Keheningan yang Seram

(Berita Mingguan GITS 05 Juni 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Keheningan yang Seram adalah judul dari buku Paul Davies yang baru, yang merangkum hasil 50 tahun pertama dari program SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence / Pencarian Intelijensi Luar Bumi). Lebih dari $130 juta telah dihabiskan untuk meneropong dan memindai alam semesta ini untuk mencari kehidupan di luar bumi, tetapi hasilnya adalah “keheningan yang seram.” Disebut seram karena SETI didasarkan kepada asumsi evolusi bahwa kehidupan seharusnya berevolusi juga di planet-planet lain. Masalah ini dikenal dengan sebutan “Paradoks Fermi.” Pada tahun 1950, Enrico Fermi, seorang ilmuwan atom, mendiskusikan masalah mengapa bukti-bukti adanya banyak kebudayaan lain di luar bumi yang maju tidak ditemukan. Ia bertanya, “Di manakah semua orang?” Jawabannya sudah ada dalam Alkitab sejak dulu, dan Kitab tersebut akurat dalam semua hal ilmiah yang terkandung dalamnya. Sementara tidak ada bukti yang dapat diobservasi yang mendukung evolusi Darwin, justru hanya ada bukti-bukti yang dapat diobservasi yang mendukung Alkitab. Prediksi-prediksi sederhana berdasarkan pengajarannya pastilah benar atau salah, dan mudah untuk dicek. Sebagai contoh, Alkitab mengatakan bahwa semua jenis kehidupan berkembang biak sesuai dengan jenis mereka masing-masing (Kejadian 1). Selama ribuan tahun manusia sudah menanam tanaman dan mengembangbiakkan hewan, dan adalah hukum yang sudah terbukti bahwa kehidupan menghasilkan kehidupan yang sejenis dengannya. Jika jagung berubah menjadi strawberry atau anjing menjadi beruang, maka Alkitab akan terbukti salah, tetapi hal ini tidak pernah terjadi. Demikian juga Alkitab mengatakan bahwa bumi diciptakan bagi manusia dan bintang-bintang diciptakan sebagai penerang dan tanda bagi bumi. Jadi, Alkitab memprediksikan bahwa tidak akan kehidupan di alam semesta bagian lain (kecuali di Surga). Dan persis inilah yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern. “Keheningan yang seram” membuktikan evolusi salah, dan membuktikan Alkitab benar. Tentu saja, para evolusionis yang ngotot mati akan tetap berharap akan menemukan bukti-bukti delusi mereka, dan mereka tidak akan membiarkan bukti-bukti ilmiah untuk menghalangi mereka.

This entry was posted in Science and Bible and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.