Sword of the Lord Menghilangkan Pertobatan dari Khotbah Spurgeon

(Berita Mingguan GITS 18 Desember 2010, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Baru-baru ini saya mendapatkan email berikut dari Jim Koenig: “Semalam kami menonton videomu ‘Bagaimana Menghindari Pertobatan Palsu’ untuk kedua kalinya dan bagian tentang pertobatan semakin jelas kali ini. Selama bertahun-tahun kami telah memperhatikan bahwa Sword of the Lord telah bergeser menjauh dari doktrin pertobatan dan dengan cerdik memimpin para pembaca mereka ke arah yang sama. Contoh yang sangat baik adalah judul Charles Spurgeion yang berjudul ‘Only Trust Him’ dalam isu 26 November 2010. Mereka telah menghilangkan apa yang Spurgeon katakan tentang pertobatan. Khotbah aslinya dapat dilihat di www.spurgeongems.org/sermons.htm (sermon #1635) dan bagian yang dihilangkan ada di halaman ketiga dari khotbah itu, yaitu paragraf keenam dari atas. Bertahun-tahun yang lalu istri saya dan saya lulus dari Sekolah Penginjilan yang diadakan oleh Sword Director, pada waktu itu diajar secara pribadi oleh Sdr. Smith, Sdr. Norris Belcher, dan almarhum Sdr. Larry Staner. Tidak pernah, kapanpun, kata ‘pertobatan’ disinggung atau dirujuk dalam pembelajaran tiga hari tersebut. Saya tidak anti-Sword of the Lord, tetapi mereka 100% salah mengenai pertobatan dan telah mempengaruhi ribuan pengkhotbah muda untuk menyebarkan metode satu-dua-tiga-berdoa-setelah-saya.” KOMENTAR OLEH SDR. CLOUD: Saya sangat setuju. Sword of the Lord memiliki masalah serius mengenai pertobatan, dan ini bukanlah berita baru. Sementara pendiri Sword, John R. Rice, mengajarkan bahwa pertobatan adalah “perubahan pikiran tentang Allah dan tentang dosa” dan “berbalik dari dosa-dosamu” (What Must I Do to be Saved, 1940), penerus Rice, Curtis Hutson, mengubah definisi alkitabiah tentang pertobatan. Ia melakukan hal ini dalam buku kecilnya yang berpengaruh, Repentance: What Does the Bible Teach? Hutson menyangkal bahwa pertobatan berarti berbalik dari dosa (hal. 4), bahwa pertobatan adalah menyesal atas dosa (hal. 8), dan bahwa pertobatan berarti “perubahan pikiran yang memimpin kepada perubahan tindakan” (hal. 16). Ia mengklaim bahwa pertobatan hanyalah “mengubah pikiran.” Hutson mengutip perikop Kitab Suci yang sepertinya mendukung posisinya tetapi mengabaikan banyak perikop yang dengan jelas bertentangan. Ia mengutip dengan salah tulisan-tulisan orang-orang lain seperti pendahulunya John R. Rice, dan mencampur adukkan banyak pemikiran manusia. Di bawah pengawasan Hutson, majalah Sword of the Lord juga menghilangkan pertobatan dari beberapa himne dalam buku nyanyi Soul Stirring Hymns edisi tahun 1989. Sebagai contoh, lirik dari lagu “The Old Account Was Settled” diubah dari “O pendosa, carilah Tuhan, bertobatlah dari dosamu” menjadi “O pendosa, percayalah Tuhan, agar dibersihkan dari segala dosamu.” (Mereka juga melakukan hal yang sama terhadap lagu “Almost Persuaded” dan “Give Me Thy Heart”). Saya mengucap syukur untuk banyak hal yang dibela oleh Sword of the Lord selama bertahun-tahun, tetapi isu tentang pertobatan bukanlah hal yang ringan. Majalah Sword telah berada di garis depan menurunnya doktrin ini dan mempromosikan praktek sesat “Quick Prayerism” yaitu pemakaian manipulasi psikologis, teknik salesman dunia, dan “doa orang berdosa” yang kosong untuk menggantikan kerja Roh Kudus untuk menyadarkan orang tentang dosa dan kelahiran kembali yang ajaib. Saya menolak untuk menjalin tangan dengan pelayanan yang dipimpin oleh orang-orang yang melakukan kesalahan besar seperti ini. (Majalah Sword juga bersalah meninggikan orang-orang tertentu di luar dari batas-batas yang baik dan alkitabiah).

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *