Renungan akan Janji-Janji Penyertaan Allah dalam Mazmur

(Berita Mingguan GITS 22Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok” (Maz. 91:4). Ini adalah metafora yang sangat indah, yang berbicara mengenai kasih sayang Allah dan kemampuanNya yang maha kuasa untuk melindungi. Tentu saja, seekor ayam adalah makhluk yang lemah; sayap-sayapnya tidaklah sangat kuat, dan dia tidaklah sangat bijaksana; tetapi dalam dua ayat pertamanya, sang pemazmur menekankan kemampuan Allah sebagai Pelindung.

Pertama, Dia adalah elyon, yang maha tinggi. Titel ini pertama dipakai dalam Kejadian 14:18-22, di mana penekanannya ada pada fakta bahwa Allah memerintah atas segala sesuatu dan adalah pemilik segala sesuatu.

Kedua, Dia adalah Shaddai, yang maha kuasa. Kata Ibrani shadday berasal dari shaddad, yang berarti “menjadi kekar, yaitu (secara figuratif) kuat (secara pasif, tidak terkalahkan)” (Strong). Allah kita adalah Pejuangnya para pejuang, Sang Tak Terkalahkan.

Ketiga, Ia adalah Yehovah, yang Eksis dengan sendirinya, Aku Adalah Aku yang kekal, penjaga perjanjian yang selalu setia dan dapat diandalkan.

Keempat, Ia adalah elohim, Pencipta yang bersifat Tritunggal. “Elohim muncul dalam bentuk plural, tetapi disertai kata kerja tunggal, yang adalah grammar yang buruk bagi siapapun kecuali Allah. Tetapi Allah bisa berkata, “We is” (dalam bahasa Inggris), karena Dia eksis dalam tiga pribadi, namun adalah satu Allah. Elohim pertama kali muncul berkaitan dengan penciptaan. Elohim adalah Pencipta. Ide yang disampaikan adalah kuasa” (Phillips). Jadi, bernaung di bawah kepak “sayap” Allah berarti bersembunyi di tempat yang tak terkalahkan! Allah tidak akan lari dari bahaya; Dia tidak akan berubah pikiran; Dia tidak akan mengingkari janji-janjiNya. PertahananNya tidak terkalahkan. Yesus juga menggunakan metafora ayam dan anak-anaknya. “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (Lukas 13:34). Israel menolak ajakan Mesias mereka yang lembut, tetapi orang kafir manapun dapat lari kepada Dia hari ini untuk keselamatan dan mengambil perlindungan yang kekal setiap hari di bawah sayapNya yang maha kuasa.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *