Para Ilmuwan Mengakui Bahwa Lucy Bergelantungan di Pohon-Pohon

(Berita Mingguan GITS 10 November 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Lucy adalah nama yang diberikan kepada sebuah fosil kera yang dikatakan berusia jutaan tahun, dan ditenggarai adalah mata rantai yang hilang antara kera dan manusia. Fosil ini telah menjadi subjek perdebatan sengit, bahkan di antara kaum evolusionis sendiri, sejak penemuannya pada tahun 1970an oleh Donal Johanson dan teman-temannya. Lucy adalah makhluk yang berdiri setinggi kira-kira satu meteran, dan walaupun para evolusionis mengakui bahwa ia memiliki kepala dan otak kera, sekaligus lengan, tangan, dan kaki yang mirip kera (bertentangan dengan rekonstruksi yang banyak ditayangkan di museum-museum), dan tidak memiliki kemampuan bicara, banyak yang mengklaim bahwa binatang ini berjalan tegak, yang “adalah langkah pertama menjadi manusia.” Juga telah diduga-duga bahwa Lucy ini tidak hidup di pohon-pohon. Kini, para ilmuwan yang telah menghabiskan 11 tahun mempelajari tulang bahu sebuah kerangka Australopithecus afarensis yang jarang ditemukan, melaporkan bahwa Lucy memandang ke atas seperti “kera-kera modern,” bukan memandang ke depan seperti manusia (“Early Human ‘Lucy’ Swing from the Trees,” Fox News, 26 Okt. 2012). Peneliti David Green mengatakan, “Fosil-fosil yang menakjubkan ini memberikan bukti kuat bahwa individu-individu ini masih memanjat pohon pada tahap ini dalam evolusi manusia.” Sebenarnya, dari awal sama sekali tidak ada bukti ilmiah bahwa Lucy ini bukanlah kera, atau bahwa “evolusi manusia” bukanlah dongeng isapan jempol. Tidak mungkin untuk membuktikan bahwa satu tipe fosil makhluk hidup memiliki hubungan evolusi dengan tipe lainnya. Bagaimanakah hal seperti itu dapat dibuktikan? Hanya adanya kemiripan struktur tidaklah membuktikan garis keturunan evolusi. Hal ini hanya dapat diasumsikan karena adanya bias filosofis. Fakta bahwa buku-buku teks sekolah dan museum-museum biasanya menggambarkan Lucy sebagai nenek moyang manusia yang tidak diragukan lagi, dan sebagai makhluk yang berjalan tegak, adalah bukti bahwa tujuan mereka hanyalah mencuci otak publik dengan mitos evolusi, bukan memberikan pendidikan riil yang objektif. Sangatlah mungkin bahwa “Lucy” dan binatang sejenis dia berjalan dengan empat kaki sebagaimana kera, tetapi juga bisa berjalan tegak untuk jarak yang pendek. Satu hari di Kathmandu beberapa tahun lalu, saya melihat seekor monyet rhesus berjalan sekitar 35 meter dengan kaki belakangnya. Dia berjalan santai dan tampak sangat percaya diri! Kera dapat berdiri dan berjalan tegak, tetapi mereka tidak didesain untuk melakuan hal itu senyaman dan semudah manusia; mereka lebih nyaman memanjat pohon.

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *