Allah Perempuan Dalam Gerakan Emerging Church

(Berita Mingguan GITS 06 November 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Phyllis Tickle, seorang “pelayan Ekaristi dan lector” Episcopalian biasa dan seorang Senior Fellow di Cathedral College di Washington National Cathedral yang liberal, adalah suara yang sangat berpengaruh dalam gerakan emerging church dan doa meditasi. Tickle mempromosikan doa meditasi yang tanpa suara. Dia mengatakan, “Urusan memasuki doa TANPA ALAT KATA-KATA sangatlah penting, karena hal ini mengizinkan roh untuk mengalir secara bebas bersama dengan Roh Allah, dan tidak perlu menyuarakan apa yang sedang terjadi hingga setelah seseorang keluar dari doa” (‘Praying in Color: A Conversation with friends and authors Sybil MacBeth dan Phyllis Tickle,” http://www.explorefaith.org/books/macbeth.html). Meditasi tanpa suara bukanlah doa yang alkitabiah, melainkan praktek kafir yang merupakan resep untuk mendapatkan penipuan dari Iblis. Semua mereka yang mempraktekkannya dipimpin kepada kesesatan. Karena itu tidaklah mengherankan, bahwa Tickle percaya akan Allah yang perempuan dan memanggil Roh Kudus “he (dia laki-laki) atau she (dia perempuan) atau it (dia benda).” Dia mengajarkan bahwa dengan mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, orang percaya sedang memberi Allah makan dan menyegarkan kembali Roh Kudus, apapun juga maksud kalimat itu. Berbicara di Gereja Alkitab Mars Hill yang digembalakan Rob Bell di Grand Rapids, Michigan, Tickle mengatakan: “Allah itu laki-laki sekaligus perempuan. Allah itu bapa dan juga ibu. ….Ada lebih dari satu hal di bawah nama Allah, dan itu laki-laki sekaligus perempuan. ….Karena kita sebentar lagi akan ambil bagian [dalam perjamuan Tuhan], marilah kita ingat apa yang sedang kita lakukan. Kita bukan saja merayakan kematian itu dan janji kembalinya, tetapi kita sedang memberi makan dengan cara makan Allah – ya itulah yang sedang kita lakukan di sini – dengan cara makan tubuh dan darah Allah kita, kita sedang memberi makan Allahyang di dalam kita. Karena sambil kita mengambil elemen-elemen itu, Roh juga makan di dalam diri kita dan disegarkan kembali sebagaimana dia [he or she or it] lakukan melalui iman kita” (Tickle, “A Treasure We Don’t Understand,” 3 Mei 2009). Phyllis Tickle, Rob Bell, Brian McLaren, dan kelompok mereka sedang menyembah berhala. The Shack, sebuah buku populer di kalangan emerging church, juga menggambarkan Allah sebagai wanita.

This entry was posted in Emerging Church and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.