Malaikat Tidak Bisa Terbang, Kata Ilmuwan

(Berita Mingguan GITS 02 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Roger Wotton, seorang profesor di Universitas College London, mengatakan bahwa malaikat-malaikat yang digambarkan di berbagai karya seni rohani, tidak dapat terbang. “Hanya dengan melihat sekilas saja bukti-bukti dalam karya-karya seni tersebut memperlihatkan bahwa malaikat-malaikat dan para kerubim tidak dapat tinggal landas dan tidak dapat terbang” (“Angels Can’t Fly,” London Telegraph, 22 Des. 2009). Pada kenyataannya, Wotton memang benar, tetapi hanyalah karena karya-karya seni “rohani” sudah terkenal sama sekali tidak cocok dengan Kitab Suci. Yesus yang dalam Alkitab sama sekali tidak seperti lelaki kebancian berambut panjang yang sering dipampang di berbagai “karya seni rohani,” sehingga sama sekali tidak mengejutkan jika berbagai lukisan malaikat juga salah. Minmal ada tiga jenis malaikat digambarkan dalam Alkitab, dan hanya dua yang memiliki sayap. Mereka adalah serafim (Yesaya 5:2) dan kerubim (Keluaran 25:20; Yehezkiel 10:5). Dalam penampilan, serafim dan kerubim sama sekali tidak seperti manusia. Di sisi lain, malaikat-malaikat yang menampakkan diri kepada manusia dan membawa pesan dari Allah digambarkan mirip manusia dalam penampilan mereka dan tidak pernah dikatakan memiliki sayap. Pada kenyataannya, mereka bahkan sering disalah kira sebagai manusia (mis. Hak. 6:22; 13:6). Walaupun Wotton benar mengenai kemampuan terbang malaikat-malaikat dalam lukisan, ia sama sekali salah dalam pemikirannya yang humanistik dan evolusionistik. Malaikat Gabriel dikatakan “terbang dengan cepat” (Daniel 9:21), namun ia tidak pernah dikatakan memiliki sayap apapun. Seorang agnostik evolusionis dibutakan oleh penolakannya yang disengaja untuk mengakui keberadaan Allah yang mahakuasa. (Dalam sebuah artikel yang berjudul “Sepuluh Tulah Mesir,” Wotton menyebut penghukuman-penghukuman yang ajaib dalam Keluaran sebagai “mitos”). Dia yang menciptakan hukum-hukum alam dapat menciptakan hukum apapun yang lain yang Dia kehendaki – atau mengatasi hukum-hukum yang telah Ia ciptakan sendiri. Wotton juga salah dengan berkata bahwa malaikat adalah mitos hasil imajinasi manusia. Ia mengatakan, “Melihat hal-hal ini mengajar kita sesuatu tentang apa yang kita percaya dan apa yang benar-benar ada. Malaikat adalah simbol-simbol agamawi yang kuat bagi umat beriman.” Pada kenyataannya, malaikat bukan hanya simbol; mereka adalah makhluk-makhluk yang berkuasa yang dibentuk oleh Allah sebelum manusia dan yang secara dekat berhubungan dengan kehidupan di bumi. Mereka adalah “roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan” (Ibr. 1:14). Orang-orang percaya dinasihatkan untuk jangan lupa “lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibrani 13:2).

This entry was posted in General (Umum), Science and Bible and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *