Paus Bergabung dengan Kharismatik, Menyerukan Gereja Esa Sedunia

(Berita Mingguan GITS 1 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam sebuah video informal sepanjang tujuh menit yang sudah ditaruh di YouTube, Paus Fransiskus menyerukan persatuan semua orang Kristen. Konteksnya bahkan lebih informatif lagi bagi kita. Video tersebut direkam dari sebuah smartphone milik uskup Anglikan Episkopal, Anthony Palmer, seorang kharismatik, ketika ia mengunjungi Vatikan baru-baru ini. Palmer telah mengenal sang paus sejak dia masih menjabat sebagai uskup agung di Argentina. Klip video tentang sang paus itu direkam untuk diputar di konferensi gembala-gembala Pantekosta yang diusung oleh Kenneth Copeland, seorang pengkhotbah yang penuh dengan kesesatan, yang jatuh ke lantai dan tertawa histeris sambil “mabuk dalam roh.” Paus mengatakan bahwa semua orang Kristen bersalah karena tidak bersatu, dan bahwa Allah telah memulai mujizat persatuan Kristiani dan akan menyelesaikannya.
Dalam komentarnya dalam acara Copeland itu, sebelum video itu diputar, Palmer memperlihatkan bahwa dia adalah seorang pembangun gereja esa-sedunia yang bersemangat dan efektif. Dia memberikan kesaksian pribadi tentang pengalaman pertobatan, dan berkata bahwa dia percaya keselamatan adalah melalui kasih karunia Allah saja, dan bicaranya baik dan menarik. Tetapi dia sangatlah tertipu. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut yang dibuat Palmer sebelum video Paus diputar: “Saya datang malam ini dalam roh Elia, yaitu roh rekonsiliasi. …Saya telah memahami bahwa keberagaman itu dari Allah; tetapi perpecahan itu dari Iblis. …Adalah kemuliaan yang menyatukan kita, bukan doktrin. Jika kamu menerima bahwa hadirat Allah ada dalam saya dan hadirat Allah ada dalam kamu, hanya itu yang kita perlukan. Allah akan menyelesaikan masalah doktrin kita ketika kita naik ke Sorga. …Perpecahan merusak kredibilitas kita. …Saya percaya kita akan melihat lebih banyak orang berangkat masuk ke gereja-gereja dalam roh Elia. Kita perlu memberikan sumber daya dan energi kepada pelayanan rekonsiliasi sebanyak yang kita berikan kepada penginjilan. Saya menantang kamu untuk menemukan seorang yang membangun jembatan dan mendukung dia.”
Tidak ada hal yang lebih berbahaya dan tidak alkitabiah selain menggantikan doktrin Alkitab dengan pengalaman sebagai dasar persatuan. Inilah inti dan jantung dari kesalahan kharismatik, dan sekarang kita melihat hal ini diusung oleh Paus Roma sebagai fondasi dari gereja esa-sedunia. Dalam seruannya untuk persatuan, Palmer sama sekali tidak mengatakan apa-apa tentang kesesatan dalam kepausan, keimamatan mereka, sakramentalisme, “baptisan” bayi, doktrin lahir baru melalui baptisan, misa, penyembahan Maria, purgatori, santo-santa, doa untuk orang mati, kebiaraan, monastikisme, dan banyak kesesatan lainnya. Dia tidak mengatakan apa-apa tentang kesesatan Word-Faith-nya Copeland. Dengan filosofi “rekonsiliasi Elia” yang dia usung, semua itu tidak ada artinya selama seseorang mengasihi “Yesus,” percaya “Injil,” dan memiliki “roh.” Kita tidak diperbolehkan untuk menguji Yesus APA, Injil APA, atau Roh APA. Pengujian seperti itu akan merusak kesatuan dan membawa kita kembali kepada perpecahan, yang kita diberitahu, berasal dari Iblis.
Betapa penipuan rohani yang hebat! Betapa dekat kedatangan Tuhan! Tidak heran Tuhan Yesus memperingatkan bahwa guru-guru palsu akan menjadi sedemikian licik sehingga “sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Mat. 24:24). Jangan tertipu, satu ayat berikut ini saja menghancurkan seruan untuk persatuan akhir zaman yang tidak mengindakan doktrin: “Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3).

This entry was posted in Ekumenisme, Katolik, Kharismatik/Pantekosta. Bookmark the permalink.

6 Responses to Paus Bergabung dengan Kharismatik, Menyerukan Gereja Esa Sedunia

  1. Febrian says:

    pak saya mau tanya. orang-orang kharismatik kan sering menggunakan ayat ini untuk pembenaran nubuatan2 & mukjizat2.
    Yoel 2:28 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.

    di ayat itu ada dituliskan “…orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi…”
    jika ayat ini sudah digenapi di zaman para rasul (PB), lantas orang-orang tua dlm ayat itu ditujukan untuk siapa pak??

  2. Dr. Steven says:

    Ayat itu sudah digenapi, sebagaimana dikatakan oleh Petrus pada hari Pentakosta (Kis. 2:14-21).
    Mengenai orang-orang tua mendapat mimpi, itu juga digenapi pada abad pertama, ketika pewahyuan masih berlangsung. Secara spesifik siapa yang mendapat mimpi apa tidak dicatatkan bagi kita, tetapi memang tidak segala sesuatu dicatat dalam Alkitab.

  3. Febrian says:

    oh ya pak memang gak semua di tuliskan. trus bagaimana dgn ayat ini pak?
    1 Korintus 13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

    jika kita menganggap nubuat & bahasa roh sudah berhenti, maka kita juga harus konsisten menganggap bahwa pengetahuan juga sudah lenyap. pengetahuan disini diartikan pengetahuan yg bagaimana pak?? jika pengetahuan yg dimaksud disini adalah pengetahuan yg kita kenal saat ini, maka interpretasi kita terhadap ayat ini gagal dong pak, karna pengetahuan sampai sekarang blum berakhir malah bertambah.

  4. Dr. Steven says:

    Pengetahuan yang dimaksud tentu bukan pengetahuan umum, atau pengetahuan matematika, atau sejenis itu, karena pengetahuan yang demikian sampai masuk Sorga pun mestinya masih ada pada kita.
    Tentu orang percaya setelah masuk Sorga tidak kehilangan akal sehat atau pengetahuan mereka.

    Yang dimaksud dengan pengetahuan di sini adalah karunia berkata-kata dengan pengetahuan, yang 1 Kor. 12:8 misalnya. Ini adalah karunia yang melibatkan pewahyuan dari Tuhan.
    Suatu contoh adalah Petrus di Kisah Rasul 5, yang bisa tahu Ananias dan Safira berbohong. Itu ada penyingkapan dari Tuhan.
    Jadi, sebagai suatu karunia yang berhubungan dengan pewahyuan, itu akan berhenti setelah Alkitab selesai ditulis (yang sempurna tiba).

  5. Johanes Yefta says:

    Pak, saya ingin bertanya, Khariamatik sering berkata bahwa jangan menggunakan akal sehat saat membaca Alkitab. Lalu apakah ada ayat yang mengatakan bahwa kita harus membaca Alkitab dengan akal sehat? Dan apa jawaban yang harus saya jawab saat Kelompok ini berkata bahwa jangan membaca Alkitab menggunakan akal sehat?

  6. Dr. Steven says:

    Ya, jelas Alkitab mengajarkan kita untuk memakai akal sehat. Salah satu ayat:
    1 Petrus 1:13 “Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *