Nubuat Palsu Kenneth Copeland tentang Hurricane Irma

(Berita Mingguan GITS 14 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Pada tanggal 9 September, pengkhotbah kharismatik, Kenneth Copeland, menaikkan suatu doa “perkataan iman” (word faith), untuk menghentikan Hurricane Irma, yang mendekat ke Amerika Serikat waktu itu. Berbicara kepada sekumpulan orang di konferensi Living Victory, Copeland berkata, “Allah tidak sedang pegang kendali. Itu berasal dari cuci otak agama. Dia tidak sedang pegang kendali. … Bumi bukanlah milih Allah; bukanlah milik Yesus, Ia telah memberikannya kepada manusia. Jika kamu mempelajari Kitab Suci, kamu akan menyadari bahwa Allah cukup terbatas pada apa yang kita minta Dia lakukan. Dia tidak bisa menyela masuk begitu saja dan menghentikan badai itu [Irma]. Seseorang di bumi harus mulai berbicara dengan badai ini” (“Kenneth Copeland delivers a special message about Hurricane Irma,” https://www.youtube.com/watch?v=1f3gzbYU01I). Setelah mengucapkan kesesatan yang menghujat itu, Copeland lalu berpura-pura melakukan apa yang dia bilang Allah tidak bisa lakukan, yaitu menjalankan kuasa atas badai itu: “Bapa, dalam nama Yesus kami berdoa bagi semua yang ada pada jalur badai ini, kami mengutuki benda ini dalam nama Tuhan Yesus Kristus dari Nazaret. Kami berdiri di hadapanMu dalam iman. Kami berdiri di hadapanMu dalam nama Yesus. Kami berdiri di hadapanMu, menyatakan di hadapanMu, bahwa hurricane Irma sekarang mati! Dibalikkan! Mati, demikian kata Tuhan! … Kami berdiri bersama sebagai gang Roh Kudus [partner-partner doa Copeland]… kami mengikatmu, Iblis” (Ibid.). Dalam beberapa hari [sejak doa dia], jelas bahwa Copeland sekali lagi terbukti sebagai nabi palsu, dan bahwa kata-kata dia dan gang “Roh Kudus”nya, tidak memiliki kuasa penciptaan. Irma menghantam Florida sebagai badai keras kategori 3 dan menimbulkan kerusakan badai dan banjir yang luas. Badai Irma tidak sekuat yang awalnya diprediksikan, tetapi jelas jauh dari “mati”! Alkitab mengajarkan bahwa Allah pegang kendali langsng atas “alam.” “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya” (Nah. 1:3).

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Uskup Agung Canterbury Tidak Mau Mengatakan “Seks Gay Adalah Dosa”

(Berita Mingguan GITS 14 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Justin Welby, Uskup Agung Canterbury, menolak untuk menyebut seks homoseksual sebagai suatu dosa. Uskup Agung Canterbury adalah kepala dari Gereja Anglikan. [Editor: Pada abad 16, setelah Martin Luther menggulirkan gerakan Reformasi, berbagai pihak juga melepaskan diri dari cengkeraman Katolik. Salah satunya adalah raja Inggris, Henry VIII, yang mendeklarasikan Inggris tidak lagi dibawah Roma (walaupun motivasinya dapat dipertanyakan, karena dia juga ingin menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain). Itulah sejarah munculnya Gereja Inggris yang disebut juga Gereja Anglican. Sayangnya, mereka tetap memakai sistem hirarki yang secara esensi sama dengan Katolik. Jika di Katolik kepalanya adalah Paus, maka di Anglican, kepalanya adalah Uskup Agung Canterbury]. Majalah GQ bertanya kepada Welby, “Apakah seks gay itu dosa?” Dia menjawab, “Kamu tahu persis, bahwa ini adalah pertanyaan yang saya tidak bisa jawab dengan tegas.” Ketika ditanya lebih lanjut, “Mengapa tidak bisa?” Welby menjawab, “Karena saya tidak memberikan penghakiman secara luas demikian dan karena saya tidak memiliki jawaban yang baik untuk pertanyaan itu” (“Archbishop Justin Welby,” GQ, Oktober 2017). Kami menyarankan agar sang uskup agung berkonsultasi dengan Alkitab mengenai masalah ini. Rasul Paulus tidak memiliki keraguan untuk mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa. Dalam Roma 1:26-28, dia menyebutnya “hawa nafsu yang memalukan,” “tak wajar,” “kemesuman,” dan “terkutuk.”

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Mitos Evolusi yang Terus Bertahan

(Berita Mingguan GITS 14 Oktober 2017, sumber: www.creationmoments.com)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 22 Agustus 201: “Ernst Haeckel terkenal karena membuat diagram-diagram embrio, untuk menunjukkan kemiripannya. Ide dia adalah bahwa “ontogeni merekapitulasi filogeni.” Dengan kata lain, tahapan-tahapan perkembangan, yang dilalui oleh sebuah embrio (ontogeni), adalah semacam rekapitulasi (pengilasan ulang) dari evolusi organisme tersebut (filogeni). Saya dengan jelas masih ingat diajarkan hal ini, sebagai bukti evolusi, ketika saya masih duduk di Sekolah Dasar. Ketika saya mengingat guru mana yang mengajarkan hal ini, saya tahu bahwa saya diajarkan hal ini pada tahun 1971. Gambar-gambar Haeckel yang terkenal ini dipublikasikan tahun 1874, tetapi menuai kritik hampir pada saat yang bersamaan. Teori Haeckel telah diketahui sebagai kesalahan sejak minimal 1965 (Simpson and Beck, An Introduction to Biology, hal. 241). Gambar-gambar yang dia buat itu bukan saja suatu kesalahan. Gambar-gambar itu secara sengaja dimanipulasi, untuk mendukung teori rekapitulasinya, walaupun bentuk sebenarnya dari embrio-embrio tidak menunjukkan kesamaan yang dimaksud. Namun, ketika saya menjadi seorang guru tahun 1983, mengajar di sebuah sekolah pemerintah di Inggris, saya diberikan suatu kurikulum IPA, yang menyertakan konsep ini, 20 tahun setelah diketahui bahwa ini konsep yang salah, dan 12 tahun setelah saya diajar konsep ini. Dalam kantor saya, saya memiliki sejumlah buku teks ilmu pengetahuan tingkat SMP-SMA. Salah satu buku teks Biologi yang paling terkenal adalah yang diterbitkan oleh Prentice Hall. Edisi yang saya miliki adalah edisi 2002, hampir 40 tahun setelah ide-ide Haeckel telah dibuktikan salah. Namun, buku ini masih menyertakan konsep Haeckel itu sebagai salah satu bukti evolusi Darwin (Miller and Levine, Biology, hal 385). Ini memaksa kita untuk menyimpulkan bahwa para evolusionis menipu diri mereka sendiri, karena mereka desperate mencari bukti untuk ide mereka, padahal memang tidak ada buktinya.”

Posted in Science and Bible | Leave a comment

Para Imam dan Cendekiawan Katolik Menuduh Paus Melakukan Kesesatan

(Berita Mingguan GITS 7 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Untuk pertama kalinya dalam 684 tahun, seorang paus dituduh melakukan kesesatan [oleh umat Katolik sendiri]. Pada tanggal 11 Agustus, Paus Fransiskus disuguhkan dengan dokumen berjudul “A Filial Correction Concerning the Propagation of Heresies” (Koreksi Penuh Kasih Tentang Perluasan Kesesatan), yang ditandatangani pada tanggal 15 Juli oleh 62 “cendekiawan imam dan umat.” Dokumen ini menuduh bahwa sang paus memegang kepada tujuh posisi sesat berkaitan dengan “pernikahan, kehidupan moral, dan penerimaan sakramen” (“Clergy and Lay Scholars Issue Filial Correction,” National Catholic Register, 23 Sept. 3017).

Kesesatan-kesesatan yang dimaksud meliputi hal-hal seperti mengizinkan sebagian orang Katolik yang bercerai lalu menikah kembali untuk menerima ekaristi, seruan untuk menerima gaya hidup non-tradisional (homoseksualitas). Dokumen ini mempersalahkan pengaruh “modernisme.” Dokumen juga menyatakan keprihatinan bahwa sang paus telah mengekspresikan “pujian yang eksplisit dan belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap Martin Luther. Ini adalah “koreksi penuh kasih” pertama yang dilancarkan sejak Paus Yohanes XXII dituduh demikian juga pada tahun 1333, karena mengatakan bahwa orang-orang yang “mati dalam kasih karunia” tidak melihat Allah berhadapan muka hingga Penghakiman Akhir. Kami tentunya setuju bahwa sang paus memang sesat, dan sudah waktunya dia diberitahu kesesatannya. Kami akan menambahkan dan menggarisbawahi kesesatan-kesesatan seperti injil sakramental, doktrin baptisan menyelamatkan, baptisan bayi, supremasi paus, berdoa kepada dan bagi “santo-santa,” pengampunan dosa oleh imam, purgatori, penyembahan Maria, dan banyak lainnya.

Posted in Katolik | Leave a comment

Pemimpin Zionis Kristen Berseru untuk Mengakhiri “Misi” Terhadap Orang Yahudi

(Berita Mingguan GITS 7 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Tommy Waller, pendiri dari organisasi Kristen Zionis, Hayovel, telah menyerang “pekerjaan misi” terhadap orang Yahudi. Dia berseru kepada “komunitas Kristen untuk secara total dan komplit menggantikan anti-Semitisme dan replacement theology [Editor: bahwa Israel sudah sepenuhnya ditinggalkan Allah dan digantikan oleh “gereja”], dengan dukungan tanpa syarat bagi Israel dan umat Yahudi tanpa berusaha mengubah mereka” (“Christian Zionist Leader Calls for End to Missionizing,” BreakingIsraelNews, 25 Sept. 2017). John Hagee adalah satu lagi tokoh contoh kekacauan ini. Hagee berkata, “Saya tidak mencoba untuk menobatkan orang Yahudi ke iman Kristen. …mencoba menobatkan orang Yahudi adalah membuang waktu. Seorang Yahudi dengan akarnya dalam Yudaisme, tidak akan bertobat menjadi Kristen” (Houston Chronicle, 30 Apr. 1988). Kami mau mengingatkan Hagee, bahwa Paulus bertobat. Para Zionis Kristen mendukung Temple Institute dan membiayai pembangunan bait suci ketiga Israel, walaupun bait itu nantinya akan diduduki oleh antikristus, bukan Kristus. Semua hal ini tentu saja tidak alkitabiah. Kami mencintai Israel dan menolak replacement theology dengan tegas, tetapi Injil Yesus Kristus adalah untuk Yahudi maupun non-Yahudi. Para Rasul Tuhan bukanlah Zionis Kristen. Mereka memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi dan oleh karenanya sangat menderita dan dianiaya. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rom. 1:16). “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12).

Posted in Israel, Misi / Pekabaran Injil | Leave a comment

Majalah “Oprah” Mengatakan Allah Menyetujui Aborsi

(Berita Mingguan GITS 7 Oktober 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam isu bulan Mei dari majalah Oprah, yang diambil dari nama Oprah Winfrey, ada artikel yang mengklaim bahwa Allah “ada dalam” aborsi. Artikel tersebut berjudul “Parker’s Choice: How a doctor’s Christianity led him to perform abortions” oleh Natalie Beach. Dia mengutip Willie Parker, seornag dokter, sebagai berikut: “Meringankan penderitaan yang tidak perlu adalah tanggung jawab kudus seorang Kristen. Jika Allah ada dalam segala sesuatu, dan dalam semua orang, maka Allah ada dalam wanita yang membuat keputusan untuk mengakhiri kehamilan sama seperti Ia ada di dalam Alkitab.” Jadi Parker memegang pandangan panentheistic, bahwa Allah ada dalam segala sesuatu, dan oleh karena itu Ia ada dalam keputusan seorang wanita untuk membunuh bayinya. Ini cocok dengan pandangan New Age yang dipegang Oprah, tetapi pandangan seperti ini akan membuat Allah menjadi sumber kejahatan dan akan menghasilkan fatalisme. Para fans wanita Oprah harus memikirkan ini dengan jernih. Jika Allah ada dalam kamu ketika kamu “mengakhiri” anakmu yang belum lahir, maka Allah ada dalam si pencuri yang menggondol dompetmu dan pemerkosa yang menodai putrimu dan pembunuh yang menyembelih temanmu. Jika Allah ada dalam semua orang dalam pemahaman bahwa Ia ada dalam keputusan semua orang, maka berarti bahwa apapun yang manusia putuskan, adalah kehendak Allah, dan ini adalah omong kosong yang konyol. Bagi orang yang percaya Alkitab, isu aborsi bukanlah isu yang membingungkan. Perhatikan beberapa kebenaran Alkitab yang jelas: Pertama, Allah pegang kendali atas pembuahan (Kej. 20:18; 29:31 30:22) dan membentuk anak di dalam rahim.(Maz. 139:13-16). Alkitab mengatakan bahwa anak-anak adalah milik pusaka Tuhan (Maz. 127:3). Anak dalam rahim bukanlah, secara ultimat, milik sang ibu, tetapi milik Allah. Kedua, hukum Allah menuntut hukuman jika seorang bayi yang belum lahir dicelakakan (Kel. 21:22-23). Melukai atau membunuh anak yang belum lahir dianggap sebagai kejahatan yang serius. Ketiga, dua puluh kali Alkitab melarang menumpakan “darah yang tidak bersalah” (mis. Ul. 19:10-13; 2 Raj. 21:16). Ini mengacu kepada membunuh seseorang tanpa sebab yang adil dan benar (1 Sam. 19:5). Menghukum mati seorang pembunuh, misalnya, adalah alasan yang adil dan benar, tetapi membunuh seseorang yang tidak bersalah adalah tidak adil. Allah membenci penumpahan darah orang yang tidak bersalah (Ams. 6:16-17). Mana lagi ada orang yang lebih tidak bersalah daripada anak yang belum lahir?

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Kesalahan-Kesalahan Advent-Hari-Ketujuh

Menyelidiki Kesesatan Advent-Hari-Ketujuh

Penulis: Dr. David Cloud

Diterjemahkan, diedit dan dimodifikasi oleh: Dr. Steven Liauw

Dalam pembelajaran berikut, kita menganalisa tujuh kesesatan doktrin Advent-Hari-Ketujuh dan membandingkannya dengan kebenaran Alkitab. Bukan hanya ini semua kesesatan yang diajarkan oleh Advent-Hari-Ketujuh, tetapi ini adalah tujuh yang paling menyolok.

 

KESESATAN #1: MENGUBAH DEFINISI KASIH

KARUNIA DALAM KESELAMATAN DENGAN

MENAMBAHINYA DENGAN PEKERJAAN

HUKUM TAURAT

Dalam hal keselamatan, Advent-Hari-Ketujuh menjalankan permainan yang sama yang dimainkan oleh semua gerakan palsu kekristenan. Mereka mengaku mengajarkan keselamatan oleh kasih karunia melalui iman, tetapi mereka mengubah definisinya sedemikian rupa, sehingga bertentangan dengan yang diajarkan dalam Alkitab Perjanjian Baru.

Walaupun mereka sering menyangkal hal ini, denominasi Advent mengajarkan bahwa keselamatan adalah oleh kasih karunia plus hukum, iman plus perbuatan. Kasih karunia, menurut theologi Advent, adalah kuasa dan pengampunan yang Allah berikan untuk memungkinan seorang berdosa untuk menaati hukum dan berdasarkan itu membangun suatu karakter yang kudus yang pantas untuk Sorga. Siapa pun yang gagal untuk membangun karakter yang benar oleh kasih karunia Allah tidak akan pernah melihat Sorga. Iman dan pekerjaan adalah dua dayung yang dipakai oleh orang percaya untuk meluncur menuju kemuliaan.

Doktrin keselamatan Advent adalah campuran yang terselubung antara kasih karunia dan hukum yang tidak akan pernah memberikan jaminan keselamatan sebagaimana di dalam Alkitab. Sederhananya, doktrin mereka adalah sebagai berikut: Orang berdosa tidak mampu untuk hidup seturut dengan standar Allah yang kudus, yaitu Hukum. Dia tidak ada dan tidak mampu untuk memiliki dalam dirinya sendiri, karakter yang Allah tuntut. Jadi, Allah telah menolongnya melalui pengorbanan Kristus dan melalui kuasa Roh Kudus. Allah kini menawarkan, karena penebusan PutraNya, untuk memampukan orang berdosa, sehingga dia diberi kuasa untuk menaati Hukum. Darah Kristus menutupi semua kekurangan, (hanya) jika semuanya secara benar diakui dan ditinggalkan.Allah menawarkan kasih karunia dan kuasa; orang percaya harus mengambil hal-hal ini dan membangkitkan dalam dirinya sendiri karakter yang dituntut oleh hukum, atau, minimal – dengan kata-kata bidat ini – membiarkan Yesus melakukan pekerjaan ini. Orang berdosa yang percaya yang gagal untuk berjalan dengan benar bersama Tuhan dalam kuasa Roh Kudus akan pada akhirnya terhilang, walaupun dia beriman dalam Kristus.

Continue reading

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment

Para Profesor dan Pemimpin Southern Baptist Mempromosikan “Kesatuan Protestan”

(Berita Mingguan GITS 23 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Beberapa orang profesor dan pemimpin Southern Baptist telah menandatangani suatu pengakuan iman baru yang bertujuan untuk mempromosikan kesatuan Protestan secara luas. Diberi judul “Suatu Pengakuan Katolik (Universal) yang Bereformasi [A Reforming Catholic Confession]: ‘Sekedar Suatu Pengakuan Iman Protestan’ untuk Memperingati 500 Tahun Reformasi,” pengakuan iman ini menekankan “persatuan inter-denominasi dalam hal-hal esensial iman.” Dua orang Southern Baptist turut masuk dalam komite perancangan (Malcolm Yarnell dan Gregg Allison), dan pengakuan ini telah ditandatangani oleh profesor-profesor dari keseluruhan enam seminari Southern Baptist, delapan sekolah tinggi, dan gembala-gembala gereja-gereja SBC (Southern Baptist Church), seperti Matt Chandler, J.D. Greear, dan James MacDonald, juga Russel Moore, presiden dari Komite Etik dan Kebebasan Beragama SBC, dan Ed Stetzer, yang tadinya berafiliasi dengan Lifeway. Pengakuan ini menyinggung 12 topik, termasuk tentang Tritunggal, Kitab Suci, dan pribadi dan pekerjaan Kristus, Injil, pribadi dan pekerjaan Roh Kudus, gereja, baptisan, dan perjamuan Tuhan, dan hal-hal teakhir. Pengakuan ini pada tempat-tempat terbaiknya adalah pendek dan dangkal (dan jelas memang itu tujuannya), dan di tempat-tempat lain penuh kesalahan berat. Demi tujuan persatuan ekumenis, hanya ada kebisuan mengenai masalah metode pembaptisan dan perjamuan Tuhan. Kedua hal ini disebut “sakramen” dalam dokumen ini, dan disebut dapat “mengkomunikasikan hidup dalam Kristus bagi orang-orang beriman,” yang adalah kesesatan Katolik/Protestan. Banyak sekali orang Baptis yang telah dibunuh atau dianiaya dengan cara lain oleh kaum Protestan, seringkali mengenai masalah “metode” baptisan dan juga Perjamuan Tuhan, dan sungguhlah sedih menyaksikan betapa bodoh dan berkomprominya orang-orang Baptis hari ini. (Lihat e-Book gratis: Protestant Persecution of Baptists). Pertanyaan tentang “Hal-Hal Terakhir” dalam A Reforming Catholic Confession [Suatu Pengakuan Katolik (Universal) yang Bereformasi] menyatakan bahwa Kristus akan memasukkan “siapapun yang terus bertahan dalam ketidakpercayaan ke dalam nasib kekal terpisah dariNya, di mana kehidupan dan terangnya tidak akan ada lagi.” Pernyataan yang sangat lemah ini membuka pintu untuk berbagai kesesatan yang bisa saja dipegang oleh kaum Protestan, Baptis, dan para “Injili” yang menyangkal adanya hukuman kekal dengan api. Sebagai contoh, Billy Graham telah sejak lama mendefinisikan api nerak sebagai “suatu kehausan akan Allah yang tidak akan pernah terpuaskan.” Bahkan jika seandainya A Reforming Catholic Confession mengandung kebenaran yang murni sekalipun, tetap saja dokumen ini salah arah, karena pengajaran Alkitab tentang persatuan tidak dapat dibatasi kepada suatu daftar yang dibuat manusia mengenai apa yang “esensial” dan apa yang tidak. Persatuan yang alkitabiah adalah persatuan pikiran, bukan persatuan dalam perbedaan. “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir” (1 Kor. 1:10). Persatuan alkitabiah adalah persatuan yang ditemukan dalam jemaat lokal, bukan suatu persatuan “universal.” Dorongan-dorongan untuk bersatu ditujukan kepada jemaat-jemaat secara individu, bukan kepada “jemaat” yang universal. Lihat Roma 15:5-6; 1 Kor. 1:10; Efesus 4:1-3; Filipi 1:27.

Posted in Ekumenisme, Sejarah dan Doktrin Baptis | Leave a comment

Apa Nilai Musik?

(Berita Mingguan GITS 23 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari CreationMoments.com, 8 September 2017: “Alkitab memberitahu kita bahwa generasi-generasi awal manusia sudah mulai menciptakan musik. Sampai dengan generasi kedelapan manusia, Yubal, seorang anggota generasi tersebut, dapat hidup dari membuat alat-alat musik. Namun demikian, dari sisi evolusionis, kemampuan musik sepertinya tidak membawa keuntungan apa-apa untuk bertahan hidup. Namun, otak manusia mencadangkan sumber daya yang cukup banyak untuk memproses musik. Kecintaan kita pada musik sudah terpatri dalam otak kita. Setiap dari organ pengindera kita adalah penting untuk dapat menikmati musik. Dan setiap dari organ-organ ini terhubung ke bagiannya sendiri di otak, yang menentukan bagaimana kita menikmati pengalaman musik itu. Ada bagian-bagian otak yang direservasi khusus untuk memori tentang musik. Bagian-bagian otak lainnya didedikasikan untuk mencoba memahami keseluruhan dari musik itu, dengan mereferensikan kembali ke bagian-bagian musik yang disimpan di dalam memori tadi. Lebih menarik lagi adalah bahwa seseorang tidak perlu mendengar musik untuk mengaktivasi berbagai bagian otak yang khusus musik. Tomografi emisi-positron (Editor: suatu teknik memindai otak) telah menyingkapkan bahwa seseorang hanya perlu membayangkan musik, dan bagian-bagian otak ini akan menjadi aktif. Kemampuan untuk menciptakan atau mengapresiasi musik tidak memberikan kita tambahan kemampuan bertahan hidup apapun, dan oleh karena itu, menurut teori evolusi, seharusnya tidak berkembang. Namun, otak kita, dan bahkan seluruh indera kita, didesain untuk membuat dan mengapresiasi musik. Pesan yang sangat jelas di sini adalah bahwa evolusi tidak ada hubungannya dengan terbentuknya manusia. Sebaliknya, kita diciptakan oleh Allah yang mencintai musik, dan yang ingin agar kita memuji Dia dengan musik.”

Posted in musik, Science and Bible | Leave a comment

Majalah yang Tidak Berani Bersuara Adalah Literatur yang Menjengkelkan

(Berita Mingguan GITS 23 September 2017, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini adalah kata-kata Charles Spurgeon dari majalah yang dia terbitkan, The Sword & Trowel [Editor: Pedang dan Sekop, mengacu kepada para pekerja Nehemia yang memegang alat tukang di satu tangan, dan pedang di tangan lain], 1870: “Majalah ini tidak pernah dibuat dengan semangat yang malu-malu dan takut, dan juga kami tidak pernah menyesuaikan diri kepada cita rasa populer. Beberapa artikel kami telah mendatangkan atas kami sendiri cercaan yang telah kami hadapi tanpa penyesalan. Ulasan-ulasan kami, ketika kami oleh dorongan hati nurani merasa harus memberikan teguran, telah mengakibatkan banyak surat yang datang memarahi kami. Namun, kami tidak menyesal; kami tidak merasa perlu menarik kembali apapun, dan tidak ragu bahwa kami akan melakukan hal yang sama lagi; kami tidak akan secara tanpa alasan mengganggu orang lain, tetapi kami juga tidak akan diam di hadapan kesalahan, dan juga tidak akan melantunkan pujian kosong pada saat kejujuran menuntut peneguran. Suatu majalah yang tidak berani bersuara, dan tidak memiliki prinsip, adalah literatur yang menjengkelkan. Kami memakai sekop [trowel] di mana kami dapat untuk membantu setiap upaya yang baik, tetapi kami juga memiliki pedang [sword] dan bermaksud untuk memakainya. Kami mengantisipasi akan mengalami hantaman, dan oleh karena itu ketika benar terjadi kami tidak terlingkupi oleh keputusasaan. Kebenaran Kristus terlalu berharga bagi kami sehingga kami tidak mungkin tidak membelanya. Di beberapa area dan tempat, dengan sedih terlihat jelas penyeberangan besar-besaran ke pihak musuh, dan kita melihat bukan saja tanda-tanda pergumulan yang akan datang, tetapi juga panggilan kepada tugas, yang keras dan sukar, yang darinya para pengecut akan mencoba untuk melarikan diri. Iman yang sejak dahulu kala, diserang oleh musuh dari segala penjuru, tidak boleh kekurangan pembela.” EDITOR: Majalah Pedang Roh yang diterbitkan oleh GBIA Graphe, mewarisi semangat Spurgeon ini, untuk membela dan memperjuangkan iman yang benar, yang telah sekali diberikan kepada orang-orang kudus (Yudas 1:3).

Posted in General (Umum) | Leave a comment