Laporan LifeWay tentang Kremasi

(Berita Mingguan GITS 12Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org)

Menurut sebuah survei tahun 2014 oleh badan riset Southern Baptist Convention, yaitu LifeWay Research, hanya 14% orang Amerika yang percaya bahwa kremasi adalah salah. Mengomentari survei tersebut, Scott McConnell, wakil presiden dari LifeWay Research, sama sekali tidak menentang praktek tersebut, hanya mencatat bahwa “tabu sosial tentang kremasi semakin memudar” (“Few Americans Have Qualms about Cremation,” LifeWayResearch.com, 27 Maret 2014). Jumlah kremasi di Amerika Utara telah meningkat dramati selama kurun waktu 40 tahun terakhir. Pada tahun 1975, hanya 6% dari orang yang mati dikremasi. Sampai dengan tahun 1996, angka masih berkisar di 20%, tetapi pada tahun 2010, sudah menjadi dua kali lipat, yaitu 40%, dan diperkirakan bahwa hingga tahun 2025, 56% orang mati di Amerika akan dikremasi. Di negara-negara bagian tertentu, persentasenya sudah jauh lebih tinggi: Nevada, 72%; Washington, 71%; Oregon and Hawaii, 69%; Montana, 65%; Maine, 64%; Colorado, 63%; Arizona, 62%; New Hampshire dan Alaska, 61%. Negara-negara bagian dengan tingkat persentase kremasi yang paling rendah adalah di daerah yang disebut “Bible Belt” – Mississippi, 14%; Alabama, 17%; Kentucky, 21%; Louisiana, 21%; West Virginia, 23%.

Menurut artikel di halaman depan USA Today, edisi 5 Desember 1995, meningkatnya penerimaan terhadap praktek kremasi berjalan seiring dengan menurunnya “rintangan agamawi terhadap kremasi.” Sangat menarik bahwa sebuah koran sekuler bisa melihat ada koneksi antara agama dan kremasi. Secara historis, penguburan Kristen telah menjadi kesaksian tentang iman akan kebangkitan tubuh, sementara kremasi telah dipraktekkan di kalangan Hindu dan lainnya yang menyangkali kebangkitan badani melainkan percaya reinkarnasi. Secara historis, ke mana pun Injil Kristus masuk dan diterima, praktek-praktek pagan (kafir) seperti kremasi telah ditolak. Ketika paganisme semakin masuk ke dalam masyarakat Amerika dan Kanada, dan sambil kompromi dan kesesatan rohani menghancurkan kuasa dari jemaat-jemaat, kremasi menjadi semakin populer. 

This entry was posted in General (Umum). Bookmark the permalink.

4 Responses to Laporan LifeWay tentang Kremasi

  1. ving says:

    Pak, ibu saya baru dikremasi bulan ini.. apakah dia tidak akan dibangkitkan & diampuni & diselamatkan Tuhan Yesus?? apakah sekarang ibu saya ada di neraka??.. padahal seumur hidupnya dia selalu beriman kepada Tuhan Yesus sampai akhir hidupnya.. mohon jawabannya, karena ini menggelisahkan saya.. terima kasih.

  2. Dr. Steven says:

    Kalau dia sudah beriman kepada Yesus Kristus, maka ia pasti masuk Sorga, tidak peduli dia dikubur atau dikremasi.
    Kita menolak kremasi, bukan karena mempengaruhi keselamatan, tetapi karena kesaksian bagi orang-orang lain.

  3. Lukas says:

    Bagaimana untuk daerah yang mengalami kekurangan lahan pemakaman sehingga disarankan kremasi, seperti di Tokyo, Jepang?

    Atau misalnya (meski tidak ada saran untuk kremasi) di Jakarta atau di Bali?

    Saya juga pernah membaca satu sumber apologetik yang mengatakan sebenarnya kremasi itu hanya mempercepat tubuh kembali menjadi debu. Mengenai kebangkitan badani, Tuhan Maha Tahu sehingga jika sudah waktunya, Ia pasti bisa “membuat tubuh itu kembali”. Apalagi, tulang-belulang para rasul-rasul atau bapa-bapa leluhur Israel, misalnya pasti sudah banyak yang menjadi debu sekarang.

  4. Dr. Steven says:

    Masalahnya bukan pada apakah Tuhan mampu membuat tubuh kembali, jelas Tuhan bisa. Tetapi masalahnya ada pada signifikansi dari tindakan kita.
    Dalam keadaan tertentu kremasi bisa dilakukan (misal dalam kondisi wabah menular, dan mayat harus dibakar), tetapi secara umum, kita menguburkan untuk menunjukkan pengharapan kita bahwa tubuh akan dibangkitkan kembali, dan juga menunjukkan hormat kita pada tubuh manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

    Di tempat yang kurang tanah pun masih bisa dilakukan penguburan. Di Jakarta masih banyak opsi penguburan, dan di Bali juga ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *