Para “Ahli” Alkitab yang Liberal Terbukti Salah Lagi

(Berita Mingguan GITS 27 Februari 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari LiveScience.com, 15 Januari 2010: “Para ilmuwan telah menemukan tulisan Ibrani yang paling awal sampai saat ini – sebuah inskripsi yang berasal dari abad ke-10 SM., yaitu dalam periode pemerintahan Daud. Penemuan ini dapat berarti bahwa bagian-bagian dari Alkitab ditulis berabad-abad lebih dulu dari yang semula mereka perkirakan….Hingga saat ini, banyak ahli yang berpendapat bahwa Alkitab Ibrani berasal dari abad keenam SM., karena mereka mengira bahasa Ibrani tertulis tidak lebih tua dari tangga litu. Tetapi teks Ibrani yang baru saja dipecahkan ini sekitar empat abad lebih tua, demikian para ilmuwan mengumumkan. “Ini mengindikasikan bahwa kerajaan Israel telah eksis pada abad 10 SM, dan minimal sebagian teks Alkitab ditulis ratusan tahun sebuah tanggal-tanggal yang saat ini dijadikan patokan dalam riset,” kata Gershon Galil, seorang profesor Studi Alkitab di Universitas Haifa di Israel, yang memecahkan kode teks kuno tersebut. Tulisan ini ditemukan lebih dari setahun yang lalu di sebuah pecahan tembikar yang digali di Khirbet Qeiyafa, dekat lembah Elah di Israel. Penggalian tersebut dilakukan oleh arkeologis Yosef Garfinkel dari Universitas Hebrew di Yerusalem.” Pada “ahli” Alkitab liberal telah terbukti salah lagi dan lagi. Sebagai contoh lain, mereka pernah menyangkal eksistensi dari kota Ur, tetapi itu adalah sebelum kota tersebut bersama dengan perpustakaannya yang sangat hebat ditemukan!

This entry was posted in Arkeologi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *