Satu Agama Mati Bersama Imamnya

(Berita Mingguan GITS 12 November 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah agama yang menyembah gunung tertinggi ketiga di dunia, mati bersama dengan matinya imam terakhir agama tersebut. Samdup Taso, yang mati tanggal 31 Oktober, pada usia 83 tahun, adalah imam terakhir yang dapat memimpin umat Lepcha dalam penyembahan Gunung Kanchenjunga di Himalaya. Times of India melaporkan, “Tradisi ini telah berakhir selamanya. Tidak mungkin lagi bagi orang lain untuk belajar ritual-ritual ini dan menggantikan Taso.” Kita mengucap syukur bahwa agama yang sejati dalam Yesus Kristus tidak mungkin mati karena Dia tidak mungkin mati! Setelah melakukan pengorbanan yang diperlukan untuk mendamaikan manusia dengan Allah, Yesus bangkit dari antara orang mati dan hidup selamanya. “Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain. Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibr. 7:24-25).

This entry was posted in General (Umum). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *