Pasangan Suami Istri Membiarkan Bayi Sendiri Mati Sementara Sibuk Membesarkan “Anak” Virtual di Komputer

(Berita Mingguan GITS 13 Maret 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Di Korea Selatan, satu pasang suami istri membiarkan bayi mereka yang tiga bulan mati kelaparan sementara mereka membesarkan “anak virtual reality” di web. Bayi tersebut dibiarkan sendirian sementara mereka bermain sebuah game role-playing fantasi yang disebut Prius Online untuk waktu yang lama di sebuah cafe internet (“Baby Dies While Couple Raises Virtual Child,” CNN, 7 Maret 2010). Laporan mengatakan bahwa Prius adalah “sebuah game di mana pemain membesarkan suatu teman online, Anima, yaitu seorang perempuan muda dengan kuasa-kuasa misterius yang dapat bertumbuh dan meningkatkan kemampuannya seiring dengan perjalanan game.” Korea Selatan adalah negara teknologi tinggi dengan jaringan broadband yang merupakan salah satu tercepat di dunia, dan cafe game internet 24 jam, yang dikenal dengan sebutan PC Bangs, “berjamuran di setiap lingkungan kota.” Online gaming sangatlah besar di seluruh Asia, dan orang-orang muda ada yang mati dalam sesi -sesi game marathon. Teknologi sebagai fenomena utama di akhir zaman telah dinubuatkan dalam Daniel 12. Ia dapat digunakan untuk kebaikan atau untuk kejahatan, tetapi karena dunia ini saat ini adalah milik Iblis (ilah zaman ini, 2 Korintus 4:4), dan karena “rahasia kedurhakaan” sedang bekerja dengan kuat hari ini, maka kejahatan adalah bahaya yang selalu mengancam. “
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Pet. 5:8).

This entry was posted in General (Umum) and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *