Asosiasi Graham Berusaha untuk “Menghidupkan Kembali Pengajaran Injil”

(Berita Mingguan GITS 6Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Billy Graham Evangelistic Association (BGEA) telah meluncurkan suatu sekolah penginjilan online yang terutama dimaksudkan bagi para gembala sidang dan pelayan-pelayan lainnya. Gary Cobb, Direktur Pelatihan dari BGEA mengatakan bahwa mereka akan mengambil dari “kekayaan informasi dan pengalaman” mereka untuk “mendatangkan kebangunan kembali pemberitaan Injil di seluruh dunia” (“Billy Graham Evangelistic Association,” Christian Post, 28 Sept. 2012). Sebagai bagian dari pelatihan itu, khotbah-khotbah yang disampaikan oleh “para penginjil terkenal” akan dianalisis, termasuk khotbah Billy Graham, anaknya Franklin, cucunya Will, juga John Stott, Ravi Zacharias, dan Greg Laurie. Kita bertanya-tanya, Injil apa yang akan mereka promosikan, karena Billy Graham selama ini telah berada di garis depan usaha untuk mengacaukan Injil melalui promosi dia terhadap persatuan ekumenis dan tindakan dia menyerahkan “para petobat” yang dia dapatkan kepada semua jenis “gereja” dalam karir penginjilannya. Akankah BGEA mempromosikan injil kelahiran kembali melalui baptisan versi Church of Christ, ataukah injil sakramen milik Roma Katolik dan Gereja Ortodoks, ataukah injil Advent hari Ketujuh yaitu injil kasih karunia plus pekerjaan yang disamarkan dengan licik sebagai “hanya kasih karunia,” ataukah injil pemilihan-berdaulat yang banyak dikhotbahkan oleh teman-teman Southern Baptis-nya Graham? Jika mereka tidak mau mempromosikan “injil-injil” ini, mengapa tidak? Pada tahun 1999, Franklin Graham mengatakan bahwa persekutuan ekumene dengan Gereja Katolik dan semua denominasi lain “adalah salah satu hal terpintar yang pernah dilakukan ayahnya.” Dia menjelaskan: “Pada tahun-tahun awal, di Boston, gereja Katolik mendukung penuh crusade (penginjilan) ayah saya. Itu adalah sesuatu yang baru. Itu membuat banyak Protestan kaget. Mereka tidak tahu harus bersikap bagaimana. Tetapi itu menjadi suatu teladan. ‘Jika Billy Graham mau bekerja sama dengan semua orang, maka kita sebaiknya juga begitu’” (The Indianapolis Star, 3 Juni 1999). Sungguh menyedihkan. (Untuk informasi lebih lengkap tentang kompromi Billy Graham dan Advent, lihat di www.wayoflife.org.)

This entry was posted in Ekumenisme, New Evangelical (Injili). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *