Tokoh “Injili” Percaya Menafaskan Allah

(Berita Mingguan GITS 28 Januari 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Leonard Sweet, seorang “Injili” yang sangat berpengaruh, percaya kamu dapat menafaskan Allah dalam hidungnya. Dalam bukunya tahun 2012 ini, I Am A Follower, Sweet mengutip pujangga Sufi, Kabir, yang mengatakan, “Allah adalah nafas di dalam nafas.” Sweet lalu membuat komentar berikut yang sama sekali kafir dan menghujat: “Semua ciptaan menjadi hidup karena nafas kudus sang Pencipta. Menafaskan nafas Yahweh berarti menafaskan nafas kudus kehidupan. Yahweh. …Pernafasan dan detak jantung kita menjadi selaras dengan nama tersebut. Tarik nafas ‘Yah’ dan lepas nafas ‘weh’ …Saya jamin anda akan mulai relaks.” Ini adalah kesesatan yang dihasilkan oleh doa kontemplatif, yang sedang direkomendasikan Sweet dalam buku tersebut. Sweet adalah penulis lebih dari 30 buku. Dia dua kali dipilih sebagai “salah satu dari 50 orang Kristen paling berpengaruh di Amerika” oleh majalah ChurchReport, dan Sweet berbicara di Gereja Saddleback pada bulan Januari 2008 untuk konferensi pelatihan grup kecil. Sweet pernah berbicara di Gereja Willowcreek Community milik Bill Hybels. Buku Sweet Jesus Manifesto (ditulis bersama Frank Viola) direkomendasikan oleh tokoh Southern Baptist, Ed Stetzer, yan pernah juga bicara di Southwide Fellowship dan Trinity Baptist College, Jacksonville, Florida.

This entry was posted in Kesesatan Umum dan New Age, New Evangelical (Injili). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *