Presiden Obama Mengatakan Bahwa Masa Depan Bukanlah Milik Orang-Orang yang Memfitnah Muhammad

(Berita Mingguan GITS 29September 2012, sumber: www.wayoflife.org)

Dalam pidatonya di hadapan PBB tanggal 25 September lalu, Presiden AS, Barack Obama, membuat pernyataan yang mencengangkan berikut: “Masa depan bukanlah milik orang-orang yang memfitnah nabi Islam…” Ini berarti Obama percaya bahwa Muhammad adalah seorang nabi Allah yang sejati dan bahwa Islam adalah kebenaran dan oleh karena itu tidak boleh ditegur, persis sama dengan yang dipercayai orang muslim. Namun dalam pidato yang sama itu, Obama mengklaim diri orang Kristen dan mengutuki ekspresi kebencian terhadap Yesus dan penajisan gereja-gereja. Ini adalah tipikal kontradiksi gaya liberal. Jika Muhammad adalah nabi Allah sejati, maka Yesus sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab adalah salah, karena Yesus mengklaim diri Anak Allah yang mati bagi dosa-dosa manusia. Kedua hal ini disangkal oleh Muhammad dengan keras. Ketika Antikristus nanti muncul, ia akan berpura-pura menghargai semua agama dan akan diusung sebagai seorang pembuat damai antar-agama yang hebat, tetapi segera sifat aslinya akan terlihat dan dia akan meninggikan diri di atas semua agama. “Raja itu akan berbuat sekehendak hati; ia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap setiap allah. Juga terhadap Allah yang mengatasi segala allah ia akan mengucapkan kata-kata yang tak senonoh sama sekali, dan ia akan beruntung sampai akhir murka itu; sebab apa yang telah ditetapkan akan terjadi” (Daniel 11:36).

This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *