Para Ilmuwan (Tanpa Sadar) Membuktikan Bahwa Kehidupan Didesain Secara Intelijen

(Berita Mingguan GITS 29 Mei 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Minggu lalu, Time.com memuat sebuah artikel berjudul “Scientist Creates Life,” yang menggambarkan terobosan baru dalam bidang genetika. Sebuah tim yang dipimpin oleh J. Craig Venter “merangkaikan keseluruhan genome suatu bakteria, lalu memasukkan instruksi genetik tersebut ke dalam bekteria lainnya” dan “sel itu hidup.” Artikel itu lalu berlanjut dan membuat klaim yang sangat konyol bahwa “kehidupan telah diciptakan,” padahal faktanya tidak ada apa-apa yang diciptakan. Bukannya ingin mengecilkan tingkat kesulitan dari apa yang telah dilakukan oleh tim ilmuwan ini, tetapi faktanya adalah mereka hanyalah memanipulasi kehidupan yang sudah ada sebelumnya. Mereka tidak menciptakan satu protein atau organel pun, jangankan suatu sel yang hidup. Sebagai seorang yang mata pencahariannya adalah pengajar biologi, Kenneth Poppe mengobservasi, “Bahkan mengkonstruksi sebuah organel vital dalam sebuah sel sekalipun, misalnya sebuah mitokondria, tidak dapat dibayangkan karena kompleksitasnya sangat luar biasa” (Reclaiming Science from Darwinism, 2006, hal. 35). Sebenarnya, terobosan Venter yang mengagumkan justru membuktikan sekali lagi dan secara pasti bahwa kehidupan didesain secara intelijen. Diperlukan sebuah tim yang terdiri dari ilmuwan-ilmuwan yang brilian puluhan tahun, dengan memakai pengetahuan yang sudah ditemukan oleh ribuan ilmuwan lain sebelum mereka, untuk berhasil memanipulasi DNA bakteri ini. Jika intelijen yang sebesar ini diperlukan untuk melakukan sesuatu yang relatif sederhana ini, betapa lebih lagi diperlukan untuk mendesain dan membangun sebuah sel yang hidup dan dapat berkembang biak! Lebih lanjut lagi, Venter dan timnya menduplikasikan programming dalam DNA sel yang sangat kompleks tersebut dengan menggunakan komputer-komputer yang sangat canggih. Ini juga menunjuk kepada Intelligent Design. DNA manusia jauh lebih kompleks daripada Windows 7 atau OS X-nya Apple, dan siapa yang berani berkata bahwa kedua sistem operasi yang brilian itu berevolusi melalui suatu proses evolusi yang buta dan acak? Seperti yang dikatakan oleh mantan atheis, Anthony Flew, “Bagi saya, sepertinya penemuan-penemuan dalam bidang riset DNA selama lebih dari 50 tahun telah memberikan materi baru yang sangat kuat bagi argumen bahwa semua ini didesain.”

This entry was posted in Science and Bible and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.