Skeptic Society Mengatakan Bahwa Doa Tidak Bermanfaat

(Berita Mingguan GITS 04 September 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Dalam sebuah artikel tahun 2006, Michael Shermer dari eSkeptic mengklaim bahwa sebuah penelitian baru membuktikan doa tidak berefek bagi pasien-pasien yang menjalani operasi by-pass jantung. Shermer berkomentar tentang sebuah penelitian yang berlangsung satu dekade yang dibiayai oleh Templeton Foundation. Dalam penelitian ini, orang-orang berdoa bagi 1802 pasien jantung yang tidak mereka kenal. Doa dimulai pada malam sebelum operasi dan diteruskan setiap hari selama dua minggu setelah itu. Tidak ada efek yang terlihat. Bahkan, mereka yang didoakan sepertinya berujung lebih buruk daripada yang tidak didoakan. Skeptic Society merasa bahwa ini adalah bukti bahwa doa tidak bermanfaat, tetapi ini hanyalah karena ketidaktahuan mereka yang parah tentang pengajaran Alkitab dan kesengajaan mereka untuk tidak percaya. Pertama, doa yang mau mendapat jawaban memerlukan keselamatan. Yesus menekankan bahwa seseorang harus dilahirkan kembali sebelum ia memiliki hubungan yang benar dengan Allah (Yohanes 3). Mereka yang tidak lahir kembali terasing dari Allah karena dosa, dan doa-doa mereka tidak memiliki kuasa, karena tidak dinaikkan melalui satu-satunya Juruselamat Yesus Kristus. Perhatikan para “pendoa” yang dipakai dalam penelitian Templeton ini. Kebanyakannya adalah anggota-anggota dari dua komunitas Roma Katolik: Biara St. Paul di kota St. Paul, Minnesota, dan Komunitas Teresian Carmelites di Worcester, Massachusetts. Gereja Roma Katolik tidak percaya kelahiran kembali yang alkitabiah, menggantikan pertobatan dan iman pribadi pada Kristus dengan keselamatan berdasarkan pekerjaan-sakramen yang dimulai dari baptisan. Ordo Carmelites lebih memiliki devosi terhadap Maria daripada Kristus. Website komunitas tersebut mengatakan, “Para Carmelites selalu memandang Maria sebagai Pelindung ordo ini, Ibu dan Kemuliaan mereka; dia selalu ada di mata dan hati mereka sebagai ‘Perawan Paling Murni.’ Dengan melihat dia, dan hidup dalam keintiman rohani dengannya, kita belajar berdiri di hadapan Allah, dan dengan satu sama lain, sebagai saudara-saudara Tuhan. Maria hidup di antara kita, sebagai ibu dan saudari, memperhatikan keperluan-keperluan kita; bersama kita dia menanti dan berharap, menderita dan bersukacita.” Ini adalah kesesatan, kemurtadan, dan penghujatan. Bahkan Ibu Teresa, seorang pengikut setia Maria versi mitologi Roma, menyebut dirinya “santa kegelapan” karena kehidupan doanya yang mati kering. Kebenaran Alkitab kedua yang tidak diperhatikan oleh para Skeptics itu adalah bahwa Allah selalu berdaulat dalam hal menjawab doa, bahkan atas doa-doa para hambaNya yang lahir baru dan yang paling setia. Rasul Paulus berdoa tiga kali agar disembuhkan, tetapi Allah menjawab dengan “tidak,” karena itu bukan kehendakNya (2 Korintus 12:7-10).

This entry was posted in General (Umum) and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *