Orang-Orang Mars yang Dilihat Percival Lowell

(Berita Mingguan GITS 4 Agustus 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Salah satu bukti yang paling menarik mengenai bagaimana seseorang dapat melihat apa saja yang ingin dia lihat, adalah kasus Percival Lowell (1865-1916). Dia lahir di keluarga yang kaya dan berstrata sosial tinggi di Boston, lulus dari Harvard. Dia seorang matematikus yang brilian serta pebisnis yang sukses, banyak berperjalanan di Timur Jauh, mempelajari beberapa bahasa, dan bersahabat dengan orang-orang yang makmur dan berpengaruh. Buku On the Origin of Species (Darwin) diterbitkan ketika Lowell masih seorang anak-anak, dan dia menerima doktrin Darwin dengan sepenuh hati.

Dia menggunakan kekayaannya untuk membangun sebuah observatorium astronomi, dengan sebuah teleskop 24-inci di bagian barat Amerika dekat Grand Canyon, dengan tujuan untuk membuktikan bahwa kehidupan eksis di planet-planet lain. Observatorium ini selesai tahun 1894, dan sejak saat itu hingga kematiannya 22 tahun kemudian, Lowell mempelajari Mars dan mempublikasikan laporan-laporan dan buku-buku. Akhirnya, dia “melihat” dan memberi nama kepada 700 kanal di Mars, dan percaya bahwa orang-orang Mars-lah yang membangun kanal-kanal itu dalam usaha mereka menyelamatkan planet mereka. Dia bahkan mendeduksi banyak detil yang menakjubkan tentang kehidupan alien Mars.

Bagaimanakah seseorang yang pintar dan berpendidikan baik dapat melihat kanal-kanal dan kebudayaan alien padahal tidak ada sama sekali? Jawabannya adalah karena ia melihat apa yang dia ingin lihat. Ini adalah fenomena yang sama yang menyebabkan para evolusionis melihat bukti bagi evolusi Darwinian walaupun sebenarnya tidak ada. Alkitab menjelaskannya sebagai kelicikan hati manusia yang sudah jatuh dalam dosa, dan kebutaan rohani yang disengaja.

Sangatlah mungkin untuk mempercayai suatu kebohongan dengan segenap hati. “Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah” (2 Kor. 4:4). Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena mencelikkan mata saya yang buta hampir 40 tahun yang lalu dan menunjukkan kepada saya kebenaran dalam Yesus Kristus.

This entry was posted in General (Umum), Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *