Pesan Bambu bagi Dunia

(Berita Mingguan GITS 16 Juni 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini dari Creation Moments, 19 Oktober 2011, www.creationmoments.com: “Banyak tumbuhan berkembangbiak dengan melakukan cloning saja. Contoh yang paling jelas mengenai cloning ini adalah dandelion. Kecuali kamu mencabut semua akar utama dandelion dari dalam tanah, setiap potongan akar bisa menumbuhkan dandelion lainnya, identik dengan orang tuanya. Tumbuhan walking fern juga berkembangbiak dengan cara cloning. Ia bergerak menyeberangi daerah, walaupun dengan sangat pelan, dengan cara memproduksi tumbuh-tumbuhan baru. Tumbuhan baru dihasilkan di mana saja ujung daun-daunnya menyentuh tanah. Setiap tumbuhan yang baru adalah identik dengan orang tuanya. Bambu berkembangbiak melalui pokok-pokok bawah tanah. Spesies-spesies bambu yang berbeda-beda memiliki kisaran hidup antara 20 hingga 120 tahun. Sepanjang umur mereka, mereka hanya bereproduksi dengan cara cloning. Lalu mereka akan berbunya – hanya satu kali. Ketika tiba waktunya untuk bagi spesies bambu tertentu untuk berbunga, setiap anggota spesies itu, tidak peduli di mana pun di dunia, akan berbunga dengan luar biasa indah. Setiap bunga dapat memiliki sampai dengan 100 stamen yang memproduksi serbuk sari. Ketika benih-benih sudah matang dan tersebar, setiap anggota spesies tersebut di seluruh dunia akan mati. Sampai titik ini, keseluruhan spesies tersebut hanya eksis dalam bentuk benih-benih yang tersebar. Ini adalah kesaksian yang brilian tentang penciptaan semua bambu sekaligus di masa lampau yang tidak terlalu lama. Jika evolusi menghasilkan bambu dan terjadi perubahan selama jutaan tahun, semestinya semua anggota dari spesies yang sama tidak lagi memiliki sinkronisasi yang sempurna. Bambu bisa juga menganyam kesaksian yang kuat untuk mendukung penciptaan yang belum lama terjadi, sebagaimana Kejadian catatkan!”

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

1 Response to Pesan Bambu bagi Dunia

  1. lintang says:

    Wah, bener juga ya,
    dari sifat bambu kita jadi banyak tahu,

    teori evolusi tidak pantas di percayai,

    yang ada cuma mutasi,
    mutasi malah memperburuk suatu organisme dan mengurangi kemampuan penyesuaian diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *