Bahaya Kesesatan Internet

(Berita Mingguan GITS 15 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Internet adalah alat komunikasi terhebat yang pernah ada, dan ia memiliki potensial yang tak terukur untuk menyampaikan kebenaran, sekaligus kesalahan. Presiden AS, Donald Trump, mempopulerkan istilah “fake news,” dan dia benar. Dunia penuh dengan informasi yang salah, bukan hanya informasi politik yang salah, tetapi juga semua tipe informasi lainnya. Internet adalah seperti mimpi menjadi kenyataan bagi para pendukung bumi datar dan penipu-penipu berbagai trend kesehatan palsu, dan para penyebar disinformasi, sekaligus juga penyesat-penyesat dari berbagai kalangan. Sementara kebenaran jarang didengarkan di dunia yang jatuh ini, kesalahan justru bergema secara luas. Alkitab memberitahu umat Allah bagaimana caranya mempertahankan diri di zaman manapun. Teknologi berubah, tetapi prinsip-prinsip pertahanan rohani tetap sama. Prinsip perlindungan yang paling fundamental adalah memiliki pemahaman yang baik akan Firman Allah (“terlatih,” Ibrani 5:12-15), untuk menguji segala sesuatu dengan Firman Allah, dan untuk menghindari hal-hal yang palsu. Hal ini dinyatakan secara ringkas dan padat dalam 2 Timotius 2:15-18. “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.” Setiap prinsip dasar perlindungan terhadap kesesatan di zaman internet dapat ditemukan dalam perikop ini. Perlindungan memerlukan seseorang menjadi pelajar yang serius dari Firman Allah. Anda tidak bisa membedakan kesalahan sebelum anda berdiri dengan teguh dalam kebenaran. Dan perlindungan memerlukan juga menjauhi para guru palsu. Menjauhi adalah kebalikan dari membaca blog-blog mereka dan mengunjungi halaman media sosial mereka atau menonton channel Youtube mereka. 2 Timotius 2:18 memperingatkan bahwa pengajaran palsu memiliki kuasa untuk “merusak iman.” Ini hal yang sangat berbahaya. Lebih lanjut lagi dalam perikop yang sama, kita menemukan bahwa pengajaran palsu menimbulkan persoalan yang dicari-cari dan pertengkaran (2 Tim. 2:23). Ia menggoyahkan hidup Kristiani. Banyak orang yang telah menulis kepada saya setelah menjadi bingung karena hal-hal yang mereka baca di internet. Biasanya, orang-orang ini tidak terlatih dalam Firman Allah, tetapi bukannya memakai waktu untuk mempelajari Alkitab melalui berbagai alat yang baik dan bertekun belajar dengan pengajar-pengajar Alkitab yang sehat, mereka berselencar di internet dan main-main dengan kesalahan dan kegilaan dan penipuan. Sumber daya untuk menjadi pelajar Alkitab yang terlatih sudah tersedia bagi siapapun yang mau menginvestasikan cukup waktu and energi. Tidak ada jalan pintas. Tambahan Editor: Berbagai seminar doktrinal dilakukan oleh Graphe International Theological Seminary, buku-buku doktrinal dan rohani, adalah salah satu sumber daya penting untuk melawan penyesatan!

Posted in Kesesatan Umum dan New Age, Teknologi | Leave a comment

Kesalahan Seorang Skeptis – Pikiran Bukanlah Komputer

(Berita Mingguan GITS 15 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “A Skeptic Gets It Wrong,” Tom Gilson, The Stream, 8 Des. 2018: “Seorang komentator dengan nama sandi ‘swordfish’ baru-baru ini dengan pusingnya mencampuradukkan otak manusia dan komputer, dengan mengklaim bahwa pikiran manusia dan komputer sangatlah mirip satu sama lain. Dalam sebuah komentar di sebuah artikel meme atheis minggu lalu, dia menulis, 1) Komputer dapat memproses apapun yang disajikan ke memori komputer, termasuk ide-ide. 2) Otak manusia dapat dikatakan hanyalah proses-proses reaksi-reaksi elektro-kimia. Apakah dia benar? … Nah, sebagai seorang Kristen saya berpegang pada kepercayaan bahwa dunia fisik bukanlah satu-satunya realita. Allah adalah roh dan Dia telah menciptakan kita dalam gambarNya, sehingga manusia itu lebih dari sekedar tubuh kita yang kita pakai ini. Tetapi ada banyak orang yang tidak setuju. Seperti swordfish, mereka berpikir bahwa seluruh realita dapat dijelaskan dari materi, energi, dan hukum-hukum alam yang berinteraksi dengan mereka – hanya itu saja dan tidak ada yang lain lagi. Masalahnya adalah, jika mereka benar, maka mereka salah. Atau minimal mereka tidak memiliki alasan untuk berpikir diri mereka benar. Ada banyak cara untuk untuk memperlihatkan hal ini. Salah satu cara adalah untuk membuat perbandingan antara pikiran manusia dan komputer, dan melihat hasilnya. Demikianlah saya menjawab swordfish. …Perhatikan pernyataan, “Jika di luar sedang hujan, maka jalanan akan basah.’ Manusia memproses kalimat ini dalam bentuk ide-ide. Kita mulai dengan apa yang kita ketahui tentang ‘hujan,’ ‘basah’ dan ‘jalanan.’ Lalu kita mempergunakan logika dalam pikiran kita. Kita mencapai kesimpulan berdasarkan apa arti kata-kata itu, dan berdasarkan dasar-dasar yang menghubungkan mereka satu sama lain. Tetapi apa yang dilakukan suatu komputer? Dalam istilah kasar, komputer memproses voltase, yang adalah hal-hal listrik murni, dan status mereka dikendalikan oleh hukum alam. Ada dari voltase-voltase tersebut yang dihubungkan dengan istilah seperti ‘hujan,’ ‘jalanan,’ dan ‘basah.’ Itu karena para desainer hardware dan para programmer telah mendesain komputer itu sehingga mereka dapat menyatakan istilah dalam bentuk tersebut. Tetapi komputer sama sekali tidak paham arti kata-kata tersebut. Ia tidak memiliki sedikitpun petunjuk apa itu ‘basah,’ dan juga sisa dari kalimat. Jadi itu alasan pertama mengapa komputer tidak bisa memproses ide seperti manusia: Komputer tidak memiliki ide. Mereka tidak memahami arti kata-kata. Mereka hanya memiliki status voltase, yang didesain oleh manusia untuk mewakili kata-kata tertentu … Komputer tidak berpikir, ‘jalanan akan basah karena itulah yang terjadi ketika turun hujan.’ Komputer tiba pada output karena hukum fisika, bukan karena alasan logis. …jika swordfish benar, dan jika pikiran manusia berfungsi seperti komputer, maka pikiran tidak beroperasi dengan pengertia. Dan jika pikiran tidak beroperasi berdasarkan pengertian, maka bahkan swordfish sendiripun tidak memiliki alasan untuk berpikir bahwa ia sedang memikirkan apa yang ia pikirkan. Yang adalah sangat konyol. Ini tidak mungkin. Ketika suatu kesimpulan adalah tidak mungkin, maka ada yang salah dengan pemikiran yang mendahuluinya.”

Posted in Atheisme, Teknologi | Leave a comment

Facebook dan Efesus 5:11

(Berita Mingguan GITS 8 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Ada banyak ayat Alkitab yang memberikan penuntun menuju kemenangan rohani di zaman Internet, dan salah satunya adalah Efesus 5:11 – “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.” Ada dua perintah dan prinsip yang sederhana di sini. Pertama, anak Allah TIDAK BOLEH mengambil bagian atau bersekutu dengan perbuatan-perbuatan kegelapan. Ini adalah pengamanan yang sangat baik. Jika saya telah menetapkan hati untuk tidak bersekutu dengan kegelapan di Facebook, maka saya tidak akan berasosiasi, bergandengan tangan dengan, atau menjadi sahabat dengan siapapun atau apapun yang bersangkutan dengan kegelapan rohani dan moral. Saya tidak akan menjadi teman atau “Like” atau bergabung dengan topik pembicaraan yang mempromosikan pakaian yang tidak sopan atau rock & roll (apakah sekuler atau “kristen”) atau minum alkohol atau obat-obatan atau pesta-pesta duniawi atau pacaran duniawi atau filosofi-filosofi yang sia-sia atau kesesatan kharismatik atau pemfitnahan gereja-gereja yang baik. Saya menolak untuk memiliki “sedikit persekutuan” dengan kegelapan, karena Allah saya telah memerintahkan saya “janganlah turut mengamil bagian’ dengannya. Perintah kedua dalam Efesus 5:11 adalah “telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” [secara literal “menegor”]. Sebagai seorang anak Allah, seorang musafir di dunia yang asing, tanggung jawab saya belum selesai ketika saya menjauhi persekutuan dengan kejahatan dan kesalahan. Separasi tidaklah cukup. Saya harus bersuara melawan hal-hal yang salah. Tentu hal ini akan mempersempit lingkup asosiasi seseorang dan memperkecil “tenda” kita, tetapi inilah yang persis diperintahkan oleh Firman Allah. Tegoran yang saleh adalah cahaya di tengah kegelapan, seperti yang kita lihat dalam konteks yang sama: “Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang” (Ef. 5:13). Jika anda berdiri demi kebenaran dan keadilan, sebagaimana seharusnya, anda tidak akan diterima dengan mulus dan lancar oleh kelompok duniawi. Anda akan menjadi seperti gembala sidang yang baru-baru ini berbagi hal berikut ini dengan saya: “Saya merasa bahwa ketika seseorang menjadi teman saya di Facebook, mereka [seharusnya tahu] bahwa mereka telah menjadi teman dengan seorang Pemberita Alkitab. Kadang-kadang saya mem-posting Alkitab atau berkomentar tentang prinsip-prinsip Alkitab. Selama saya membicarakan hal-hal umum tentang keselamatan, tidak ada masalah. Tetapi, begitu saya spesifik mengenai suatu dosa, saya diserang secara pribadi tidak peduli berapa banyak Firman Tuhan yang saya pakai. Suatu kali saya berkomentar tentang Tim Tebow [Editor: Ini seorang atlit Kristen terkenal di Amerika]. Saya mengunjungi website dia untuk mendapatkan beberapa informasi tentang dia, dan ketika website-nya muncul, suatu lagu country tentang minum-minum pada Jumat malam secara otomatis diputarkan. Saya berkomentar di Facebook bahwa hal ini adalah kesaksian yang buruk. Sebagai akibatnya, saya dikritik dengan pedas. Seseorang berkata, ‘Tim Tebow akan membawa lebih banyak orang kepada Kristus daripada kamu seumur hidupmu.’ Banyak kali Facebook membuat forum tempat orang-orang bergerombol menyerang saya. Saya membuat komentar tentang orang-orang yang pergi ke pertandingan baseball anak-anak pada hari Minggu daripada ke gereja. Beberapa ‘orang Kristen’ mengritik saya.” Hal ini mengingatkan saya akan apa yang Yesus katakan: “Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu” (Yoh. 15:19).

Posted in Separasi dari Dunia / Keduniawian, Teknologi | Leave a comment

Semakin Banyak Persiapan untuk Bait Ketiga

(Berita Mingguan GITS 8 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Persiapan pembangunan Bait Ketiga sudah semakin memuncak. Pada tanggal 10 Desember, malam terakhir Hanukkah, ‘cikal bakal’ majelis Sanhedrin Yahudi berencana untuk menguduskan sebuah mezbah pengorbanan dari batu dan melaksanakan korban harian yang terjadi setiap pagi dan setiap sore di Bait zaman dulu. Korban itu akan dilakukan oleh para Kohanim [imam Lewi], yang didandani sesuai dengan pakaian imam dalam Alkitab. Tidak diketahui apakah domba akan benar-benar disembelih di tempat itu, tetapi yang jelas dagingnya akan dibakar di atas mezbah. Menorah emas milik Temple Institute juga akan dinyalakan. Sanhedrin adalah majelis kumpulan rabbi yang pernah memimpin bangsa Israel sebelum dan sesudah kehancuran Bait Herodes. Sanhedrin ini bubar pada abad kelima Masehi, tetapi pada tahun 2004, sekelompok orang Yahudi ortodoks mengumumkan bahwa mereka sedang mendirikannya kembali. Tujuan dari ‘cikal’ Sanhedrin ini adalah untuk mendirikan “suatu organisasi berbasiskan Alkitab untuk mengantikan PBB.” Pengumuman oleh Rabbi Yoel Schartz menyatakan, “Kami kini sangat dekat dengan waktu yang dinubuatkan oleh nabi-nabi Israel bahwa Allah dunia ini yang menciptakan segala sesuatu akan dipanggil oleh dunia ini dengan nama Allah Israel, karena hanya umat Israel yang masih terhubung kepadaNya. … Panggilan Allah untuk mengembalikan umatNya ke tanahNya akan menunjukkan bahwa keyakinan sebagian bangsa-bangsa bahwa Israel berada dalam pembuangan sebagai suatu hukuman adalah keyakinan yang salah. Pembuangan hanyalah agar Israel dapat menjadi contoh bagi bangsa-bangsa untuk melayani Allah. …Sekarang adalah waktunya bagi umat sang Pencipta untuk kembali ke tanah mereka, dan dari sini terang akan terpancar ke dunia. Dan ketika kita sudah pantas untuk itu, Bait akan dibangun dan didirikan kembali di tempatnya, dan lebih lagi semua bangsa-bangsa akan menyadari bahwa waktunya telah tiba untuk menyembah Allah” (“Sanhedrin Invites 70 Nations to Hanukkah Dedication of Altar for the Third Temple,” BreakingIsraelNews, 29 Nov. 2018). Israel masih tinggal dalam kebenaran-diri-sendiri yang membuatnya menolak Mesias mereka sendiri 2000 tahun yang lalu. Dia tidak mengakui bahwa pembuangan mereka adalah suatu hukuman. Tetapi sesaat sebelum penyalibanNya, Yesus berkata, “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Luk. 13:34-35). Dan Rasul Paulus, yang dididik sebagai seorang rabbi pada kaki Gamaliel yang terkenal itu, berkata tentang Israel, “Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya” (Rom. 10:3-4). ‘Cikal’ Sanhedrin yang sedang melakukan ulang korban harian, buta terhadap makna dari korban itu, karena telah menolak kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus, ‘Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia’ (Yoh 1:29).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | Leave a comment

Sebuah Khotbah yang Menyelamatkan Jiwa 85 Tahun Kemudian

(Berita Mingguan GITS 8 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari buku yang ditulis Spurgeon, Lectures to My Students: “Ada suatu kasus yang otentik tentang seseorang yang ditobatkan oleh sebuah khotbah delapan puluh lima tahun setelah ia mendengar khotbah itu disampaikan. Mr. Flavel, pada akhir dari suatu ceramah, tidak menyampaikan kata-kata berkat sebagaimana biasa, tetapi ia berdiri dan berkata, ‘Bagaimana mungkin saya membubarkan kalian dengan kata-kata berkat, sedangkan banyak dari kalian adalah Anathema, karena kalian titdak mengasihi Tuhan Yesus Kristus?’ Seorang anak lelaki berusia 15 tahun mendengar kata-kata yang luar biasa itu; dan 85 tahun kemudian, duduk di bawah suatu semak-semak, saya rasa di Virginia, seluruh peristiwa itu muncul lagi dengan hidup dalam pikirannya, seolah-olah baru kemarin. Dan Allah berkenan untuk memberkati kata-kata Mr. Flavel untuk membawa kepada pertobatannya, dan dia hidup tiga tahun lagi sesudah itu, untuk memberikan kesaksian yang baik bahwa dia merasakan kuasa kebenaran dalam hatinya.”

Posted in Renungan | Leave a comment

Cina: Buah Sulung dari Program Pengawasan Pemerintah Antikristus

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “China Mandates Surveillance as Religious Persecution Rises,” suatu wawancara dengan Bob Fu, The Stream, 14 Nov. 2018: “Presiden Xi Jinping menganggap orang-orang Kristen sebagai salah satu ancaman terbesar terhadap kekuasaannya. Gereja-gereja bawah tanah didaftarkan sebagai salah satu dari ‘lima titik hitam baru’ ancaman keamanan nasional di Cina. Adalah sesuatu yang baru di bawah presiden ini, bahwa gereja-gereja diklasifikasikan sebagai ancaman keamanan nasional. Gereja-gereja yang disetujui pemerintah yang diizinkan eksis saat ini, dibebankan ikatan-ikatan yang unik. Setiap gereja harus memasang kamera pemindai wajah di depan mimbar. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi orang-orang tertentu di jemaat. Banyak golongan orang dilarang untuk masuk ke gereja manapun. Termasuk di antaranya adalah orang-orang muda di bawah 18 tahun, mahasiswa, dokter atau profesional medis, pegawai negeri, anggota militer dan para guru. Jika mereka ditemukan, segera bos mereka atau seorang pejabat pemerintah akan berbicara dengan mereka. Ini membawa dampak yang sangat besar saat ini. Situasi ini benar-benar mulai sejak Presiden Xi Jinping menjabat pada tahun 2012. Dia sekarang dijuluki ‘Kaisar Xi’ karena dia sukses menghilangkan batasan masa jabatan presiden pada bulan Maret tahun ini. Ketika dia naik jabatan, penghancuran masal terhadap tanda-tanda salib dimulai di propinsi Zhejiang. Itu daerah yang dijuluki Yerusalem-nya Cina. …Ini adalah gereja-gereja yang disetujui pemerintah. Gereja-gereja rumah tidak memiliki bangunan khusus ataupun tanda salib. …Pada tanggal 1 Februari tahun ini, sebuah hukum baru berjudul ‘Aturan-Aturan tentang Administrasi Urusan Agama’ mulai berlaku. Situasi secara dramatis menjadi semakin buruk. Kampanye-kampanye pembakaran Alkitab terjadi di seluruh Cina. …Cina barangkali adalah negara polisi dengan metode pengawasan yang paling canggih sedunia. Jauh melebihi apa yang dilakukan AS. Sebagian usaha ini bahkan dibantu oleh perusahaan-perusahaan Amerika yang tamak. …Apple memutuskan untuk menghilangkan semua jaringan pribadi virtual dari Apple Store di seluruh Cina. Mereka memiliki versi Apple iCloud yang terpisah untuk Cina. Katanya sih iCloud versi Cina ini masih bagian dari Apple, menawarkan isi iTunes. Tetapi ia sepenuhnya dikendalikan pemerintah Cina. Cisco dan Google juga mirip. Cina memiliki kamera terbanyak di seluruh dunia, di setiap sudut jalan. Kamera-kamera yang mampu mengenali wajah ini adalah bagian dari sistem pengawasan dinamis mereka. Mereka dapat mengikuti anda ke mana saja. Jika anda mengendarai mobil, mereka dapat dengan cepat melacak nomor plat nada. Jika anda membeli tiket kereta atau bisa, sesudah anda menggesek kartu anda, anda sudah masuk sistem. Saya memperhatikan bahwa Cina memiliki lima kategori orang yang berbahaya. Sekarang Cina juga sedang membangun yang katanya sistem ‘kredit sosial’ terbesar sedunia. Jika anda kena tilang di jalan, satu poin moralitas akan dikurangi dari anda. Jika anda ditemukan dalam sebuah gereja bawah tanah, nilai sosial anda menjadi nol. Anda akan kehilangan hak untuk membeli tiket pesaat. Minggu lalu, saya ada di Korea Selatan, menghadiri sebuah konferensi kepemimpinan gereja rumah. Tetapi 240 dari 300 pemimpin gereja ditahan di airport-airport Cina, termasuk yang di Hong Kong, dan dinyatakan sebagai ancaman keamanan nasional. Mereka bahkan tidak diizinkan masuk ke pesawat ketika mereka melewati Imigrasi.”

Posted in Penganiayaan / Persecution, Teknologi | Leave a comment

Pertanyaan Mark Twain tentang Orang Yahudi

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Menulis dari Vienna tahun 1897, penulis terkenal asal Amerika, Samuel Clemens (Mark Twain), melakukan pengamatan dengan gaya dia yang khas, “Orang Mesir, orang Babilonia, dan orang Persia, telah bangkit, memenuhi bumi dengan suara dan keagungan, lalu memudar ke dalam mimpi dan berlalu; orang-orang Yunani dan Romawi mengikuti setelah itu dan membuat suara-suara yang hebat, dan lalu mereka tidak ada lagi; orang-orang lain telah bangkit dan untuk sejenak waktu mengangkat tinggi obor mereka, tetapi akhirnya padam, dan kini mereka duduk dalam kekelaman, dan telah punah. Orang Yahudi melihat mereka semua, hidup melampaui mereka semua, dan sampai saat ini tetap sebagaimana ia dulu, tanpa tanda-tanda kemerosotan, tanda-tanda keuzuran, atau bagian-bagian yang lemah, tidak ada energi yang menghilang, tidak ada penumpulan pikirannya yang siap dan agresif. Segala sesuatu fana kecuali orang Yahudi; semua kekuatan lain berlalu, tetapi ia tetap ada. Apakah rahasia dari ketidakfanaannya?” (“Concerning the Jews,” Harper’s Magazine, 1899; The Complete Essays of Mark Twain, Doubleday, 1963, hal. 249).

Jawaban dari teka teki ini ada di dalam Alkitab, yang dibaca oleh Twain, namun tidak ia percayai. Rahasia dari “ketidakfanaan” orang Yahudi adalah Allah yang tidak tidak fana dan perjanjian-perjanjianNya yang kekal. “Beginilah firman TUHAN: Jika Aku tidak menetapkan perjanjian-Ku dengan siang dan malam dan aturan langit dan bumi, maka juga Aku pasti akan menolak keturunan Yakub dan hamba-Ku Daud, sehingga berhenti mengangkat dari keturunannya orang-orang yang memerintah atas keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka dan menyayangi mereka” (Yer. 33:25-26).

Posted in Akhir Zaman / Nubuatan, Israel | Leave a comment

Unicorn Siberia

(Berita Mingguan GITS 1 Desember 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Badak Siberia (Elasmotherium sibiricum) adalah sejenis badak yang telah punah, yang hidup di padang-padang tinggi Eurasia (hari ini Rusia, Kazakhstan, Mongolia, dan Cina Utara). Binatang ini cocok dengan gambaran “unicorn” yang disebut di Ayub 39:12-15 [Editor: LAI menerjemahkannya ‘lembu hutan,’ tetapi KJV menerjemahkannya ‘unicorn’], yang menonjol kekuatannya dan sifatnya yang tidak terjinakkan. Lihat juga Bilangan 23:22; 24:8. Badak Siberia ini juga disebut Unicorn Siberia. Ia mirip dengan lembu raksasa dengan sebuah cula yang besar yang mencuat dari moncongnya, dan ia memiliki berat lebih dari 3,5 ton (“Eurasian Ice Age Wiped out the Siberian Unicorn,” UPI, 27 Nov. 2018). “Apakah lembu hutan mau takluk kepadamu, atau bermalam dekat palunganmu? Dapatkah engkau memaksa lembu hutan mengikuti alur bajak dengan keluan, atau apakah ia akan menyisir tanah lembah mengikuti engkau? Percayakah engkau kepadanya, karena kekuatannya sangat besar? Atau kauserahkankah kepadanya pekerjaanmu yang berat? Apakah engkau menaruh kepercayaan kepadanya, bahwa ia akan membawa pulang hasil tanahmu, dan mengumpulkannya di tempat pengirikanmu?” (Ay. 39:12-15).

Posted in General (Umum) | Leave a comment

Keponakan Benny Hinn Menolak Injil Kemakmuran

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Benny Hinn Is My Uncle,” Christianity Today, 20 Nov. 2017: “Tumbuh besar dalam kerajaan keluarga Hinn adalah seperti masuk dalam semacam campuran keluarga kerajaan dan keluarga mafia. Gaya hidup kami mewah, kesetiaan dituntut, dan versi Injil kami adalah suatu bisnis yang besar. Walaupun Yesus Kristus masih merupakan bagian dari injil kami, Dia lebih dianggap seperti magic genie (jin pengabul permintaan) daripada Raja di atas segala Raja. Jika kita memoles dia dengan cara yang benar – yaitu memberikan cukup uang dan memiliki cukup iman – maka warisan rohani kita akan terbuka. Tujuan Allah bukanlah kemuliaanNya, tetapi keuntungan kita. Kasih karuniaNya bukanlah membebaskan kita dari dosa, tetapi membuat kita kaya. Hidup yang berkelimpahan yang Dia tawarkan bukanlah hidup yang kekal, tetapi hidup yang sekarang ini. Kami menghidupi injil kemakmuran. …Kami tinggal di sebuah rumah besar, ukuran 1000 meter persegi, dijaga ketat dengan gerbang pribadi, dengan dua mobil Mercedes Benz, pergi liburan di tempat-tempat eksotis, dan berbelanja di toko-toko termahal. Tambahan lagi, kami membeli sebuah rumah $2 juta, menghadap laut, di Dana Point, California, dan di sana ditambahkan lagi satu mobil Benz. …kadang keraguan mencuat. Bagaimana dengan usaha-usaha penyembuhan yang gagal? Saya diajarkan bahwa itu salah orang sakit tersebut karena meragukan Tuhan. Mengapa kami berbahasa lidah tanpa ada yang menerjemahkan? ‘Jangan memadamkan Roh,’ saya diberitahu. ‘Tuhan bisa melakukan apa saja yang Dia inginkan.’ Mengapakah banyak nubuat kami yang bertentangan dengan Alkitab? ‘Jangan mengurung Tuhan dalam kotak.’ Walaupun ada banyak pertanyaa, saya mempercayai keluarga saya karena kami sangat sukses. …Setelah tamat dari universitas dan kembali ke rumah, saya bertemu istri saya, Christyne. Saya sama sekali tidak tahu bahwa Allah akan memakai dia untuk mendatangkan keselamatan saya. Faktanya, keluarga saya dan saya cukup tegang karena dia tidak berbahasa lidah. …satu hari dia memperlihatkan kepada saya satu ayat yang saya belum pernah lihat: 1 Korintus 12:30 (Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?). Saya terguncang hebat di dalam. Sangat jelas sekali tertulis – tidak semua orang berbahasa lidah. Dengan cepat, efek domino terjadi. Berbagai kepercayaan lainnya yang sejak lama saya pegang, gagal melewati ujian Alkitab. Saya tidak lagi percaya bahwa tujuan Allah adalah untuk membuat saya senang, dan sehat, dan kaya. Sebaliknya, saya melihat bahwa Dia ingin saya hidup bagiNya, tidak peduli apa yang bisa saya dapatkan dari Dia. …Saya mengucap syukur bahwa istri saya rela untuk mempertanyakan kegigihan saya untuk berbahasa lidah dan bahwa gembala sidang saya cukup mengasihi saya dan memuridkan saya keluar dari kekacauan injil kemakmuran.”

Posted in Kharismatik/Pantekosta | Leave a comment

Seorang Lelaki Menuntut untuk Mengubah Umurnya dari 69 Menjadi 49

(Berita Mingguan GITS 24 November 2018, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “Dutch man, 69, starts legal fight,” The Guardian, 8 Nov. 2018: “Seorang ‘guru pemikiran positif’ berusia 69 tahun di Belanda, yang mengatakan bahwa dia tidak merasa berumur sedemikian tua, telah memulai perjuangan legal untuk membuat dirinya sendiri 20 tahun lebih muda, dengan alasan bahwa dia didiskriminasi di berbagai aplikasi pencarian jodoh. Emile Ratelband memberitahu sebuah pengadilan di Arnhem di Belanda bahwa dia tidak merasa ‘nyaman’ dengan tanggal kelahirannya, dan membandingkan keinginan dia untuk mengubah hal tersebut dengan orang-orang yang mengubah jenis kelamin mereka (transgender). Ratelband mengatakan bahwa karena memiliki umur resmi yang tidak mencerminkan status emosionalnya, dia sekarang kesulitan untuk mencari pekerjaan dan jodoh. Dia meminta agar tanggal kelahirannya diubah dari 11 Maret 1949 menjadi 11 Maret 1969. ‘Ketika saya berusia 69 tahun, saya terbatas. Jika saya berusia 49 tahun, maka saya bisa membeli rumah baru, mengendarai mobil yang berbeda,’ demikian katanya. ‘Saya bisa bekerja lebih. Ketika saya di Tinder dan terpampang bahwa saya 69 tahun, tidak ada yang membalas saya. Ketika saya 49, dengan wajah yang saya miliki, saya ada pada posisi makmur.’ Dokter-dokter telah memberitahu dia bahwa tubuhnya mirip tubuh seorang lelaki usia 45, demikian argumen Ratelband. Dia menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang ‘dewa muda.’” Alkitab mengatakan, “upah dosa ialah maut” (Roma 6:23), dan “manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

Posted in Kesesatan Umum dan New Age | Leave a comment