Skandal-Skandal Pantekosta

SKANDAL-SKANDAL YANG BELAKANGAN INI TERJADI DALAM PANTEKOSTA
Oleh David Cloud
Diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary

Sejak mulainya, gerakan Pantekosta telah penuh dengan skandal, sebagaimana telah kami dokumentasikan dalam buku kami, setebal 317 halaman dengan ilustrasi, The Pentecostal-Charismatic Movements. Jika gerakan ini sungguh memiliki kepenuhan urapan dan kuasa Roh Kudus sebagaimana mereka klaim, kita tentunya tidak akan menyaksikan pertunjukan kedagingan yang sedemikian rupa, namun pada kenyataannya, skandal moral dan skandal-skandal lainnya telah terus menerus melanda gerakan ini. Berikut adalah contoh-contoh yang menonjol:

Pada tahun 1977, ORAL ROBERTS mengklaim bahwa Allah menampakkan diri padanya dan menginstruksikannya untuk membangun sebuah pusat medis yang disebut CITY OF FAITH. Pada tahun 1980, ia mengklaim bahwa ia berbicara “muka dengan muka” dengan Yesus yang tingginya 300 meter, yang memberitahu dia bahwa Dia akan menyelesaikan masalah-masalah finansial City of Faith. Tujuh tahun kemudian, Roberts mengatakan bahwa Allah menampakkan diri lagi kepadanya dan memberitahunya bahwa ia akan mati jika ia tidak mengumpulkan dana $8 juta dalam waktu 12 bulan. Ternyata penglihatan-penglihatan yang mengagetkan dan himbauan-himbauan yang tiada henti tidak dapat menyelamatkan City of Faith. Pada tahun 1989, Roberts menutup fasilitas tersebut untuk membayar hutang-hutang! Namun dunia Pantekosta secara umum tidak mencela Roberts sebagai seorang nabi palsu dan penipu. Ribuan orang terus berdatangan ke ORU (Oral Roberts University) dari gereja-gereja Pantekosta di seluruh Amerika, dan jutaan dolar terus mengalir ke pelayanan Roberts dari para pendukung yang polos.


Pada tahun 1989, JIM BAKKER, pemimpin PTL, sebuah program televisi Pantekosta yang sangat berpengaruh, masuk penjara karena menipu uang pendukungnya sejumlah $158 juta. Dia dibebaskan secara bersyarat pada tahun 1994 setelah menjalani 5 tahun dari vonis 45 tahun. Persidangannya membongkar gaya hidupnya yang mewah, termasuk enam rumah mewah miliknya dan bahkan rumah anjing yang diberi AC. Jaksa penuntut mendakwa Bakker telah menggunakan untuk kepentingannya sendiri, $3,7 juta uang yang telah diberikan kepada “pelayanannya.” Bakker juga berzinah dengan sekretaris gereja, Jessica Hahn, dan membayar lebih dari $250.000 untuk menutupi masalah itu. Istri Bakker, yang juga adalah mantan co-host klub PTL, Tammy Faye, menceraikan dia waktu dia berada di penjara, dan menikah lagi dengan Roe Messner, seorang teman lama keluarga, yang perusahaannya membantu mendirikan kompleks resor Heritage USA milik PTL. Hari ini, Tammy Faye memiliki pelayanan yang “tidak menghakimi” bagi para homoseksual. Dia muncul dalam parade-parade gay di seluruh negeri, termasuk suatu ketika di Washington D.C., saat ada kontes meniru Tammy Faye. Saat itu dia “dikelilingi oleh lelaki yang berdandan perempuan dengan make-up….” (Charisma News, November 2002). Pada bulan Januari 2000, Bakker memberitahu Larry King, “Setiap orang yang mati dalam Holocaust (penganiayaan Jerman terhadap Yahudi di Perang Dunia 2) sedang berada di surga.” Bakker mempertahankan doktrin sesat ini dalam sebuah surat kepada editor majalah Charisma bulan Juni tahun yang sama.

Satu tahun setelah skandal PTL menjadi berita utama di seluruh dunia, JIMMY SWAGGART, salah seorang pemimpin pengkhotbah Pantekosta di zaman modern ini, menciptakan skandalnya sendiri ketika dia tertangkap sedang bersama seorang pelacur. Ada waktu itu Swaggart memiliki jemaat 6000 orang di Baton Rouge, Louisiana, sebuah markas seluas 270 acre, sebuah Sekolah Alkitab, sebuah pelayanan televisi dengan pengaruh yang besar dan yang menjangkau banyak daerah di seluruh dunia (ditayangkan di 9700 stasiun dan jaringan), dan pemasukan untuk pelayanannya mencapai $142 juta setahun. Swaggart adalah sepupunya Jerry Lee Lewis dan kedua orang ini sungguh mahir menghantam piano, tetapi Jerry Lee mengejar karir dalam sebagai seorang musisirock and roll yang flamboyan sedangkan Jimmy mengejar karir sebagai penginjil yang flamboyan. Laporan dari sebuah crusade (KKR) Swaggart di Calgary, Alberta, menggambarkan tentang “volume musik gospel yang sudah seperti acid-rock” dan “pertunjukan yang bagus” di mana Swaggart “menghantam grand piano itu, sambil berkeringat dan bergaya seperti Elvis Presley” dan “mempengaruhi penonton seperti Frank Sinatra” (The Courier News, Elgin, Ill., 20 Mei 1991, hal. 5A). [Setelah kasus pelacur itu] Swaggart menolak untuk tidak naik mimbar selama setahun, sebagaimana ditetapkan oleh Sidang Jemaat Allah di Louisiana sebagai disiplin terhadap dirinya, jadi dia dikeluarkan tetapi dia tetap terus berkhotbah. Ia kehilangan tiga perempat penonton televisinya dan murid-murid sekolah Alkitabnya, dan juga sebagian besar jemaatnya; secara finansial dia ambruk. Tetapi skandal Jimmy Swaggart belum berakhir walaupun dia mengklaim bahwa dia telah bertanya kepada Allah, “Tuhan, apakah Engkau masih mau saya mengemban tugas ini?” Allah ceritanya menjawab dengan tegas, “Yaaaa! Kamu hari ini jauh lebih baik daripada sebelumnya” (“Swaggart Back in Pulpit with Tales of Nightmares and Revelation,” Religious News Service, 23 Mei 1988; dicetak ulang in Christian News, 3 Juni 1988, hal. 5). Dalam sebuah tayangan televisi pada bulan Mei 1988, Swaggart berani sekali menyombongkan diri: “Anda sedang menonton pengkhotbah yang bersih!” dan “Saya tidak berbohong!” (Don Matzat, “The Same Ol’ Jimmy,” Christian News, 16 Mei 1988). Mungkin hal ini karena Swaggart mencari konseling dari Oral Roberts dan Roberts katanya menyaksikan setan-setan berkuku panjang mencakar-cakar daging Swaggart, dan ia mengusir mereka (Huntsville Times, Huntsville, Alabama, AP report, 31 Maret 1988, dilaporkan dari Calvary Contender, 15 April 1988). Segampang itu. Pengusiran setan itu sepertinya tidak berhasil. Pada tahun 1991 Swaggart sekali lagi masuk masalah ketika polisi di Indio, California, menghentikan kendaraannya karena pelanggaran lalu lintas, dan menemukan bahwa wanita yang bersama dengan dia adalah seorang pelacur. Walaupun semua ini telah terjadi, Swaggart masih terus maju, walaupun pengikutnya tidak lagi banyak. Dalam program televisinya tanggal 12 Sept. 2004, dia berkata, “Saya belum pernah melihat seorang laki-laki pun yang saya ingin nikahi. Dan saya katakan sekarang dengan jelas dan terbuka; jika ada orang yang memandangi saya dengan cara seperti itu, saya akan membunuhnya dan saya akan bilang pada Tuhan bahwa dia sudah mati.”

Sampai dengan tahun 1980an, PETER POPOFF, seorang penginjil Pantekosta, memiliki pelayanan di 51 saluran televisi dan 40 saluran radio di banyak kota, dan pemasukan tahunan tujuh juta dolar. Ia juga mengadakan KKR penyembuhan di banyak kota, dan dalam acara-acara tersebut dia akan mempraktekkan “kata-kata pengetahuan” dengan cara menyebutkan nama, alamat, dan penyakit orang-orang asing yang hadir. Pada tahun 1986, tersiar berita bahwa “wahyu” luar biasa-nya Popoff sebenarnya diberikan padanya oleh istrinya setelah istrinya itu bercakap-cakap dengan orang-orang yang hadir. Dia [istrinya] mengirimkan informasi ini melalui sinyal radio dan Peter dapat mendengar suaranya melalui receiver kecil di telinganya. Sebuah tim skeptis menemukan penipuan ini dan merekam percakapan-percakapan pribadi tersebut dengan sebuah scanning receiver dan peralatan rekam (Los Angeles Times, 11 Mei 1986). Ketika ditanya mengenai hal ini oleh John Dart, seorang penulis rohani dari Los Angeles Times, Popoff menjawab bahwa istrinya hanya menyediakan 50% informasi dan sisanya dia dapatkan dari Tuhan! Popoff akhirnya terpaksa menyatakan bangkrut pada tahun 1987, tetapi pada tahun 1990 dia kembali lagi dengan sebuah buku baru berjudul Dreams, yang dia perkenalkan melalui sebuah iklan satu halaman penuh di majalah Charisma.

ROBERT TILTON, dipilih sebagai salah satu tokoh Pantekosta yang paling populer oleh para pembaca majalah Charisma pada tahun 1983. Dia muncul di halaman depan Charisma bulan Juli 1985, dan dia adalah pendiri dari Word of Faith Satellite Network, pembaca acara Success-N-Life, dan pendiri sekaligus gembala dari Word of Faith World Outreach Center di kota Farmers Branch, Texas. Ia mengajarkan doktrin “word of faith” (kata-kata iman)-nya Kenneth Hagin dan menjanjikan kemakmuran dan kesembuhan bagi mereka yang mendukung pelayanannya dan beriman. Ia menulis, “Kalian adalah…..makhluk jenis Allah” (Tilton, God’s Laws of Success, hal. 170-171). Pada tahun 1990 ia mengatakan: “Menjadi miskin adalah dosa, ketika Allah telah menjanjikan kemakmuran. Rumah baru? Mobil baru? Itu makanan ayam. Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang Allah ingin lakukan bagimu” (John MacArthur, Charismatic Chaos, hal. 285). Tahun 1991, ketika pelayanannya memiliki pemasukan $80 juta, kerajaan Tilton tergoncang ketika program TV ABC PrimeTime Live, mengekspos gaya hidupnya yang berlebihan dan cara-cara pengumpulan dananya yang abu-abu. Propertinya termasuk sebuah rumah ukuran 11.000 kaki persegi dekat Dallas, sebuah condominium di Florida, sebuah yacht, dan asset-asset lain senilai $90 juta. Tayangan itu melaporkan bahwa pelayanan Tilton membuang ribuan surat permohonan doa yang belum dibaca ke tong sampah, walaupun Tilton mengklaim mendoakan mereka. Ia bahkan mengklaim: “Saya begitu sering berbaring di atas surat-surat permohonan doa itu sehingga kimia-kimia di dalamnya masuk dalam darah saya, dan…..saya mengalami dua stroke kecil di otak saya” (Robert Tilton, Success-N-Life, 22 November 1991). Walaupun Tilton memprotes bahwa dia adalah korban kebohongan dan menuntut ABC atas tuduhan fitnah, kasus itu tidak diterima oleh pengadilan. Karena skandal tersebut, Tilton kehilangan banyak penonton program televisinya dan kebanyakan anggota jemaatnya, tetapi dia masih mengudara dan masih memberitakan injil kemakmuran dan masih mengemis untuk sumbangan dan masih menjanjikan berkat Allah bagi mereka yang memberi.

Pada tahun 1991, kaset-kaset [khotbah] seorang “nabi” dari Kansas City, BOB JONES, ditarik dari katalog produk Vineyard Ministries International, setelah dia mengakui “gagal secara moral” (Lee Grady, “Wimber Plots New Course for Vineyard,” Charisma, Feb. 1993, hal. 64). Jones menggunakan otoritas rohaninya dan “pengurapan kenabiannya” untuk menipu para wanita agar melepaskan baju mereka.

Pengkhotbah Pantekosta, JAMIE BUCKINGHAM (1933-92), adalah penulis dari 40 buku yang terjual 20 juta eksemplar, editor utama dari majalah Ministries Today, seorang kolumnis majalah Charisma, dan gembala dari Tabernacle Church dengan 2000 jemaat di Melbourne, Florida. Buckingham memulai pelayanannya sebagai seorang gembala sidang denominasi Southern Baptist, tetapi setelah “dibaptis roh” di sebuah pertemuan Full Gospel Businessmen’s Fellowship, dia menjadi seorang Pantekosta. “Baptisan roh”nya Buckingham membuat dia menjadi seorang ekumenis radikal yang berseru untuk persatuan antara Katolik, Protestan, Baptis, dan Pantekosta. Dalam sebuah artikel yang berjudul “Bridge Builders” (Charisma, Maret 1992, hal 90), ia mengatakan bahwa tidak ada panggilan yang lebih tinggi dari pada membangun jembatan ekumenis dan ia menyanjung David Duplessis karena telah membangun jembatan antara Pantekosta dengan Roma Katolik, dan juga rabbi Yahudi, Yechiel Eckstein, karena membangun jembatan antara Yahudi dan Kristen. Buckingham mengajarkan bahwa Allah telah menjanjikan kesembuhan melalui penebusan Kristus, dan bahwa ketika dia terdiagnosa kanker pada tahun 1990, banyak tokoh Pantekosta, termasuk Oral Roberts, menubuatkan kesembuhannya Buckingham mengatakan bahwa Allah secara pribadi memberitahu dia bahwa dia akan hidup sampai dengan “minimal usia 100 tahun dalam kondisi sehat dan pikiran yang jernih.” Majalah Charisma edisi April 1991, mengupas kesaksian ini dalam artikel “My Summer of Miracles.” Perhatikan kutipan berikut dari artikel tersebut:

“Suatu hari istri saya…..tiba-tiba berbicara dengan keras [dan] berkata, `Penyembuhanmu telah dibeli pada salib.’ ….. Ini yang saya temukan. ANDA MENDAPATKAN APA YANG ANDA KATAKAN. Jika anda mau merubah sesuatu, anda harus cukup mempercayainya hingga mau mengatakannya…..Jika anda bicara tentang kemiskinan, kamu akan mendapatkannya. Jika kamu katakan bahwa kamu sakit, kamu akan (dan tetap) sakit…..apapun juga yang dokter katakan, saya menolak untuk mengatakan “Kanker saya.” Karena bukan milik saya. Dia milik Iblis. Saya tidak punya kanker. Saya punya Yesus. Kanker sedang mencoba memiliki saya, tetapi FIRMAN ALLAH MENGATAKAN BAHWA SAYA DISEMBUHKAN MELALUI APA YANG YESUS LAKUKAN DI KALVARI……Saya memasukkan sebuah rekaman video ke mesin video saya dan berbaring di sofa……Rekaman itu adalah khotbahnya Oral Roberts…..Saya langsung bangkit dari sofa dan berseru, `SAYA SUDAH SEMBUH!’ Istri saya melompat dari kursinya dan berseru, `Haleluya!’ Dan 30 menit berikutnya, kami hanya berjalan sekeliling rumah sambil menyerukan syukur kepada Allah dan menyatakan penyembuhan saya” (Jamie Buckingham, “My Summer of Miracles,” Charisma, April 1991).

Sepuluh bulan setelah terbitnya artikel tersebut, pada 17 Februari 1992, Jamie Buckingham mati oleh kanker sekitar 40 tahun lebih cepat dari ulang tahun ke-100nya. Bukan saja Jamie Buckingham memimpin orang lain menjadi sesat dengan pengajaran palsunya, tapi dia juga menipu dirinya sendiri.

Gereja Cathedral di Chapel Hill dekat Atlanta, Georgia, yang didirikan oleh EARL PAULK, telah banyak didera oleh skandal moral dan pengajaran palsu yang radikal. Pada puncak kekuasaannya, Paulk sangatlah berpengaruh. Dia menulis banyak buku, memiliki pelayanan televisi yang besar, pendiri dari International Charismatic Bible Ministries, dan juga adalah seorang “nabi” di organisasi Christian International Charismatic Bible Ministries milik Bill Hamon. Paulk menggabungkan doktrin Word-Faith dengan theologi Rekonstruksionisme atau theologi Dominion dan mempromosikannya secara gencar di kalangan Pantekosta. Mengenai doktrin Word-Faith, Paulk menggemakan pengajaran Kenneth Hagin, Kenneth Copeland dan yang lainnya ketika menulis: “Sama seperti anjing memiliki anak-anak anjing kecil dan kucing memiliki anak-anak kucing kecil, maka Allah memiliki illah-illah kecil. Sebelum kita menyadari bahwa kita adalah allah, dan sebelum kita mulai berlaku seperti allah, kita tidak bisa menampakkan kerajaan Allah” (Paulk, Satan Unmasked, hal. 96, 97). Paulk menggabungkan theologi Kingdom Now Word-Faith (bahwa orang-orang Kristen adalah allah-allah kecil dengan otoritas Kristus di bumi) dengan doktrin dominion (kekuasaan) bahwa gereja-gereja akan bergabung untuk mengambil alih dunia dari Setan dan memerintah atas dunia hingga Kristus kembali. Dia mengajarkan hal ini dalam buku-buku seperti Satan Unmasked (1984), Held in Heavens Until (1985), dan Ultimate Kingdon (1986). Paulk menulis dalam bukunya The Wounded Body of Christ, “Kita tidak perlu bertanya-tanya apakah Ia [Yesus] akan kembali; Ia TIDAK BISA. Kristus hanya bisa kembali ketika umat Allah telah mencapai kesatuan di mana Roh dan Mempelai berkata, `Mari datang’” (hal. 73). Hingga tahun 1992, Gereja Chapel Hill Harvester telah memiliki 12.000 anggota dan adalah salah satu gereja termakmur di Amerika, tetapi pada tahun itu DON PAULK, yang mengambil alih sebagai gembala sidang utama dari saudaranya Earl, mengaku telah menjalin hubungan yang “tidak pantas” dengan seorang staf wanita. Ia mengundurkan diri tetapi segera dilantik kembali oleh dewan gereja. Berbagai tuduhan dilayangkan oleh sekelompok wanita tentang hubungan seks dengan Paulk bersaudara, dan pada tahun 2001 seorang anggota gereja wanita lainnya menuntut di pengadilan bahwa Paulk melecehkan dia secara seksual waktu dia masih kecil dan juga pada tahun-tahun remajanya, tetapi tuduhan-tuduhan itu disangkali dan bagaikan disapu hilang. Pada bulan Agustus 2005, anggota gereja yang sudah lama dan juga seorang solois, Mona Brewer dan suaminya Bobby, yang adalah pendukung besar finansial gereja, mengajukan tuntutan terhadap Earl Paulk, dan mengatakan bahwa dia dimanipulasi untuk menjadi kekasihnya selama 14 tahun. Brewer mengatakan bahwa para anggota jemaat dikondisikan untuk taat tanpa syarat kepada sang gembala, yang menyebut dirinya “Uskup Agung Paulk,” dan dia [Paulk] mengajarkannya [Brewer] bahwa mereka yang memiliki kerohanian tinggi dapat menjalin hubungan seksual dan itu bukanlah zinah. Dia menyebutnya “hubungan kerajaan.” Brewer mengatakan bahwa Paulk bahkan membuat dia melayani anggota keluarga Paulk yang lain dan juga pengkhotbah-pengkhotbah tamu Kharismatik. Kasus ini difiturkan dalam program Paula Zahn Now di CNN, tanggal 19 Jan. 2006, tetapi sampai dengan Maret 2006, program televisi Paulk masih disiarkan di Trinity Broadcasting Network.

Pada tahun 2000, CLARENCE MCCLENDON, gembala sidang Pentecostal Church of the Harvest International di Los Angeles, dan juga seorang “uskup” terkenal di International Communion of Charismatic Churches, menceraikan istrinya, dan beberapa minggu kemudian menikahi wanita lain. Istri pertamanya, yang menuduhnya telah menjadi ayah seorang anak di luar nikah, membawa tiga orang anak mereka dan pindah ke Hawaii, tetapi Clarence meneruskan segala sesuatu seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan dia mendapatkan segala dukungan yang dia perlukan. Majalah Charisma mengobservasi bahwa “dalam hanya beberapa bulan, anggota-anggota jemaatnya yang baru sudah berdansa-dansa di lorong-lorong fasilitas gedung baru mereka, dan pengkhotbah muda yang berbakat ini telah kembali di sirkuit konferensi, tanpa ditanya-tanya…..McClendon sangat suka masuk televisi Kristen, dan dia sering berbagi mimbar dengan pemimpin-pemimpin top dalam gerakan kita” (Lee Grady, “Sin in the Camp,” Charisma, Feb. 2002).

Pada tahun 2002, ROBERTS LIARDON, gembala sidang dari Embassy Christian Center di Irvine, California dan juga seorang penulis Pantekosta yang berpengaruh, mengakui bahwa dia terlibat dalam “hubungan homoseksual” (Charisma News, 31 Jan. 2002), walaupun dia sudah kembali lagi ke pelayanan dalam hitungan minggu sejak pengakuannya.

Pada tanggal 12 September 2004, Los Angeles Times melaporkan bahwa PAUL CROUCH dari TRINITY BROADCASTING NETWORK, pada tahun 1998 membayar $425.000 kepada Enoch Lonnie Ford, seorang pegawai di TBN, agar tidak membuat publik tuduhan-tuduhannya bahwa mereka melakukan hubungan homoseksual. Setelah Ford mengancam akan menuntut, barulah Crouch membayar hampir setengah juta dolar untuk mendiamkan masalah ini. TBN juga membayar hutang ribuan dolar kepada Ford. Crouch menyangkali tuduhan-tuduhan ini dan mencoba untuk menghitamkan karakter para penuduhnya, yang memang tidak sulit untuk dilakukan. Ford adalah seseorang yang sudah pernah dihukum karena pelanggaran seks dan obat-obatan, tetapi sangat aneh bahwa Crouch mau saja membayar jumlah yang besar itu jika tuduhan-tuduhan orang tersebut tidak benar. Ford menuliskan kesaksiannya tentang masalah ini, tetapi disegel oleh pengadilan setelah Crouch menuntut agar masalah ini dihapuskan.

Pada Oktober 2004, PAUL CAIN, nabi Pantekosta yang paling menonjol, terekspos sebagai seorang homoseksual dan seorang pecandu alkohol oleh Rick Joyner, Mike Bickle, dan Jack Deere, yang mengatakan bahwa Cain menolak untuk didisiplinkan (“Paul Cain, “Latter Rain Prophet of Renown Is Now Discredited,” The Plumbline, Desember 2004). Pada akhirnya, Cain mengakui dosanya dan berkata, “Saya telah bergumul dalam dua hal, homoseksualitas dan alkoholisme, untuk jangka waktu yang panjang. Saya meminta maaf telah menyangkali hal-hal kebenaran ini, dan bukannya mengakui mereka dengan terus terang” (“A Letter of Confession,” Februari 2005,  http://web.archive.org/web/20050225053035/http://www.paulcain.org/news.html).

Pada November 2006, TED HAGGARD mengundurkan diri dari posisi gembala sidang senior dari Gereja New-Life di Colorado Spring yang beranggotakan 14.000 orang, dan juga dari posisi pimpinan National Association of Evangelicals karena terbongkarnya tindakan-tindakan dia terhadap seorang pelacur homoseksual bernama Mike Jones. Walaupun Haggard awalnya menyangkali tuduhan ini, ia pada akhirnya mengakui `sisi gelap’nya.” Sebuah surat dari Haggard dibacakan di Gereja New Life pada tanggal 5 November, dan di situ gembala sidang dan pendiri jemaat itu mengakui bahwa dia “bersalah akan dosa immoralitas seksual” dan adalah “seorang penipu dan pembohong.” Ia mengatakan, “Ada bagian dalam hidup saya yang begitu menjijikkan dan gelap dan saya telah berperang melawannya sepanjang hidup dewasa saya.” Haggard adalah seorang Kharismatik, seorang Injili, dan seorang ekumenis radikal. Pada Oktober 2005, Haggard mengatakan, “New Life tidak mencoba untuk menobatkan Katolik” dan “gereja ini tidak akan menghalangi anggotanya untuk menjadi Katolik atau untuk ikut misa Katolik” (Berean Call, Jan. 2006). Pada bulan Januari 2009, Brady Boyd, yang menggantikan Haggard sebagai gembala sidang senior di Gereja New Life, mengungkapkan bahwa Haggard juga terlibat dalam hubungan homoseksual dengan seorang anggota jemaat itu, dan “berlangsung untuk jangka waktu yang lama” (“Disgraced Pastor Faces More Gay Sex Allegations,” AP, 24 Jan. 2009).

Tahun 2007, tuntutan pengadilan terhadap Oral Roberts, mengenai pemecatan yang tidak benar, diajukan oleh beberapa mantan dosen [di Oral Roberts University], yang mengklaim bahwa anak sang pendiri, yaitu RICHARD ROBERTS, dan istrinya LINDSAY menyalahgunakan dana sekolah dan terlibat penyalahgunaan lainnya. Menurut tuntutan tersebut, mereka menghabiskan ratusan ribu dolar untuk membiayai gaya hidup mereka yang mewah, termasuk untuk sebuah kandang kuda untuk anak-anak putri mereka, sebuah perjalanan senilai $29.400 ke Orlando dan kepulauan Bahama naik pesawat jet milik universitas untuk seorang putri mereka beserta teman-temannya, dan juga belanja $39.000 di sebuah toko pakaian untuk Lindsay (“Healing ORU,” Christianity Today, September 2008). Tuntutan tersebut menyatakan bahwa rumahnya Roberts telah diremodel sebanyak 11 kali dalam 14 tahun terakhir, bahwa Lindsay sering melewatkan malam hari di rumah tamu ORU (Oral Roberts University) dengan seorang laki-laki 16 tahun, dan bahwa dia sering mendapat tagihan telpon lebih dari $800 per bulan, dengan “ratusan pesan teks yang dikirim antara jam 1 pagi hingga jam 3 pagi, kepada lelaki-lelaki bawah umur yang telah diberikan fasilitas telepon dengan pembiayaan universitas” (“Oral Roberts University Faces the Blue Screen of Death,” http://shakespearessister.blogspot.com/2007/10/oral-roberts-university-faces-blue.html). Para mantan dosen tersebut dipecat karena mencoba untuk mengekspos “kegagalan-kegagalan moral dari pimpinan dan juga kejanggalan-kejanggalan finansial.” Pada tanggal 13 November 2007, dewan dosen ORU mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap Richard, dan dia mengundurkan diri dari posisi Presiden pada tanggal 23 November 2007. Lindsay adalah istri keduanya. Dia bercerai dengan Patti, istri pertamanya pada tahun 1979.

Pada Agustus 2007, televangelis (pengkhotbah TV) JUANITA BYNUM, menuduh suaminya, THOMAS WEEKS III, gembala dari Gereja Global Destiny di Atlanta, telah mendorong, memukuli, mencekik, dan menginjakkan dia ke tanah di halaman parkir sebuah hotel. Pasangan tersebut akhirnya bercerai (ini adalah pernikahan kedua bagi keduanya), dan pada November 2008, seorang deputi sherif mengantarkan kepada Weeks sebuah surat perintah pengusiran dari tanah gereja karena biaya sewa yang belum dibayar telah membengkak menjadi setengah juta dolar (“Prosperity Gospel on Skid Row,” Christianity Today, 15 Jan. 2009).

Pada tanggal 23 Agustus 2007, RANDY dan PAULA WHITE, keduanya gembala sidang dari WITHOUT WALLS INTERNATIONAL, sebuah gereja raksasa kharismatik dengan basis di Tampa, Florida, mengumumkan bahwa mereka akan bercerai setelah 17 tahun pernikahan. Randy mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab atas perpisahan ini, tetapi pasangan tersebut pada akhirnya mempersalahkan bahwa hidup mereka bergerak ke dua arah yang berbeda (“Interruption during Megapastors’ Divorce Announcement,” Tampa Tribune, 23 Agus. 2007). Ini bukanlah alasan yang Alkitabiah untuk cerai. Kristus hanya memberikan satu alasan yang sah, yaitu adanya perzinahan, namun kedua orang ini mengatakan “perpisahan ini tidak melibatkan pihak ketiga.” Jika mereka berdua bergerak ke arah yang berbeda, maka itu adalah dosa bagi mereka berdua. Allah menyatakan bahwa istri adalah penolong dari suami dan bahwa dia harusnya menjadi pengurus rumah tangga (1 Pet. 3:7). Randy telah menghabiskan berbulan-bulan pulang pergi ke Malibu, California, di mana dia memiliki rumah di tepi pantai. Paula, seorang pengkhotbah dan motivational speaker, membuat banyak perjalanan sebagai pembicara ke San Antonio, di mana dia baru-baru ini membeli sebuah rumah dan adalah “gembala pembimbing” dari Family Praise Center. Dia juga sering melakukan perjalanan ke New York City, di mana dia memiliki sebuah condominium di Trump Tower dan memimpin kebaktian bulanan di New Life by Design Empowerment Center. Ini adalah ketidaktaatan yang nyata terhadap Firman Allah, yang melarang dia untuk menjadi seorang pengkhotbah atau gembala (1 Tim. 2:12). Dan ini bukanlah perceraian pertama bagi kedua pengkhotbah kharismatik ini. Mereka memiliki empat orang anak dari pernikahan mereka masing-masing sebelumnya. Dalam realitanya, mereka sedang berdosa melawan Firman Allah sambil berpura-pura menjalani “masa percobaan” dan menjadikan diri korban dari situasi, dan sungguh menyedihkan, hal ini sangat biasa dalam kalangan kharismatik hari ini. Ketika Paula muncul dalam acaranya Carman di Trinity Broadcasting Network pada tanggal 12 dan 13 September 2007, dia disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Dia memberitahu orang ramai yang menonton, “Perkembangan-perkembangan yang terbesar yang dialami oleh para lelaki maupun wanita milik Allah…..adalah yang terjadi dalam kondisi sulit, yang sedang menghadapi lawan…..Anda bisa memantapkan diri dan menaruh tangan di alat bajak dan berkata, `Oke, Tuhan, saya tidak mengerti hal ini; saya bahkan tidak suka hal ini. Tetapi apakah yang mau Engkau katakan padaku? Saya tidak akan bergeser.’” Yusuf dan Ayub bisa saja mengatakan hal demikian dan dengan sederhana percaya pada Allah dalam situasi sulit yang tidak pantas untuk mereka, tetapi ketika anda menderita karena dosa dan pemberontakanmu sendiri terhadap Firman Tuhan, maka itu cerita lain lagi! “Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah” (1 Pet. 2:20). Sebuah artikel di Tampa Tribune, bulan Mei 2007, mengandung pernyataan oleh mantan staf Without Walls yang bersaksi bahwa kini pasangan White telah menggeser fokus mereka kepada uang dan popularitas. Mereka mengkhotbahkan pesan kemakmuran kharismatik dan hidup secara mewah. Rumah mereka di Tampa ditaksir senilai $2,22 juta dan condominium di New Yord senilai $3,5 juta. Pada bulan November 2008, Evangelical Christian Credit Union memulai prosedur penutupan, menuntut pembayaran $12 juta hutang atas properti-properti gereja.

Dalam bulan Agustus 2008, “Pencurahan di Lakeland” yang berlangsung empat bulan dan dipimpin oleh TODD BENTLEY berakhir dengan skandal. Ada yang menubuatkan bahwa kebaktian-kebaktian penyembuhan di Lakeland, Florida, tersebut adalah awal dari kebangkitan rohani secara nasional dan bahwa ada kota-kota yang seluruhnya akan “berhenti.” Faktanya, adalah Pencurahan Lakeland yang berhenti setelah Bentley mengumumkan dia sedang berpisah dengan istrinya (“Todd Bentley, Wife Separating,” Charisme, 12 Agus. 2008). Satu minggu kemudian, diumumkan lebih lanjut bahwa Bentley mundur dari posisinya sebagai pemimpin Fresh Fire Ministries, setelah organisasi tersebut mengungkapkan bahwa ia terlibat dalam “hubungan tidak sehat” dengan seorang staf wanita (“Bentley Stepping Down,” OneNewsNow, 19 Agus. 2008). Kebaktian-kebaktian Lakeland tersebut mulai tanggal 2 April 2008, di Gereja Ignite, dan terus berlangsung setiap malam di berbagai tempat untuk lebih dari tiga bulan, dengan Bentley terus menerus berpraktek dengan cara memukul dahi orang, menjorokkan mereka, melemparkan Roh Kudus, berteriak “Blah, blah, blah, blah,” sambil berseru “Ayo, datang terima lagi,” dan berjalan keliling seperti orang mabuk. Ia pernah menendang seorang wanita tua di muka, memukulkan kaki seorang wanita pincang ke mimbar, mendengkuli seseorang lain di perut, dan memukul seorang lelaki sedemikian kuat, sehingga giginya copot. Teman, Allah telah memberikan instruksi yang jelas dalam FirmanNya tentang penyembuhan, dan Yakobus pasal 5 tidak menggambarkan suatu “kebaktian penyembuhan” yang gila. Kita percaya ada penyembuhan ilahi hari ini, tetapi kita tidak percaya bahwa kuasa itu diberikan kepada individu. Kita juga tidak percaya akan para tukang mujizat Pantekosta.

Juga pada Agustus 2008, MICHAEL GUGLIELMUCCI dari Sidang Jemaat Allah di Australia, mengakui bahwa selama ini dia telah berbohong mengenai dirinya menderita kanker stadium lanjut. Selama dua tahun terakhir, Guglielmucci, seorang worship leader populer dan mantan gembala sidang, mengklaim menderita kanker stadium akhir. Ia bahkan merekam sebuah lagu berjudul “The Healer” yang menjadi hit besar dan masuk dalam album Hillsong yang terbaru. Selama dua tahun, dia bahkan menipu istrinya dan orang tuanya dan teman-teman terdekatnya sehingga semua berpikir bahwa ia menderita kanker. Ia mengirimi surat kepada istrinya dari dokter-dokter palsu, mencukur rambutnya, berjalan dengan tongkat, dan ke mana-mana membawa tabung oksigen. Dalam salah satu penampilan dia di gereja yang mendapatkan sepertiga hit di You Tube, ia bernyanyi dengan selang oksigen di hidungnya! Dia mengklaim bahwa Allah memberikan kepadanya lagu tersebut setelah dia tahu bahwa dia menderita “sejenis kanker yang agresif.” Guglielmucci kini mengklaim bahwa dia telah memalsukan kanker tersebut untuk menutupi kecanduannya sejak lama akan pornografi. Dia adalah mantan gembala dari salah satu gereja pemuda terbesar di Australia, yang disebut Planetshakers. Baru-baru ini dia adalah worship leader di Edge Church International, sebuah gereja Sidang Jemaat Allah yang digembalakan oleh ayahnya, Danny. Hillsong adalah pelayanan dari Gereja Hillsong di Sydney, gereja terbesar di Australia dan sangat menonjol dalam bidang contemporary worship. Brian Houston, yang menggembalakan gereja itu dengan istrinya, adalah pemimpin AOG di Australia (yang kini dinamakan ulang menjadi Australian Christian Churches).

This entry was posted in Kharismatik/Pantekosta and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

48 Responses to Skandal-Skandal Pantekosta

  1. Eremeeff says:

    graphe-ministry.org – da best. Keep it going!
    Thanks

  2. Lambok A. Sitorus says:

    Ini, GILAAA BENER…. (Sorry, kalo kasar yak. Hiperbole gitu. Habisnya keterlaluan bgt). Saya dah pernah baca ‘Behind the scene-The fake healers’ Honestly, I was shock! But, these facts, my gosh, so terrible n being worse adja! Planningnya sih mo saya announce to ev’ryone by email n di fotocopy gitu. Biar bnyk orang pada melek dan mrk gak lagi jadi ‘domba-domba yang dibawa ke pembantaian’ dgn sikap mrk yang polos but gak wise gitu oleh oknum2 di grj kharismatik.
    Thx 4 d info. GBU!

  3. Solomon Yo says:

    Shallom !

    Mengapa pekerjaan GBIA dlm teologianya mencari-cari kesalahan dlm gereja lain. seperti tidak ada pekerjaan, istilah ini seperti polisi dalam Kekristenan, tapi yang naifnya mengapa yang jelas-jelas gerakan penyesatan seperti Saksi Yahowa, The Satan Church, Children of God, New Age Mumevent, dan sebagainya tidak pernah ditimbulkan dalam tulisannya atau artikelnya. Ini sungguh keanehan! Apakah teologia kalian sudah menganggap dirinya benar???
    Kembalilah kepada prinsip Alkitab yang menonjolkan kasih untuk menjadi duta-dutanya Allah bagi keselamatan jiwa-jiwa.

    Kasihannya adalah begini; selalu mencari-cari kesalahan dalam diri orang lain yang padahal mereka yang dicari-cari sungguh-sungguh sudah menikmati hidup berkelimpahan dalam Kristus, trus mau bilang apa kita?
    Jangan menjadi hakim atas diri orang lain supaya jangan kamu dihakimi.

    Tuhan Yesus memberkati!

  4. Dr. Steven says:

    Dear Solomon,

    Terima kasih untuk feedback anda. Walaupun demikian, saya tidak dapat setuju dengan pernyataan-pernyataan anda. Ada beberapa hal yang salah dalam pemikiran banyak orang Kristen, termasuk anda:
    1. Graphe tidak “mencari-cari” kesalahan. Kesalahan itu tersebar di mana-mana dan berada dalam posisi mayoritas. Graphe tidak perlu mencarinya. Yang Graphe lakukan adalah menegur kesalahan itu, mengekspos-nya, dan mengajak pihak yang salah untuk beralih kepada kebenaran. Ini justru sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan. Silakan lihat 2 Timotius 4:2; 1 Timotius 5:20; Titus 1:13, dst.
    2. Konsep bahwa orang Kristen tidak boleh mendiskusikan benar salahnya sebuah doktrin, adalah konsep yang jauh dari Alkitab. Biasanya konsep ini diselubungkan dengan slogan “jangan menghakimi.” Tolong baca artikel yang saya tulis tentang “Menghakimi atau Tidak Menghakimi” (di website ini juga). Alkitab justru mengajak kita untuk menguji segala sesuatu (1 Tes. 5:21; Kis. 17:11).
    3. Banyak orang berpikir bahwa menyatakan kesalahan adalah tindakan kebencian. Tidak ada yang lebih jauh dari kebenaran. Graphe mengekspos kesalahan bukan karena benci, sebaliknya karena kasih. Banyak pihak yang mengajak untuk “menonjolkan kasih.” Tetapi, kepada orang yang salah, tindakan paling mengasihi adalah untuk berani berkata padanya: “Bung, engkau salah.” Lihat di Wahyu 3:19. Tidak ada gunanya jika kita mengelus-elus, dan menimbulkan kesan nyaman kepada mereka yang berada dalam kesalahan. Itu bukan kasih! Itu adalah ciuman yang membinasakan!
    4. Graphe tidak pernah berkata bahwa ia sempurna. Tidak ada yang sempurna selain Allah. Tetapi tentu Graphe percaya bahwa doktrinnya adalah doktrin yang Alkitabiah. Graphe terbuka untuk diskusi, dan kalau dapat ditunjukkan kesalahan doktrinal Graphe dari Alkitab, Graphe siap berubah. Sayangnya, banyak pihak tidak siap untuk komitmen seperti itu. Mereka tidak suka dikritik dan disoroti doktrinnya dari Alkitab.
    5. Gerakan-gerakan yang jelas salah, seperti Saksi Yehova, Children of God, New Age Movement, dll, memang perlu juga untuk ditanggulangi. Graphe ada membuat artikel-artikel tentang mereka juga, bukan sama sekali tidak. Tetapi Graphe juga tidak mau stop sampai di situ. Graphe tidak ingin kompromi. Bukan hanya kesalahan besar yang harus diekspos. Setiap kesalahan harus dinyatakan. Sudah banyak pihak yang menerbitkan materi untuk menjelaskan kesalahan bidat-bidat di atas. Graphe melihat masih terlalu sedikit, bahkan hampir tidak ada, materi yang mengupas kesalah theologi kharismatik, kalvinisme, new-evangelicalism, dll. Oleh karena itu, Graphe banyak menerbitkan tulisan mengenai hal-hal ini.
    6. Graphe tidak pernah melemah dalam hal mencari jiwa-jiwa yang hilang. Banyak orang mengenal Graphe hanya dari sisi apologetikanya saja. Graphe mendukung banyak sekali usaha penginjilan.

    Sebagai kesimpulan, saya mengajak anda untuk:
    1. Jangan kesal bila dinyatakan salah, tetapi justru hal itu menjadi pemicu untuk menyelidiki, apakah benar demikian. Saya tidak paksa anda untuk sampai kepada kesimpulan yang sama, tetapi mengajak anda untuk berpikir.
    2. Mari sama-sama menyelidiki Kitab Suci, untuk mencari kebenarannya.

    In Christ,

    Dr. Steven E. Liauw

  5. HC says:

    hallo Pak Liauw,
    Saya mengetahui situs Graphe sejak sekitar 2 tahun lalu, yaitu sejak saya mencari-cari tempat yang cocok untuk bergabung di Sekolah Teologi. Sekarang ini saya masih kuliah di pascasarjana di salah satu STT di Jakarta. Saya juga anggota jemaat di salah satu GSJA (PENTAKOSTA) di Jakarta.

    Apa yang anda kemukakan dalam tulisan anda, menurut saya tidak lebih dari kompilasi informasi yang disajikan secara sistematis, dimana informasi-informasi tersebut sebenarya dapat diperoleh dari berbagai sumber, dan sebagian besar adalah informasi yang telah diketahui oleh umum (terutama bagi siswa teologi).

    Jadi, menurut saya informasi ini bukan lagi sebagai isu yang perlu ditutup-tutupi. Malah sebaliknya, setiap warga gereja untuk lebih kritis dalam menilai.

    Di dalam perkuliahan, kami sering kali mendiskusikan hal-hal yang “tabu” untuk dibicarakan di gereja, dan tentu saja “tabu untuk dikonsumsi untuk warga gereja secara umum”, termasuk didalamnya mengenai “Failed Prophecy”, tetapi kami dapat berinteraksi secara dewasa dan mengembalikan semuanya kepada kajian-kajian teologis ilmiah.

    Dan pada saat inipun, saya sedang menyusun sebuah kompilasi bertema isu-isu akhir jaman dan kaitannya dengan keuntungan bisnis para “pedagang isu kiamat”.

    Setelah membaca kompilasi dari anda, kembali kita diingatkan akan sebuah pesan dari Yesus Kristus mengenai “serigala berbulu domba”.

    Saya berharap dengan adanya kajian-kajian yang kritis dapat membuka wawasan dari setiap warga gereja untuk lebih dewasa.

    many thanks, God Bless Us
    hc

  6. Yunus D. says:

    Salam kepada Jemaat GBIA,

    Terima kasih atas tulisan dan pemberitaannya. ada banyak tulisan dan pemberitaan melalui, buku, kaset, cd, radio dan buletin yang membuat iman orang percaya makin teguh bahkan bertumbuh. GBIA menyajikan hampir semua tulisan maupun pemberitaannya secara sistimatis. Terima kasih banyak, Tuhan menyertai GBIA.

  7. Feb'S says:

    Skandal gitu Mah Dah Jadi rahasia umum

  8. acun says:

    Pertama buat Pak Steven,salut saya dengan tulisan anda..supaya banyak jiwa yang bisa dimenangkan,
    tapi apakah lebih baik jika kita sebagai orang yang mengetahui ini semua jangan memplubikasikan tentang kekurangan suatu keyakinan,tetapi dengan lansung mengajarkan atau memberitahukan suatu kebenaran saja..karena semua itu tergantung diri mereka masing masing,karena tanggung jawab kita adalah hanya menyampaikan kebenaran bukan menjatuhkan..karena kebenaran itu tidak membutuhkan suatu hal negatif untuk menguatkannya.terima kasih.GBU

  9. lulu says:

    pendeta jg manusia..
    justru saya salut dari mereka ada yang berani mengakui & mempertanggung jawabkan kesalahannya. bayangkan berapa banyak orang yang kelihatan rohani tapi hatinya munafik, boro2 mau mengakui kelemahannya, wong tangannya nunjuk2 orang lain terus. penilaian kita akan seseorang belum tentu sama dengan penilaian Tuhan terhadap seseorang itu.. mudah2an kita semua tidak cuma men-judge, tapi mengambil pelajaran dari cerita2 ini & menjadi lebih baik.

  10. Dr. Steven says:

    Pertama, artikel ini bukanlah tulisan saya. Saya hanya menerjemahkannya.
    Kedua, orang percaya memiliki banyak tugas. Memberitakan kebenaran adalah tugas yang memang harus dilakukan. Tetapi terkandung juga di dalam tugas seorang hamba Tuhan urusan memperingatkan umatnya tentang suatu kesalahan. Tanpa memperingatkan tentang kesesatan, banyak orang bisa menjadi percaya dengan kebohongan. 2 Timotius 4:2 memerintahkan saya untuk menegur kesalahan. Dalam mengatakan kebenaran, pasti yang salah harus dinyatakan juga. Lihat contoh Tuhan Yesus dan Rasul-Rasul.

  11. Dr. Steven says:

    Benar, hamba Tuhan juga adalah manusia. Mereka bisa berbuat kesalahan.
    Tetapi, karena posisi mereka dan jabatan mereka, mereka harus memberi pertanggungjawaban atas kesalahan mereka.
    Kalau mereka sengaja menggunakan pelayanan untuk proyek mencari uang, mereka perlu diekspos.
    Kalau mereka mengajarkan doktrin yang tidak alkitabiah, mereka harus dikoreksi.
    Kalau mereka jatuh dalam dosa moral, mereka perlu mengaku, dan mereka terdiskualifikasi dari jabatan gembala sidang sesuai dengan 1 Timotius 3:1-7
    Penilaian manusia tentu tidak mungkin sama dengan penilaian Tuhan. Kita tidak tahu hati seseorang. Tetapi kita bisa melihat perbuatan mereka, dan kalau ada yang melanggar Firman Tuhan, maka kita perlu memberikan peringatan. Penilaian akhir ada di tahta pengadilan Kristus.
    Jika sudah berbuat salah, maka langkah awal adalah mengakuinya dan bertobat. Sayang sekali, banyak “hamba Tuhan” yang hanya mengaku ketika sudah terpojok di pengadilan, atau diekspos di media massa.
    Memang, ini semua menjadi pelajaran untuk kita semua.

  12. Kevin Marcellius A. says:

    Tulisan-tulisan kejatuhan para hamba Tuhan diatas adalah hal biasa, toh semua orang juga melakukan kesalahan dan pernah jatuh dalam dosa. Bedanya hamba-hamba Tuhan diatas punya pengaruh yang signifikan bagi banyak orang dalam komunitasnya. Karena kebetulan mereka semua kelihatannya beraliran Kharismatik, dan Graphe ini menyebut dirinya Alkitabiah serta memiliki doktrin yang boleh dibilang ada unsur “anti kharismatik” dalam pengertian tidak mempercayai otoritas yang diberikan Allah kepada manusia untuk menyembuhkan penyakit, mengusir setan, bahasa roh, dsb, maka dalam posisi ini tulisan diatas jelas tampak lebih bersifat menunjukkan kesalahan dalam pengertian yang negatif daripada yg positif yaitu untuk membangun.

    Bila ada segerombol penyesat dan kebetulan sang penyesat itu orang Graphe, tentu saya tidak boleh menuduh Graphe (secara keseluruhan) adalah penyesat. Demikian pula bila ada segerombol penyesat dari kalangan Kharismatik, tentu tidak boleh pukul rata semua Kharismatik adalah sesat. Ini baru bicara korelasi oknum dengan organisasi. Bila kita bicara soal doktrin, maka ingatlah bahwa dasar yang telah diletakkan yaitu Kristus adalah iman itu sendiri. Prinsip2 pengembangannya baik Graphe maupun Kharismatik tentu sama2 Alkitabiah, hanya sudut pandang dan penekanan skala prioritasnya yang berbeda. Bila Graphe dipakai Tuhan untuk mengabarkan Injil dan melayani dalam bidang pengajaran Alkitabiah, itu baik dan haleluya… namun Kharismatik yang dipakai Tuhan dalam bidang kesembuhan, pemulihan, berkat, dsb juga bagi kemuliaan nama Tuhan. Bila bicara soal “kepandaian” alias “ilmu rohani” secara umum jelas tampak bahwa aliran sejenis Graphe, Reform, dsb lebih handal dibandingkan dengan Kharismatik yg notabene lebih pragmatis karena mengutamakan aplikasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun apakah kita memang membangun tubuh Kristus untuk saling berperang? Tentu tidak. Kita dipanggil untuk melayani Kristus sesuai talenta dan tugas yang telah diamanatkan olehNya yang pada akhirnya segala pujian, hormat, dan kemuliaan akan kita kembalikan kepadaNya, soli deo gloria.

    Perlu dicatat bahwa Gerakan Kharismatik adalah bagian dari tubuh Kristus yang lain. Graphe boleh bilang bahwa doktrin Katolik sesat, itu kita setuju, Saksi Yehova sesat, itu juga kita setuju, Mormonisme, C.Science, New Age Movement, dsb sesat, itu kami juga setuju. Namun untuk menyatakan Kharismatik sesat, anda perlu berlutut dulu di kaki Tuhan Yesus dan mungkin memahami 100% (mutlak) Alkitab baru anda boleh menjatuhkan vonis tersebut.

    Lain waktu kita bisa diskusi soal kesembuhan, mujijat, urapan, dsb.

    Terimakasih telah membaca tulisan ini, doa saya kiranya pelayanan Bpk Suhento Liauw, Sdr Stephen Liauw dan seluruh komunitas Graphe diberkati dan disertai Tuhan senantiasa, dan semoga memenangkan banyak jiwa bagi Kristus, demi amanat agung dan kemulian Raja diatas sgala raja, TUHAN YESUS KRISTUS.

  13. Daniel Arianto, M.Th says:

    Pada dasarnya manusia tidak mau dikoreksi (tidak suka dikasih tahu kesalahannya), jika Allah yang mengoreksi melalui orang kristen yang mengasihi-Nya dan mengasihi kebenaran Allah, maka seharusnya anda bersyukur kepada mereka yang tulus hati ingin mengingatkan anda agar anda tidak tersesat di dalam ajaran nabi2 palsu zaman sekarang. Selama masih ada kesempatan marilah kita saling menasihati… Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas (1Tim 1:5)

  14. Kevin Marcellius says:

    Yth Dr Steven

    Kenapa komentar saya kok dihapus yaa?

  15. Dr. Steven says:

    Bukan dihapus Sdr. Kevin. Tetapi setiap comment perlu di-approve dulu, maklum, banyak sekali spam yang masuk sebagai comment.
    Satu dua minggu belakangan ini, karena alasan pribadi, saya jarang admin situs ini. Jadi, comment anda baru saja saya lihat dan saya approve.

  16. Dr. Steven says:

    Terima kasih untuk partisipasi komentarnya. Ada beberapa poin yang ingin saya luruskan:
    1. Mengapa anda berani mengatakan Saksi Yehovah sesat? Mengapa anda berani mengatakan bahwa Katolik sesat?
    Graphe berani mengatakan mereka sesat karena membandingkan pengajaran dan praktek mereka dengan Alkitab, dan menemukan bahwa doktrin mereka bertentangan dengan Alkitab.
    Kenapa standar yang sama tidak boleh diterapkan kepada Kharismatik?
    Apakah anda sudah paham Alkitab 100%, sehingga berani mengatakan Katolik sesat?
    Tidak ada manusia yang paham Alkitab 100%, tetapi tidak perlu paham Alkitab 100% untuk melihat bahwa suatu doktrin bertentangan dengan Firman Tuhan.
    Graphe menunjukkan di mana Kharismatik bertentangan dengan Alkitab, silakan lihat artikel-artikel kami yang berkaitan dengan hal ini.
    Seseorang tidak bisa mengambil sikap: semua gereja adalah tubuh Tuhan, semua gereja ok.
    Coba kita ambil satu isu: masalah apakah Tuhan terus menurunkan wahyu spesial hari ini, ataukah berhenti setelah Alkitab selesai ditulis.
    Kharismatik mengklaim hari ini Tuhan masih menurunkan wahyu spesial, sehingga nanti Si Joni bernubuat, si Tomi bernubuat, dll.
    Graphe percaya bahwa Tuhan menutup penurunan wahyu spesial ketika Ia selesai mengilhamkan kitab Wahyu (Wah. 22:21).
    Tentu tidak mungkin kedua posisi ini benar. Salah satunya benar dan salah satunya salah.
    Graphe tidak memaksa siapapun untuk percaya seperti kami. Kami hanya memaparkan bukti-bukti Alkitab, silakan selidiki, dan ambil keputusan sendiri.
    Masing-masing kita akan bertanggung jawab di hadapan Tuhan.

    2. Artikel ini (Skandal-skandal Pantekosta) memperlihatkan efek samping dari kesalahan Kharismatik yang membuka wahyu spesial hingga hari ini.
    Memang, oknum seringkali harus dibedakan dengan organisasi atau gerakan.
    Namun poin dari artikel ini adalah bahwa doktrin Kharismatik berhubungan kausal dengan efek-efek samping yang ditimbulkan itu.
    Jika Tuhan masih menurunkan wahyu khusus hari ini, lewat berbagai “pendeta,” jika seseorang hari ini datang kepada anda dan berkata: “Tuhan berfirman pada saya semalam, kamu harus kasih saya 100 juta,” apa yang akan anda lakukan?
    Mau minta bukti? “Pokoknya Tuhan bilang sama saya semalam, kamu meragukan Tuhan?”
    Lagi pula, dengan gaya seperti ini, jemaat akan sangat kagum dan patuh dengan orang yang “mendapat wahyu Tuhan” tersebut, dan sering tidak akan kritis.
    Pengalaman pribadi saya sudah banyak dalam hal ini. Baru-baru ini, seorang lelaki di gereja Kharismatik disuruh oleh “Tuhan” untuk menikahi seorang wanita.
    Lelaki itu ganteng, kaya, berpendidikan. Wanita itu, (maaf) jelek, miskin, dan tidak berpendidikan. Kuncinya adalah: “pendeta” yang mendapat “wahyu” dari Tuhan tersebut masih keluarga dari wanita tersebut. Sang lelaki yang sudah “buta” itu mau saja, yang tentunya menimbulkan kericuhan besar di pihak orang tua dan keluarga besar sang lelaki.
    Apakah ada bukti bahwa Tuhan berfirman demikian? Ataukah ini suatu “skandal” lainnya? Doktrin kharismatik membuat hal ini mungkin.
    Intinya: Doktrin kharismatik tentang berlanjutnya wahyu spesial, berlanjutnya karunia-karunia kerasulan, kepada individu-individu hari ini, telah memberikan kuasa yang besar sekali kepada individu-individu tersebut (yang tidak tidak alkitabiah), yang lalu sangat rentan disalahgunakan. Artikel ini mendokumentasikan penyalahgunaan-penyalahgunaan tersebut.

  17. Kevin Marcellius says:

    Yth Dr Steven & Sdr Daniel Arianto, Mth.

    Saya telah mempelajari dan mengamati dalam tempo yang cukup panjang, dimana aliran2 protestan konservatif seringkali “menginjili” aliran kharismatik dan lebih parahnya dengan memberi label “sesat”. Bila mau diperdebatkan, tetap saja akhirnya akan seperti Calvin vs Armenius yg “tiada akhir”.

    Tapi tahukah Bapak2 ini bahwa cukup banyak orang yang belum mengenal Kristus akhirnya bertobat oleh pelayanan kaum Kharismatik? (Jadi bukan hanya oleh penginjilan non-Kharismatik yg berhasil menarik jiwa kepada Kristus.)

    Bila saya mau kisahkan semua mujijat yang pernah saya & kerabat serta kawan2 saya alami, mungkin sudah bisa jadi banyak buku. Namun singkatnya akan saya uraikan disini sekedar untuk perenungan, apakah menurut anda Kharismatik memang sesat…

    Ini saya ambil sebuah kisah saja untuk direnungkan…(kalo mau kisah2 lain, saya bisa bawakan orangnya langsung di hadapan saudara, atau kesaksian di gereja saudara. Saya punya puluhan kenalan & saudara yg telah mengalami pemulihan & mujijat dlm hidupnya akibat pelayanan gereja kharismatik)…

    Rekan saya dari muslim, tidak pernah tahu siapa itu Yesus Kristus. Dari kecil hidupnya sangat menderita fisik dan mental. Memiliki gangguan alergi debu & dingin, shg setiap pagi ketika bangun tidur selalu bersin2 antara 15 sd 30 menit, dan itu terjadi selama belasan tahun, setiap hari, tidak pernah absen seharipun. Dia juga mengalami gangguan pencernaan (asam lambung / tukak lambung / maag) yg cukup serius. Dia juga mengalami migrain (sakit kepala sebelah) selama lebih dari 5 tahun, yg selalu kambuh minimal 3 kali dalam seminggu. Dia mengalami gangguan kelemahan otot dan tulang2, khususnya gangguan tulang punggung yg cukup serius diduga akibat kekurangan kalsium dlm jangka panjang. Rekan saya itu usianya baru 16,5 tahun, dan sudah putus sekolah krn faktor biaya. Pada usia menjelang 17 tahun, dia diajak kawannya ke gereja, berangkat dng kepala pusing akibat migrain, namun ketika minum perjamuan kudus, SEKETIKA pusingnya lenyap. Akhirnya dia mulai tertarik tiap minggu ke gereja. Dan setelah minggu ke 8, dia memutuskan ikut babtisan selam. Dan ketika dibabtis, jiwanya seperti terbakar, dia berteriak2 histeris (dan hanya dia satu2nya manusia yg mengalami manifestasi paling heboh diantara lebih dari 500 orang, padahal dia ga pernah tahu sebelumnya apa itu babtisan, apa itu manifestasi roh). Dan sejak saat itu SEMUA sakit-penyakitnya (yg saya sebutkan diatas) LENYAP, dan tidak pernah kambuh sekalipun, HINGGA detik ini. Sebelum dibabtis rekan saya itu ditengking2 dng kalimat “dalam nama Yesus, roh2 penyakit, keluar!”. Dan rekan saya itu setelah dibabtis(walau dulunya dari muslim) tapi kehidupan rohaninya saat ini melebihi kebanyakan orang Kristen. Setiap bangun pagi + menjelang tidurnya, dia sempatkan waktu masing-masing 1 jam untuk praise & worship. Setiap hari dia sisihkan waktu 1 jam lagi untuk berdoa syafaat. Kasih dan kerinduannya pada Tuhan Yesus menurut kacamata saya, sangat luarbiasa. Padahal dia belum genap menyelesaikan pembacaan kitab-kitab Musa. Dia belum pernah secara khusus membaca kitab Matius, Markus, dst, krn dia baca urut dari Kejadian. Kalo anda bertanya kepadanya apa isi Mazmur 23, tentu dia gelengkan kepala, karena mungkin belum pernah baca (beda dng kita yg sdh Kristen sudah hafal luar kepala). Dia sebelumnya tidak pernah kenal lagu rohani pujian, namun dalam tempo kurang dari 3 bulan semenjak pertama kali datang ke Gereja Kharismatik, dia sudah menghafal lebih dari 30 lagu pujian. Mulutnya senantiasa memuliakan Tuhan Yesus. Itulah yg seringkali saya dengar dari mulutnya, dikit2 Tuhan Yesus, dikit2 Tuhan Yesus Baik… sangat baik… katanya sambil meneteskan airmata…
    Gereja dimana dia kebaktian dan dibabtis adalah gereja yg cukup besar di Jakarta yg percaya pada kuasa dibalik Perjamuan Kudus dan Minyak Urapan.
    Perlu anda ketahui, gereja ini telah membabtiskan lebih dari 10 ribu non-Kristen dalam kurun waktu 8 tahun. Seluruh kesaksian mujijat jemaatnya disertai dng data2 medis.

    Menurut saudara sekalian, apakah pelayanan gereja Kharismatik seperti ini anda katakan sesat???
    Menurut saudara sekalian, apakah rekan saya dari muslim yg bertobat di gereja Kharismatik tersebut juga sesat???
    Sebelum saudara sekalian mengatakan sesat, saya sarankan saudara2 berlutut di kaki Tuhan dan menanyakan langsung kepadaNya.
    Sebab bila ada orang yang belum mengenal Kristus, lalu ditarik Tuhan ke gereja Kharismatik, lalu belajar berdoa “dalam Nama Yesus”, lalu ditengking segala kutuk dan roh2 dunianya, lalu dibabtiskan dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, lalu orang tersebut mengalami mujijat kesembuhan yg sempurna, memiliki hidup baru yg begitu indah dan begitu memuji & memuliakan Tuhan Yesus, dan anda katakan semua itu sesat… maka sudah saatnya untuk menutup Alkitab saudara… dan silahkan hujat Tuhan.

    Shalom.. & semoga dpt memberikan pencerahan.

  18. Dr. Steven says:

    Sdr. Kevin,

    Standar kebenaran bukanlah peristiwa-peristiwa ataupun “mujizat-mujizat” yang katanya terjadi. Standar kebenaran adalah Alkitab. Jika saya berani mengatakan bahwa aliran Kharismatik itu salah/sesat, itu adalah karena saya membandingkan apa yang kharismatik ajarkan dengan Alkitab.
    Saya dapatkan bahwa:
    1. Alkitab menutup wahyu dari Allah sejak kitab Wahyu selesai ditulis (Wahyu 22:18dst) dan dengan demikian tidak ada lagi nubuatan setelah Alkitab (wahyu yang sempurna) selesai, lihat 1 Korintus 13:8-10. Sebaliknya, Kharismatik penuh dengan orang-orang yang “bernubuat” kanan dan kiri, meruntuhkan otoritas Alkitab sebagai standar kebenaran tertinggi dan satu-satunya bagi orang Kristen. Ini adalah rencana Iblis, agar orang Kristen mulai mendengarkan “nubuat” di luar Alkitab, sehingga suatu hari Iblis bernubuat pun akan diterima. Herannya, begitu banyak orang kharismatik yang buta dibohongin oleh pemimpinnya yang bernubuat seenak “udel” mereka. Padahal nubuat-nubuat itu kebanyakan ngaco, seperti yang terbukti dari skandal-skandal dalam artikel ini.
    2. Alkitab menjelaskan bahwa karunia mengadakan mujizat dan kuasa menyembuhkan adalah ciri khas dari seorang Rasul (2 Korintus 12:12). Sebaliknya kelompok kharismatik mengumbar “kharisma” tersebut untuk siapa saja hari ini. Bahkan orang-orang seperti Oral Roberts datang dengan pengajaran palsu akan kesembuhan (lihat artikel tentang Oral Roberts). Saya percaya ada kesembuhan ilahi hari ini, tetapi Tuhan tidak memberikan kuasa menyembuhkan kepada orang lain selain Rasul. Dan Rasul sudah tidak ada hari ini.
    3. Alkitab menjelaskan bahwa bahasa lidah adalah kemampuan untuk berbicara dan mengerti suatu bahasa asing yang tadinya tidak dikuasai (Kisah Rasul 2), dan bahwa karunia ini harus diterjemahkan (1 Kor. 14), tidak boleh dipraktekkan bersama sekaligus, melainkan harus satu per satu, paling banyak 2-3 orang dalam satu kebaktian, tidak boleh dilakukan oleh wanita (1 Kor. 14), dan sudah berhenti setelah Alkitab selesai (1 Kor. 13:8-10) Sebaliknya, kelompok kharismatik melanggar semua yang ada dalam Alkitab. Mereka tidak berbahasa asing, melainkan kumur-kumur, secara beramai-ramai, satu gereja sekaligus, lelaki dan perempuan campur aduk.
    4. Masih banyak lagi pengajaran lainnya yang bertentangan dengan Alkitab.

    Jadi, menentukan kebenaran bukanlah dari “pengalaman,” atau “perasaan,” melainkan dari Alkitab! Inilah SOLA SCRIPTURA yang menjadi dasar kekristenan. Kalau berdasarkan “kesembuhan” atau “mujizat,” bisa kacau.
    Banyak sekali orang Budha yang berani bersaksi bahwa mereka disembuhkan oleh Budha. Anda mau bilang apa? Bahwa Budha juga benar?
    Banyak sekali orang Muslim yang berani bersaksi bahwa mereka disembuhkan oleh “Allah” mereka. Anda mau bilang apa? Bahwa Islam juga benar?

    Anda lihat? Mujizat dan pengalaman bukanlah standar kebenaran, apalagi bagi orang Kristen, melainkan Alkitab. Kalau anda merasa Kharismatik tidak sesat, tunjukkan dari Alkitab!

    Kebanyakan klaim mujizat di kalangan kharismatik adalah:
    1. Efek sugesti / hal-hal fisiologis yang memang bisa sembuh berdasarkan suatu “keyakinan”
    2. Kebohongan/skandal, sebagaimana dinyatakan dalam artikel ini.

    Selain itu, Iblis juga bisa melakukan mujizat! Baca 2 Tes. 2:4-11! Baca Matius 7:21-23!

    Semua ini menyatakan bahwa Mujizat bukanlah standar kebenaran! Tuhan sudah mewanti-wanti bahwa di akhir zaman akan banyak penyesat yang datang dengan tanda-tanda ajaib!

    Bagaimana dengan orang-orang yang “bertobat?” Ketika seseorang datang kepada Yesus mengharapkan hanya kesembuhan jasmani, iming-iming berkat materi, dll., ia tidak diselamatkan, tidak peduli berapa kali ia dibaptis ataupun keluar masuk gereja!

    Saya tidak katakan bahwa tidak ada orang yang bertobat di gereja-gereja kharismatik. Saya yakin ada! Tetapi itu tidak berarti kharismatik benar! Tuhan bisa bekerja melalui FirmanNya di mana-mana. Bisa saja ada orang yang diselamatkan ketika ia membaca Alkitab di sebuah night club. Ini bukan pembenaran bahwa night club itu ok.

  19. Kevin Marcellius says:

    Yth Dr Steven,

    Saya akan menanggapi komentar Bapak diatas nanti setelah waktu saya luang. Namun sebelumnya saya berharap Bapak mau menjawab dulu pertanyaan saya:

    Menurut Bapak, apakah kesaksian pertobatan & mujijat kesembuhan yg dialami kawan saya tersebut diatas adalah Karya Tuhan, atau Karya Setan?

    [perlu Bapak catat bahwa pertobatan dan mujijat kesembuhan itu terjadi melalui pelayanan Gereja Kharismatik]
    Dan analogi Bapak tentang seseorang bertobat di Night Club itu sangat jauh dari relevan, karena itu adalah peristiwa membenarkan tempat. Sedangkan pertobatan seseorang melalui pelayanan manusia atau gereja itu adalah peristiwa membenarkan peristiwa. Jadi menurut saya Bapak belum memahami kaidah logika dengan baik.

    Setelah jawaban Bapak atas pertanyaan saya ini, saya akan tanggapi seluruh argumentasi Bapak tentang Kharismatik dng dasar Alkitab yg memadai.

    Shaloom

  20. acun says:

    saya setuju banget nich..dengan pak steven ( baru kali ini )hehehe..

    Pak kevin,kalo untuk masalah sembuh or menyembuhkan saya tidak pernah tertarik apakah itu kuasa setan or kuasa Tuhan so gak ada dasar yang baik( karena di agama lain juga banyak yang bisa menyembuhkan ).
    karena dengan cara seperti itu kita semakin jauh akan menyadari kuasa tuhan ( nah coba bapak baca di roma ) yang mengatakan bahwa ikut Tuhan itu banyak tantangan dan problema ( bahasa asyik nya ).tapi kalo di kharismatik sepertinya apa apa mengampangkan saja..intinya tinggal doa pasti beres..
    so ini yang membuat kita dalam jangka waktu panjang akan menjadi seperti anak anak yang tinggal minta-minta ( tanpa memikirkan apakah yang diminta itu sesuai firman tuhan or tidak ).bapak boleh bersaksi dengan teman teman bapak yang mengalami penyembuhan..
    saya juga mau bersaksi..ketika mama saya sakit,tiap saat saya doakan agar cepat sembuh,tapi tetep saja meninggal..dan jawaban pendeta waktu itu ini semua sudah rencana nya ( bearti kalo berhasil mukjizat allah tapi kalau tidak berhasil jawabanya pasti sudah rencananya ) so dari sini saya cuma bisa melihat mentok di 2 jawaban saja..
    so bagi saya bukan karena penyembuhan or something like that tapi kepada firman tuhan saya harus taat ( kepada Alkitab )dan menjalani hidup ini berdasarkan fakta,ingat Alkitab hanya sebagai sebuah pedoman kehidupan bagi kita,bukan sesuatu yang mempresentasikan keaadaan hidup di dunia dengan kejadian di Alkitab.
    ingat yah pak jevin,ketika manusia sudah jatuh dalam dosa kita sudah tidak bisa berhubungan langsung dengan allah ( karena Allah itu KUdus )so give me the reason yang menjelaskan kita bisa berhubungan langsung dengan allah jika kita masih belum kudus.karena saya sangat yakin Percaya kepada yesus itu lebih mudah mengucapkan dari pada iman kepercayaan dari diri kita.

    Tks.semoga bisa jelas yah.

  21. Kevin Marcellius says:

    Shalom Pak Acun

    Diantara semua nabi yang pernah lahir ke dunia ini, tidak ada yang pernah melakukan MUKJIJAT KESEMBUHAN seperti yang telah TUHAN YESUS lakukan. Yang menjadi pertanyaan kita adalah… untuk apa TUHAN YESUS melakukan semua mujijat kesembuhan itu? Apa hanya sekedar mau pamer kuasa? Menurut saya, tentu tidak. Salah satu tujuan TUHAN YESUS melakukan mujijat tersebut adalah agar kemuliaan ALLAH dinyatakan di bumi ini. Masalahnya ternyata belum selesai. Para murid YESUS pun juga ikut-ikutan melakukan banyak mukjijat kesembuhan yg spektakuler. Apakah tujuannya cuma mau pamer? sok-sok jago gitu? Menurut saya, tentu saja tidak. Murid-murid YESUS dilengkapi TUHAN dng kuasa dan otoritas untuk melakukan mujijat tujuannya adalah untuk MENEGUHKAN pelayanannya, yaitu bahwa apa yg mereka lakukan berasal dari surga (dari TUHAN).

    Namun cara berpikir Dr Steven dan Pak Acun menurut saya sangat skeptis. Hanya karena setan / ajaran lain bisa melakukan sejenis “mujijat” kesembuhan, maka anda seolah tidak menganggap penting mujijat yg asli dari TUHAN. Apakah gara-gara beredar banyak uang palsu, lalu kita tidak menganggap berharga uang yg asli? Apakah karena agama lain punya keyakinan bahwa mereka punya jalan sendiri untuk mencapai surga, lalu iman kita kepada KRISTUS lalu jadi tidak ada artinya? Seolah2 anda berkata begini, “ah percuma anda bilang YESUS juruslamat dunia, agama2 lain juga punya jalan untuk selamat / pergi ke surga kok?”.

    Menolak mujijat, berarti menolak kasih karunia ALLAH dalam hidup kita. Biasanya orang yg anti mujijat, seringnya pernah mengalami “kegagalan” atau “kekecewaan” ketika mengharapkan mujijat dan itu tidak terjadi. Namun tetap perlu diingat, kegagalan manusia, penolakan manusia, tidak akan pernah dapat menghentikan karya TUHAN.

    Anda dan Dr Steven, atau bahkan bersama 90% manusia di seluruh dunia ini boleh tidak percaya mujijat, boleh menolak mujijat, namun fakta bahwa mujijat terus berlangsung, itu tidak dapat disangkal. Dengan Dr Steven menolak mujijat kesembuhan tidak akan membuat beliau lebih rohani / lebih dekat kepada TUHAN. Justru tidak mempercayai otoritas kuasa TUHAN dalam hidup manusia itulah yang menentang Firman Allah. Karena perintah TUHAN YESUS kepada kita dalam Matius 10:8 “Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”. Untuk apa TUHAN YESUS memerintahkan kepada murid2NYA (termasuk kita, karena kita juga muridNYA) bila mukjijat itu ternyata tidak ada atau omong kosong. Apakah Pak Acun berpikir bahwa TUHAN YESUS sedang membual ketika memberikan perintah agung tersebut?

    Jika seseorang (seperti Dr Steven) meyakini bahwa mukjijat sudah tidak ada hari ini, silakan saja, itu hak beliau. Namun dengan beliau menyatakan bahwa pelaku mukjijat dalam nama YESUS (kaum Kharismatik) itu sesat / penyesatan, rasanya beliau perlu berhati-hati dan perlu belajar Firman lagi. Kita boleh berbeda tingkat iman, namun kita tetap bersaudara di dalam KRISTUS, jadi hendaknya jangan saling menghakimi dengan kata sesat.

    Demikian Pak Acun, semoga dapat memberikan pencerahan. TUHAN YESUS memberkati anda dan keluarga.

  22. Devy Lydia says:

    Waduh saya kaget dengan pernyataan Dr. Steven yg mengatakan bahwa kharismatik itu sesat. Setahu saya ajaran kharismatik selalu berdasarkan kebenaran Firman Tuhan & tidak berlawanan atau menyimpang. Saya coba jawab dari apa yg telah Dr. Steven dapatkan.

    1. Firman Tuhan memang telah ditutup dengan kitab Wahyu tapi bukan berarti Tuhan telah berhenti bicara kepada manusia kan? Menurut saya, nubuatan itu adalah salah satu cara bagaimana Tuhan berbicara & menyampaikan sesuatu kepada kita. Memang nubuatan tersebut harus selalu diuji kebenarannya tapi kita pun juga tidak dapat mengatakan secara sembarang kalau nubuatan itu adalah suatu kebohongan.
    Bahkan 1 Kor 14:1 mengatakan “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” Bukankah ayat ini masih berlaku hingga saat ini meski Firman Tuhan telah ditutup oleh kitab Wahyu?

    2. Setahu saya tidak ada Firman Tuhan yg menyatakan kalau hanya rasul yg dapat mengadakan kesembuhan. Tuhan Yesus sudah mati & memberikan kuasa kemenangan (termasuk kuasa kesembuhan) kepada kita semua yg percaya padaNya. Saya percaya seorang anak kecil pun dapat memiliki kuasa kesembuhan ketika dia percaya & saya sudah melihat sendiri buktinya.

    3. Saya bingung kharismatik melanggar di mananya ya mengenai bahasa roh? Setahu saya Paulus pun membenarkan adanya bahasa roh & dia tidak melarang kita melakukannya. Malah dia mengatakan bahwa ketika kita berbahasa roh berarti kita sedang berkata-kata dengan Tuhan. Apa salah berkata-kata dengan Tuhan dalam roh? Saya rasa Anda salah tangkap mengenai 2 Kor 14 ini. Paulus mengijinkan kita berdoa dalam bahasa roh tapi dia juga mengingatkan kita untuk juga berdoa dalam bahasa akal budi kita. Dia menginginkan kita menjadi bijak dalam berbahasa roh. Paulus mengajarkan agar dalam pertemuan jemaat kita dapat berdoa dalam bahasa akal budi kita supaya jika ada jemaat yg belum mengerti mengenai bahasa roh (atau yg belum bertobat) tidak dibuat bingung karenanya. Mengenai perempuan harus berdiam diri (ayat 34) hal ini bukan ditujukan tidak boleh berbahasa roh tapi selama pertemuan jemaat perempuan tidak boleh banyak bicara & harus membiarkan para pria yg memegang peranan dalam pertemuan jemaat.

    Kharismatik tidak pernah menyatakan standar kebenarannya berasal dari mujizat atau pun pengalaman. Standar kebenaran kharismatik juga berdasarkan kepada kebenaran Firman Tuhan. Dan setahu saya kharismatik juga tidak pernah mengiming-imingi berkat, mujizat atau kesembuhan untuk pertobatan seseorang. Tapi memang itu semua yg telah Tuhan sediakan bagi orang2 yg menerima pertobatan & keselamatan dariNya.

    Yoh 10:10 mengatakan bahwa iblis datang untuk mencuri, membunuh & membinasakan tapi Kristus datang untuk memberi hidup dalam kelimpahan. Ketika hidup kita masih dalam kegelapan, kita sedang mati dalam kebinasaan & banyak hal yg telah dicuri dalam kehidupan kita. Namun, ketika kita hidup dalam terang Kristus, Tuhan memberikan hidup itu secara berkelimpahan kepada kita. Hidup ini berbicara mengenai keselamatan, pemulihan, kesembuhan, kemenangan, kekayaan, kehormatan & kebebasan yg sudah Tuhan sediakan bagi orang2 percaya. Bukankan itu semua sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan?

    Jika Anda mengatakan bahwa orang yg bertobat dalam gereja kharismatik tidak menjadikan bahwa kharismatik itu benar, berarti itu juga berlaku untuk gereja2 lainnya. Orang yg bertobat dalam gereja manapun juga tidak dapat menjadikan gereja itu menjadi benar. Karena bukan gereja yg membuat orang bertobat selain dari pada Tuhan.

  23. Dr. Steven says:

    Sdri. Devy, jangan terlalu cepat kaget dulu. Semakin banyak anda mengerti Firman Tuhan, semakin nyata nanti kesesatan kaum Kharismatik.

    1. Tuhan berbicara kepada manusia hari ini lewat Alkitab yang sudah selesai, bukan dengan nubuatan lepas lagi. Jika masih ada nubuatan hari ini, maka proses pewahyuan jalan terus, dan berarti Alkitab masih bisa ditambah, dan Alkitab bukanlah otoritas final. Ini berbahaya bagi dasar Kekristenan. 1 Kor. 14:1 tidak berlaku lagi untuk kita, sama seperti permintaan Paulus dalam 1 Tes. 5:25 untuk mendoakan dirinya, tidak berlaku lagi karena Paulus sudah meninggal. Surat 1 Korintus ditulis tahun 50an M. Waktu itu masih ada nubuatan, jadi orang percaya disuruh untuk mengejar nubuatan. Tetapi dalam 1 Kor. 13:8-10, jelas bahwa setelah Alkitab (benda yang sempurna) itu tiba, nubuat akan berhenti, maka 1 Kor. 14:1 tidak berlaku lagi.

    2. Setahu anda? Silakan baca lagi 2 Korintus 12:12.

    3. Sepertinya anda tidak membaca penjelasan saya sama sekali, dan asal komentar saja.
    Paulus mengajarkan:
    a. Bahasa lidah berakhir setelah Alkitab selesai (1 Kor. 13:8-10)
    b. Bahasa lidah tidak boleh dipergunakan bersama-sama, melainkan harus seorang demi seorang. Apakah gereja kharismatik tidak melanggar ini?
    c. Bahasa lidah paling banyak oleh 2-3 orang.
    d. Bahasa lidah harus selalu diterjemahkan, berarti bahasa lidah ada bahasa sejati (bukan kumur-kumur seperti yang banyak terjadi)
    e. Bahasa lidah di pertemuan jemaat tidaklah untuk perempuan.
    Masih bingung mengenai di mana kharismatik bertentangan dengan pengajaran Alkitab soal bahasa lidah?

  24. Dr. Steven says:

    Sdr. Kevin,

    Saya menunggu pembahasan Alkitab anda mengenai pengajaran kharismatik.

    Mengenai “mujizat” teman anda, mana bisa saya jawab??
    Saya bahkan tidak kenal teman anda, saya tidak lihat penyakit dia sebelumnya, saya tidak memeriksa dia secara medis, dan saya hanya tahu sekelumit dari cerita anda.
    Jadi, apakah itu mujizat? Apakah itu penipuan? Saya yang tidak tahu kasusnya tentu tidak tahu.

    Yang jelas, saya tidak bergantung kepada contoh-contoh kasus yang tidak jelas sebagai kebenaran. Kebenaran ada dalam Alkitab, dan Alkitab berkata bahwa Allah bisa menyembuhkan siapa saja dan dapat melakukan mujizat apa saja, termasuk menyembuhkan orang. Ini terus berlaku hingga zaman ini.
    Tetapi Alkitab juga mengatakan bahwa kuasa untuk melakukan mujizat, hanyalah milik Rasul (2 Korintus 12:12).

    Apakah Sdr. Kevin dapat membedakan antara “mujizat” dengan “kuasa melakukan mujizat”? Kalau tidak, saya anjurkan membaca buku “Bagaimana Membedakan Mujizat Allah dengan Mujizat Iblis” karangan Dr. Suhento Liauw

  25. Kevin Marcellius says:

    Dear Dr Steven,

    Ketika anda menuliskan huruf Dr di depan nama anda (entah itu Doktor atau Dokter), saya percaya bahwa anda tidak sedang menipu orang banyak.
    Ketika anda menyebutkan diri anda sebagai seorang hamba Tuhan (Pendeta) saya percaya anda tidak sedang melakukan penipuan.
    Walau saya tidak mengenal anda secara pribadi, dan tidak pernah menyaksikan anda kuliah di sekolah Thelogi, namun saya percaya bahwa anda adalah seorang sarjana Thelogi (Pdt) atau mungkin juga Master Theologi.
    Walau saya tidak mengenal anda secara pribadi, dan tidak pernah menyaksikan anda kuliah di Universitas tertentu, saya percaya bahwa anda adalah seorang sarjana / bahkan Doktor di bidang tertentu.
    Itulah yg saya sebut menilai tanpa mencurigai.
    Orang yg terlalu curiga sering dideteksi medis mengalami penyimpangan psikis kalo tidak mau dibilang psikopat.
    Saya tidak skeptis ketika menilai sesuatu, karena saya menarik kesimpulan dari “fakta” yg disampaikan, terlepas dari “fakta” tersebut memang sebuah fakta (kenyataan / kebenaran) atau ternyata itu cuma “fakta palsu” alias tipuan orang.
    Mengapa saya dan kebanyakan orang berpikir non-skeptis seperti ini? Karena kita manusia tidak akan pernah mengetahui yg sebenar-benarnya dan sedalam-dalamnya atau yg sesungguh-sungguhnya.
    Dengan metode skeptis yg anda terapkan ketika saya meminta anda menilai kisah teman saya tersebut tidak menunjukkan anda kritis, namun justru menunjukkan kedangkalan pemikiran anda. Mengapa saya bilang begitu? Karena anda sendiripun tidak tahu pasti apa, bagaimana, kapan diri anda / pikiran anda / hati anda mengerti / memahami sesuatu. Namun anda berusaha menunjukkan bahwa anda akan tahu tentang orang lain dengan pasti bila mengenalnya atau mendiagnosanya. Itu adalah bualan si kancil ketika memperdayai buaya.
    Dr Steven, anda terlalu banyak menggunakan presuposisi dalam pikiran anda, sehingga ketika anda mempelajari Alkitab anda tidak benar-benar terbuka untuk Kebenaran, melainkan justru menghindar dari Kebenaran.

    Bila seseorang saya mintai pendapatnya tentang sebuah kisah yg saya sampaikan kepadanya, tentu asumsi yg dipakai adalah “kisah tersebut benar”, ini terlepas dari fakta yg sebenarnya apakah kisah tersebut memang benar terjadi atau hanya dongeng. Saya tidak meminta anda untuk menguji apakah kisah tentang teman saya itu fakta atau dongeng, namun saya meminta anda untuk menilai, apakah kisah tersebut menggambarkan “Pekerjaan / Kuasa Tuhan” atau “Pekerjaan / Kuasa setan”. Dan ternyata anda tidak mampu menjawabnya. Lebih parahnya lagi anda memasukkan satu kata asing “penipuan” yg sama sekali tidak ada hubungannya dng kisah yg saya sampaikan. Memang ada orang-orang yg mengalami delusi hingga apa yg tidak nyata dianggap sbg fakta, tingkat kronisnya fakta dianggap semu. Bila pemikiran manusia sudah tidak dapat menganalis realita dng wajar mungkin ini bisa disebut Skizophrenia.

    Dr Steven, saya mengajak anda berdiksusi dng sehat dalam pengertian yg wajar. Kita tidak sedang adu filsafat sekuler disini, tapi sedang membahas topik yg mulia, tentang kebenaran Firman Allah dan penerapannya dalam kehidupan orang percaya, khususnya soal faham Kharismatik. Bila anda ingin berdiskusi atau berdebat soal psikologi atau filsafat, saya siap melayani anda, bahkan kita bisa bikin seminar terbuka. Namun tolong agar dlm diskusi di rumah / blog anda ini anda tidak sedang melakukan “penipuan” dng membodohi orang-orang yg sedang belajar tentang kebenaran Firman Allah. Saya tahu anda seorang yg berpendidikan tinggi dan pandai, namun perlu anda ingat bahwa kepandaian anda tidaklah menjamin anda bebas dari salah. Anda bisa salah tafsir, salah mengerti, salah memahami, dsb dsb. Mengatakan orang lain salah tidak membuat anda menjadi benar. Mengatakan orang lain sesat tidak membuat anda menjadi tidak sesat. Mengatakan orang lain bodoh, tidak membuat anda menjadi pintar.

    Dr Steven yth… ini saya mencoba menulis dng gaya sok tahu, silakan disimak…
    Darimana anda tahu bahwa Paulus itu Rasul? Padahal anda tidak pernah kenal langsung dng dia, dan tidak pernah mendiagnosa kehidupannya secara terperinci. Tentu anda jawab dari Alkitab, dan Alkitab itu sendiri adalah kebenaran.
    Darimana anda tahu bahwa pusing dan demam hanyalah sebuah symptom dan bukan penyakitnya itu sendiri? Tentu anda jawab dari buku-buku medis. Darimana anda tahu bahwa buku-buku medis & para ahli medis yg menulis di buku itu menyatakan kebenaran? Tentu anda akan bilang bahwa mereka telah melakukan penelitian sesuai kaidah metode ilmiah.
    Darimana anda bisa yakin bahwa metode ilmiah itu bisa dipercaya kebenarannya? Padahal Alkitab tidak pernah menyebutkannya? Mungkin anda akan jawab, sekalipun tidak disebutkan oleh Alkitab bahwa metode ilmiah itu benar / boleh dipercaya, namun Alkitab tidak pernah melarang hal tersebut. Bila anda berpikir dng cara ini, maka anda sedang mengalami kesesatan logika yg disebut Argumentum ad Ignoratiam.
    Mengapa saya menulis ini? Karena saya sedang menunjukkan kepada anda, bahwa telah terjadi kekacauan pemahaman Theologi dalam doktrin yg anda yakini yg berasal dari kekacauan logika anda sendiri.
    Anda menulis, “kuasa untuk melakukan mujijat hanyalah milik Rasul” dng mengutip 2 Kor 12:12
    Mari saya tunjukkan dimana kesalahannya…

    2 Kor 12:12
    Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.

    Disitu tertulis bahwa ciri-ciri / bukti bahwa Paulus disebut Rasul adalah : pelayanannya diteguhkan dng tanda-tanda, mujizat-mujizat, dan kuasa-kuasa. Tidak tertulis, yg tidak melakukan mujijat berarti bukan rasul, atau selain rasul tidak dapat melakukan mujizat.
    Mari saya beri contoh yg lebih sederhana…
    Bukti / ciri-ciri seorang Doktor adalah:
    1) Memiliki sertifikat dr Universitas tertentu.
    2) Memiliki tesis+disertasi yg sdh diuji.
    3) Memiliki toga.
    Apakah itu berarti yg memiliki toga pasti harus seorang doktor? Penjahitpun bisa memiliki toga.
    Bukti / ciri-ciri seekor Kambing adalah:
    1) Bernafas, Makan, Minum, Berkembang Biak
    2) Berbulu, Berkaki Empat, Bermata Dua
    Apakah itu berarti setiap binatang yg berbulu, berkaki empat, dan bermata dua pastilah seekor kambing?

    Jadi Dr Steven perlu mengkaji dulu apakah ciri-ciri seorang rasul. Menurut saya ciri-ciri Rasul adalah:
    1) Dia dipilih / diutus oleh Allah untuk mengemban misi tertentu.
    2) Dia menyampaikan Kebenaran Allah / Firman kepada orang lain.
    3) Pelayanannya diteguhkan dng tanda-tanda heran / mujizat.
    Jadi mujizat atau tanda-tanda heran hanyalah salah satu ciri / tanda seorang Rasul. Bila anda tidak berpikir seperti ini, maka nantinya anda bisa menyebut David Copperfield atau Harry Houdini sebagai seorang Rasul.

    Jadi, bukan karena seseorang melakukan mujizat dari Tuhan lalu dia disebut Rasul, melainkan karena dia Rasul, maka Tuhan meneguhkan pelayanannya dng mujizat. Sehingga kesimpulannya: tidak hanya rasul yg dapat melakukan mujizat, dan tidak setiap orang yg melakukan mujizat bisa dikategorikan sebagai rasul.
    Kekeliruan memahami hal ini bisa menyebabkan anda mengalami kesesatan logika yg disebut Petitio Principii.

    Saya anjurkan Dr Steven membaca Markus 16:17 agar lebih paham bahwa orang-orang percaya akan dibekali dng tanda-tanda diantaranya adalah menyembuhkan orang sakit. Ayat itu tidak hanya ditujukan kepada para Rasul, sebab andapun menyebut diri anda orang percaya, sekalipun mungkin anda tidak disebut rasul.

    Saya juga anjurkan Dr Steven membaca Yoh 14:12 agar Dr Steven bisa memahami pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yg dilakukan oleh Tuhan Yesus, krn sejauh ini kita tahu bahwa para Rasul pun belum melakukan pekerjaan yg lebih besar daripada yg pernah dilakukan oleh Tuhan Yesus.

    Alkitab itu adalah Kebenaran, saya setuju 100%, ya dan amin. Justru karena itulah saya percaya bahwa otoritas melakukan mujijat tidak hanya selesai kepada para Rasul saja. Ketika anda berkhotbah dan membuat sebuah ilustrasi atau mengambil contoh dari sebuah kasus nyata untuk memperjelas substansi khotbah anda, orang tidak bisa bilang bahwa anda sesat hanya gara-gara apa yg anda sampaikan tidak “sepenuhnya” isi Alkitab. Anda akan bilang bahwa anda menjelaskan maksud dari ayat tertentu. Bila saya menggunakan bahasa hukum, maka ada yg disebut hukum tertinggi yaitu UU (Undang-Undang), selanjutnya lagi Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, dst dst… semua itu disebut Juklak (Petunjuk Pelaksanaan), artinya kekuatan hukum tertinggi ada di UU, namun akan sulit menerapkan UU tanpa yg disebut Juklak, krn UU hanya berisi substansi dasar yg walaupun secara holistik mencakup semua, namun tidak bisa menjelaskan semua secara terperinci. Selama peraturan / keputusan / petunjuk pelaksanaan dng nama apapun dibawah UU tidak bertentangan dng UU, maka hal itu tidak boleh dinyatakan melanggar UU. Bila ternyata ada hal-hal signifikan yg ternyata belum tercakup di UU, maka biasanya dibuatkan amandemen atas UU, tanpa merubah total UU, krn merubah total hanya akan “menjatuhkan” kekuatan hukum sebuah UU.
    Bila kita bicara Alkitab, maka Alkitab adalah UU yg sempurna. Alkitab tidak perlu amandemen. Namun orang bisa membuat peraturan / ketentuan di bawah Alkitab yg sering digembar-gemborkan orang sebagai Dogma / Doktrin. Setiap doktrin memiliki acuannya sendiri, sama seperti sebuah keputusan Menteri memiliki maksud dan tujuannya sendiri. Tidak boleh membenturkan Peraturan yg satu dng Peraturan yg lain, krn masing-masing memiliki maksud dan tujuannya sendiri. Doktrin Kharismatik mempercayai bahwa otoritas kesembuhan diberikan kepada setiap orang percaya, dan untuk meng-aktifkan kuasa tersebut diperlukan apa yg disebut Iman.
    Tuhan memilih para Rasul dlm misi khusus yg sangat mulia di awal era kenaikanNya, shg dng demikian terciptalah Alkitab yg kita pegang sekarang. Kita mengabarkan Injil berbasis pada Alkitab dan tidak boleh keluar dari benchmark Alkitab. Mujizat kesembuhan tidak hanya terjadi 2000 tahun lalu, namun juga masih terjadi hingga saat ini. Pekerjaan Tuhan tidak terhenti 2000 tahun lalu, namun masih terjadi hingga saat ini. Tuhan tidak hanya memakai para Rasul 2000 tahun lalu, namun juga memakai banyak orang percaya hingga saat ini. Bila Tuhan mau memakai seseorang untuk melakukan mujizatNya, dng hak apakah kita bisa melarangNya? Anda mungkin menggunakan ayat 2 Kor 12:12 tadi, tapi pemahaman anda tentang ayat tadi sangat keliru. Bila pelayanan Dr Steven di bidang pengajaran, silakan lanjutkan pengajaran anda itu agar dapat menguatkan yg lemah, menghibur yg susah, dan menarik jiwa-jiwa baru datang kepada Tuhan Yesus. Anda dan saya hanyalah anggota tubuh Kristus, yg hanya sepotong kecil dari tubuh Kristus yg begitu besar dan mulia. Jadi bila anda dan saya ini sebut saja anggota di bagian kaki Kristus, maka kita tidak dapat menilai tangan secara sempurna, krn talenta, panggilan, dan pengetahuan kita dicukupkan Tuhan dalam misi kita. Adalah sebuah kesombongan dan omong kosong besar bila seseorang dapat berkata memahami Alkitab sepenuhnya termasuk memahami semua hakekat pekerjaan Allah di dunia.

    Ketika Tuhan Yesus hidup secara fisik di bumi ini 2000 tahun lalu, pelayananNya pun banyak dikecam oleh para ahli Taurat & orang Farisi sebagai sesat dan menghujat Allah. Namun pada akhirnya terbukti justru Tuhan Yesus itulah Kebenaran. Apakah para ahli Taurat & orang Farisi itu orang2 bodoh? Tentu saja tidak. Mereka justru cerdik cendekia dan memahami Septuaginta setidaknya Taurat Musa dan kitab para Nabi lebih daripada kebanyakan orang Yahudi. Mereka menganggap bahwa Allah itu esa dalam arti mutlak (monotheisme), shg mrk kebakaran jenggot dan marah besar ketika mendengar pernyataan Kristus tentang diriNya yg mrk anggap menyamakan diri dng Allah. Tauhid yg mrk pegang benar2 tauhid yg sejati sesuai pengertian yg dijabarkan oleh Kitab Musa dan para Nabi, shg Kebenaran sejati yg belakangan digenapkan oleh Tuhan mrk tolak krn tidak sesuai dng doktrin yg mereka yakini.
    Jadi bila seseorang mencari kebenaran dng kepandaiannya, bisa jadi Tuhan akan mempermalukan dia melalui orang2 bodoh. Karena pengetahuan manusia terbatas, maka kita mencari Kebenaran Sejati hanya dengan keterbukaan dan kerendahan hati, belajar dng hati-hati, dan tidak sembrono memberi stigma sesat kepada doktrin Tubuh Kristus yg lain.
    Sayapun bisa berkata kepada orang percaya yg non Kharismatik sebagai saudara yg lemah iman, krn hanya percaya sebatas pengetahuan, namun tidak menikmati sepenuhnya kasih karunia Allah dalam hidupnya dimana Tuhan telah mengaruniakan kesehatan (kesembuhan), umur panjang, kemakmuran, dan kesejahteraan. Kami kaum Kharismatik mencintai Tuhan Yesus dng sepenuh hati, segenap akal budi, dan segenap jiwa kami. Kami siap hidup dan mati bagi Kristus, apapun yg terjadi. Kami percaya bahwa Tuhan memberikan segala yg terbaik dalam kehidupan kami. Kami tidak berkata bahwa sakit itu salah, namun kami berkata bahwa Tuhan telah menyediakan kesembuhan bagi yang sakit, pemulihan bagi yg menderita, dan berkat bagi miskin. Semua pemberian Allah itu akan mendatangkan pujian, hormat, dan penyembahan bagi Raja sgala raja, Tuhan Yesus Kristus, yg daripadaNya semua berasal dan kepadaNya semua akan kembali.

    Alkitab adalah Kebenaran, Parameter, Acuan, Koridor, dan Panduan kita dalam menjalani kehidupan kekristenan. Di dalamnya terdapat
    kisah, contoh kasus, perintah, larangan, petunjuk, dan nasehat. Jangan mencuri, itu adalah larangan. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, itu adalah perintah. Pergaulan yg buruk merusakkan kebiasaan yg baik, itu adalah petunjuk. Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama…, itu adalah nasehat. Daud berzinah lalu bertobat, itu adalah contoh kasus. Penciptaan langit dan bumi, itu adalah kisah.
    Berdoa itu adalah nasehat dan perintah.
    Mengabarkan Injil (amanat agung) itu adalah perintah.
    Mengharapkan kesembuhan dari Tuhan, itu adalah perintah. Tuhan ingin kita sehat, dan Tuhan lebih bahagia bila kita sehat. Kenapa? Karena Dia adalah Bapa kita. Tidak ada ayah di dunia ini yg mengharapkan anaknya sakit. Kalaupun ada, itu tentu seorang ayah yg tidak normal atau sakit jiwa. Orangtua selalu menginginkan yg terbaik bagi anak-anaknya. Orangtua yg notabene manusia yg masih jatuh bangun dlm dosa saja tahu memeberikan yg terbaik bagi anaknya, apalagi Bapa kita yg Maha Baik? Tidak ada alasan bagi Allah untuk memberikan sakit penyakit bagi orang percaya untuk tujuan apapun, krn Dia (Tuhan Yesus) telah mati diatas kayu salib bukan hanya untuk menebus dosa kita, namun juga membebaskan kita dari penderitaan dunia ini. Dan itu hanya kita bisa dapatkan melalui kasih karunia Allah dan iman kita kepadaNya. Mustahil Tuhan memberikan sesuatu (penyakit) kepada orang percaya, sedangkan Dia mati juga (termasuk) untuk menebus itu. Silakan baca Yesaya 53. Menolak kesembuhan Ilahi / mujizat melalui otoritas orang percaya hanyalah dalih yg dibuat oleh orang-orang yg “tidak mampu” atau kecewa terhadap fenomena tersebut, selain didasarkan oleh rasa iri hati karena tidak mengecap / menikmati kasih karunia itu.
    Ketika kaum anti-kharismatik mengatakan sesat kepada orang kharismatik yg mengalami mujizat kesembuhan, orang kharismatik yg mungkin bodoh itu cuma berkata, “Ngga tau lah, yg aku tau dulunya aku sakit kanker stadium 4, lalu didoakan, dan Tuhan menyembuhkanku”. Silakan baca Yohanes 9, disitu ada kisah skeptis orang2 Farisi yg tidak percaya mujizat sekalipun sudah melihat bukti nyata orang buta sejak lahir dicelikkan matanya. Orang2 Farisi Skeptis itu tidak hanya ada 2000 tahun yg lalu, namun juga masih banyak ada hingga saat ini. Mereka itulah yg dng berbagai dalih menentang kasih karunia Allah dlm hal mujizat dng menggunakan berbagai filsafat kosong. Memutarbalikkan fakta dng ayat2 yg ditafsirkan secara gegabah dan semaunya sendiri, namun kisah inti dan faktanya mereka tolak dng bengis.

    Tuhan Yesus menginginkan kita saling mengasihi, oleh krn itu Dia tidak hanya bicara atau memberi perintah, namun juga memberi contoh melalui pengorbananNya disalib. Tuhan Yesus menginginkan kita hidup benar dan kudus, oleh krn itu Dia tidak hanya bicara atau memberi perintah, namun juga memberi contoh di sepanjang hidupNya. Tuhan Yesus menginginkan kita menerima kesembuhan dan pemulihan, oleh krn itu Dia tidak hanya bicara atau memberi perintah, namun juga memberi contoh melalui berbagai mujizat yg Dia lakukan di sepanjang pelayananNya. Itu adalah fakta yg tidak bisa dipungkiri.
    Segala nasehat, perintah, larangan, dan petunjuk Alkitab berlaku bukan hanya 2000 tahun yg lalu, namun juga berlaku hingga saat ini. Yg membuat mujizat / otoritas karunia kesembuhan hanya berlaku setelah Alkitab selesai ditulis adalah metode Hermeneutik yg ngawur dr sekelompok orang.

    Dr Steven, anda berkata bahwa anda tidak bergantung kepada contoh2 kasus yg tidak jelas sbg kebenaran. Masalahnya bukan kepada anda mempercayai fakta atau bukan fakta, namun anda tidak mempercayai fakta, shg menyimpulkannya sebagai bukan fakta. Itu mirip seperti kisah orang Farisi di Yohanes 9. Anda berangkat dari presuposisi bahwa Kharismatik sesat, Mujizat kesembuhan melalui otoritas manusia hanya berlaku pada para rasul, bahasa roh sudah berhenti, dsb.
    Ijinkan saya mengutip kisah Lasarus yg dipangkuan Abraham. Ketika orang kaya yg berada di api menyala itu meminta agar Abraham memerintahkan Lazarus agar kembali ke dunia agar bisa memperingatkan ayahnya dan 5 saudaranya yg masih belum bertobat. Lalu Abraham berkata : Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.
    Jika Dr Steven tidak mempercayai apa yg jelas tertulis di Alkitab tentang mujizat kesembuhan yg diberikan Tuhan kepada orang percaya, dan dimana begitu banyak orang sakit yg datang pada Yesus dan disembuhkanNya tanpa ada satupun yg ditolakNya, maka hanya Jamahan Tuhan saja yg bisa membuat Dr Steven percaya, itupun kalo Dr Steven mau membuka hati bagi jamahan Tuhan.

    Demikian ulasan, saya, nanti setelah masa2 sibuk saya berakhir, saya akan coba uraikan dasar mujizat kesembuhan yg diyakini Kharismatik dng dasar firman yg memadai. Soal saran Dr Steven agar saya membaca buku Dr Suhento, nanti kapan2 coba akan saya beli dan baca bukunya, walau saya sudah bisa menebak seperti apa isinya. (ini bukan sombong, tapi justru membuka diri terhadap doktrin anda)

    Tuhan Yesus memberkati pelayanan anda dan keluarga.

  26. Dr. Steven says:

    Sdr. Kevin,

    Saya juga sedang sangat sibuk. Tetapi baiklah, karena anda mau terus berdiskusi, saya akan ladeni.

    Akan sangat baik jika anda bisa membaca buku Dr. Suhento Liauw dulu: Bagaimana membedakan mujiza Allah dan mujizat Iblis.

    Banyak orang Kharismatik salah paham dengan posisi saya dan posisi GBIA Graphe. Mereka pikir kami tidak percaya mujizat. Ini adalah sebuah kesalahan mendasar yang ditarik karena tidak mengerti keseluruhan pengajaran kami.

    Kami adalah kaum Baptis Fundamental, dan kami sangat percaya mujizat. Kalau orang Liberal tidak percaya Yunus bisa ditelah ikan paus, kami orang Fundamental bilang: “Jangankan ikan paus, jika Alkitab mengatakan bahwa Yunus ditelan ikan teri pun, kami akan percaya.” Ini karena dasar kami adalah Alkitab. Segala yang dikatakan Alkitab, kami akan percaya.

    Jadi, jelas sekali ada mujizat. Dan hari ini pun ada mujizat. Ada mujizat kesembuhan, dan berbagai jenis mujizat lain. Sekali lagi, ini akan jelas jika anda membaca buku tersebut.

    Tetapi, ada perbedaan antara “mujizat” dengan “kuasa melakukan mujizat.” Jika teman saya sakit keras, dan saya berdoa untuk dia, bisa saja Tuhan menyembuhkannya melalui suatu mujizat. Saya sangat percaya ini bisa terjadi. Tentunya, tidak harus terjadi, itu tergantung kehendak Tuhan. Tetapi katakanlah Tuhan menyembuhkan teman saya secara ajaib setelah saya berdoa baginya. Apakah ini berarti saya punya “kuasa melakukan mujizat”? Sama sekali tidak! Saya tidak punya hak untuk lalu bikin “KKR Penyembuhan,” dengan iklan: lihat orang yang saya doakan sembuh, silakan datang, hadirilah, banjirilah…saya adalah hamba Tuhan yang diurapi dengan kuasa penyembuhan! Itu adalah suatu kesalahan. Sama sekali tidak ada dalam Alkitab amanat bagi kita untuk menyembuhkan orang, atau melakukan KKR Penyembuhan, dll.

    MUJIZAT ADA HARI INI, TETAPI KUASA MELAKUKAN MUJIZAT TIDAK DIBERIKAN KEPADA PERORANGAN

    Kuasa melakukan mujizat pernah diberikan kepada Rasul, oleh karena itulah bayangannya Petrus dan saputangan Paulus dapat menyembuhkan orang. Tetapi, itu adalah milik Rasul. Anda gagal sama sekali untuk mengerti 2 Korintus 12:12.

    Anda bandingkan dengan kambing:
    1. Kambing berkaki empat, berbulu, dll.. Lalu apakah semua yang berkaki empat itu kambing?

    Ini analogi yang salah. Karena berkaki empat adalah CIRI kambing, tetapi bukanlah BUKTI ia kambing!

    Dalam 2 Korintus 12:12, Paulus berkata bahwa kuasa melakukan mujizat adalah BUKTI bahwa ia Rasul. Jika berbicara mengenai BUKTI, maka kita berbicara mengenai sesuatu yang cukup khas, sehingga dapat menjadi BUKTI! Sekali lagi, “BUKTI” adalah sesuatu yang khas, barulah bisa membuktikan!

    Kalau Presiden SBY menyamar menjadi rakyat biasa, lalu suatu hari dia ingin membuktikan dirinya sebenarnya adalah Presiden RI, apakah yang dapat ia sodorkan sebagai bukti? Apakah ia akan menyodorkan sesuatu yang juga umum dilakukan oleh orang lain? Mungkinkah SBY berkata: bahwa saya makan nasi (salah satu ciri manusia Indonesia), maka itu membuktikan saya Presiden? Tentu tidak! Apakah ia akan berkata, “Karena saya pakai jas, itu bukti saya Presiden”? Tentu tidak! Itu semua dilakukan juga oleh orang lain (non-Presiden), jadi BUKTI haruslah sesuatu yang membedakan dia dengan non-Presiden (misal naik mobil RI-1).

    Ingat dalam 2 Korintus, konteksnya adalah ada banyak orang yang meragukan: PAULUS itu RASUL bukan sih?? Mungkinkah Paulus, untuk pembelaannya, justru menyodorkan sesuatu yang lazim dilakukan oleh orang Kristen.

    “Ehm, ehm…orang-orang Korintus, kalian ragu saya Rasul…ok ini buktinya: Saya punya kuasa untuk melakukan mujizat…”
    Kalau misalnya Kuasa melakukan mujizat itu lazim dimiliki oleh non-Rasul, maka BUKTI MACAM APA INI? Ini bukan bukti sama sekali! Toh, non-Rasul juga bisa kok…

    Tidak, saya tidak yakin Paulus memiliki logika serendah itu…Dan saya yakin, Sdr. Kevin pun bisa melihat, bahwa tidak mungkin Paulus berargumen seperti itu.
    Jadi, 2 Korintus 12:12 membuktikan bahwa KUASA melakukan mujizat memang eksklusif adalah hak rasul.

    Pertanyaannya: Kenapa? Kenapa cuma Rasul?
    Karena posisi dan tugas mereka yang khas: mereka harus menuliskan Alkitab dan mereka adalah saksi mata kebangkitan Kristus. Untuk sepanjang zaman, Alkitab akan menjadi standar orang Kristen. Sangatlah penting agar orang-orang tahu bahwa Alkitab dapat dipercaya. Oleh karena itu, orang-orang yang menuliskan Alkitab, Tuhan berikan kuasa melakukan mujizat ini, agar tidak ada yang ragu bahwa yang mereka tulis itu ilahi.

    Sebelum ada Alkitab, Rasul adalah standar kebenaran. Oleh karena itu mereka harus dijunjung, dan dibedakan dengan orang-orang lain. Setelah Alkitab selesai, maka tidak ada lagi Individu yang menjadi Standar Kebenaran, melainkan Alkitab. Oleh karena itu JABATAN RASUL juga tidak diperpanjang oleh Tuhan. Dan bersama dengan itu, tidak perlu juga ada lagi KUASA untuk melakukan mujizat. Jangan salah kapra! Mujizat masih ada! Kapan dan di mana Tuhan berkehendak, Ia dapat melakukan mujizat, tetapi Ia tidak memberikan kuasa melakukan mujizat itu kepada perseorangan lagi…itu adalah untuk Rasul di zaman mereka.

    Mengenai Markus 16, konteksnya memang sedang berbicara kepada Rasul, coba baca lagi dengan teliti.

    Mengenai sikap skeptis saya terhadap berbagai klaim “mujizat,” itu adalah hal yang justru patut dilakukan, mengingat:
    1. Betapa Tuhan mewanti-wanti bahwa Iblis akan banyak melakukan mujizat (2 Tes. 2:9; Mat. 7:22).
    2. Banyaknya klaim mujizat yang palsu (lihat skandal-skandal di artikel ini).

    Anda bukan satu-satunya yang punya cerita tentang mujizat. Saya pernah tanya anda, dan anda belum jawab: Kalau ada orang Budha bersaksi bahwa dia disembuhkan secara ajaib oleh Budha, anda akan bilang apa? Bahwa Budha benar?

    Beberapa tahun lalu, teman saya cerita true story tentang seorang hamba Tuhan di Manado yang istrinya sakit kanker. Suatu hari, ada seorang hamba Tuhan “penyembuh” yang datang ke kota mereka. Istrinya didoakan, ditumpangi tangan, diurapi, dan dinyatakan sembuh! Mujizat terjadi! Wah, mereka senang sekali. Dengan penuh iman, mereka bersaksi, bahkan di radio lokal mereka umumkan bahwa mujizat telah mereka alami. Apa yang terjadi? Tidak lama kemudian istrinya mati karena kanker tersebut. Memuliakan nama Tuhan? Mempermalukan nama Tuhan!

    Jangan salah: Saya percaya mujizat! Saya yakin Tuhan bisa dan dapat, dan memang ada melakukan mujizat zaman ini! Tetapi dari Alkitab saya tahu bahwa tidak ada Kuasa melakukan mujizat pada perorangan, dan saya juga tidak akan secara naif percaya kepada setiap laporan “mujizat” yang ada. Dan saya tidak akan memaksa Tuhan melakukan mujizat, itu adalah hak prerogatif Tuhan! Saya juga tidak mengajarkan bahwa setiap kesakitan orang Kristen pasti Tuhan sembuhkan di zaman ini.

  27. The Truth says:

    graphe-ministry dan GBIA…

    Maju terus..,setidaknya dengan informasi yg sedikit sekali ini,Umat akhirnya tahu dan mengerti,sehingga mereka pun tdk terlalu cepat cepat percaya dgn apa yg dilakukan oleh nabi nabi palsu di akhir jaman ini.

  28. Jehonathan says:

    wahhh……wahhhh…..
    sungguh panjang komentarnya …..
    tapi yang mau saya tanya dari artikel itu, kenapa yang dikomentar ituu adalah gembalanya??
    saya akui memang banyak sekali pendeta yang jatuh dalam dosa, ataupun pendeta ituu palsu …

    itu memang ada,, tpi skg yang terpenting itu bukan pendetanya, tapi yang kita yakini adalahh kepercayaannya ….

    apakah anda berani mengatakan dari pendeta-pendeta protestan, tidak ada sama sekali yang berbuat sperti pendeta yang Anda sebut tadi di atas??
    tidak ada yang pernah menipu uang?? tidak ada yang pernah mencari pelacur?? dan lain-lain….

    kemudian untuk masalah kesembuhan itu, coba baca 1Kor 12….
    ada karunia untuk MENYEMBUHKAN ….
    jadi mmg ada orang yang diberikan TUHAN karunia kesembuhan, dan ini jelas2 tertulis di alkitab, bukan lagi mengarang ….

    tetapi juga tidak dipungkiri, zaman skrg byk nabi palsu, yang mengakui dia pendeta, dan menyembuhkan, dan ituu tidak dari TUHAN….
    itu memang ada ….

    coba baca di 1 Kor 12:7,,
    “kepada tiap orang”….

    kemudian untuk bahasa roh…
    di kisah 2 itu tidak tertulis itu bahasa roh, tetapi bahasa lain….
    banyak sekali pendeta atau hamba TUHAN yang mengartikan itu sama dengan bahasa roh….
    tetapi beda…
    disitu, misalnya orang tidak bisa menguasai bahasa jawa, jadi bisa….
    dan ini memang ada, dan pernah terjadi di gereja saya, dimana ada orang jawa yang bisa mengerti dan berkata bahasa chinese….
    tidak mengarang !!!

    dan bahasa roh yang kita gunakan adalah 1Kor 14:2..
    siapa berkata bahasa roh, ia tidak berkata kepada manusia, tetapi kepada ALLAH, dan oleh roh, ia mengucapkan hal2 yang rahasia ….

    jadi kalau orang berbicara bahasa jawa atau apa itu berbicara kpd manusia atau TUHAN??
    apakah itu bersifat rahasia lagi???
    TIDAKK !!!

    jadi saya sangat tidak setuju dengan pendapat Dr. Steven Tong (hehe) yang mengatakan itu kumur2 ….

  29. Dr. Steven says:

    Jehonathan,

    Anda di sini mengatakan bahwa “pendeta”nya tidak penting. Tetapi banyak comment anda justru membela habis-habisan Benny Hinn.
    Memang, tiap aliran bisa saja ada “oknum”nya. Nah, kalau Benny Hinn memang “oknum,” mari diekspos.
    Standar kebenaran tentu berlaku untuk semua orang, tidak melihat aliran mana dia.

    Kalau gembala sidang saya bercerai, saya juga akan meminta dia turun dari jabatan gembala sidang, karena melanggar syarat di 1 Tim. 3.
    Apalagi Benny Hinn, yang memang juga pengajarannya tidak Alkitabiah :)

    Karunia menyembuhkan memang pernah Tuhan berikan, tidak ada yang menyangkal hal tersebut. 1 Korintus 12 sudah diketahui sejak dahulu. Tetapi 2 Kor. 12:12 juga mengatakan bahwa karunia itu diberikan khusus kepada Rasul dan bahkan menjadi “bukti” kerasulan.

    Mengenai “bahasa roh,” sepertinya anda menjadi korban kesalahan penerjemahan oleh LAI.
    Tidak ada sebenarnya istilah “bahasa roh” dalam Alkitab.

    Di dalam Alkitab dipakai dua kata, yaitu laleo dan glossa. Laleo artinya berbicara, glossa artinya lidah. Makanya dalam bahasa Inggris, mayoritas versi menerjemahkannya “tongues.”
    Tidak ada kata “spirit” atau “pneuma” dalam bahasa aslinya. Oleh karena itu, istilah “bahasa roh” sungguh mengacaukan.

    Nah, coba cek lagi, dalam bahasa aslinya, ternyata dalam Kisah Para Rasul 2, dipakai dua istilah yang sama, yaitu laleo dan glossa. Dalam 1 Kor. 14 juga dua istilah yang sama ini, yaitu: laleo dan glossa.

    Kalau ada jemaat Korintus yang tiba-tiba bicara “Jawa” jelas dia hanya bicara dengan Allah, karena tidak ada satu orang pun di sana yang bisa bahasa Jawa.
    Coba saja kalau ada yang ajak anda bicara Rusia, toh yang dia bicarakan itu rahasia bagi anda.

    “Bahasa roh” yang banyak beredar di gereja-gereja hari ini memang tidak jauh dari “kumur-kumur.” Jelas sekali itu bukan dari Tuhan, karena melanggar hampir semua prinsip dalam 1 Korintus 14:
    1. Harus diterjemahkan
    2. Paling banyak 2-3 orang dalam pertemuan jemaat yang berbicara dalam bahasa lidah
    3. Bahasa lidah harus satu per satu
    4. Wanita dilarang untuk berbahasa lidah

    Saya ingin tanya, adakah gereja Pantekosta/Kharismatik hari ini yang menaati aturan Paulus dalam 1 Korintus 14 ini?

    Bukti lain lagi bahwa itu hanya “kumur-kumur” adalah betapa mudahnya ia dipalsukan atau ditiru. Saya bisa langsung menirukan “bahasa roh” kumur-kumur itu dalam sebuah “kebaktian” dan tidak ada seorang pun yang akan bisa tahu itu “asli” atau tidak. Karunia Allah bukanlah sesuatu yang mudah ditiru seperti itu.

    Ini bahkan belum menyinggung masalah bahasa lidah memang sudah berhenti Tuhan berikan sejak Alkitab selesai. Pembahasannya bisa panjang deh…1 Korintus 13:8-10.

  30. Jehonathan says:

    iyahhhh…..iyahhh…..
    i know …..
    jadi bahaya sekali dong yaa alkitab versi bahasa indonesia, yang menyesatkan orang……
    dalam pandangan kami bahasa roh = bahasa lidah…
    kenapa kita sering menggunakan istilah bahasa roh, karena sesuai alkitab….
    “dan oleh ROH, ia mengucapkan hal2 yang rahasia”

    dan saya mau tanya, di Kis 2 ituu, orang2 disana ngerti tidak???
    ngerti kan????
    Kis 2:7-8 …..
    jadi apakah itu masi rahasia????

    memang saya akui,penggunaan bahasa roh itu ada dua…
    asli dan palsu …
    ada orang yang hanya untuk bergaya, ia pura2 meniru bahasa roh ituuu…
    tetapi meskipun dia meniru, tiruan dia tidak akan mencapai kesempurnaan seperti orang yang menerima bahasa roh itu….
    pada saat orang itu berbahasa roh, akan ada perbedaan, lidahnya terasa beda dengan orang yang meniru …..coba baca 1Kor 14:23-25…
    mungkin bisa lagi mengambil kesimpulan…
    dan dari maslah mengenai bahasa roh yang Bapak tampilkan, no 1, ada masalah apa dengan penerjemah??
    ada juga karunia untuk menafsirkan bahasa roh ituu…. dan memang ada, tidak hanya tercatat…
    jadi aneh dimana??
    kemudian mengenai no 2, 3, 4, itu mungkin karena penafsiran kita akan ayat itu berbeda…jadi kita ngomong sampai kapanpun, tidak akan menemui titik terang karena dasar kita akan itu udah beda.. demikian juga dengan 1Kor 13:8-10….

    dan Bapak Dr. Steven tadi mengatakan karunia ALLAH bukanlah sesuatu yang mudah untuk ditiru, tetapi pada kenyataannya tidak…
    iblis sering sekali meniru cara2 TUHAN ..
    contoh kesembuhan , iblis bisa menyembuhkan …..
    karunia bernubuat, iblis bisa mempergunakan seseorang untuk bernubuat palsu …..

    kemudian mengenai pendeta2….
    saya tidak membela habis2an Benny Hinn….
    saya hanya mengambil yang positif dari cara pelayanannya…
    coba Anda baca buku karangannya Selamat Pagi, Roh Kudus!
    disitu sangat bagus dalam memulihkan hubungan kita dgn ALLAH ….

    Anda tadi juga mengatakan setiap aliran ada “oknum”nya, tetapi kenapa anda tidak menuliskan artikel tentang kesalahan2 yang dilakukan pendeta protestan? karena Anda tidak ingin menjelekkan kepercayaan Anda, meski tau ada kesalahan…
    tetapi Anda menggunakan kesalahan yang sama untuk terus menjelekkan aliran Pentakosta….
    jadi jangan menggunakan nama para pendeta(yang mungkin hanya nabi palsu) untuk menjelek2kan aliran tertentu ….

  31. Alki says:

    Saya pernah menjadi melayani di GPDI, GPI, GKPB, dan GBI. Saya juga perna ngalamin yang namanya bahasa roh “ala kharismatik”. Namun syukur kepada Tuhan setelah saya mengert kebenaran Alkitab secara komprehensif, maka sejak saat itu saya baru tahu bahwa pantekosta dan kharismatik bukan gerakan alkitabiah.

  32. regina elsa says:

    Saya berfikir semua orang disini pintar, tapi satu hal yg saya tidak mengerti salah satu pihak mengganggap ajaranya paling benar, sedangkan scr jelas menuduh ajaran pantekosta sesat.Ini menunjukan keegoisan mereka yg merasa ajarannya paling benar,mereka memblow up keburukan pantekosta (ini menunjukan adanya kepahitan), padahal itu bukan kesalahan ajaran, tapi kesalahan manusianya.Bagaimana dengan pemimpin2 dlm aliranmu apakah tidak ada seorangpun yg berbuat cela di hadapan Tuhan?.Hal inilah yg membuat umat kristen td bisa bersatu. Tuhan Yesus tidak pernah menciptakan agama/ aliran agama, hal ini cuma hasil fikiran manusia belaka.Sebenarnya suatu ajaran sesat atau tidak dapat dilihat dari buahnya,cont:kasih.Tuhan Yesus berkata bagaimana kamu dapat mengasihi Aku, jika kamu sendiri tidak bisa mengasihi sesamamu(apalagi saudara seiman).Dari situ kita bisa menilai dari buah yg pertama saja mereka tidak memilikinya, mereka menggangap ajaran lain sesat.Seharusnya mereka saling mendukung dalam pelayanan, karena mereka satu tubuh Kristus.

  33. Dr. Steven says:

    Ajaran Pantekosta memang tidak Alkitabiah. Contoh sederhana saja, mengenai bahasa lidah.
    Dalam Alkitab, bahasa lidah adalah kemampuan berbicara bahasa lain yang didapat secara supranatural, yang tidak boleh dipergunakan di gereja tanpa adanya penerjemahan, tidak boleh secara ramai-ramai (satu per satu), paling banyak dua tiga orang, dan tidak boleh oleh wanita.
    Di Pantekosta, bahasa roh bukanlah bahasa melainkan kumur-kumur (mirip mantra), tanpa penerjemahan, dilakukan beramai-ramai, satu gereja sekaligus, dan dilakukan juga oleh wanita.

    Mengenai nubuat, Alkitab adalah wahyu Allah yang sudah komplit, dan pewahyuan sudah selesai. Pantekosta melanjutkan nubuat-nubuat itu, dan itulah yang menyebabkan munculnya penyalahgunaan yang diekspos dalam “Skandal-skandal” ini.

    Mengasihi sesama termasuk memberitahu mereka jika mereka salah. Saya cukup mengasihi anda, sehingga saya tidak mau diam saja melihat anda tersesat, melainkan mau menegur anda, walaupun dengan resiko dibenci dan dianggap membenci. Bagaimanakah saya harus mendukung sesuatu yang sesat dan menyakiti hati Tuhan?

  34. Otniel L says:

    Waduh saya membaca jadi sedih kok malah hantam hantaman satu dengan yg lain, dengan saling klaim paling benar….semoga kita sebagai a.nakNya Kristus bisa menjadi kesaksian dengan “GAYA HIDUP ALLAH”…sekarang semua pada menonjolkan Gaya kebaktian, dsb…Lupa Bahwa kita harus Menghidupi GAYA HIDUP ALLAH…GAYA HIDUP KERAJAAN.

  35. andreas says:

    pak saya dibaptis di gbi kharismatik. banyak doktrin alkitab yang saya dapat dari buku terbitan graphe yg beda dng yg saya dapat selama ini. hanya masalah perpuluhan yg sama. buku perpuluhan terbitan graphe saya tdk setuju,karena sejak pencurahan ROH KUDUS di hari pentakosta rasul2 tdk memberi perintah kepada gereja untuk bayar perpuluhan.

  36. cakka says:

    Sdri. regina elsa

    dalam artikel ini secara objektif saya tidak melihat adanya tuduhan yang Dr. Steven lakukan kepada suatu aliran tertentu dengan tujuan menghakimi. namun Dr. Steven menyatakan apa yang salah menurut alkitab. jika anda kaji di dalam alkitab kata “tegoran ” digunakan untuk menyatakan kesalahan dan ada 10 kata “tegor” digunakan dalam perjanjian baru.

    lalu salahkan tegoran dalam hal ini jika dalam sudut pandang alkitab ? tentunya tidak bila itu memang berdasar pada alkitab sendiri, ingat hal menghakimi (Matius 7:1-2) adalah sebuah tindakan subjektif. namun dalam hal ini Dr. Steven mengemukan bukan dalam hal subjektif namun alkitabiah.

    jika kita mengasihi saudara kita yang berbuat salah, kita mau menegurnya agar tidak mengulangi nya kembali. lalu bagaimana dengan banyak sekali saudara seiman kita yang melakukan kesalahan ? bukankah dengan menegor agar mereka tidak melakukan kesalahan lagi, kita mengasihi mereka. bila kita mengasihi mereka, kita ingin mereka hidup dengan Firman Tuhan yang benar bukan ?

    GBU

  37. vincent lim says:

    saya adalah org yg netral dgn aliran apa pun di agama nasrani. pertanyaan saya adalah apakah semua tokoh pantekosta itu demikian? jangan kita memojokkan kalangan pantekosta dan krismatik karena cacat moral yg dimiliki oleh beberapa pemimpin2 mereka. apalagi alasan sebenarnya kita mengekspos hal ini sbb kita sakit hati sbb anggota2 kita telah berpindah ke kalangan pantekosta dan karismatik. coba instropeksi diri mengapa kita mengalami kerugian2 tersebut. org luar yg tidak percata kepada Tuhan Yesus akan bertepuk tangan kalo mereka melihat kita sebagai orang percaya saling gontok2an.

  38. Dr. Steven says:

    Alasan hal ini diekspos tidak ada hubungannya dengan perpindahan anggota jemaat.
    Skandal ada di banyak gereja, tetapi pengalaman menunjukkan bahwa lebih banyak di gereja aliran Pentakosta/Kharismatik.
    Mengapa? Karena theologi mereka yang tetap mempertahankan karunia-karunia “rasuli” yang sebenarnya sudah Tuhan hentikan.
    Jadi, pemimpin-pemimpin mereka sangat dikultus-individukan yang membuat penyalahgunaan sangat mudah terjadi.

  39. kristen says:

    pendeta yang nyusul dari indonesia, siapa ya kira2??

  40. Eleazar says:

    Yth. Dr. Steven

    Pak, saya membutuhkan balasan cepat dari bapak untuk mendapatkan bahan yang serupa dengan topik ini. Dengan maksud supaya saya bisa melanjutkan penulisan skripsi saya. Mohon bantuannya ya pak…
    Saya sangat berterimakasih.
    Akan menjadi lebih mudah jika bapak bisa memberikan email kepada saya untuk saya hubungi lebih lanjut…
    Terima kasih…

    Tuhan memberkati.

  41. Dr. Steven says:

    Silakan coba cek di situs seperti wayoflife.org

  42. Aprianus says:

    Hehehe perdbatan tentang iman kristiani gk pernh usai,,, setua sejarah kekristenan di muka bumi ini…tapi aku sendiri org awam teologia yg aku tau perdebatan itu ada krn manusa sangat terbatas, pengetahuannya tdk sempurna meskipun ada yg merasa lebih tau dari yang lainnya tapi aku sendri lebih memilih jadi orang oikumenes bahwa gereja adalah esa dengan segala kekurangan dan kelebihan masig-masing. Bersatulah gereja TUHAN.

  43. Dr. Steven says:

    Bersatu dalam kebenaran memang adalah hal yang baik.
    Tetapi bersatu tanpa mempedulikan yang mana yang benar dan yang mana yang salah, akan berujung kepada kesesatan.

  44. Jhon natanael Siallagan says:

    KALAU KITA MAU MELIHAT ALKITAB DARI SISI KESALAHAN DAN dosa dan KEKURANGAN PARA PENULIS DAN PARATOKOH ALKITAB MAKA KITA HARUS MENGOYAKAN ALKITAB DAN MENGATAKAN ALKITAB SESAT,demikian halnya kalau kita memandang dosa dan kesalahan para hamba Tuhan dan orang-orang percaya maka kita harus menjauhi mereka semua dan mengatakan mereka sesat.MARI KITA SEMUA MENGAKUI DIHADAPAN ALLAH BAHWA KITA SEMUA SUDAH SESAT(Rm3:9-18) DAN BERSYUKUR ATAS KASIH KARUNIA ALLAH YANG TELAH MENYELAMATKAN KITA(RM3:23-24).

  45. Graceroom says:

    renungkanlah firman berikut ini, jadilah pelaku firman dan berbuah dalam kasih Kristus. Semua perdebatan tidak diperlukan, ingatlah selalu firman berikut ini

    Mat 22:37-39
    37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
    38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
    39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

    1 kor 13
    1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
    2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
    3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
    4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
    5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
    6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
    7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
    8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

    GBU
    Semoga Kasih Kristus mengisi hati kita untuk semakin mengasihi orang lain.

  46. Dr. Steven says:

    Amin, salah satu bentuk kasih terbesar kepada orang lain adalah memberitahukan kepadanya kalau dia tersesat.
    Walaupun ada resiko orang itu akan membenci kita.

  47. sandakarua says:

    Dear Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, semua yang ada disini :)
    kalau makan darah (darah hewan dicampur makanan), apakah itu boleh sebenarnya atau tidak, terimakasih banyak sebelumnya

    Syalom

  48. johannes Ondang says:

    Salam Damai bagi semuanya,,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *