Kebutaan Rohani Pemimpin Kharismatik

(Berita Mingguan GITS 05 Februari 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Berean Call, Desember 2010: “Pada tanggal 17 Oktober [1989], Paul dan Jan Crouch menyambut tiga orang Katolik ke dalam program “Praise the Lord” mereka: dua imam dan seorang wanita yang adalah pemimpin awam. Paul memperlihatkan keluguan dan kebodohan theologi yang luar biasa dengan cara mengecilkan perbedaan-perbedaan antara Protestan dan Katolik dan menyatakan bahwa itu semuanya ‘hanyalah masalah perbedaan istilah saja.’ Dengan gembira dia menyambut doktrin Transubstansiasi [doktrin bahwa hosti misa Katolik benar-benar berubah menjadi daging Yesus], suatu kesesatan yang sedemikian besar sehingga ribuan orang telah mati dibakar daripada menerima doktrin tersebut, dan dia mendeklarasikan: ‘Well, kami [Protestan] percaya hal yang sama. Jadi lihat, salah satu hal yang telah memisahkan kita bertahun-tahun ini [Transubstansiasi] tidak seharusnya memisahkan sejak awalnya karena yang kita maksudkan adalah hal yang sama tetapi dengan bahasa yang berbeda….Saya menghapus kata Protestan dari kosa kata saya….saya tidak memprotes apa-apa lagi saat ini….ini waktunya Katolik dan non-Katolik datang bersama sebagai satu dalam Roh dan satu dalam Tuhan.’ Tetapi Katolik memiliki Injil usaha dan ritual melalui meditasi Gereja tersebut.” KESIMPULAN SDR. CLOUD: Ini berita yang sudah lama, tetapi tetap relevan. Gerakan kharismatik dan ekumenisme-nya yang berdasarkan pengalaman dan perasaan adalah salah satu pelekat dalam kesesatan akhir zaman. Hal lain lagi yang sering menyatukan berbagai kesesatan adalah Contemporary Christian Music (CCM). Ia adalah faktor penyatu yang bukan berdasarkan doktrin yang benar. Salah satu dosa dan kesalahan besar Injili adalah mereka diam dan bungkam mengenai masalah-masalah ini. Berapa banyak orang Injili berpengaruh yang telah menegur Paul Crouch dan TBN secara publik? Charles Swindoll mencirikan kebanyakan Injili. Ia mengatakan bahwa walaupun dia tidak setuju dengan theologi kharismatik, ia tidak “menembakkan peluru-peluru artileri theologi” kepada mereka (Grace Awakening, hal. 188). Ini adalah pernyataan yang tidak akurat dan konyol. Menegur dosa dan kesesatan bukanlah “menembak” orang. Itu adalah tindakan kasih terhadap Allah dan kebenaranNya dan adalah tindakan belas kasihan kepada mereka yang sedang tersesatkan. Kita diperintahkan untuk “berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3). Pasifisme rohani dan hanya menegur dosa dan kesalahan secara garis besar [bukan secara spesifik] bisa saja memperluas pelayananmu dan dukungan terhadapmu, tetapi tidak akan cukup untuk mengumandangkan seluruh kebenaran di dunia yang gelap ini.

EDITOR: Banyak orang melihat kekristenan hanya terdiri dari dua: Katolik dan Protestan. Ini adalah pandangan yang tidak alkitabiah sekaligus juga tidak historis. Katolik sering mengklaim bahwa semua gereja berasal dari mereka [Katolik], dan mereka menunjuk kepada fakta bahwa gereja Protestan keluar dari Katolik. Tetapi sebenarnya, gereja-gereja Baptis bukanlah Protestan. Gereja-gereja Baptis sudah ada jauh sebelum Reformasi yang dilancarkan Martin Luther (1517). Gereja-gereja Baptis berasal dari orang Baptis pertama: John the Baptist (Yohanes Pembaptis).

This entry was posted in Kharismatik/Pantekosta and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.