Allah Baru Rob Bell

(Berita Mingguan GITS 26 Maret 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam buku barunya, Love Wins, Rob Bell bukan hanya menolak doktrin Alkitab mengenai neraka; dia menolak Allah dalam Alkitab dan dalam aksinya itu ia menolak Allah yang disembah oleh kakek neneknya. Allah-nya Bell bukanlah Pemberi Hukum yang kudus, kudus, kudus, yang membenci dosa. Dalam buku Love Wins, ada foto akan sebuah lukisan yang tergantung di rumah nenek Bell. Lukisan itu menggambarkan surga sebagai suatu kota yang bersinar-sinar di ujung jauh dari sebuah jurang yang gelap dan membara. Membentangi jurang itu adalah sebuah salib di atas mana orang-orang dapat berjalan menuju selamat. Bell mengklaim bahwa Allah yang digambarkan oleh lukisan ini tidaklah agung atau berkuasa (Love Wins, location 1189-1229). Ia menyebut tindakan pemberitaan neraka yang kekal sebagai sesuatu yang “salah dan beracun,” suatu “pandangan murahan tentang Allah,” dan “mematikan” (location 47-60, 2154-2180). Ia mengimplikasikan bahwa Allah seperti ini bukanlah teman sejati dan pelindung; ia mengatakan bahwa ada yang salah dengan Allah semacam ini dan menyebutNya “menakutkan dan membuat trauma dan menyebalkan” (location 1273-1287, 2098-2113). Dia bahkan mengatakan bahwa jika seorang ayah di bumi berlaku seperti Allah yang mengirim orang ke neraka, “kita akan menelpon petugas sosial sesegera mungkin” (location 2085-2098). Jelas sekali bahwa Bell sama sekali tidak mau berurusan dengan Allah yang disembah oleh nenek moyangnya. Allahnya Bell lebih mirip allah New Age yang panentheistik daripada Allah Alkitab. Ia menggambarkan Allah sebagai “suatu kuasa, suatu energi, suatu pribadi yang memanggil kita dalam berbagai bahasa, menggunakan berbagai cara dan tindakan” (Love Wins, location 1710-1724). Bell juga menyembah suatu kristus yang palsu. Yesus dia adalah “di atas budaya … hadir dalam semua budaya … menolak untuk dimiliki oleh budaya manapun … Dia bahkan tidak pernah menyatakan bahwa mereka yang datang kepada Bapa melalui Dia akan tahu bahwa mereka hanya bisa datang melalui Dia … hanya ada satu gunung, tetapi banyak jalan. …Orang datang kepada Yesus melalui berbagai jalan … Kadang-kadang orang memakai namaNya; di saat lain mereka tidak memakai namaNya” (Love Wins, location 1827-1840, 1865-1878, 1918-1933).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *