CCM: Pemalsuan Kerohanian

(Berita Mingguan GITS 26 Juni 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
EDITOR: CCM adalah Contemporary Christian Music, yaitu gerakan yang mengambil musik-musik dunia (rock, jazz, pop, rap, country, dll) dan “mengkristenkan” musik-musik itu dengan kata-kata ‘kristiani.’
Berikut ini disadur dari khotbah “Real Answers for Fundamentalists” oleh Jim van Gelderen, Maret 2005: “CCM adalah solusi yang palsu. Ia adalah pemalsuan manusia. Dengan kata lain, ‘Kebaktian terasa mati; mari kita tambah sedikit
beat dalam musiknya, ayo kita buat seru.’ Saya ingin bertanya kepada anda, apakah itu kehidupan yang berasal dari Roh Kudus? Bagi saya kedengarannya seperti pemalsuan yang diciptakan manusia. Lalu, ada juga kemungkinan bahwa ini pemalsuan dari Iblis. Berfokus pada pengalaman melebihi kebenaran yang objektif akan membuka pintu kepada pemalsuan dari Iblis, yang selalu dapat dikenali dari ketidakkonsistenan dengan Firman Allah. Seseorang berkata, ‘Musikku membuatku merasa dekat dengan Allah.’ Saya langung mencoba untuk menanyakan beberapa hal kepada orang tersebut untuk melihat apakah ia benar-benar dekat dengan Allah. Dan tahukah anda apa hasilnya? Ia tidak dekat dengan Allah! Bagaimanakah sikap anda terhadap orang tua anda? ‘Oh, ya, tidak terlalu baik.’ Dan ‘Ya, mestinya saya tidak menonton itu…’ OK, ini poin saya. Jika kamu tidak dekat dengan Allah dan kamu mendengarkan ‘musik Kristen yang membuat anda merasa dekat dengan Allah,’ dan kamu belum menyelesaikan masalah dosa anda, anda sedang tertipu. Coba pikirkan. Di sinilah kamu, hubunganmu dengan Allah tidak benar; dan kamu pergi ke konser-konser ini dan ketika keluar kamu berkata, “Ya, saya merasa begitu dekat dengan Allah.’ Tetapi kamu belum melepaskan dosa-dosamu. Apakah Allah ada bagian dengan hal seperti itu? TIDAK MUNGKIN! Sadarlah, itu adalah penipuan! Ada seseorang memberitau saya bahwa dia sedang bicara dengan ayahnya mengenai theologi kharismatik tertentu yang sedang ayahnya ikuti dan ia sedang menunjukkan hal-hal tertentu dalam Alkitab kepada ayahnya, ketika tiba-tiba ayahnya berdiri dan menunjuk kepada Alkitab itu dan berkata, ‘Saya tidak peduli apa yang buku itu katakan; saya tahu apa yang saya sudah alami.’ Ayah orang tersebut sedang tertipu. Itu sederhana sekali. Apakah saya percaya bahwa orang-orang mendapatkan pengalaman rohani di konser-konser CCM? Bisakah ada sesuatu yang rohani atau supranatural yang terjadi? Oh ya, tentu saja, tetapi belum tentu dari Allah. Ada dua makhluk rohani yang supranatural. Harus mampu melakukan pembedaan.”

This entry was posted in musik and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.