Trend Dansa Ekumenikal

(Berita Mingguan GITS 18 June 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dansa “kebangkitan” adalah trend baru yang sedang melanda dunia. Dansa ini diciptakan oleh UpToFaith, sebuah pelayanan di Hungaria yang melakoni Dansa Kebangkitan yang pertama di Heroes Square di Budapest pada Hari Minggu Paskah 2010. UpToFaith digambarkan sebagai “sekelompok artis yang tujuannya adalah untuk melihat dan membuat terlihat hal yang tidak kelihatan dalam keterlihatan, kekekalan dalam waktu, dan hati manusia.” Semuanya abu-abu secara doktrinal, sehingga memungkinkan ekumenisme yang luas. Musiknya memiliki “beat yang memacu dengan elemen-elemen techno dan rap” dan liriknya hampir tidak memiliki arti. Perhatikan bagian reff dari Up to Faith Dance: “When it’s up to faith, be the difference/ It’s not up to fate, go the distance/ Once upon a time, write the story/ People up to faith, hearts restoring/ What’s the word today, who will lead us/ Living Word today, only Jesus/ Coming back to home, tears to laughter/ Happy ending found here and after.” Apa arti lagu ini? Apapun juga yang anda inginkan. Roma Katolik, Protestan, Baptis, bahkan orang New Age dapat menemukan arti masing-masing dalam kata-kata tersebut. UpToFaith mendistribusikan video pelatihan untuk mengajarkan koreografi dansa tersebut. Dansa ekumenis ini sudah diulangi di banyak tempat tahun ini, termasuk Gereja Saddleback-nya Rick Warren. Second Baptist Church di Houston menggelar dansa ini di gedung Discovery Green di pusta kota. Dansa ini dijadwalkan akan digelar pada bulan November di Richmond, Virginia, oleh Baptist General Association of Virginia. Paige Peak, asisten direktur eksekutif untuk Virginia Baptist Mission Board, mengatakan, “Baptis di Virginia akan datang bersama dalam persatuan dan koopersai melalui sebuah dansa perayaan” (“In November, Baptists in Virginia Will Be Dancing,” Associated Baptist Press, 31 Mei 2011). Dansa-dansa ini tidak menyerukan pesan Injil yang jelas, mereka menyerukan pesan kesesatan akhir zaman. Semuanya adalah mengenai harga diri-ku dan kebebasan untuk mengikuti hati-ku. Ini adalah mengenai membangun gereja dunia yang esa. Ini adalah mengenai meniru jalan dunia berlawanan dengan Roma 12:2. Ini adalah 2 Timotius 4:3-4 dengan latar belakang musik rock. “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”

This entry was posted in Ekumenisme, musik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *