William Young Mendefinisikan Ulang Doktrin-Doktrin Alkitab

(Berita Mingguan GITS 06April2013, sumber: www.wayoflife.org)

Sangatlah biasa bagi guru-guru palsu untuk mendefinisikan ulang doktrin-doktrin Alkitab untuk menyembunyikan kesesatan mereka dari orang-orang yang mudah tertipu (Roma 16:17-18). Mereka memakai istilah-istilah Alkitab tetapi menafsirkan mereka dengan kamus yang sesat. William Paul Young (penulis dari buku populer The Shack) adalah seorang seperti itu, dan ini nyata dari wawancaranya dengan Christianity Today mengenai buku barunya Cross Roads (FaithWords, 2012). Ketika ia ditanya, “Apakah yang Yesus lakukan di atas Salib dan dalam Kebangkitan?” Young menjawab: “Itu adalah Allah di tangan orang-orang berdosa yang murka – itu adalah ungkapan yang saya mau pakai. Saya bukan seseorang yang setuju dengan doktrin penggantian hukuman (penal substitution). Tetapi saya setuju dengan penggantian (substitution). Tetapi saya tidak melihat bahwa Bapa menuangkan murkaNya ke atas Anak. Saya melihat umat manusia menuangkan murka mereka ke atas Anak. Jadi saya melihat bahwa satu-satunya harapan bagi seluruh kosmos adalah apa yang Anak pilih untuk terima, merangkak di atas instrumen murka kita yang paling kejam. Dia bertemu dengan kita di tempat yang paling dalam, paling gelap” (“The Love Shack,” Christianity Today, 4 Maret 2013). Dalam kalimat-kalimat yang penuh kebingungan ini, Young menggunakan istilah seperti “penebusan yang menggantikan” (substitutionary atonement), tetapi memberikan arti yang lain dari yang dijelaskan dalam Alkitab, yang dengan tegas berkata, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yes. 53:5). Ketika ia ditanya, “Tetapi Alkitab penuh dengan bahasa yang menyatakan murka ilahi, bukan hanya di Perjanjian Lama tetapi juga Perjanjian Baru; bagaimana kamu melihat hal itu?” Young menjawab dengan mulus: “Saya tidak menentang murka sama sekali, tetapi yang berubah bagi saya adalah hal berikut: Saya tumbuh besar di dalam paradigma bahwa murka bersifat menghukum dan membalas. Sekarang saya melihatnya sebagai sesuatu yang restoratif.” Jadi, Young menggunakan istilah “murka” tetapi memberikannya arti yang lain daripada yang kita temukan di dalam Kitab Suci. “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman” (Roma 1:18). “semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka)” (Kol. 3:6). “Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” (Wah. 6:17). “Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wah. 20:15).

This entry was posted in Emerging Church, Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *