Evolusionis Terpaksa Percaya Alien dan Pesawat Luar Angkasa

(Berita Mingguan GITS 15 Januari 2011, diterjemahkan dari www.wayoflife.org)
Di zaman Charles Darwin, suatu sel hidup dianggap sebagai suatu onggokan protoplasma yang sederhana. Beranjak dari ketidaktahuan ini, evolusionis seperti Alexander Oparin dan J.B.S. Haldane bisa saja percaya bahwa proses-proses alami dapat menghasilkan kehidupan. Namun demikian, di abad ke-20, ada ledakan pengetahuan tentang genetika dan mikro-biologi, dan kini diketahui bahwa sel hidup yang paling sederhana, dan bahkan protein-protein dan organel-organel sel tertentu, sangatlah luar biasa kompleks. Fakta ini telah memaksa sebagian evolusionis untuk mempercayai alien dan pesawat luar angkasa. Sebagai contoh adalah FRANCIS CRICK, salah satu dari dua penemu struktur pilin ganda DNA. Ia adalah seseorang yang percaya evolusi dan musuh kekristenan, tetapi ia menyadari bahwa kehidupan tidak mungkin secara spontan muncul dalam suatu “kolam hangat.” Dalam bukunya Life: Its Origin and Nature, tahun 1981, Crick berteori bahwa kehidupan diciptakan di suatu tempat di alam semesta ini oleh suatu intelijensi yang tidak dikenal dan dikirim ke tata surya ini oleh alien-alien yang menggunakan teknologi pesawat luar angakasa. Ilmuwan Inggris, FRED HOYLE, dan astronomer CHANDRA WICKRAMASINGHE sampai kepada kesimpulan yang sama. Hoyle mengatakan, “Ide bahwa bukan hanya biopolimer dari suatu sel hidup, tetapi juga program operasinya, dapat muncul secara kebetulan dalam suatu sup primordial di sini di Bumi adalah omong kosong tingkat tinggi” (“The Big Bang in Astronomy, New Scientist, 19 November 1981, hal. 527). Bukannya membiarkan fakta ini membawa dia kepada Allah Pencipta, Hoyle malah percaya bahwa bumi telah berulang kali ditaburi benih kehidupan alien, dan bahwa penaburan benih tersebut adalah hasil suatu desain intelijen oleh suatu kuasa yang lebih tinggi yang tidak dikenal yang memiliki suatu “rencana penyerangan planet yang jelas” (Evolution from Space, hal. 126). RICHARD SHAPIRO, Ph. D. dalam kimia organik dari Harvard, juga berargumen bahwa kehidupan terlalu kompleks untuk muncul dari berbagai proses evolusi yang diajukan dan dalam buku Origins: A Skeptic’s Guid to the Creation of Life on Earth, ia berspekulasi bahwa kehidupan mulai di luar angkasa. RICHARD DAWKINS, yang menyebut Allah dalam Alkitab sebagai “tokoh yang paling tidak menyenangkan dalam semua fiksi,” mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Ben Stein bahwa ia juga mencurigai bhawa kehidupan ditaburkan ke atas bumi oleh alien. Ini dipublikasikan dalam documentary “Expelled: No Intelligence Allowed.”
EDITOR: Tentu saja mereka yang percaya bahwa kehidupan di bumi dibawa oleh alien dari luar angkasa harus bertanya: dari manakah alien itu datang? Sungguh menyedihkan melihat banyak orang, yang karena dosa, lebih mempercayai manusia diciptakan alien daripada diciptakan Allah.

This entry was posted in Science and Bible and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.