Seminari Fuller Mempelajari Theologi Zombie

(Berita Mingguan GITS 11 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Divisi Fuller Theological Seminary di Texas, dijadwalkan akan mendiskusikan Theologi Zombie pada tanggal 13 Juni. Diskusi ini akan dipimpin oleh John McAteer, yang memiliki Ph.D dalam filosofi dari Universitas California Riverside dan MA dalam Philosophy of Religion dari Biola, “di mana dia mendapatkan pendidikan yang ketat dalam analisis kontemporer terhadap metafisika dan epistemologi.” Pendidikan seperti ini adalah resep menuju kekandasan rohani. Ia “mempelajari apa yang membuat hidup ini berarti: kasih, etika, agama, dan hubungan antara hal-hal yang bernilai ini” dan “menikmati makanan enak dan restoran bagus, bermimpi tentang menjadi seorang imam Episkopal dan/atau memulai suatu gereja emerging, dan menonton film dan TV” (www.fuller.edu). Dialog Theologi Zombie akan mencoba untuk menjawab pertanyaan, “Apa yang dapat kita pelajari dari zombie tentang tubuh, jiwa, dan kehidupan setelah kematian?” Diskusi Theologi Zombie adalah bagian dari “Fuller Conversations,” yang mencoba untuk “mengeksplorasi bagaimana iman pada Allahnya Yesus Kristus berhubungan dengan bagaimana manusia dapat berkembang dalam setiap lingkup kehidupan.” Fuller Seminary adalah contoh dari hati dan jiwa gereja emerging. Ia bersifat eklektik dan sinkretistik, dan hampir segala sesuatu ditoleransi kecuali iman kepada Alkitab sebagai Firman Allah yang tiada salah. Yesus Kristus dan para rasul memberitakan kebenaran, tetapi dialog-dialog Fuller menghasilkan pertanyaan dan keraguan. Gereja emerging mempelajari film-film Hollywood yang kotor, bukan untuk mengritik mereka secara alkitabiah dan menolak mereka dengan suatu finalitas, tetapi karena mereka mencintai dunia dan merasa nyaman dengan dunia. “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya” (1 Yoh 2:15-17).

This entry was posted in Emerging Church, New Evangelical (Injili). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *