Penyembuh, Sembuhkan Dirimu Sendiri

(Berita Mingguan GITS 24 Desember 2011, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadur dari “An Unhealthy Update on Peter and Doris Wagner,” Slaughter of the Sheep, 30 Oktober 2011. Artikel ini menggambarkan kondisi C. Peter Wagner, yang menyebut diri seorang “rasul” dan juga pendiri National Apostolic Reformation: “Menurut surat edaran National Apostolic Reformation (NAR), yang berisikan berita terbaru dan permintaan doa, suami istri Wagner sudah berada di bawah perawatan medis yang ekstensif untuk waktu yang lama. Doris Wagner menderita suatu penyakit menular, diberikan hiper-antibiotik, didiagnosa memiliki tumor jantung, dan menjalani operasi atas lututnya. Saat ini, dia sedang dijadwalkan akan menjalani operasi lutut yang besar. C. Peter Wagner memiliki batuk yang tidak kunjung sembuh, pembengkakan di kaki dan perut, masalah jantung, dan saat ini mengkonsumsi obat pengencer darah. Dia dijadwalkan menjalani operasi katarak di kedua belah mata. Seperti manusia normal yang memasuki usia lanjut, Peter dan Doris Wagner menderita berbagai penyakit dan kerusakan tubuh. Hal ini lumrah. Tetapi, tidak seperti manusia pada umumnya, orang-orang dari National Apostolic Reformation ini merasa bahwa mereka spesial, suatu sikap yang terlihat dari mentalitas mereka yang eksklusif dan elitis. Toh, bukankah mereka yang mendorong gerakan “tanda dan mujizat,” dan bahkan dikatakan bahwa di kalangan mereka, semua orang memiliki hampir semua karunia rohani, termasuk karunia untuk menyembuhkan. Penderitaan manusia bukanlah hal yang lucu atau patut menjadi lelucon, tetapi ketika sedang tertimpa masalah, di manakah para penyembuh dari NAR? Mengapa mereka tidak berbondong-bondong datang ke sisi Peter dan Doris dan mendemonstrasikan karunia menyembuhkan mereka agar disaksikan dunia? Atau jangan-jangan gerakan “tanda dan mujizat” ini hanya berisi “tanda” tanpa “mujizat”? Jangan sampai! Bagaimana mungkin ada yang berani berkata demikian! Yang berani mengritik bisa dituduh “menyerang orang yang diurapi” dan “menghakimi” dan “bersikap seperti Farisi.” Akal sehat mendeduksi bahwa jika satu saja dari anggota NAR memiliki karunia menyembuhkan yang alkitabiah, dia pasti sudah kegirangan memiliki kesempatan menumpangkan tangan atas Doris dan Peter, dan menyembuhkan mereka dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dan karena “teleportasi” dari satu tempat ke tempat lain adalah salah satu bagian dari gerakan “tanda dan mujizat,” maka tidak perlu takut ongkos pesawat. Tetapi ini tidak akan terjadi! … Sederhananya, mereka tidak memiliki karunia menyembuhkan yang alkitabiah. …Orang-orang yang sakit dan sekarat berdatangan untuk disembuhkan, dan mereka pulang tanpa kesembuhan. Para penyembuh tidak dapat menyembuhkan Peter dan Doris, dan Peter dan Doris pun tidak dapat menyembuhkan satu sama lain. Jadi Peter dan Doris terpaksa berpaling kepada ilmu kedokteran untuk kesembuhan mereka. …C. Peter Wagner memberi pelajaran tentang kesembuhan ilahi, tetapi dia tidak memiliki karunia menyembuhkan.”

This entry was posted in Kharismatik/Pantekosta. Bookmark the permalink.

2 Responses to Penyembuh, Sembuhkan Dirimu Sendiri

  1. edy sunarto sang hamba Allah says:

    Mohon maaf mau komen dikit ya, memang tidak setrusnya kita diberi karunia peyembuhan, hal ini terkait anugerah yag diberikan dan tingkat kekudusan hidup kita, tapi Tuhan Yesus Kristus karena hidup dalam kebenaran dan kesucian Allah maka dapat menyembuhkan dengan kuasa Allah , kita diberi kesempatan yang sama bila kita hidup benar dan kudus seperti Alkitab katakan, namun demikian Kasih adalah yang kekal….marilah hidup dengan Kasih……hanya mengandalkan KASIH ALLAH. Gbu.

  2. tumbur Lumban raja says:

    Halo pembaca sekalian..
    mari kita berhikmat, dari semua ini kita memang harus kembali kepada Kebenaran. Yesuslah kebenaran itu, Alkitab firman kebenaran. jadi untuk tahu mengapa hal itu bisa terjadi, itu semua karena mayoritas orang yang mengaku Kristen tidak mengenal kebenaran, sekalipun mereka menyebut dirinya “hamba Allah”. mari kita lebih berhati2 dalam menyimpulkan Alkitab, karena semua itu ada resikonya. kebenaran haruslah bersifat kekal dan konsisten (tidak bertentangan bagian Alkitab yang satu dengan yang lainnya). lebih dari itu, pasti bukan kebenaran. kesembuhan jasmani tidaklah bersifat kekal, jadi siapapun yang masih mengejar dan menawarkan karunia2 yang sifatnya untuk kesembuhan jasmani, pasti bukan kebenaran. selebihnya dapat dipelajari konsistensi ayat-ayat yang biasa dijadikan dalil oleh mereka lewat diskusi dengan panglimanya Alkitab. demikian dari saya, salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *