aviv dijadwalkan untuk berlangsung tanggal 14 Juni, di tengah-tengah sebulan penuh festival homoseksual yang terbesar di dunia. Sekitar 200.000an ribu orang diperkirakan akan berpartisipasi dalam parade tersebut. Hilton Beach di Tel Aviv baru-baru ini dipilih sebagai “salah satu pantai gay terbaik di dunia” (“Pride Comes to Tel Aviv for the 21st Time,” Jerusalem Post, 5 Juni 2019). Pusat komunitas LGBT kota tersebut dibiayai oleh pemerintah, dengan para pekerjanya menerima gaji dari kota. Sangat jelas bahwa kembalinya Israel ke tanahnya pada saat ini, bukanlah penggenapan nubuat-nubuat Perjanjian Baru. “Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuata yang keji” (Yeh. 36:24-31). Kembalinya mereka pada saat ini adalah untuk tujuan mempersiapkan penggenapan minggu ke-70 Daniel (Daniel 9:27), ketika Israel akan membangun kembali Bait dan membuat perjanjian dengan Antikristus yang akan memimpin kepada kembalinya Kristus sejati Israel, yaitu Yesus, dan pendirian kerajaanNya.

Posted in LGBT | Leave a comment