Penganiayaan di Maladewa

(Berita Mingguan GITS 09 Oktober 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “Prospects of Religious Freedom Appear Grim,” Compass Direct News, 12 Agustus 2010: “Orang-orang yang berkunjung ke negara pulau Islam ini sudah dapat merasakan pengekangan agamawi bahkan sebelum mereka tiba. Kartu bea cukai yang diberikan kepada para penumpang pesawat mencantumkan sebuah daftar barang-barang yang dilarang oleh hukum Maladewa – termasuk ‘materi yang bertentangan dengan Islam.’ Selain Arab Saudi, Maladewa adalah satu-satunya negara yang mengklaim memiliki populasi Muslim 100%. Lebih dari 300.000 orang di Maladewa, sebuah archipelago di Samudra Hindia yang terdiri dari 1192 pulau kecil sekitar 435 mil barat daya dari Sri Lanka, semuanya adalah Sunni. Namun, negara Asia Selatan ini memiliki lebih dari 70.000 pekerja asing yang mewakili agama-agama non-Islam, termasuk kekristenan. Juga, ada sekitar 60.000 turis, kebanyakan dari Eropa, yang setiap tahun berkunjung untuk menikmati lautan biru dan pantai-pantai putih … Sementara orang-orang Maladewa tidak memiliki pilihan untuk keluar dari Islam atau menjadi atheis terbuka, orang-orang asing di negara tersebut boleh mempraktekkan agama mereka hanya secara pribadi. Di tahun-tahun sebelumnya, beberapa pekerja asing Kristen telah ditangkap atau dicabut visanya selama bebarapa bulan atau tahun karena menghadiri kebaktian di rumah pribadi atau dicurigai berhubungan dengan agensi misi. ‘Seorang pemuda Maladewa yang belajar di Sri Lanka menjadi Kristen baru-baru ini, tetapi ketika orang tuanya mengetahui hal tersebut, mereka mengambil dia pergi. Kami tidak pernah mendengar dari dia lagi sejak saat itu.’ Sumber tersebut menambahkan bahwa kejadian-kejadian seperti itu bukanlah jarang di Maladewa.”

This entry was posted in Penganiayaan / Persecution and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *