Gereja-Gereja Indonesia Merencanakan Celebration Of Unity

Dalam koran Suara Pembaruan, 11 April 2013, dipaparkan bahwa pada tanggal 17-18 Mei 2013, akan diadakan Celebration of Unity di Gelora Bung Karno dan Mall Mega Kemayoran, yang “akan diikuti semua komunitas Kristen dari semua denominasi gereja, baik Katolik maupun Protestan.” Acara ini adalah pre-event untuk persiapan bagi Sidang Raya Dewan Gereja Sedunia (WCC) yang akan digelar tanggal 31 Okt – 8 Nov 2013. Ketua panitia untuk acara Celebration of Unity ini adalah Pdt. Nus Reimas, yang menegaskan bahwa “diharapkan dari acara ini, akan lahir spirit mempersatukan dan mempererat hubungan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus.” Seperti biasa bagi kaum ekumenis, ia mengutip Yohanes 17:21, yang berisikan doa Yesus, “supaya mereka menjadi satu,” tanpa memperhatikan konteks dari kata-kata tersebut.

Suara Pembaruan melaporkan bahwa dipastikan 323 sinode dari Kristen Protestan dan seluruh Keuskupan Gereja Katolik di Indonesia akan hadir. Termasuk di dalamnya adalah gereja-gereja dari PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia), KWI (Konferensi Wali-gereja Indonesia), PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia), PGPI (Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia), Persekutuan Gereja Baptis Indonesia, Gereja Ortodoks, Gereja Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Direncanakan bahwa dalam acara puncak semua peserta akan menyanyikan lagu “Song of Unity,” dan diharapkan akan tercipta “kebersamaan umat Kristiani dalam perannya menciptakan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.”

Tentu saja semua ini tidak mengagetkan bagi orang-orang percaya yang Alkitabiah, karena Alkitab sudah menubuatkan bahwa akan ada kesatuan agama di akhir zaman. Wahyu 13 memberitahu kita bahwa nabi palsu akan mengarahkan semua orang untuk menyembah Antikristus. Untuk itu diperlukan kesatuan antar agama seluruh dunia. Untuk itu, Iblis akan menyatukan dulu “agama Kristen” menjadi satu, agar dapat ia kendalikan. Banyak orang Kristen yang menyamakan persatuan dengan hal yang baik. Mereka lupa bahwa persatuan tidak selalu positif. Manusia bisa bersatu untuk melawan Tuhan (misalnya menara Babel), atau bisa bersatu di pihak Tuhan. Satu hal yang pasti, persatuan di pihak Tuhan adalah persatuan di dalam kebenaran dan tidak mungkin mengabaikan pengajaran-pengajaran pasti di dalam Firman Tuhan.

Persatuan yang Yesus doakan adalah persatuan rohani di dalam kebenaran, bukan persatuan antara benar dan salah. Paulus dengan keras berkata “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia” (Gal. 1:8). Katolik, Ortodoks, dan Advent adalah sekelumit contoh gereja-gereja yang akan hadir di acara ini, yang mengajarkan injil yang lain! Orang-orang dan gereja-gereja Alkitabiah tidak akan ikut serta dalam “persatuan” yang semu ini, karena Firman Tuhan mengajarkan: “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!” (Roma 16:17). “Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi” (Tit. 3:10). Karena “celebration of unity” ini tidak mengindahkan Firman Tuhan, dan sama sekali tidak akan membahas masalah doktrin dan kebenaran, atau menegur gereja-gereja sesat yang akan ikut serta, maka jelas persatuan yang mereka akan capai adalah persatuan yang menentang Firman Tuhan dan Allah sendiri.

This entry was posted in Ekumenisme. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *