Tanaman Memakai Matematika

(Berita Mingguan GITS 29Juni2013, sumber: www.wayoflife.org)

Para ilmuwan telah menemukan bahwa tanaman melakukan kalkulasi matematika yang kompleks agar dapat menjatah persediaan karbohidrat mereka hingga matahari terbit kembali. “Dengan cara menghitung jumlah persediaan karbohidrat mereka, dan membaginya dengan jumlah jam yang tersisa hingga menyingsingnya pagi hari, mereka memastikan tidak akan kehabisan hingga fajar, dan bahkan dapat menyesuaikan perhitungan mereka selama malam berlangsung. …Prof. Alison Smith, seorang biologis jurusan metabolisme yang membantu dalam penemuan ini, mengatakan, ‘Perhitungan yang dilakukan bersifat sangat tepat sehingga tanaman menghindarkan diri dari kelaparan, tetapi sekaligus menggunakan sumber makanan mereka secara efisien. Jika persediaan karbohidrat dipakai terlalu cepat, tanaman akan kelaparan dan berhenti bertumbuh pada malam hari. Jika persediaan dipakai terlalu lambat, maka sebagiannya akan terbuang’ (“These Plants Do Math,” Business Insider, 24 Juni 2013). Penelitian di John Innes Center di Norwich ini berfokus pada Arbidopsis, suatu tanaman berbunga yang kecil dalam keluarga sesawi. Ketika para peneliti mengubah kondisi cahaya sehingga malam terjadi lebih cepat atau lebih lambat, atau ketika pemaparan tanaman kepada cahaya dikurangi sehingga mereka memiliki persediaan karbohidrat yang lebih kecil dari awalnya, atau ketika para peneliti mencoba untuk mengelabui tanaman dengan cara memberikan cahaya matahari sesaat pada malam hari, tanaman-tanaman itu selalu bisa menyesuaikan diri dalam setiap situasi itu. Jelas sudah bahwa keseimbangan karbohidrat dimonitor terus menerus dan dihitung senantiasa. Ini mengilustrasikan bahwa tidak ada yang namanya makhluk hidup “sederhana,” dan bagi mereka yang memiliki mata untuk melihat, hal ini memperlihatkan evolusi Darwinian sebagai suatu dongeng.

This entry was posted in Science and Bible. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *