Mengajar Anak-Anak Untuk Memiliki Waktu Membaca Alkitab Setiap Hari

(Berita Mingguan GITS 04 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Salah satu hal yang paling penting yang dapat dilakukan orang tua bagi anak-anak mereka adalah membantu mereka mengembangkan kebiasaan membaca Alkitab setiap hari. Adalah Firman Allah yang dapat dipakai oleh orang muda untuk membersihkan jalannya dari dunia yang jahat ini (Maz. 119:9). Firman Tuhan haruslah masuk ke dalam hati dan jiwa dan mengisi keseluruhan hidup individu tersebut, dan ini tidak akan terjadi tanpa membaca, mempelajari, menghafal, dan merenungkan Firman Tuhan menjadi praktek sehari-hari. Gembala sidang David Sorenson memberikan beberapa nasihat mengenai hal ini sebagai berikut: 1. Mulailah secepatnya. Ketika anak-anak kami masih kecil, kami mulai menyuruh mereka membaca Alkitab sesegera mereka bisa membaca. Memang pendek saja tetapi mereka mulai sejak di tahun-tahun TK mereka. 2. Rencanakan pembacaan mereka itu. Alkitab adalah buku yang kompleks, bahkan untuk orang dewasa. Ketika anak-anak kami masih kecil, kami menyuruh mereka membaca 1 Yohanes karena kosa kata dan sintaksnya yang sederhana. Pertama-tama kami menyuruh mereka membaca satu atau dua ayat sehari. Sambil mereka naik kelas dalam sekolah, tugas membaca itu berkembang menjadi satu pasal sehari dan ketika mereka SMP, kami menyuruh putri-putri kami membaca empat pasal sehari. Ini adalah jumlah yang diperlukan untuk membaca Alkitab dalam satu tahun. Tetapi poin besarnya adalah kami merencanakan pembacaan itu bagi mereka. 3. Sediakanlah insentif positif. Ketika putri-putri kami masih kecil, kami membuat suatu tempelan di kulkas, dan ketika mereka melakukan pembacaan Alkitab wajib mereka, mereka menerima satu bintang setiap hari. Ketika mereka dengan setia mengisi bintang mereka selama beberapa minggu atau satu bulan, kami merencanakan hadiah bagi mereka. 4. Pertahankan kebijakan ini. Kami memastikan bahwa putri-putri kami melakukan tugas membaca Alkitab mereka sebagaimana diinstruksikan. Suatu pertanyaan yang sering terdengar di meja makan adalah ‘Apakah kamu membaca Alkitabmu pagi ini?’ Walaupun pada akhirnya mereka tidak memakai tempelan kulkas dan bintang lagi, kami tetap mengecek mereka selama masa-masa remaja. 5. Lakukanlah karena ini hal yang benar. Ketika putri-putri kami bertumbuh besar dan tidak lagi memerlukan insentif-insentif kecil, kami beralih mengajarkan mereka filosofi bahwa membaca Alkitab adalah hal yang memang patut dilakukan. Sambil kami mengembangkan prinsip melakukan kebenaran, mudah untuk memasukkan praktek pembacaan Alkitab ke dalam prinsip kebenaran. Sungguh, adalah tepat bagi seorang percaya untuk berada dalam Firman Allah setiap hari (Training Your Children to Turn out Right).”

This entry was posted in Keluarga and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

1 Response to Mengajar Anak-Anak Untuk Memiliki Waktu Membaca Alkitab Setiap Hari

  1. Jafetson says:

    Walaupun artikel ini, telah lama diposkan namun tetap relevan, bagi kehidupan keluarga Kristen dimanapun dan kapanpun, karena firman Tuhan adalah Hidup. dapat
    Ia akan lebih berharga dari emas tua sekalipun.
    Bagi keluarga Kristen yang telah melalaikan kebiasaan membaca dan merenungkan Alkitab serta mengajarkan kepada anaknya untuk membaca Alkitabnya, maka saya anjurkan untuk kembali menerapkannya.
    Kiranya Tuhan Yesus menolong kita. Maranatha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *