Semakin Banyak Jaringan Lunak Yang Katanya Jutaan Tahun Ditemukan

(Berita Mingguan GITS 27Oktober2012, sumber: www.wayoflife.org)
Semakin banyak ditemukan jaringan lunak pada fosil-fosil yang dikatakan berusia jutaan tahun. Pada tahun 2008, sebuah fosil kera berusia “dua juta tahun” ditemukan di Malapa, Afrika Selatan, dengan kulitnya masih menempel. Paleoanthropolog, Lee Berger, memberitahu BBC News, “Kelihatannya seperti kulit; dan berada di tempat kulit seharusnya” (“Skin Sample Is Two Million Years Old? ICR, 13 Des. 2011). Pada tahun yang sama, BBC News melaporkan tentang bulu-bulu fosil yang masih ada pigmen warnanya (“Fossil Feathers Reveal Their Hues,” 8 Juli 2008). Warna-warna ini adalah hasil bahan biologis yang disebut melanosom, yang telah terpelihara. Pada tahun 2009, para peneliti berhasil menyusun kembali tinta kering dari kantong tinta sebuah fosil cumi-cumi yang berusia “150 juta tahun.” Mereka bahkan memakai tinta itu untuk menggambar sebuah ilustrasi kira-kira bagaimana bentuk cumi-cumi yang sudah punah itu. Para ilmuwan itu “terkejut” bahwa tinta tersebut “terlihat masih seperti tinta cumi-cumi modern” (Archaeology Daily News, 18 Agus. 2009). Pada tahun 2010, jurnal PloS ONE melaporkan tentang sebuah fosil mosasaur (seekor reptil laut yang berukuran 13 meter) di Dinosaur Institute of the National History Museum di Los Angeles County, yang ditenggari berusia jutaan tahun, yang memiliki pigmen retina, sisa-sisa darah kering, dan “terpeliharanya struktur kulit dari seluruh bagian tubuh” (“Convergent Evolution in Aquatic Tetrapods,” PloS ONE, 5 (8): e1198, 2010). Para peneliti lain menemukan chitin dalam seekor kalajengking yang dikatakan ratusan juta tahun usianya (“Evolution Can’t Explain Organic Fossils,” ICR, 15 Des. 2011). Para ilmuwan yang mempelajari penemuan-penemuan ini telah mengakui bahwa mereka tidak tahu bagaimana mungkin materi biologis seperti ini dapat ada dalam fosil yang seharusnya berusia jutaan tahun. Profesor Mike Benton dari Universitas Bristol bertanya, “Bagaimanakah merekonsiliasikan hal ini dengan fakta yang sudah diketahui umum bahwa kebanyakan molekul organik akan meluruh dalam ribuan tahun?” (“Fossil Feathers Reveal Their Hues,” BBC News, 8 Juli 2008). Satu-satunya jawaban yang mereka miliki adalah bahwa karena mereka TAHU fosil-fosil ini berusia jutaan tahun, maka pastilah mungkin bagi materi biologis untuk bertahan jutaan tahun! Ini bukan ilmu pengetahuan, ini circular reasoning; ini pembuatan mitos.

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *