Facebook Bagaikan Minyak bagi Api Perceraian

(Berita Mingguan GITS 14 Agustus 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini oleh Brian Snider – “Apakah memang salah Facebook, atau Facebook hanyalah bagian dari permasalahannya, yang jelas sebuah perusahaan hukum Inggris baru-baru ini meneliti kasus-kasus permohonan cerai yang mereka tangani dan menemukan bahwa setiap satu dari lima menyinggung Facebook dalam konteks tertentu. Salah satu alasan meledaknya popularitas Facebook adalah mudahnya seseorang dapat mencari teman sekolah lama atau seorang kenalan di masa lampau. Apakah yang sedang dilakukan oleh mantan pacar SMA-mu hari ini? Hanya dengan beberapa klik, anda dapat mengetahuinya. Tidak diragukan lagi, banyak pernikahan yang hancur karena salah satu pihak menjadi kenal atau menemukan kembali seseorang yang semestinya tidak mereka jumpai sama sekali. Mark Keenan, Direktur Manajemen dari Divorce-Online mengatakan: ‘Saya telah mendengar dari staf saya bahwa ada banyak orang yang mengatakan mereka menemukan hal-hal mengenai partner mereka di Facebook dan saya memutuskan untuk melihat seberapa parah hal ini; saya benar-benar kaget melihat 20 persen permohonan cerai mengandung referensi tentang Facebook. Alasan yang paling sering muncul adalah adanya chat-chat seksual yang tidak pantas dengan orang-orang yang tidak pantas.’ Email-email dan pesan-pesan genit yang ditemukan di halaman-halaman Facebook semakin sering dijadikan bukti melawan pasangan hidup yang mau diceraikan. Seorang wanita berumur 35 tahun bahkan mengetahui bahwa suaminya sedang menceraikan dia lewat Facebook. Emma Brady sangat terpukul membaca bahwa pernikahannya sudah usai ketika suaminya meng-update statusnya dengan kata-kata, ‘Neil Brady telah mengakhiri pernikahannya dengan Emma Brady.’ Tahun lalu, seorang wanita 28 tahun mengakhiri pernikahannya setelah menemukan bahwa suaminya sedang selingkuh virtual dengan seseorang di dunia maya yang belum pernah ia temui secara fisik. WHAS News di Louisville, KY, baru-baru ini melaporkan seseorang yang mengatakan bahwa Facebook telah memimpin dia menuju perceraiannya. Ia mengatakan bahwa mantan istrinya pergi ke reuni SMA-nya dan melihat seorang mantan kekasih, tetapi pertemuan itu tidak berhenti sampai di sana. Istrinya dan mantan kekasih itu mulai mengirim pesan satu sama lain melalui Facebook. Orang yang bercerai itu mengatakan dia masuk ke akun istrinya, melihat pesan-pesan yang tidak pantas, dan pernikahan mereka mulai kacau sejak saat itu. ‘Facebook menciptakan banyak pencobaan,’ ia katakan. Seorang pengacara perceraian mengatakan bahwa di masa lampau, ‘Jika ada perselingkuhan dalam suatu kasus cerai, biasanya yang terlibat adalah teman kerja. Sekarang, bisa siapa saja dari kota yang sama sekali berbeda, dan ini ada hubungannya dengan Facebook dan betapa mudahnya untuk berhubungan kembali dengan mantan kekasih.’”

EDITOR: Orang Kristen bukan tidak boleh memakai teknologi. Tetapi, orang Kristen harus menyadari bahwa teknologi, selain membawa kemudahan dan kenyamanan hidup, juga membawa tantangan baru bagi iman. Hal ini harus diwaspadai.

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age, Science and Bible and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *