Dua Puluh Dua Pemikiran yang Berguna dalam Membesarkan Anak-anak bagi Allah

Penulis: Dr. Terry L. Coomer, Gembala Sidang Ministry Hope Baptist Church

P.O. Box 94895, 6929 John F. Kennedy Blvd., North Little Rock, AR 72190 (501-51503296)

tlcoomer@juno.com; www.fortheloveofthefamily.com; www.hopebaptistlittlerock.com

For the Love of the Family Ministries

Pesan ini boleh disalin secara keseluruhan untuk membantu orang-orang Kristen membesarkan anak-anak mereka bagi Allah, memperkuat keluarga dan pernikahan mereka. Pesan ini tidak boleh diubah dalam bentuk apapun atau dijual. Bagian pendahuluan ini harus ada dalam salinan. Jika ada pertanyaan silakan hubungi penulis.

Diterjemahkan oleh: Dr. Steven E. Liauw

Graphe International Theological Seminary

www.graphe-ministry.org

Tujuan dari setiap orang tua Kristen seharusnya bukanlah untuk membesarkan “anak yang baik” atau menghasilkan pelajar yang hebat secara akademis, atau atlit yang hebat, atau lainnya. Tujuan utama adalah untuk memperlengkapi anak-anak kita, orang-orang kudus yang kecil ini “bagi pekerjaan pelayanan” (Ef. 4:12, Mar. 10:45). Tujuan kita sebagai orang tua Kristen adalah untuk mendidik mereka agar tetap berada dalam jalur yang benar agar dapat dipakai oleh Allah. Jika, pada akhirnya, mereka tidak dapat dipakai oleh Kristus, mereka tidak mengatasi hidup ini secara rohani dan dengan hikmat, maka kita telah gagal.

  1. Pastikan engkau mengajak anak-anakmu membaca biografi dan autobiografi tokoh-tokoh Kristen di masa lampau. Sebagai seorang Kristen muda, dulu saya menenggelamkan diri saya dalam buku-buku seperti ini dan mereka sungguh menjadi berkat dalam hidup saya. Kami mendorong anak-anak kami untuk membaca buku-buku ini dan itu membantu mereka untuk melihat bagaimaan Allah telah bekerja dalam kehidupan orang-orang Kristen lain itu.
  2. Pastikan anak-anakmu mendengarkan engkau berdoa, dan dalam doamu itu, biarkan mereka mendengar engkau menyebut nama mereka kepada Allah. Ajarkan anak-anakmu bagaimana berdoa.
  3. Pastikan engkau memperlihatkan kepada anak-anakmu bagaimana melakukan renungan pribadi dan bahwa mereka melihat engkau membaca Alkitab dan melakukan renungan pribadi. Pastikan anda ada membacakan dan menjelaskan Alkitab kepada mereka. Hubunganmu yang pribadi, intim, dan nyata dengan Allah akan menjadi pengaruh yang paling penting dalam tugas membesarkan anak-anakmu bagi Tuhan. Hal yang kedua penting adalah menyampaikan kepada anak-anakmu caranya agar bisa memiliki hubungan seperti itu, dan memastikan mereka memiliki hubungan yang intim, pribadi, dan bergairah dengan Tuhan.
  4. Hal yang paling penting dalam membesarkan anak-anakmu yang rohani adalah orang tua yang rohani dapat mempertahankan hati sang anak, Amsal 23:26. Engkau harus berdoa setiap hari dan mengusahakannya setiap hari. Sebagai bagian dari masuk ke hatinya adalah dengan bertanya. Engkau harus menyisihkan waktu untuk berkomunikasi. Engkau harus menarik keluar apa yang ada dalam hatinya. Ingat, jika engkau kehilangan hati anakmu, temukan dimanakah engkau kehilangannya dan lakukan segalanya untuk mendapatnya kembali secepat mungkin. Hati anak anda dapat hilang, menjadi keras, atau dicuri. Ini adalah tiga langkah yang diambil oleh setiap anak yang menyebabkan pemberontakan. Langkah-langkah ini terjadi karena orang tua kehilangan hati anak tersebut.
  5. Pastikan engkau mendahulukan Allah dalam hidupmu dan dalam pemberianmu. Pastikan engkau menjelaskan bahwa semua uang adalah milik Allah, bukan hanya 10 persen. Pastikan bahwa engkau menjelaskan perihal memberi bagi Tuhan kepada anak-anakmu dan bahwa anak-anakmu melihat engkau memberi kepada Tuhan. Seiring anak-anakmu diberikan uang atau bekerja dan mendapatkan uang, pastikan mereka mengerti tentang memberi sejak usia dini.
  6. Pastikan anak-anakmu melihat engkau berserah kepada Roh Kudus. Dorong mereka untuk berserah juga kepada Roh Kudus. Sambil Tuhan bekerja dalam hidupmu, tidak akan rugi jika anak-anak ini melihat engkau mengambil keputusan-keputusan rohani yang baik dan semakin berserah kepada Allah.
  7. Pastikan engkau membagikan kesaksian keselamatan pribadimu dengan anak-anakmu. Beritahu mereka bagaimana engkau diselamatkan. Berdoalah dengan sungguh-sungguh bagi anak-anakmu agar diselamatkan dan pastikan mereka mengerti Injil. Usahakanlah dapat melihat anak-anakmu menerima Kristus pada umur yang muda.
  8. Pastikan anak-anakmu melihat engkau membagikan traktat kepada orang lain, atau usaha penginjilan lainnya. Bawa mereka dalam mengunjungi orang dan penginjilan.
  9. Pastikan anak-anakmu pernah mendengarkan engkau menjelaskan Injil kepada orang yang belum selamat. Ajarkan anak-anakmu untuk menjelaskan hal yang sama.
  10. Pastikan anak-anakmu mendengar engkau dan istrimu (atau suamimu) menyatakan saling mencintai.
  11. Pastikan anak-anakmu mendengarkan engkau mengucap syukur kepada Allah atas berkat-berkatNya dalam hidupmu dan keluargamu.
  12. Pastikan anak-anakmu mendengar engkau memberitahu orang lain betapa pentingnya jemaat lokalmu bagi engkau. Pastikan mereka mengerti pentingnya berjemaat secara setia, 1 Kor. 4:2; Ibr. 10:25.
  13. Pastikan engkau memberitahu anak-anakmu bahwa engkau mengasihi mereka, secara rutin.
  14. Pastikan engkau menjelaskan kebenaran-kebenaran Alkitab kepada anak-anakmu dan buatlah penerapan-penerapan praktis akan kebenaran tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
  15. Pastikan engkau menjelaskan kebenaran-kebenaran doktrinal Alkitab yang besar kepada anak-anakmu. Sangat penting untuk menjelaskan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidupmu. Jelaskan apa artinya dipenuhi (dikuasai) oleh Roh Kudus.
  16. Pastikan engkau berjemaat di sebuah jemaat yang memiliki pengajaran Alkitab yang baik. Pastikan penekanan gereja ini adalah dalam hal bertumbuh secara rohani, memenangkan jiwa-jiwa, dan bukan berorientasi kepada aktvitas. Jangan mencari gereja hanya karena aktivitas apa yang tersedia bagi anak-anak. Carilah gereja yang menekankan pengajaran kebenaran rohani bagi engkau dan keluargamu. Carilah gereja yang memilki pelayanan Firman Tuhan sebagai penekanan utama mereka. Carilah gereja yang mendorong hidup kudus dan saleh. Carilah gereja yang tidak terlibat dalam musik yang fasik (musik yang menarik bagi daging bukan roh) seperti musik Kristen kontemporer, musik southern gospel, atau gereja yang lebih menekankan musik dari pada Firman Tuhan. Banyak gereja yang mengagungkan persekutuan remaja/pemuda dan musik mereka daripada Tuhan. (Ini adalah berhala). Carilah gereja yang menekankan musik himne.
  17. Pastikan engkau menjaga anak-anakmu dari pengaruh televisi yang duniawi, musik yang duniawi, dan teman-teman dan pergaulan yang duniawi. Pastikan engkau tidak mengizinkan anak-anakmu berfokus pada lawan jenis pada usia dini. Pastikan engkau menjadi pihak yang paling berpengaruh dalam hidup anak-anakmu.
  18. Pastikan anda menjalani hidup yang kudus, terpisah dari keduniawian, kejahatan, dan kefasikan. Pastikan hidupmu adalah kesaksian kekudusan, bukan hanya di gereja tetapi juga di rumah.
  19. Pastikan anak-anakmu dididik dalam atmosfir yang Alkitabiah, saleh, dan Kristiani. Jangan tertipu bahwa engkau bisa mendidik anakmu di dalam sistem dunia (yang adalah sistem Iblis) dan itu tidak akan berpengaruh pada mereka.
  20. Patikan engkau berusaha menanamkan karakter Kristiani yang saleh dalam hidup anak-anakmu dengan disiplin yang pantas. Seorang anak harus belajar taat pertama kalinya. Seorang anak harus belajar bahwa dia tidak perlu diberitahu berulang-ulang untuk taat. Pastikan engkau mendisiplin dengan benar dan dengan konsisten. Pastikan engkau, sebagai orang tua, memperhatikan dan berusaha dalam bidang disiplin yang pantas. Adalah tanggung jawabmu untuk mengajar anakmu bagaimana berkonsentrasi. Pastikan engkau selalu mendisiplinkan sikap dan reaksi yang tidak benar.
  21. Pastikan engkau tidak hidup setiap hari dalam amarah yang fasik, atau dalam roh amarah. Efesus 4:31-32. Kebanyakan orang tua kehilangan hati anak-anak mereka karena menggunakan amarah yang fasik pada mereka. Pahamilah bahwa Alkitab mengatakan ini akan gagal. “Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa” (Ams. 22:8). Pahamilah bahwa Alkitab mengatakan amarah yang tidak benar berasal dari kesombongan, Amsal 21:24. Banyak orang Kristen yang menjalani hidup sehari-hari mereka, berpikir bahwa mereka bersekutu dengan Allah, padahal dalam kenyataannya mereka menjalani hidup dalam dosa amarah, di luar persekutuan dengan Allah, 1 Yoh. 1:6-10. Amarah yang fasik sangatlah menipu dan banyak orang Kristen yang tertipu olehnya, Galatia 6:7-8. Dengan melakukan ini, kita membuka hidup kita kepada Iblis dan kehancuran darinya, 1 Pet. 5:8. Kehancuran ini terjadi dalam hidup kita, dalam hidup keluarga kita dan anak-anak kita. Essensi dari hidup Kristiani adalah dikuasai oleh Roh Allah, Efesus 5:18. Kita tidak dikuasai oleh Roh Allah jika kita menjalani hidup kita sehari-hari dalam amarah yang fasik. Iblis sangat menipu dan amarah yang fasik dirancang oleh Iblis untuk menghancurkan keluargamu dan hidupmu. Pastikan engkau mengerti bahwa “kasih itu murah hati,” 1 Kor. 13:4.
  22. Pastikan engkau mengerti bahwa engkau harus membangun karakter yang saleh dalam hidup anak-anakmu. Karakter mereka adalah tujuan akhir mereka. Alkitab memberikan sedikitnya 49 jenis karakter yang berbeda. Iblis akan sangat tertarik dengan karakter mereka dan karaktermu. Ia tidak peduli tentang engkau atau anak-anakmu. Ia memiliki tiga keinginan, “mencuri dan membunuh dan membinasakan,” Yohanes 10:9-10. Sadarlah bahwa engkau melawan Iblis demi anak-anakmu, 1 Petrus 5:8. Pastikan ada diskusi tentang karakter di rumah tanggamu. Belajarlah untuk memuji karakter yang bagus dalam anak-anakmu (Ini mungkin adalah poin yang terpenting). Amsal 27:21. Secara umum, banyak orang tidak memuji anak-anaknya, atau memuji hal-hal yang salah, seperti kecantikan atau prestasi, yang membangkitkan kesombongan. Memuji karakter dalam anak-anakmu membangkitkan kemajuan bagi mereka tanpa menimbulkan kesombongan.

Mazmur 127:3 “Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.”

This entry was posted in Keluarga and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Dua Puluh Dua Pemikiran yang Berguna dalam Membesarkan Anak-anak bagi Allah

  1. Grace says:

    Pak, bisakah merekomendasikan biografy dan outobigrafi tokoh Kristen yg dapat di baca anak2 ? Terimakasih, Grace

  2. Dr. Steven says:

    Hmmm…dalam bahasa Indonesia memang masih kurang sekali…

    Dalam bahasa Inggris ada banyak.
    Mungkin beberapa : Foxe’s Book of Martyrs sudah diterjemahkan.
    Cermin Para Martir juga bagus.
    Mengenai biografi para misionari, pasti ada di toko-toko buku. Di GBIA Graphe, beberapa tahun lalu kami pernah di warta bikin seri biografi misionari-misionari.

  3. Yus says:

    — Anak-anak Belajar dari yang Mereka Alami dalam Kehidupan Ini —

    Kalau anak-anak banyak dikritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk.

    Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru.

    Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan belajar prihatin.

    Kalau anak-anak banyak dikasihani dalam kehidupan-nya, mereka akan belajar mengasihani diri sendiri.

    Kalau anak-anak banyak dicemooh dalam kehidupannya, mereka akan belajar menjadi pemalu.

    Kalau anak-anak banyak mengalami kecemburuan dalam kehidupannya, mereka akan belajar iri hati.

    Kalau anak-anak banyak mengalami hal yang memalukan dalam kehidupannya, mereka akan belajar merasa bersalah.

    Kalau anak-anak banyak diberikan dorongan dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya diri.

    Kalau anak-anak merasakan toleransi dalam kehidupannya, mereka akan belajar sabar.

    Kalau anak-anak banyak dipuji dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghargai.

    Kalau anak-anak merasa diterima dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihi.

    Kalau anak-anak merasa didukung dalam kehidupannya, mereka akan belajar menyukai diri sendiri.

    Kalau anak-anak merasa diakui dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa mempunyai sasaran itu baik.

    Kalau anak-anak dibiasakan berbagi dalam kehidupannya, mereka akan belajar bermurah hati.

    Kalau anak-anak dibiasakan jujur dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya.

    Kalau anak-anak merasakan keadilan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bersikap adil.

    Kalau anak-anak banyak diberikan kemurahan dan pertimbangan dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghormati.

    Kalau anak-anak merasa tentram dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya kepada diri sendiri maupun orang-orang di sekeliling mereka.

    Kalau anak-anak merasakan persahabatan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan.

    (Dorothy Law Nolte)

  4. Yus says:

    — Perlunya Teladan dalam Kehidupan Keluarga —
    Mata Kecil Memandangmu

    Ada mata kecil
    dengan tajam
    memandangmu
    memandang kelakuanmu
    siang dan malam.

    Ada telinga kecil
    dengan cepat
    mendengarmu
    mendengar kata-katamu
    siang dan malam.

    Ada tangan kecil
    dengan antusias
    menirukanmu
    meniru gerakmu
    siang dan malam.

    Dan si kecil itu
    sedang bermimpi
    mimpi menjadi sepertimu.

    — Pentingnya Teladan dalam Kehidupan Keluarga —

    Tutur kata dan perilaku kita di hadapan anak-anak, semuanya adalah seperti menabur benih.
    Benih macam apa yang kita tabur, tuaian macam apa pula yang akan kita tuai.

    Teladan yang baik adalah modal untuk mendidik anak.
    Jika Anda menginginkan suasana keluarga Anda menjadi segar, sehat, normal, bahagia, bahkan dapat memberikan pengaruh bagi orang lain, maka teladan jauh lebih diperlukan daripada segala macam ajaran.

    Bangun pagi, rajin, dan jujur adalah teladan yang sangat baik bagi anak-anak, karena ketiganya adalah pintu untuk menghasilkan kehidupan yang berkualitas.

    Berjerih lelah untuk mempertahankan kerapian dan kebersihan sangat diperlukan.
    Lingkungan yang bersih akan membuat seisi rumah kita bersemangat dan dihormati orang.

    Kesopanan pun perlu diperhatikan.
    Kita semua harus berlatih mengatakan, “silahkan”, “terima kasih”, dan “maafkan”,
    bukan hanya terhadap sesama kita tetapi juga terhadap anak-anak kita.

    Meluangkan waktu bersama anak-anak setiap malam dengan berdoa bersama akan sangat membantu mereka bertumbuh di depan Tuhan.

    ( Disadur dan diterjemahkan bebas dari The Moral Compass, halaman 523.)

  5. Duit bukan segala-galanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *