Cina Menutupi Gereja-Gereja Rumah yang Besar

(Berita Mingguan GITS 26 Desember 2009, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Fast-Growing Christian Churches Crushed,” Fox News, 10 Des. 2009): “Delapan lantai berhadapan dengan ladang-ladang gandum, Gereja Golden Lamp (di Linfen) dibangun untuk menampung 50000 orang di jantung wilayah Cina yang menghasilkan batu bara. Namun itu adalah sebelum September yang lalu ini, saat ratusan polisi dan preman-preman yang dibayar menyerbu gereja-mega tersebut, menghancurkan pintu-pintu dan jendela-jendela, menyita Alkitab-Alkitab dan mengakibatkan lusinan orang masuk rumah sakit dengan luka-luka serius, demikian kata anggota-anggota dan aktivis-aktivis gereja tersebut. Hari ini, kedua gembala sidang gereja tersebut ada dalam penjara. Gerbang menuju kompleks gereja tersebut, yang ada di propinsi Shanxi di utara, terkunci dan sebuah kendaraan lapis baja milik polisi berjaga di luarnya. Penutupan gereja-mega pertama di Cina adalah tanda yang paling jelas bahwa pemerintah komunis tersebut bertekad untuk menghalangi pertumbuhan cepat kekristenan, dengan berbagai tindakan kekerasan di bulan-bulan terakhir ini yang menurut para pemimpin gereja di sana paling kejam dalam banyak tahun belakangan…Gereja-gereja rumah telah ada puluhan tahun, tetapi pertumbuhan mereka semakin cepat dalam beberapa puluh tahun terakhir, menghasilkan jemaat-jemaat yang semakin besar dan semakin dapat terlihat dibandingkan dengan kelompok-kelompok kecil sahabat dan tetangga yang biasanya kebaktian di rumah-rumah pribadi, yang menjadi nama gerakan tersebut (gereja rumah). Perluasan dan pertumbuhan mereka telah membuat para pemimpin Cina tidak tenang, mereka yang selalu curiga dengan grup sosial manapun yang independen dari kontrol mereka yang dapat menantang otoritas komunis…..Minimal dua gereja besar lainnya telah baru-baru ini menghadapi kekerasan yang sama. Di Beijing di bulan Oktober, otoritas pemerintah melarang anggota-anggota gereja rumah Shouwang untuk berkumpul di sebuah lokasi yang mereka telah sewa sebelumnya. Di Shanghai, jemaat Wangbang menghadapi pelarangan yang serupa. Kedua jemaat tersebut telah bertumbuh menjadi lebih dari 1000 anggota.”

This entry was posted in Penganiayaan / Persecution and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *