Pemimpin Injili Menandatangani Pernyataan Bahwa Allah Islam dan Allah Alkitab Adalah Satu “Allah”

(Berita Mingguan GITS 25 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Pada saat ketika “Injili konservatif” John Piper bergandeng tangan dengan Rick Warren dalam pelayanan dan telah memproklamirkan bahwa dia secara theologis sehat, kami mau mengingatkan pembaca bahwa Warren telah menandatangani “A Christian Response to ‘A Common Word Between Us and You’” pada bulan November 2007. Dokumen ini mengatakan bahwa Muslim dan Kristen menyembah Allah yang sama dan mengklaim bahwa “masa depan dunia bergantung pada perdamaian antara Muslim dan Kristen.” Pernyataan itu berbunyi, “…kita harus terlibat dalam dialog antar-iman sebagai orang-orang yang mencari kebaikan orang yang lainnya, karena Allah yang satu tanpa henti mencari kebaikan kita” (http://www.yale.edu/faith/acw/acw.htm). Pernyataan ini ditandatangani oleh dua guru besar injili dalam hal pertumbuhan gereja, Rick Warren dan Bill Hybels. Dalam tindakan ini mereka disertai oleh ratusan penandatangan lainnya, termasuk Roma Katolik (misal “Bapa” Joseph Daoust, Presiden dari Jesuit School of Theology Berkeley) dan modernis-modernis theologis yang prominen dan para emergent (misal Harvey Cox dan Elizabeth Fiorenza dari Harvard Divinity School, Tony Jones dari Emergent Village, dan Brian McLaren), dan guru self-esteem Robert Schuller. “Injili” lain yang menandatangani dokumen yang tidak alkitabiah ini adalah Leith Anderson (Presiden dari National Association of Evangelicals), Robert Cooley (Presiden Emeritus, Gordon-Conwell Theological Seminary), Mike Edens (Associate Dean of Graduate Studies, New Orleans Baptist Theological Seminary), Timothy George (Beeson Divinity School di Samford University), Lynn Green (International Chairman of Youth With A Mission), Peter Kuzmic (Gordon-Conwell), David Neff (Editor Utama dari Christianity Today), Roy Oksnevad (Institute of Strategic Evangelism di Wheaton College), Richard Mouw (Presiden dari Fuller Theological Seminary), Dough Pennover (Dekan dari School of Intercultural Studies, Biola University), John Stott (Rektor Emeritus dari All Souls Church London), Michael Treneer (Presiden Internasional dari The Navigators), Berten Waggoner (Direktur Nasional dari Vineyard Churches), David Yonggi Cho (gembala sidang senior Yoido Full Gospel Church Seoul), dan Bruce Clemenger (Presiden dari The Evangelical Fellowship Canada).

This entry was posted in Islam, New Evangelical (Injili). Bookmark the permalink.

5 Responses to Pemimpin Injili Menandatangani Pernyataan Bahwa Allah Islam dan Allah Alkitab Adalah Satu “Allah”

  1. Aminius says:

    wach dah gawat tuch,,kalau rick warren ikut menandatangani pernyataan tersebut…Kekristenan Di Dunia ini makin kacau kalau sudah begitu dan mengarah kepada penyesatan banyak umat kristiani,,,inikah dia tanda-tanda akhir zaman,,banyaknya penyesatan dan pemikiran yang salah tentang Allah…

  2. Madina says:

    satu Allah= satu Tuhan
    Eli Eli lama sabahtani = (“Yesuspun berdoa kepada Tuhan”)

  3. edy sunarto says:

    Tetaplah pegang Injil Kristus. Siap jadi martir. Pertahankan Iman kita jangan ikut tersesat . Kita minta Roh Kudus berikan hikmat dan makrifatnya agar kita dicerahkan oleh Tuhan sendiri. MARILAH kita bersandar HANYA kepada TUHAN. Amin

  4. Yonatan says:

    Mereka kehilangan akal sehat kalo gitu. Islam tak mengakui Yesus sebagai Tuhan, padahal bagi orang Kristen, Yesus adalah Pribadi Kedua di dalam Allah Tritunggal. Jadi Yesus adalah Tuhan yang kita sembah, sedangkan Islam tidak menyembah Yesus. Gimana bisa sama? Pake otak dong!

  5. Lukas says:

    Biola University, itu partner dari kampus tempat saya kuliah (Pelita Harapan)

    @edy sumarto: siap jadi martir memang terhormat dan alkitabiah, tapi membunuh untuk mempertahankan diri juga sah. Dalam situasi “kill or be killed”, saya akan pilih “kill”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *