Penonton Film Tidak Mau Meninggalkan Dunia Imajiner

(Berita Mingguan GITS 16 Januari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dilaporkan bahwa ada fans-fans film Avatar yang mengalami gejala-gejala putus obat yang kuat karena mereka tidak mau meninggalkan dunia imajiner di film itu. Avatar, yang kemungkinan akan menjadi film yang paling laris sepanjang masa, adalah sebuah film fiksi ilmiah tentang sebuah dunia yang disebut Pandora yang dihuni oleh suatu ras “humanoid” (mirip manusia) yang disebut Na’vi. Grafik 3D yang hebat menenggelamkan para penonton di dunia fiktif ini di mana para penghuni yang cinta damai bersekutu dengan alam. Para penulis film bahkan menciptakan suatu bahasa Na’vi yang terdiri dari 1000 kata. Situs forum fans film tersebut telah menerima lebih dari 1000 post berkaitan dengan orang-orang yang mengalami pikiran-pikiran obsesif tentang film tersebut (“Audiences Experience ‘Avatar’ Blues,” CNN, 11 Jan. 2010). Salah seorang yang demikian berkata, “Saya tidak dapat memaksa diri saya sendiri untuk berpikir bahwa ini hanyalah film, untuk melupakannya.” Yang lain lagi berkata, “Semenjak saya menonton ‘Avatar’ saya depresi. Melihat dunia Pandora yang demikian indah dan semua Na’vi itu membuat saya ingin menjadi salah satu dari mereka. Saya tidak dapat berhenti berpikir tentang semua hal yang terjadi di film tersebut dan semua air mata dan getaran yang saya dapatkan darinya. Saya bahkan memikirkan bunuh diri, dengan pikiran bahwa jika saya melakukannya saya akan dilahirkan kembali di sebuah dunia mirip dengan Pandora.” Imajinasi manusia adalah medan perang rohani yang besar dan harus dijaga dengan sangat waspada. Alkitab menasihatkan, “Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2 Korintus 10:5). Industri hiburan modern membidikkan senjata-senjata berat mereka terhadap imajinasi manusia. Para pencipta hiburan yang terpengaruh oleh Setan (Efesus 2:1-2) ingin merusakkan imajinasi melalui sensualitas dan membalikkannya dari Allah yang hidup dengan cara menciptakan dunia-dunia yang sia-sia. Ada bahaya yang besar bagi orang percaya dalam genre fiksi ilmiah dan horror, yang biasanya sama sekali kosong kebenaran dan realita. Pandora tidak eksis, tetapi Surga dan Neraka benar ada. Tidak ada seorangpun yang akan dilahirkan kembali ke dalam Pandora, tetapi Yesus berjanji bahwa manusia bisa lahir kembali ke dalam hidup yang kekal mellaui pertobatan dan iman kepadaNya dan hidup selamanya di suatu tempat yang jauh jauh lebih indah dari apapun yang pernah dibayangkan oleh penulis film atau ahli grafis Hollywood.

This entry was posted in General (Umum), Separasi dari Dunia / Keduniawian and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *