Gereja Baptis Diinvestigasi Karena Memperingatkan tentang Neraka

(Berita Mingguan GITS 14Juni 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Sebuah gereja Baptis di Inggris diperiksa tiga minggu yang lalu setelah memasang pesan di papan buletin mereka yang ada di luar bangunan, dengan kata-kata, “Jika kamu berpikir tidak ada Allah, kamu harus yakin sekali bahwa kamu benar,” di atas sebuah foto kobaran api. Setelah seubah “komplain” diajukan oleh seseorang yang “tersinggung,” polisi membuka sebuah investigasi “kejahatan kebencian” (hate crime) terhadap Attleborough Baptist Church di Norfolk, dan Gembala Sidang John Rose setuju untuk menurunkan psan yang menyinggung itu. Seorang jurubicara polisi mengatakan bahwa masalah itu “telah dicatat sebagai sebuah insiden kebencian” (“Police investigate Attleborough church ‘hate incident,” Wymondham and Attleborough Mercury, 9 Juni 2014). Robert Gladwin, pihak yang “tersinggung” yang melaporkan komplainnya itu, mengatakan, “Saya sungguh terkejut. Kita hidup di abad 21 dan mereka menaruh pesan seperti itu – bahwa non-Kristen akan terbakar di neraka – untuk menakut-nakuti orang untuk bergabung kepada mentalitas mereka. Pengertian dasar saya adalah bahwa kekristenan itu bersifat inklusif dan mengasihi.”

Mr. Gladwin gagal untuk memahami dasar-dasar ABC dari sifat Allah dan Injil Yesus Kristus, dan itu tidak mengherankan mengingat kondisi sesat dari kebanyakan gereja-gereja di Inggris. Neraka bukanlah sekedar suatu peringata, melainkan adalah hukum Allah dan realita, sama seperti gravitasi dan kematian. Allah adalah kudus dan adil dan Dia akan menghukum dosa. Dari sejak awal sejarah manusia, Allah telah memperingatkan bahwa upah dosa ialah maut, dan ini mencakup baik kematian fisik maupun kekal di dalam lautan api. Tuhan Yesus Kristus, kasih yang menjadi daging, berbicara tentang neraka sangat sering, lebih sering daripada dia berbicara tentang Sorga, dan itu adalah karena Ia mengasihi manusia dan mau menyelamatkan mereka dari neraka. Jika seseorang terkena kanker, seorang dokter yang mengasihi tidak akan menutupi berita buruk itu. Jika sebuah jembatan roboh, seorang individu yang mengasihi tidak akan berdiam diri dan membiarkan tetangganya untuk tetap menyetir menuju kehancuran tanpa memperingatkan mereka. Jika seorang Kristen percaya realita neraka, ia tidak akan menahan diri dari memperingatkan sesamanya manusia. 

This entry was posted in Penganiayaan / Persecution. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *