Organisasi Islam Ingin Agar PBB Mengkriminalisasikan “Pelanggaran Terhadap Agama”

(Berita Mingguan GITS 18 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO) menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa “untuk mengeluarkan hukum internasional yang mengkriminalisasikan segala bentuk pelanggaran terhadap agama-agama dalam situasi apapun” (Editor: Dalam konteks adanya ancaman kelompok ekstrimis tertentu untuk membakar Quran) (“Citing Quran-Burning Threat,” CNSNews.com, 10 Sept. 2010). ISESCO, yang adalah perpanjangan tangan dari Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang terdiri dari 56 negara, mengatakan lebih lanjut lagi: “Adalah suatu noda bagi kemanusiaan bahwa penyerangan yang sedemikian diskriminatif terhadap Islam dan tempat-tempat suci Islam berlangsung terus tanpa ada tindakan-tindakan pencegahan yang legal, baik lokal maupun internasional.” Orang-orang Islam yang menyerukan untuk mengkriminalisasikan “pelanggaran terhadap agama” pada umumnya sangatlah munafik. Semua negara Muslim melakukan pelanggaran terhadap agama-agama non-Islam. Sebagai contoh, coba saja memeluk agama Yahudi atau Kristen di Saudi Arabia. Mereka tidak mengizinkan hal tersebut dan dengan kejam menganiaya orang-orang yang berusaha melakukannya, yang jelas sekali adalah pelanggaran besar terhadap agama-agama tersebut. Orang-orang Yahudi bahkan tidak diperbolehkan di negara tersebut! Orang-orang Muslim melakukan tak terhitung banyaknya pelanggaran terhadap agama lain setiap hari di seluruh dunia. Kita mau mendengar ISESCO dan OKI dan badan-badan Islam lainnya – dan PBB – bersuara menentang intoleransi dan penganiayaan dan kekerasan yang pelanggaran-pelanggaran lainnya yang dilakukan orang Islam terhadap agama-agama lain.

Editor: Apakah ISESCO dan PBB akan bersuara mengkriminalisasikan penusukan terhadap orang Kristen di Indonesia?

This entry was posted in Islam, Penganiayaan / Persecution and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *