Barabbas atau Yesus

(Berita Mingguan GITS 09 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini oleh Brian Snider: “Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.” Tertusuk oleh khotbah-khotbah yang memperlihatkan dosa-dosa mereka, institusi agama pada zaman Yesus memilih salah satu orang yang paling jahat pada waktu itu daripada satu-satunya orang benar yang pernah hidup. Betapa pilihan yang mereka buat pada hari itu. Memberikan suara mereka bagi Barabbas, dan menyalibkan Yesus. Yesus sempurna. Ia tidak pernah berbuat salah. Ia tidak pernah mengucapkan dusta. Ia tidak pernah melukai siapapun. Ia selalu melakukan yang baik; Ia selalu mengatakan kebenaran tentang diriNya sendiri dan tentang kita. Barabbas yang jahat adalah kontras yang sempurna terhadap Yesus. Dan percayakah anda, Barabbas-lah yang lebih disenangi oleh para pemimpin agama dan dunia ini. Dunia ini lebih suka memiliki Barabbas daripada Yesus. ‘Barabbas tidak menghakimi kita. Barabbas tidak seburuk itu. Ia hanya perlu direformasi sedikit. Ia salah dibesarkan, anda tahu kan. Ia orang yang cukup keren sebenarnya. Tetapi apa yang bisa kau lakukan dengan Yesus? Ia terlalu dogmatis. Ia berpikir bahwa Ia selalu benar! Mari bunuh dia.’ Agama tidak tertarik dengan kebenaran. Ia tertarik melindungi kepentingan sendiri. Barabbas pastilah bertanya-tanya, ada keberuntungan besar apa yang telah menimpa dia hari itu, tetapi sebenarnya ia hanyalah beruntuhg karena di dunia ini ia jahat, sama seperti para imam, para tua-tua, dan khalayak ramai yang marah. Pada hari itu, jahat adalah sifat yang menyelamatkan dirinya. Kejahatan dia telah membuat dia lepas dari salib dan menyebabkan Yesus menggantikan dia – dengan lebih dari satu makna.”

This entry was posted in Renungan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *