Maria Versi Roma Menggantikan Allah

(Berita Mingguan GITS 04 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Gereja Katolik Santo Stanislaus Kostka di Chicago memiliki patung Maria di atas tabut perjanjian. Dia sedang duduk di atas Tabut itu, yaitu tempat kehadiran Allah dalam kemah suci, dan dia dikelilingi oleh kerubim. Gambaran yang menghujat ini diletakkan di tengah altar di mana misa dilakukan. Literatur resmi gereja mengatakan patung itu menggambarkan doktrin Katolik bahwa Maria dikandung tanpa dosa dan tanpa cacat, bahwa dia ikut serta dalam penderitaan Kristus bagi umat manusia, dan bahwa dia secara badani diangkat ke dalam kemuliaan dan dimahkotai sebagai Ratu Surga. Patung yang dipakai untuk menggambarkan Maria sebagai Tabut Kemurahan ditahbiskan pada bulan Mei 2008. Sejak saat itu, gereja tersebut buka 24 jam sehari sebagai undangan bagi “para musafir di seluruh dunia untuk menenggelamkan diri mereka dalam mata air kasih karunia, kemurahan, dan kuasa” yang ditenggarai mengalir dari patung tersebut. Gereja-gereja Roma Katolik penuh dengan berbagai patung. Maria dihormati dengan ketekunan yang lebih daripada Yesus. Setiap orang “Injili” atau “Protestan” atau “Baptis” yang menyanjung Roma dan yang ikut serta dalam hubungan oikumene dengan Roma, atau bahkan yang gagal untuk bersuara menentang kesesatan-kesesatan Roma yang parah, akan bertanggung jawab di hadapan Allah karena menolak untuk “berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3) dan karena berdiam diri di hadapan kejahatan.

This entry was posted in Ekumenisme, Katolik and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Maria Versi Roma Menggantikan Allah

  1. InRicK says:

    Halo Pak Steven..
    Pak saya ingin bertanya mengenai hal Maria ini. Selama ini (dalam Katolik) Maria itu masih menjadi ibu-nya Yesus sampai ke surga pun dan bahkan kalau mau menyampaikan doa permohonan pakai Novena dan ditutup dengan salam Maria, supaya Yesus kabulkan. Seringkali dasar yang digunakan untuk menyatakan kalau Maria itu masih ibu-nya Yesus adalah oleh karena Yesus meminta izin ke Maria soal mujizat pertama-nya di Kana. Bagi saya itu sudah tidak lagi beralasan karena toh di terjemahan asli-nya tidak mengacu sama sekali ke “ibu” melainkan “perempuan”.

    Kemudian saya menemukan di Kitab Yohanes 19:26 – 27 ” (26) Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” (27) Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” Saya sangat ingin tahu Pak, apa maksud Yesus di ayat ini? dan siapa sebenarnya Maria di mata Yesus? Terima kasih banyak Pak Steven…

  2. Dr. Steven says:

    Maria di mata Tuhan Yesus adalah ibuNya saat Ia menjadi manusia di bumi ini. Maria adalah wanita beriman yang mau dipakai Allah sebagai hamba untuk melaksanakan kehendakNya.
    Pada saat di atas kayu salib, Tuhan Yesus menitipkan agar Maria diurus oleh muridNya Yohanes (mengingat saudara-saudara Tuhan Yesus waktu itu belum percaya). Sejak saat itu, hubungan duniawi Tuhan Yesus dengan Maria sudah selesai. Sekarang ini, Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat bagi Maria. Tuhan Yesus tidak pernah minta izin ke Maria soal apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *