Korea Utara – Misionari Dilepaskan, Orang-Orang Kristen Dieksekusi

(Berita Mingguan GITS 15 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
John Stort, seorang misionari 75 tahun yang ditangkap di Korea Utara tanggal 16 Februari, dilepaskan pada tanggal 2 Maret. Misionari Australia itu, yang tinggal di Hong Kong, dipaksa untuk menulis sebuah “pengakuan” dan “permintaan maaf” karena melakukan “suatu tindakan kriminal dengan cara secara rahasia menyebarkan traktat-traktat Alkitab saya” (“Australian Christian Missionary John Short,” The Christian Post, 7 Maret 2014). Seorang misionari Amerika, Kenneth Bae, tetap dipenjara. Dia ditangkap pada November 2012 dan divonis 15 tahun kerja paksa karena “mencoba menggulingkan pemerintah melalui aktivitas agama.” Juga dilaporkan minggu ini bahwa Kim Jong Un telah memerintahkan eksekusi atas 33 orang “atas tuduhan berusaha menggulingkan rezim dengan cara menerima uang untuk mendirikan 500 gereja bawah tanah” (“North Koreans Face Execution,” The Chosunilbo, Chosun, South Korea’s English news media, 10 Maret 2014). Uang itu katanya diterima dari misionari Baptis, Kim Jung-wook, yang ditangkap tahun lalu, tetapi sebuah sumber di Cina mengatakan bahwa dia diculik oleh agen-agen Korea Utara di Dandong. Korea Utara adalah negara yang paling opresif di dunia. Negara itu menjalankan kamp-kamp konsentrasi, tempat para tahanan diperlakukan dengan brutalitas yang mengerikan. Mantan penjaga penjara, Ahn Myong-chol menggambarkan para tahanan sebagai “kerangka tulang berjalan dan orang-orang lumpuh dengan baju compang-camping.” Sejumlah besar tahanan mati karena kelaparan, penyakit, kecelakaan kerja, dan penyiksaan. Dalam sebuah kesaksian di hadapan DPR AS pada tahun 2002, Lee Soon-ok mengatakan bahwa “kebanyakan dari 6000 tahanan yang ada di sana ketika saya tiba tahun 1987, telah secara diam-diam mati di bawah kondisi penjara yang kejam ketika saya keluar tahun 1992” (“Testimony of Ms. Soon Ok Lee, North Korean prison camp survivor,” United States Senate Hearings). Telah diperkirakan bahwa 200.000 orang saat ini sedang dipenjarakan dalam kamp-kamp konsentrasi Korea Utara, dan bahwa 20 hingga 25 persen mati setiap tahunnya. Desember yang lalu, diktator Kim Jong Un membunuh pamannya sendiri, katanya bersama seluruh keluarganya.

This entry was posted in Penganiayaan / Persecution. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *