ISIS Mengumumkan Khalifah Islam

(Berita Mingguan GITS 5Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Grup teroris Muslim yang tadinya disebut Islamic State in Iraq and Levant (disingkat ISIL atau ISIS), sebuah pecahan radikal dari Al Qaeda yang telah menyerobot bagian-bagian besar dari Irak dan Siria, telah mengumumkan sebuah khalifah yang mereka sebut Islamic State (Negara Islam), jadi melepaskan nama mereka yang lain. Mereka mengumumkan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pemimpin mereka yaitu “khalifah bagi semua Muslim di semua tempat,” menuntut ketaatan dari semua Muslim, dan mengumumkan bahwa “legalitas semua emirat, kelompok, negara, dan organisasi, menjadi nul oleh ekspansi otoritas khalifah ini” (“Sunni Militants declare Islamic state,” Fox News, 30 Jun. 2014). Tujuan mereka akan menciptakan kembali kerajaan Islam yang pernah jaya di masa Otoman, tetapi mereka memiliki musuh sama banyak di dalam Islam dengan di luar Islam. Misalnya, para pemimpin semua “emirat, kelompok, negara, dan organisasi” yang diperintahkan untuk tunduk dan yang tidak mau sama sekali melakukan itu. Lalu, ada juga garis perpecahan antara Sunni dan Syiah, yang dimulai sejak meninggalnya Muhammad pada 632 AD. Kelompok Syiah menelusuri garis mereka kembali kepada sepupu Muhammad, Ali bin Abu Talib, sementara kelompok Sunni menelusuri garis mereka kembali ke penasihat Muhammad, Abu Bakr. Kedua kelompok ini saling bermusuhan sejak saat itu. “Ketegangan dan kekerasan mewarnai hubungan antara kedua kelompok ini di negara-negara tempat keduanya eksis” (“Sunni and Shiite Terrorist Networks,” Jerusalem Center for Public Affairs, 18 Des. 2002). [Editor: Pembaca Indonesia tentunya masih ingat konflik horizontal antara Sunni dan Syiah di negera kita].

Kelompok Sunni berjumlah sekitar 85-90% dari orang Muslim hari ini, termasuk mayoritas di Arab Saudi, Mesir, Qatar, Kuwait, UAE, Pakistan, Afghanistan, India, Tunisia, Gaza, Turki, Lebanon, dan juga Indonesia. Tetapi mungkin ada sekitar 100 juta orang Syiah dan mereka menjadi mayoritas di Iran, Irak, Siria, Bahrain, Azerbaijan, dan mungkin Yemen. ISIS berbasiskan Sunni dan telah mendeklarasikan bahwa Muslim Syiah layak mati (“ISIL terrorists raises flag at Turkish border,” AhlulBayt New Agency, 1 Juli 2014). Kelompok Sunni mendukung bentuk hukum syariah yang paling keras dan banyak grup teroris modern adalah beraliran Sunni, termasuk Al Qaeda, Taliban, Muslim Brotherhood, Salafi, Hamas, dan teroris Chechnya. Dilaporkan bahwa 70% dari pelaku pembunuhan teror pada tahun 2011 berasal dari golongan Sunni (National Counterterrorism Center, “Report on Terrorism,” 12 Maret 2012). Ini bukan berarti tidak ada teroris dari kelompok Syiah atau kelompok-kelompok lainnya. Dari pihak Syiah ada kelompok Hizbollah, dan Iran yang mayoritas Syiah telah sering mengancam akan memusnahkan eksistensi Israel. Baik Sunni dan Syiah biasanya bersatu dalam membenci Israel.

This entry was posted in Islam. Bookmark the permalink.

1 Response to ISIS Mengumumkan Khalifah Islam

  1. Johanes Wattimena says:

    kompak menggenapi nubuatan Alkitab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *