Atheis yang Terkenal Mengatakan Bahwa Dunia Bisa Saja Didesain oleh Alien

(Berita Mingguan GITS 24 April 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah wawancara dengan Ben Stein dalam film dokumenter “Expelled: No Intelligence Allowed,” Richard Dawkins, yang mengakui bahwa dirinya adalah seorang atheis, secara menyedihkan menyerang Sang Mahakuasa. Ia menyebut Allah yang dalam Alkitab sebagai “karakter yang paling tidak menyenangkan dalam semua fiksi” dan “seorang bully yang jahat dan sewenang-wenang.” Ben Stein bertanya kepada Dawkins, “Siapa yang menciptakan langit dan bumi? Bagaimanakah semuanya mulai?” Dawkins menjawab, “Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana ini semua mulai. Kita tahu kejadian-kejadian seperti apa yang harus ada bagi permulaan kehidupan. Yaitu mulai adanya molekul pertama yang memperbanyak diri sendiri.” Stein bertanya, “Menurutmu berapa besar kemungkinan bahwa intelligent design ternyata adalah jawaban bagi berbagai isu dalam bidang genetika?” Terhadap pertanyaan ini, Dawkins memberikan jawaban yang mengagetkan ini: “Bisa saja di suatu waktu yang lampau, di suatu tempat di alam semesta ini, suatu kebudayaan berevolusi, mungkin dengan cara-cara Darwinian tertentu, ke suatu tingkat teknologi yang sangat-sangat tinggi, lalu mendesain bentuk kehidupan yang mereka taburkan sebagai benih di planet ini. Ini adalah satu kemungkinan, dan kemungkinan yang sangat menarik, dan saya rasa bisa saja anda menemukan bukti akan hal ini jika anda memperhatikan detil-detil biokimia dan biologi molekuler, anda bisa menemukan jejak-jejak semacam desainer. Dan desainer tersebut bisa saja suatu intelijen yang lebih tinggi dari tempat lain di alam semesta ini. Intelijen yang lebih tinggi itu sendiri tentunya harus muncul dari suatu proses yang tidak dapat diterangkan. Ia tidak mungkin tiba-tiba saja menjadi eksis.” Jadi, Richard Dawkins mengakui bhawa kehidupan tidak mungkin tiba-tiba saja muncul, bahwa ada bukti akan seorang desainer yang intelijen, tetapi karena ia telah menolak Allah sebagaimana dalam Alkitab, ia akhirnya memilih konsep remang-remang tentang “alien.” Dan ini adalah orang yang sama yang mengolok-olok mereka yang percaya adanya Allah. Tidak ada seorang pun yang lebih buta daripada orang yang menolak untuk melihat. “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya” (2 Pet. 3:3).

This entry was posted in Science and Bible and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.