Orang-Orang Kristen Alkitabiah Disebut “Teroris Non-Jihad”

(Berita Mingguan GITS 20April2013, sumber: www.wayoflife.org)

Berikut ini disadaur dari “So Now Biblical Christians Are ‘Non-Jihadist Terrorists,’” Around the World with Ken Ham, 8 April 2013: “Kekristenan yang alkitabiah secara aktif dijelek-jelekkan, dalam upaya untuk memarginalisasi kita di budaya yang semakin sekuler ini. Dalam waktu-waktu belakangan ini kita menyaksikan peningkatan tindakan orang-orang sekuler dalam hal berikut:

(1) Menuduh orang-orang Kristen / yang percaya penciptaan melakukan ‘penelantaran anak’ (sebagaimana dituduhkan oleh Lawrence Krauss, seorang profesor di Arizona State University) karena tidak mau mengajarkan evolusi kepada anak mereka. (2) Mengklaim kekristenan adalah virus (sebagaimana dilakukan oleh atheis Richard Dawkins dan orang-orang lain). (3) Menuduh orang-orang yang memiliki keyakinan keagamaan menderita penyakit mental – dan menyebabkan anak-anak juga mengalami masalah kesehatan mental (sebagaimana kita lihat di artikel “Can Your Child Be Too Religious,” majalah Time, 28 Maret 2013). Saya melihat bahwa ada taktik yang semakin banyak digunakan oleh para pejuang sekuler untuk mengindoktrinasi publik agar berpikir bahwa kekristenan yang alkitabiah adalah musuh dan berbahaya bagi budaya. ….Anda mungkin syok jika membaca apa yang ditulis oleh analis keamanan nasional CNN, dan penulis dari buku Manhunt: The Ten-Year Search for bin Laden. Dalam artikel opini yang ia tulis, berjudul ‘Ancaman kekerasan dari sayap kanan yang semakin meningkat,’ Bergen menyatakan hal berikut: “Tetapi data New America memperlihatkan bahwa teroris domestik yang termotivasi oleh ideologi-ideologi non-jihad kini memberikan ancaman yang sama atau bahkan lebih dari pada orang-orang yang mengidolakan al Qaeda. Kami mendefinisikan teroris non-jihad sebagai mereka yang melakukan atau beraspirasi untuk melakukan kekerasan, dan yang masuk ke dalam kategori-kategori berikut: ekstrimis sayap kanan yang menentang pemerintah, menyetujui ideologi neo-Nazi, ATAU MENENTANG HOMOSEKSUALITAS ATAU ABORSI; ekstrimis sayap kiri; aktivis-aktivis hak binatang yang penuh kekerasan; dan aktivis-aktivis lingkungan yang penuh kekerasan.” Jadi, menurut analis keamanan nasional CNN, mereka yang menentang perilaku homoseksual atau aborsi (yaitu kekristenan alkitabiah) adalah ‘teroris non-jihad’ dan adalah ‘ancaman yang lebih besar daripada orang-orang yang mengidolakan al Qaeda’ – suatu ‘ancaman’ bagi kebudayaan. Orang-orang Kristen dan pemimpin-pemimpin Kristen perlu bangun dan memberitahu jemaat-jemaat mereka apa yang terjadi. Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen alkitabiah akan semakin meningkat. Amerika yang selama ini menjadi pusat kebebasan bagi mereka yang cinta Tuhan, akan mengalami penganiayaan. Amerika telah jatuh dari posisi kerohanian mereka, dan sedang dalam penurunan dari sudut pandang Alkitab, dan semakin akan menyerang orang-orang percaya. Penganiayaan di negara-negara lain pasti akan meningkat juga. “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2 Tim. 3:12).

This entry was posted in Fundamentalisme, General (Umum), Penganiayaan / Persecution. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *