Kematian Sai Baba

(Berita Mingguan GITS 30 April 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Guru Hindu India Sai Baba meninggal tanggal 24 April pada usia 84 tahun. Dia bernubuat akan hidup hingga umur 96 dan tetap sehat hingga umur itu, tetapi nubuat itu hanyalah satu dari banyak contoh kesalahannya yang lain (“Scramble for Dead Indian Guru,” The Daily Telegraph, 25 April 2011). Dia bukan hanya meleset 12 tahun, tetapi dia juga lumpuh selama enam tahun terakhir hidupnya. Kerajaannya dikatakan memiliki nilai $12 milyar, dan pertarungan siapa yang akan menjadi penggantinya sudah dimulai bahkan sambil artikel ini ditulis. Di antara murid-muridnya adalah almarhum raja Birindra dari Nepal, yang membunuh anaknya sendiri, aktris Goldie Hawn, Duchess York, dan Isaac Tigrett, pendiri Hard Rock Cafe. Nama yang dia pakai sebagai seorang guru adalah Sathya Sai Baba, yang berarti “bapa kebenaran ilahi,” tetapi dia tidak mengenal kebenaran dan jelas dia tidak ilahi. Mujizat-mujizat yang katanya dia lakukan, seperti menimbulkan abu dan perhiasan, telah dibuktikan sebagai tipuan sulap murahan. Saya pernah sebentar mengikuti seorang guru Hindu sebelum saya diselamatkan. Namanya adalah Paramahansa Yogananda, pendiri dari Self-Realization Fellowship Society, dan saya sangat bersyukur akan kasih karunia Tuhan yang membuka mata saya yang buta 38 tahun yang lalu dan menunjukkan kepada saya eksklusivitas keselamatan dalam Yesus Kristus. Tidak ada yang pernah membuktikan bahwa mujizat-mujizat Yesus itu palsu, dan kebangkitan badaniNya didukung oleh banyak sekali fakta historis dan ratusan saksi mata. “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *