Tarian Lebah

(Berita Mingguan GITS 13April2013, sumber: www.wayoflife.org)

Lebah-lebah madu yang mencari makanan menggunakan suatu tarian yang kompleks untuk memberitahu lebah-lebah lain tentang lokasi sumber nektar. Melalui suatu tarian yang membentuk angka 8, mereka bisa memberitahu tentang arah sekaligus jarak makanan. Mereka juga mengkomunikasikan tipe dan kualitas nektar tersebut. Arah makanan terindikasikan lewat sudut tarian terhadap matahari (yang diketahui oleh lebah melalui kemampuannya mendeteksi pola polarisasi di langit), dan jika lebah pencari makan telah berada di sarang untuk waktu yang cukup lama, ia dapat mengubah sudut tariannya untuk mengakomodasikan matahari yang telah bergerak. Jarak kepada makanan, yang bisa saja sampai 15 km dari sarang, terindikasikan melalui suatu rangkaian gerakan lurus yang disebut ‘waggle run.’ Ketika melakukan ‘waggle run’ ini, lebah menggoyangkan tubuhnya dan mendengung. Setelah melakukan setiap ‘waggle run,’ sang lebah akan kembali ke titik awal tarian tersebut dengan cara melingkar kembali, pertama ke arah sini, lalu ke arah sebaliknya, jadi membentuk suatu angka 8. Jarak yang dikomunikasikan bukan hanya menunjukkan jarak spasial yang sebenarnya, tetapi juga jumlah energi yang harus dikeluarkan karena berbagai faktor seperti angin. Lebah-lebah yang menari ini juga melepaskan zat-zat kimia untuk membantu komunikasi. Lebah-lebah yang menyaksikan tarian dapat membuat semacam suara mendecit agar si penari berhenti sebentar dan memberikan mereka sampel nektar yang ia temukan. 

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *