Paus Mengatakan Ada Suatu Aliran Korup di Curia Roma

(Berita Mingguan GITS 22Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Paus Fransiskus telah mengakui bahwa suatu “lobby gay” eksis di Curia, yang adalah struktur kekuasaan di dalam Gereja Roma Katolik. Dalam sebuah pertemuan dengan pemimpin-pemimpin komunitas imam dan suster Katolik dari Amerika Latin, sang paus berkata: “Di dalam Curia, ada orang-orang kudus. Tetapi juga ada suatu aliran korup. ‘Lobby gay’ disinggung, dan memang benar, hal itu ada di sana. Kita perlu melihat apa yang bisa kita lakukan” (“Pope Francis,” CNN Belief Blog, 11 Juni 2013). Sang Paus sedang mengacu kepada laporan-laporan yang muncul dalam berbagai koran Italia pada tahun 2012, yang didasarkan pada bocoran-bocoran kepada wartawan dari orang dalam Vatikan.

La Repubblica mengatakan bahwa ada “keimamatan tingkat tinggi dalam Vatikan yang terlibat dalam masalah homoseksualitas.” Tentu saja, sebenarnya hal ini tidak mengejutkan. Pada tahun 2003, Gereja Roma Katolik di Irlandia setuju untuk membayar $110 juta untuk menghindari tuntutan hukum lebih lanjut dalam masalah skandal seks. Bisa jadi dari sebanyak 3000 korban penganiayaan seks di luar sana. Di Amerika, Gereja Katolik telah membayar lebih dari $1 milyar untuk menyelesaikan tuntutan hukum terhadap imam-imam yang imoral. Organisasi Bishop Accountability mengatakan bahwa lebih dari 4000 imam telah dituduh melakukan pelecehan seks kepada anak-anak (“US Church to Pay 12.6 Million,” AFP, 11 Agus. 2008). Ini mewakili kurang lebih 10% imam Katolik di Amerika, dan statistik itu hanyalah memasukkan mereka yang dituduh secara resmi. Suatu organisasi Katolik yang konservatif mendokumentasikan urusan yang keji ini pada majalah Ad Majorem Dei Gloriam edisi musim gugur/musim dingin 2002, dan mengobservasi: “…kebanyakan kasus sexual abuse di Gereja Katolik – sekitar 90% – melibatkan imam yang homoseksual yang memangsa anak-anak remaja. Media massa besar dan budaya AS pada umumnya mau menyangkali atau menghilangkan faktor homoseksualitas dari skandal-skandal ini.”

Banyak buku yang telah mendokumentasikan hal ini, termasuk Pedophiles and Priests oleh Philip Jenkins (1996), Lead Us Not into Temptation: Catholic Priests and the Sexual Abuse of Children oleh Jason Berry (2000), A Gospel of Shame: Children, Sexual Abuse, and the Catholic Church oleh Frank Bruni (2002), Religious Life without Integrity: The Sexual Abuse Crisis in the Catholic Church oleh Australian Catholic historian Barry Coldrey (2001), Betrayal: The Crisis in the Catholic Church oleh staf penyelidik Boston Globe (2002), dan AMChurch Comes Out oleh Paul Likoudis, editor dari The Wanderer, koran Katolik yang independen yang tertua di AS (2002).

Pada tahun 2000, koran Star di Kansas City, menerbitkan seri sepanjang buku yang mendokumentasikan bahwa “seminari-seminari Katolik pada tahun 1960n terlibat dalam kegilaan pembebasan seksual di dekade itu; bahwa banyak seminarian dan imam yang menyambut gaya hidup homoseksual aktif di dalam maupun di luar seminari; bahwa banyak seminarian homoseksual ini yang berlanjut kepada penahbisan dan dipersiapkan oleh atasan mereka kepada posisi tinggi.” Satu hasil dari semua ini adalah besarnya jumlah kasus AIDS di sebagian imam Katolik. 

This entry was posted in Katolik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *