Pembuat Hukum Belgium Melegalkan Euthanasia untuk Anak-Anak

(Berita Mingguan GITS 22 Maret 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari “What’s the Use of Keeping This Baby Alive?” Christian News Network, 23 Feb. 2014. “Para pembuat hukum di Belgium baru-baru ini menyetujui sebuah aturan yang akan mengizinkan dokter-dokter untuk mengeuthanasia anak-anak dari segala rentang usia. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Senat Belgium mayoritas besarnya menyetujui rancangan hukum tentang euthanasia anak pada bulan Desember, dan mengirim rancangan hukum tersebut ke badan legislatif bawah. Bulan ini, badan legistlatif bawah memvoting 86-44, mengesahkan rancangan hukum tersebut, walaupun terkena kritikan internasional. Raja Belgium, Philippe, diperkirakan akan menandatangani rancangan itu menjadi hukum yang sah. Begitu hukum baru ini berlaku, anak-anak dengan penyakit mematikan akan memiliki pilihan untuk mengakhiri hidup mereka lewat suntikan maut. Selama anak-anak itu memahami apa itu euthanasia dan mendapatkan persetujuan dari orang tua dan dokter, mereka akan bebas untuk memilih bunuh diri yang dibantu ini. Belgium, sebuah negara yang predominan sekuler, pertama kali mengesahkan euthanasia bagi orang dewasa pada tahun 2002. Kini, negara Eropa yang kecil itu akan menjadi negara kedua di dunia – bersama dengan Belanda – yang mengizinkan euthanasia anak-anak.
Steve Forbes, seorang pebisnis Amerika dan mantan calon presiden, juga menyampaikan keprihatinan atas arah Belgium ini, berpendapat bahwa hal ini menggambarkan ‘lereng licin’ euthanasia. ‘Kita sedang berada di lereng yang amat licin menuju kepada suatu masyarakat seperti yang dibayangkan oleh Nazi Jerman, suatu masyarakat tempat “orang-orang yang tidak diinginkan” dapat dienyahkan seperti jaringan kotor,’ demikian Forbes menulis baru-baru ini. ‘Holocaust dan kejahatan Nazi lainnya sempat membelokkan gerakan eugenic. Tetapi kini itu semua kembali terjadi dengan pakaian yang baru – kita hanya mau membunuh untuk menghilangkan penderitaan. Ketika euthanasia semakin diterima – dan kita semakin kebal terhadap bebal terhadap horor pembunuhan manusia seperti ini – kita akan turun ke tingkat kekejian selanjutnya: menekan orang-orang sakit untuk menghentikan pengobatan bagi penyakit yang kemungkinan mematikan, dengan alasan untuk “menghemat sumber daya yang langka” bagi orang-orang yang masih memiliki banyak tahun ke depan,” ia mengusulkan. ‘Tanda keagungan suatu kebudayaan adalah bagaimana mereka berlaku kepada anggota-anggota mereka yang paling lemah,’ demikian Forbes menyimpulkan.

This entry was posted in General (Umum), Kesehatan / Medical, Kesesatan Umum dan New Age. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *